
...Soundtrack//psyco-red velvet//....
...Apa aku sedang bermimpi sekarang?...
...-mina-...
...๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ...
...Warningโโโโ...
...Buat pembaca yang dibawah umur mohon di skip yah sayang buat kebaikan mata kalian ๐...
...Kakak ngk mau otak volos kalian tercemar karena cerita ini....
...Kalau nekad bukan salah aku yah๐...
...Selamat membaca....
ย ย ย ย Aku masih berusaha melepaskan diri dari para ba*jingan itu tak peduli bahkan saat mereka tanpa perasaan memukuli wajahku tanpa perasaan.
"Akhh,,, lepas." Aku tak bisa biarkan mereka menyentuh tubuhku, bahkan aku harus mati sekali pun.
bugh,,,
"Akhh,,, " Rasanya sangat menyakitkan.
Perutku dipukul dengan sangat keras.
Namun tiba tiba pintu terbuka dengan sangat keras hingga hampir rusak.
Kami yang ada dalam ruangan itu terperangah melihat kearah orang yang membuka paksa pintu.
Ma,, mas Astan?kenapa dia bisa disini?.
Air mataku langsung turun dengan deras, merasa hina sekali melihat mas Astan menatap ku seperti itu, apa dia akan semakin membenci diriku karena sudah hampir ditelanjangi oleh laki laki lain?.
"Hiks,,, tuan,, " Aku tak bisa lagi bahkan untuk menangis keras.
Mas Astan datang berjalan dengan penuh amarah memukuli dengan keras seluruh wajah bajingan itu.
Baru kali ini aku melihat mas Astan se emosi itu bahkan matanya sangat memerah dan hampir berair.
Para bajingan itu terpental jauh dan babak belur.
Mbak Miska hampir saja kabur namun dengan cepat mas Astan menarik kasar tangan mbak Miska hingga mbak Miska tak bisa kabur lagi.
"Plak,,. " Aku sangat kaget melihat mas Astan melihat mas Astan menampar keras wajah mbak Miska hingga memperlihatkan bekas merah di pipinya.
"Astan,, apa yang kamu lakukan?." Mbak Miska juga ikut kaget.
Mas Astan menarik pipi mbak Miska dengan keras dan menekan nya dengan sekeras mungkin "Kamu bertanya? Harusnya saya yang bertanya kenapa kamu melakukan hal bodoh ini? " Marah mas Astan.
Kenapa mas Astan marah? Apa mas Astan tak suka kalau sekretaris nya melakukan ini? Tak mungkin mas Astan marah hanya karena aku diperlakukan seperti ini.
Aku mencoba memakai pakaian ku yang sudah tak layak pakai itu.
"Astan, kamu nampar aku hanya karena gadis kampung itu?" Kesal mbak Miska.
Plak,,,
Lagi lagi mas Astan menampar pipi mbak miska bahkan lebih dari tiga kali.
Ada apa dengan mas Astan?.
"Tutup mulutmu ja*lang,dia istriku kamu pikir aku akan diam saja saat kamu berkelakuan keji seperti itu kepada istri ku,apa hak mu melakukan itu? " Mas Astan membantuku berdiri.
Aku melihat wajah mas Astan dari dekat, mendengar itu aku menangis, baru kali ini aku mendengar langsung mas Astan menyebut kalau aku adalah istrinya.
__ADS_1
Sudah berbulan bulan lamanya kami telah menikah dan baru pertama kali ini aku merasa diakui bahwa aku adalah istrinya.
Aku sungguh tak tau harus bereaksi apa?ini begitu tiba tiba dan aku tak bisa lagi menahan air mataku.
Mas Astan meraih pinggang ku membantuku berdiri dan ia juga melepaskan kemejanya untuk aku pakai hingga ia bertelanjang dada, karena mas Astan adalah tipe laki laki yang tak pernah mau memakai dalaman baju.
Aku menangis sejadi-jadinya merasa terharu dan juga aneh dengan perasaan ku sekarang.
Mbak Miska masih saja berdiri mematung mendengar perkataan mas Astan.
"Istri? Hahahha kamu pikir aku akan percaya dengan ucapanmu itu?bagaimana mungkin gadis kampung ini adalah istrimu? " Mbak Miska tak percaya.
Mas astan segera menarik wajahku dan mencium bibirku dengan lembut dan juga me*lumatnya.
"Bagaimana? Masih tidak yakin? Apa kami harus berhubungan dihadapanmu dulu?" Mas Astan.
"Dasar wanita jala*ng," Umpat Mbak miska.
"Berhenti memanggil istri saya dengan namamu itu,saya kecewa sekali, dan juga menyesal pernah bekerjasama dengan hewan sepertimu,kamu akan saya tuntut karena telah membuat istri saya seperti ini,kalaupun kamu berniat lari saya akan temukan kemana pun itu," Kecam mas Astan berjalan dan mendorong tubuh Mbak Miska hingga jatuh.
Saat kami masih diluar aku mendengar Mbak Miska beteriak keras.
02.13 tengah malam.
Barulah kami sampai dirumah dan mas Astan menuntunku agar duduk dikasur miliknya.
Sejak diperjalanan tadi aku tidak ada hentinya menangis.
Aku merasa sangat kotor dengan diriku, apalagi mas Astan juga melihatnya tadi.
"Hiks,,, " Aku tak bisa menahan tangisku.
