
...Soundtrack//end of the day- almr.jonghyun (shinee) //...
...Bagaimana aku mengekspresikan ini?...
...-mina-...
Aku berjalan pelan menuju halaman depan untuk melihat pos security apa mas Alga sedang sibuk?.
Aku takut mengganggu mas Alga,karena pernah sekali aku datang Kesana tepat mas Alga sedang mengerjakan sesuatu jadi tidak jadi ia kerjakan karena harus mengajariku.
Tapi kulihat mas Alga hanya duduk saja disana tanpa mengerjakan sesuatu, berarti mas Alga sedang senggang yah?aku bisa kesana sekarang,lagian ada yang mau aku tanyakan gara gara mas Astan aku jadi tidak mengerjakan soal soal yang diberikan mas Alga,menjengkelkan.
"Pagi mas Alga," Sapaku tersenyum dan melambaikan tangan ke arah mas Alga.
Kenapa jantung ku berdetak begitu cepat hanya dengan melihat senyum nya? " Batin alga.
"Mas,, pagi" Sapaku lagi mengibas-ibaskan tanganku di depan wajah mas Alga yang tiba-tiba bengong tanpa sebab.
"E,, eh iya pagi," Balas mas Alga dengan senyuman manisnya.
"Kita bisa belajar hari ini kan mas?" Tanyaku
Mas Alga terlihat sedikit bingung "Bagaimana yah?mas mau ngajak mina nonton hari ini,itung itung sebagai acara perpisahan kita, mas akan berangkat besok sore, mas udah selesai cuti dan bapak juga udah baikan," Ucap mas Alga tiba-tiba.
Aku yang mendengar itupun dibuat kaget,bagaimana ini? Tak akan ada lagi yang bersedia mengajarkan sesuatu kepadaku,tak akan ada lagi yang seperti kakak untuk ku.
"Kenapa cepat sekali mas? " Ucapku cemberut.
Mas Alga tertawa pelan Sembari mengelus kepalaku pelan"Mas ngambil cuti cuma sebentar,lagian bentar lagi mas juga wisuda kita bisa kok jumpa lagi, doain aja lancar,"Ucap mas Alga.
Aku jadi tersenyum lagi"Bener nih mas?kalau begitu mas datang lagi yah kalau udah selesai sekolahnya,"ucapku dan dibalas anggukan oleh mas Alga.
"Yaudah ayok nonton di laptop mas,anggap aja ini adalah hari perpisahan kita," Ucap mas Alga dan aku balas dengan anggukan.
Film pun mulai berputar dan kami berdua langsung diam dalam hening memperhatikan layar laptop dengan seksama.
Bahkan sampai film berakhir kami tak mengeluarkan sepatah kata pun dari bibir kami.
"Wahh filmnya bagus banget yah mas," Ucap ku setelah mas Alga menutup laptop miliknya.
Mas Alga tersenyum mengangguk"Kamu tau tidak pesan apa yang harus kita ambil dalam film itu? "tanya mas alga.
Pesan apa yah?aku tidak terlalu memperhatikan nya tadi.
__ADS_1
" Egh,, ummm apa yah mas? Aku tidak tau hehehe,"ucapku sambil cengengesan.
Mas Alga tersenyum "Kamu lihat tidak gadis dalam film itu,tidak ada yang menghargai dan menyukainya?tapi dia tetap kuat dan menjadi sukses hingga semua orang hampir menyukainya," Tanya mas Alga.
Akue mengangguk"Terus apa pesannya mas? "Heranku.
" Pesannya sangat jelas terlihat,, sekalipun seluruh dunia membenci dirimu dan tak menganggap mu ada,selagi kamu merasa berharga akan ada masanya kamu bersinar dan membuat seluruh mata menatap kearahmu,you are the diamond if you Love yourself,"jelas mas alga.
Hatiku tiba tiba merasa sangat sakit mendengar itu,bagaimana jika aku sendiri yang membenci kehadiran ku? Apa aku masih terlihat berharga?ayolah Mina,, mas Alga belum tau dirimu yang sebenarnya sehingga ia masih mau berteman dengan mu dan berbicara Seperti itu,jadi kamu harus sadar sebelum terjatuh.
Astaga!! Mampus aku kalau tidak salah aku melihat berkas tadi diatas kasur mas Astan, apa berkas itu perlu yah?,bagaimana cara menanyakan mas Astan yah?.
" Eumm,, mas boleh tidak aku minjam hape mas untuk menghubungi tuan Astan? "Tanyaku pelan.
" Boleh,"Ucap mas Alga tersenyum lalu memanggil Mas Astan.
Setelah panggilan itu masuk mas Alga langsung memberikan hapenya kearahku,aku sebenarnya takut bukan main ingin berbicara dengan mas Astan,lagi lagi jantungku berdetak tak karuan.
