Suamiku (Calon) Adik Iparku

Suamiku (Calon) Adik Iparku
SCAI - 61. Lifta Buat Onar Lagi


__ADS_3

Hari ini Daniel sengaja mengajak Vanye ke Bandung, semua dia lakukan agar istrinya bisa menghilangkan stres akan kejadian tempo hari sekaligus melihat perkembangan rumah makan.


Sebenarnya Daniel sudah memberikan semua ini pada kedua sahabatnya, akan tetapi mereka tetap melibatkan Daniel dan berkata rumah makan itu tetap milik mereka bertiga, jadi ada masalah apapun dia akan tetap ikut andil.


"Bagaimana keadaan istrimu, Bro? Apa Satos sialan itu sudah kamu brantas, aku dengar dari Pamukas darahku langsung mendidih," ucap Zac sambil menepuk-nepuk punggung Daniel.


"Seperti yang kamu dengar, Satos sudah mendekam di penjara, sedangkan Lifta selalu membuat Vanye kesal. Tapi untungnya akhir-akhir ini Lifta tak pernah mengganggu," balas Daniel sambil memandang bahagia ke arah Vanye.


Sejak tadi istrinya itu terus bercengkrama dengan karyawan barunya Dara, mereka seakan-akan sejalan dan Dara juga terus-menerus menawarkan makanan enak sehingga Vanye semakin bahagia.


"Sejak kemarin Vanye seringkali murung sebab itu aku ajak dia kemari, mengingat Dara bisa akrab dengan Vanye dan dugaanku sangat tepat dia terlihat bahagia saat bersama Dara." Lanjutnya sambil terkekeh.  


"Aku turut bahagia jika Vanye bahagia, tapi apa perlu membiarkan dua manusia itu masuk ke dalam dapur?" Zac sedikit sanksi melihat duo penghancur masuk dapur.


Zac ingat betul Vanye belum sepenuhnya menguasai perdapuran, apalagi Dara. Wanita itu pernah dua kali membuat dapur kebakaran, karena tak bisa menggoreng ikan 


"Asal Vanye bahagia, aku akan biarkan dia melakukan apapun," jawabnya sangat santai. 


Meski ragu, tapi akhirnya Zac mencoba untuk rileks dan kembali bercengkrama dengan Daniel. Zac juga ingin melaporkan hasil penjualan selama satu bulan ini, sekaligus pengeluaran serta gaji para karyawan.


Akan tetapi, baru saja Daniel menemukan ketenangan tiba-tiba terdengar suara ribut di arah pintu masuk. Daniel dan Zac pun semakin panik, ketika mendengar suara Pamukas mengumpat keras, padahal lelaki itu tergolong lelaki jarang mengumpat.


"Cewek gila! Punya otak nggak sih kamu itu? Datang-datang bikin onar dan berantakin meja,  pokoknya ganti rugi aku nggak mau tau, pecah semua barangku anjing!" bentak Pamukas sampai membuat semua pengunjung terkejut.


Masa bodo reputasi, Pamukas akan sopan jika orang di depannya itu sopan, namun wanita yang kerap disapa Lifta itu semakin mengejek bahkan menghancurkan semua barang-barang sehingga Pamungkas habis kesabaran.


"Aku ngakak peduli! Aku hanya ingin Daniel, dimana dia!" seru Lifta sempoyongan. Terlihat sangat jelas, jika Lifta terpengaruh obat-obatan atau Alkohol.

__ADS_1


"Dasar wanita gila!"


Saking kesalnya, Pamungkas segera mengambil air bekas cucian dan langsung menyiram air itu ke arah Lifta. Bukannya sadar, Lifta justru semakin menggila. 


Semua pengunjung ketakutan, banyak dari mereka merasa terusik dan menyuruh Pamukas mengusir Lifta. Tapi, Lifta benar-benar sulit dikeluarkan.


"Wanita tua! Keluar kamu, wanita tua! Dasar tukang rebut calon suami orang, di mana kamu sialan!" teriak Lifta semakin menjadi-jadi.


"Dara, ayo kita lihat ada apa di luar. Kedengarannya kok semakin ribut, jadi penasaran," ungkap Vanye yang masih samar-samar mendengar keributan dari dapur utama.


"Sayang jangan keluar, disana ada Lifta. Sepertinya dia mabuk berat, aku takut kamu kenapa-napa jika keluar," cegah Daniel saat tahu istrinya ingin keluar. 


"Wanita itu lagi! Ish, nyebelin banget sih mantanmu itu!" 


Tiba-tiba Vanye juga ikut kesal, dia merasa hidupnya tak tenang jika Lifta selalu mengusik. Semakin dibiarkan wanita itu semakin gila, jadi Vanye memutuskan untuk menemuinya lagi dan memberikan pelajaran berharga.