Mas Astan duduk disamping ku memutar tubuhku agar menghadap wajahnya.
"Sudahlah jangan menagis lagi,nanti kepalamu jadi sakit." Mas Astan menepuk nepuk punggung ku dengan pelan.
Aku gagal menjaga diriku sendiri.
Bagaimana aku menjalani hidup sekarang? Aku semakin benci dengan diriku ini.
"Hiks,,, aku kotor,,, hiks,, aku tidak pantas hidup." Aku menjambak rambutku sendiri dengan keras.
Mas Astan menghentikan tamganku "Hei,, tenanglah,jangan seperti ini, mereka melakukan apa padamu? " Tanya mas Astan bertanya dengan lemah lembut.
Aku menangis sekeras yang aku bisa"Hiks,, mereka,, hiks,, mereka mencium bibirku,, hiks,, aku gagal,, aku kotor,, aku hina hiks,, aku benci diriku sendiri."aku menangis.
Mas Astan menarikku ke dalam dekapan hangatnya, dia masih belum memakai baju saat ini.
" Tenanglah,, kamu tidak kotor sama sekali, kamu tidak hina, mereka yang hina, mereka yang memaksamu, mereka akan mendapatkan pelajaran setimpal."mas Astan mengeratkan pelukannya dan mengelus surai hitamku dengan lembut.
Aku masih menangis" Hiks,, maafkan saya tuan hiks,, maaf,, saya tidak bisa menjaga diri, hiks."
Mas Astan melepaskan pelukan itu lalu menatap wajahku dengan penuh perasaan.
"Aku akan buat kamu melupakan semua kejadian tadi dan kejadian dulu,kamu akan mengingat hal hal yang bahagia saja." Mas Astan berbicara dengan lembut tepat dihadapan ku.
Mas Astan mendekatkan wajahnya dengan wajahku dan bibir kami pun merapat dengan lembut.
Mas Astan mencium bibirku dengan penuh perasaan,dia memperlakukan aku dengan lembut.
Mas Astan menarik tengkuk ku agar bisa mencium bibirku dengan leluasa.
Mas Astan menuntun aku agar membalas ciumannya.
Ia juga menghisap bibirku dengan nikmat dan lembut.
Aku menutup mataku dengan pelan menikmati setiap sentuhan mas Astan.
__ADS_1
Dan benar saja aku mulai melupakan kejadian kejadian menyakitkan itu karena sentuhan mas Astan.
Mas Astan mencium tanganku,, bahuku dan juga beralih keleherku.
Mas Astan lagi lagi menghisapi leher ku dengan penuh perasaan.
Mas Astan juga membuka bajuku dengan pelan dan juga membuka tank top hingga bra ku.
Mata mas Astan terbelalak saat melihat dadaku.
Aku sedikit malu dan ingin menutupi nya dengan kedua tangan ku namun mas Astan segera menahannya lalu ia mendekat lalu membenamkan wajahnya diantara pay*daraku.
Mas Astan tiba tiba menghisap sebelah pay*dara ku hingga aku merasa sesuatu yang aneh dalam diriku.
Kenapa mas Astan melakukan itu sih? Apa air susu keluar dari situ? Tapi setauku air susu akan keluar kalau kita sudah melahirkan.
"Akhhh." Mas Astan juga meremas bagian yang satu lagi hingga aku mengerang.
Mas Astan semakin gencar apalagi setelah mendengar erangan ku.
"Mendesah lah sayang,, panggil namaku dengan seksi." Mas Astan.
Kenapa ia berubah sekali? Kenapa berbicara seperti itu?.
"Akhhh,, hhh." Aku lagi lagi mendesah tak tahan saat mas Astan menghisap semakin keras gunung ku.
"Sebut namaku sayang." Mas Astan melu*mat bibirku dengan nikmat.
"Akhh,, mas,, Astan,, akhh." Aku tak tahan lagi dengan tangan mas aastan yang terus meremas gunung ku.
Kenapa mas Astan suka sekali sih memeras nya?.
Tidak akan keluar susu juga๐.
Mas Astan turun kebawah dan mulai membuka celanaku.
Dan malam pertama kami yang tertunda itu terjadi juga.
Aku tidak tau rasanya ternyata begitu.
Mas Astan membuatku merasa aman dan nyaman.
Ia benar benar membuatku melupakan semua perlakuan mereka padaku.
Sangat membahagiakan hingga aku tak yakin apakah aku sedang sadar atau malah bermimpi.
Kalau aku sedang bermimpi bisakah aku tidak usah bangun?.
Aku lebih baik terjebak dalam mimpi indah itu untuk selamanya.
...//bersambung//...
...๐ท๐ท๐ท๐ท...
Wahh parah ๐ ๐ โโ๐ ๐ โโ๐
Bukan ahli buat adegan dewasa aku mah๐คค,maaf kalo kurang ngena atau gimana, lagian kurang enak gimana gitu kalo aku buat adegan lebih panas lagi, malu sama diri sendiri yang jomblo ini wkwkwk.
Silahkan ber-espektasi sesuka kalian yah sayang๐คค๐คค๐คค.
Kasih tanggapannya dong.
๐ท๐ทjangan lupa vote and komen yah say๐ท๐ท
โฆโฆjangan lupa follow author jugaโฆโฆ
Laffyouall buanyak buanyakk โค.
__ADS_1