"Ha,, halo tuan," Sapaku pelan.
"Eumm ada apa kamu menghubungi saya dari hape milik Alga?menjengkelkan saja, memang telepon rumah tak berfungsi rupanya? " Tanya mas Astan judes.
Bukannya dia sudah tau yah kalau telepon rumah sudah bermasalah dalam dua hari ini"Telepon rumah sudah rusak dalam dua hari ini tuan,"ucapku hingga aku mendengar ia berdehem.
"Eumm begini tuan,tadi saat saya membersihkan kamar saya melihat berkas tuan ada diatas tempat tidur,apa berkas itu penting tuan?saya hanya takut tuan lupa," Jelasku.
Mas Astan terdengar menghela nafas"Kamu pikir saya sudah setua apa sampai pelupa?kamu saya perhatian semakin lama semakin kurang ajar saja yah?cepat kembalikan hape itu dan langsung kembali kedalam rumah, awas saja kalau kamu masih disana dengan alga, kamu tidak lupa kan bagaimana saya saat sedang marah?berhenti bermain main dan ganjen kepada laki laki lain,ingat kamu itu siapa, siapapun pasti enggan untuk berdekatan dengan anak pembunuh seperti mu,"jelas mas Astan lagi lagi mengingatkan ku akan tidak berguna nya diriku ini.
"Ba,, baik tuan, permisi tuan," Ucapku mematikan sambungan.
"Ini mas, terimakasih, saya langsung kembali kedalam saja ternyata masih banyak yang harus saya urus," Ucapku menunduk.
Mas Alga tersenyum "Besok kita jumpa lagi yah disini, mas akan sempetin pamit kesini besok dan juga ingin memberikan hadiah perpisahan untuk Mina," Ucapnya tersenyum.
Aku mengangguk tersenyum kepada mas Alga dan pergi memasuki rumah.
Kenapa sih dengan mas Astan? Setiap dia tau aku sedang bersama mas Alga ia akan menyuruhku masuk,apa mas Astan takut yah aku mencelakai mas Alga? Padahal sedikit pun aku tak berniat jahat kepada mas Alga.
19.34pm.
Mas Astan telah selesai mandi dan juga mengenakan pakaian yang aku siapkan untuk ia kenakan.
Aku sendiri sedang berpikir dari tadi mengingat ucapan mas Alga ia akan memberikan sesuatu untuk ku besok, jadi tidak mungkin aku tidak memberikan sesuatu juga untuk mas Alga.
__ADS_1
Tapi apa tepatnya yang harus aku berikan? Uang aku tak punya untuk membelikannya barang, tapi kalau tidak memberikan apapun aku terlalu jahat karena mas Alga sudah membantuku banyak hal.
Ahhh membuat pusing sangat.
"Mini." Aku dikagetkan dengan panggilan mas Astan.
"Ada apa tuan? " Tanyaku mendekat kearahnya.
Bugh,,,
Mas Astan melemparkan sebuah kantong belanjaan kearahku.
Aku perlahan membuka kotak itu dan betapa kagetnya aku ternyata isinya adalah sebuah Hp genggam yang dapat aku tebak harganya pasti sangat mahal.
Aku menatap bingung kearah mas Astan"tuan? Ini untuk saya? "Tanyaku heran.
" Kenapa masih bertanya kalau sudah tau jawabannya?"kesal mas Astan.
Aku tersenyum kegirangan hingga berlari memeluk mas Astan yang sedang duduk ditepi kasur.
Mas Astan terdiam begitu juga aku yang sadar langsung berniat pergi dari pelukan ku dengan mas Astan.
" Khem."mas Astan terlihat sangat canggung.
"Maaf tuan, saya terlalu semangat, kenapa tiba-tiba tuan membelikan saya hape?saya sudah jelas tidak bisa mengganti uang tuan, saya tidak punya uang," Ucapku sedih.
"Saya tidak ingin uangmu itu,cukup kamu menjadi penurut dan jangan membuat saya jengkel itu saja,dan berhentilah dekat dekat dengan orang lain termasuk Alga, kamu tidak sadar yah betapa berbahayanya kamu ini? " Sindir mas Astan.
Jadi ini alasan mas Astan selalu menyuruhku masuk kerumah setiap sedang bersama mas Alga?.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Astan kalo ngomong ngk pernah disaring dulu yah? Ngk tau apa mina yang denger itu bisa sakit hati.
yang punya saringan tolong kasih pinjam dong sama astan 🤣
🔷🔷jangan lupa vote and komen yah gaes🔷🔷
♦♦jangan lupa follow author yah say♦♦
Laffyouall buanyak buanyak ❤
__ADS_1