"Dasar pelakor, jalangg, wanita murahan. Ingat umurmu itu sudah nenek-nenek, kenapa kamu mau sama kekasihku! Dasar gatal!!" teriak Lifta sangat kencang.


Vanye hanya menutup kedua mata untuk menahan segalanya, bukan dia tak mau membalas. Akan tetapi, Vanye tak mau ribut apalagi ini di rumah makan. Reputasi suaminya akan rusak, jika dia membalas perlakuan Lifta.


Tadi memang dia ingin memberi pelajaran pada Lifta, tapi melihat banyak orang yang melihat dia harus menjaga martabat.


"Dengar ya mbak Lifta terhormat, aku ini istrinya bukan pelakor, aku dinikahi dia dalam status lajang jadi atas dasar apa kamu mengataiku pelakor!" seru Vanye sangat menekan, kesabarannya bisa habis jika Lifta terus memancingnya.


"Pokoknya kamu pelakor dan aku bunuh kamu wanita tua!" Lifta tiba-tiba menyerang Vanye, tapi untungnya Daniel sangat sigap sehingga serangan itu mengenainya bukan Vanye.


"LIFTA STOP!" teriak Daniel. "Kita sudah putus, jadi aku mohon jangan ganggu aku terus. Jalani hidup masing-masing, move on Lifta move on!" lanjutnya sangat memohon. 

__ADS_1


Daniel tidak terima istrinya dihina sedemikian rupa, apalagi di depan orang banyak dan lebih parahnya ingin mencelakai istri tercinta.


"Aku masih kekasihmu, Daniel! Mana janjimu dulu, katanya ingin memiliki anak banyak dengan rumah sederhana. Kenapa sekarang kamu menikahi orang lain, pasti Nenek lampir itu melakukan hal licik agar kamu menikahinya!" tuduh Lifta. 


Lagi-lagi Lifta tak sadar diri jika semuanya hancur ya karena dia sendiri. Inilah yang membuat kesabaran Vanye hilang, dia mendekati Lifta sambil berkata.


"Bisa ralat tidak tuduhanmu itu! Aku jelaskan sekali lagi ya, aku bukan pelakor atau apa lah itu. Aku Istri SAH-nya Daniel! Aku juga tidak serendah itu sampai memaksa orang untuk menyukaiku, atau memaksa Daniel meninggalkanmu. Semua itu salahmu sendiri, jangan maling teriak maling!" tegas Vanye tak kalah menggelegar.


Vanye tak peduli attitude lagi, yang dia tau hanya satu. Memberi Lifta pelajaran, agar dia tidak berkali-kali mempermalukan dirinya juga Daniel.


Namun dasarnya Lifta sedang mabuk, jadi dia tertawa terbahak-bahak seperti orang nggak waras. "Masih mau ngelak gimana lagi kamu Nenek Lampir! Aku nggak takut dengan gertakan mu, intinya kamu hanya wanita murahan yang suka brondong! Ha ha ha!"


"Kamu —"


Plakk!


Satu tamparan terdengar sangat nyaring, tapi Daniel tak merasa menyesal. Daniel malah puas melihat Lifta terdiam ketika dia menamparnya, apalagi ini tamparan sangat keras.


"Sadar kamu, Lif! Kamu yang harusnya sadar dan ngaca di depan cermin, apa kamu lupa siapa yang selingkuh terlebih dulu! Jika kamu lupa aku akan ingatkan lagi, agar semua orang tau seperti apa dirimu ini!" seru Daniel tak bisa menahan emosi.


Daniel tak peduli dengan kehormatan Lifta lagi, toh ini yang mantanya mau. Lifta yang ingin masalah ini semakin melebar kemana-mana, dan semakin mengungkit masa lalu.


"Kamu dulu yang berkhianat, Lif. Kamu lebih memilih sahabatku dengan alasan nggak masuk akal, yang semakin membuat aku marah, ternyata kamu menjajakan tubuhmu segampang itu. Aku sungguh jijik melihatmu, Lif!"


"Asal kamu tau, menjalani hubungan denganmu bertahun-tahun itu nggak mudah, bahkan agar kamu bahagia aku rela banting tulang agar kamu bahagia. Aku sering nggak makan, karena uang jajan aku buat memenuhi semua keinginan mu. Tetapi apa? Kamu malah selingkuh, yang lebih menjijikkan kamu menginap di hotel bersama sahabatku sendiri. Jadi siapa yang murahan sebenarnya, Vanye atau kamu Lifta!"


Lifta langsung terdiam mendengar ucapan Daniel, dia seperti tertampar. Rasa mabuknya tiba-tiba hilang, rasa cinta berubah jadi benci sehingga Lifta mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Carilah orang lain yang bisa memberikan waktu, cinta dan kasih Sayang. Aku yakin kamu pasti menemukan pendamping yang baik di luar sana. Please jangan ganggu kami lagi."


__ADS_2