
Soundtrack//ku bahagia-melly goeslaw//
Kebahagiaan ini, semoga tetap abadi
-mina-
Aku menggantikan mas astan menyetir mobil untuk kembali pulang kerumah. Walaupun awalnya mas astan menolak dengan dalih takut aku akan capek dan lelah, bukan aku namanya kalau tidak bisa membujuk mas astan dengan mata berlinang ku.
Mas astan terlihat sangat ngantuk dalam kemudiku yang tidak terlalu kencang dan tidak lambat pula.
"Kamu tidur aja mas, aku kuat kok sampai rumah nanti" Tuturku.
Mas astan menggeleng tidak setuju "Kamu nyetir sampai jalan tol saja sayang, abis itu kasih alfa makan dulu yah sejak tadi ia belum makan. Alfa kalau tidur suka ngk ingat waktu" Mas astan tersenyum melihat alfa yang masih saja tertidur sejak tadi tanpa terusik sama sekali.
Aku mengangguk saja mendengar ucapan mas astan. Menurut kepada suami adalah kewajiban ku jadi tidak boleh membantah.
Mobil kami parkirkan diparkiran rumah dan mas astan mengangkat alfa yang setelah makan tadi dijalan kembali tidur. Alfa memang kalau sedang tidur itu suka ngk inget waktu bahkan sampai 10 jam lebih pun ia tahan.
Setelah membaringkan alfa dikasur mas Astan mandi duluan dengan perintahku yang masih saja harus membereskan kamar.
Aku menyelimuti alfa dengan pelan karena waktu sudah mulai larut dikarenakan kami memakan banyak sekali waktu dijalan tadi.
Mas astan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit dipinggang nya yg putih dan mulus itu.
Aku masih saja sama gugupnya saat melihat itu. Aku jauhkan sedikit pandangan ku meskipun masih suka curi pandang hehehe.
"Sekarang kamu mandi sayang, mas sudah siapkan air hangat agar kamu tidak masuk angin" Aku mengangguk dan dengan cepat memasuki kamar mandi dengan jantung yang masih saja berdetak hebat layaknya marathon.
Aku melanjutkan acara mandiku dengan cepat karena takut masuk angin nantinya.
Setelah memakai handuk aku melihat sekeliling kamar mandi. Aku tidak menemukan pakaian ku"Astaga mina, aku pasti lupa bawa tadi Karena terlalu gugup melihat tubuh mas astan "aku merutuki kebodohan ku yang sempat lupa membawa pakaian tadi hanya karena melihat tubuh setengah telanjang mas astan.
Aku dengan pelan mengintip keluar dari pintu dan melihat mas astan sedang memainkan hapenya. Aku dengan pelan keluar dari kamar mandi dan berjalan pelan menuju tempat tidur untuk meraih pakaian yang sudah aku siapkan tadi.
" Sudah selesai sayang? "Tiba-tiba jantung ku seakan berhenti berdetak karena kaget.
" Su,, sudah mas"ucapku sedikit gugup.
__ADS_1
"Kamu kenapa gugup begitu sayang? Kamu sakit? " Mas astan malah datang mendekat kearahku yang saat ini sedang memakai beha dan pakaian dalam dengan gerakan kilat tentunya.
Mas astan meletakkan tangannya didahiku"Kamu tidak panas kok, tapi kenapa pipimu merah begitu yah sayang? Kamu benar-benar tidak sedang sakit kan? "Tanya mas astan mendekatkan wajahnya kearah wajahku yang semakin merah saja.
" Aku baik baik saja mas"ucapku setelah pakaian ku sudah lengkap aku kenakan.
"Kamu berniat menggoda mas yah sayang? " Tanya mas astan mengusap pahaku dengan lembut.
Aku mengikuti arah pandang mas astan pada pakaian ku yang ternyata sangat tipis dan juga pendek sekali bahkan diatas pahaku sendiri.
Aku sungguh tidak tau karena aku hanya asal ambil tadi karena buru-buru sekali. Dan juga aku tidak tau siapa yang membelikan baju ini untuk ku.
"Ti,, tidak mas, aku juga tidak tau kalau baju ini pendek. Aku ganti dulu yah mas" Ucapku berjalan pelan menuju lemari namun aku tidak jadi mengganti pakaian itu karena mas astan.
Tubuhku ia angkat hingga baju itu tersingkap keatas memperlihatkan paha dan celana dalamku yang berwarna pink itu.
Aku dengan susah payah mencoba menutupi nya dengan tanganku hingga mas astan tersenyum seringai dihadapanku.
"Iih mas mau apa? " Tanyaku bingung dalam gendongan mas astan.
"Aku mau kamu sayang" Ucapnya tersenyum nakal padaku.
"Akhh,, " Mas astan dengan cepat mengulum bibirku dengan penuh gairah dan tangan nakalnya sudah berhasil melepaskan behaku didalam pakaian itu.
Aku berkali-kali menggeliat tak tahan karena kenikmatan yang mas astan berikan di tubuhku yang berkali-kali ia jamah itu.
"Kamu selalu berhasil membuat mas tegang sayang" Ucap mas astan di sela ciumannya di dadaku dan meninggalkan tanda kepemilikannya disana.
Bajuku sudah ia singkap tentunya keatas hingga ia dengan leluasa melakukan aksinya disana membuat aku berkali-kali mendesah tak tahan karena nikmat yang tiada tara.
Mas astan membalikkan tubuh kami hingga kini aku yang berada di atasnya masih dengan bajuku yang tersingkap keatas hingga kedua Gunung ku seakan menggantung pasrah dihadapan mas astan yang dengan cepat menghisap nya seolah ia adalah seorang bayi yang haus akan asi.
"Akhhh" Ia remas bagian sebelah lagi hingga aku tak tahan lagi menahan desahan ku itu.
Mas astan mulai melucuti celana dalamku dan mengusapnya dengan pelan. Aku hanya bisa menggigit bibirku jika mas astan sudah mulai melakukan hobby barunya yaitu mengusap usap are aku karena ia sangat suka mendengar desahan ku kalau ia melakukan itu.
"Akhh,, udah dong mas,, akkhh" Aku menampar bahu mas astan sedikit keras hingga ia tertawa melihat ekpresi kesal ku itu.
__ADS_1
"Jangan menggigit bibir seperti itu sayang, mas bisa gila melihatnya" Ia mulai membuka resleting celananya.
"Mamah ama papah ain apa? Kok ndak ajak afa? " Aku langsung jatuh keatas dada mas astan saat mendengar alfa berbicara dan dia sudah duduk diatas kasur.
Mati aku, apa alfa liat yah tadi pas baju aku tersingkap?.
Aku turun dari tubuh mas astan yang terlihat sangat sedih itu karena digantung oleh ku, ia terpaksa mengancing kembali resleting celananya.
Sedang aku memperbaiki penampilan ku dan menaikkan celana dalamku yang sempat mas astan turunkan tadi. Kemudian aku berjalan pelan menuju alfa yang terlihat heran itu.
"Mamah tadi cuma lagi mijitin papah yang kecapean sayang" Ucapku beralasan karena aku tak mau alfa tercemar otaknya.
Untung saja tadi alfa tidak datang kesana saat mas astan mulai memasukkan anunya keanuku. Mas astan sih ngk pernah tau suasana kalau mau gituan.
"Papah kenapa masih disitu? Ayok tidur disini sama alfa" Panggilku pada maaf astan.
Aku tau kalau saat ini mas astan sedang kesal karena tak jadi masuk pada intinya.Kasihan sekali selalu aku gantung begitu.
Ia bangkit dari sofa tanpa mengenakan baju dan bertelanjang dada"ayok tidur sayang "mas astan tersenyum kearah alfa dan alfa dengan semangat berbaring kembali ditempat tidur.
Aku dan mas astan pun ikut berbaring disamping alfa hingga kini alfa berada diantara aku dan mas astan.
Selimut mas astan tarik hingga menutupi bahu alfa yang mulai terlelap itu.
Aku rasakan elusan di rambut ku dan mas astan juga mengelus rambut alfa yang sudah tertidur itu.
" Mari istirahat sayang "ucap mas astan dan aku balas anggukan hingga aku mulai masuk ke alam mimpi.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Wkwkwkwkw digantung mulu keak jemuran yah bang astan? 😅😅kasiannn makanya tau situasi dulu kalau mau enaena🤤
🔷🔷jangan lupa like, komen, dan rate 5 yah bebs🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
__ADS_1
Cinta kalyan 🖤
Follow my ig@sopiakim_