Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
apa..?


__ADS_3

Jangan lupa follow ig author yah@sopiakim_


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Soundtrack//love to hate me-blackpink//


Aku mencintaimu dan kamu juga mencintaiku


-mina-


      Aku duduk membelakangi mas Astan yang baru bangun tidur itu.


Aku sungguh kecewa sekali.


"Hei,, sayang, mas bisa jelasin"


Mas Astan memegang bahuku namun aku tepiskan.


Aku sungguh kecewa sekali.


"Mas sebenarnya mau ngasih tau kamu semalam, cuma mas ngk mau aja ngerusak moment bahagia kita sayang"


Mas Astan masih bersikeras memegang bahuku dan dia sungguh berhasil membuat aku menghadap wajahnya.


Air mataku mengalir padahal aku sudah berjanji tidak akan cengeng lagi.


Apalagi saat ini aku sudah jadi seorang ibu.


"Hiks,, mas jahat, kenapa mas ngk ngasih tau aku sih? Kalau tadi aku ngk liat SMS dari karyawan mas, apa mas bakal pergi diam diam? "


Aku memukul dada mas astan sedikit keras karena aku sungguh merasa kecewa.


Bagaimana ia bisa merahasiakan itu padaku.


Mas astan akan pergi perjalanan bisnis di kantor ke luar kota dan waktunya dua minggu lamanya.


Dan lebih parahnya nanti malam mas Astan bakal berangkat dan ia belum juga memberitahu ku.


Kalau aku tidak sengaja membaca SMS dari karyawan mas Astan aku ngk bakal tau menau tentang itu.


"Heii dengerin mas dulu yah" Mas Astan mencoba menenangkan aku.


"Mas aja baru tau ini semalam sayang,kamu tau kan kalau saat ini yang sering ngurus kantor itu bukan mas, jadi ini juga dadakan Banget sayang, terus ngk mungkin mas ngasih tau tentang ini pas dihari bahagia kamu"


Mas Astan menghapus air mataku dengan lembut dan mendekatkan wajahnya ke arahku.


Ia tersenyum melihat aku yang masih cemberut itu.


"Lagian mas pergi cuma dua minggu kok sayang, ngk lama"


Aku menggeleng "Hiks,, perasaan aku ngk enak mas akhir akhir ini, mas bisa kan ngk usah pergi? " Tanyaku.


Mas Astan menggeleng tersenyum "Namanya juga manusia sayang pasti banyak rasa was was tanpa sebab, mas janji bakal nyelesaiin dengan cepat biar bisa pulang lebih cepat"


Aku masih saja merasa was was dan seperti tidak rela dengan niat mas Astan yang ingin pergi ini.


Sudah beberapa hari aku merasa was was tidak jelas.


"Mas benar benar harus pergi yah? " Tanyaku lagi memastikan.


"Aku tau mas ini tuh penting banget, tapi,,, aku,, aku takut hiks,, " Aku malah semakin menangis saja memikirkan hal hal yang tak perlu aku pikirkan.


Mas Astan memeluk aku"Hei,, apa sebenarnya yang membuatmu takut sayang? Mas tidak sedang berperang loh hahah"

__ADS_1


Mas Astan masih saja bisa melucu disaat seperti ini.


"Iihh mas aku serius nih" Aku memukul punggung mas astan yang saat ini masih memelukku.


"Iya sayang mas juga serius, mas baik baik aja"


Aku melepaskan pelukan kami"Terus nanti malam berangkat naik apa mas? "Tanyaku.


Mas Astan sedikit mendesah lesu.


" Harusnya sih peswat sayang tapi Bandara lagi lock down, ngk beroperasi saat ini jadi terpaksa kami naik kapal laut, itung itung nambah pengalaman hehehhe"mas astan.


"Tuh kan!!! Aku makin takut aja mas" Khwatir ku.


Mas Astan tertawa.


"Apa sih yang buat istri kecilku ini takut? "


Aku sendiri bingung apa yang membuat aku setahun ini.


Mas astan hanya ingin menghadiri pertemuan kolega tapi aku malah sewas was ini.


"Yasudah kamu mandiin alfa dulu gih biar mas packing baju dulu"


Aku menggeleng "aku aja mas yang packing setelah mandiin alfa"


Mas Astan hanya mengangguk saja.


Saat aku hendak bangkit mas Astan malah menarikku ketempat tidur dan menindih tubuhku.


"Ihh kenapa sih mas? Tadi suruh mandiin alfa" Kesalku.


Ia malah tertawa lagi, aku sungguh tak mengerti dengan mas Astan.


Mas Astan mendekatkan wajahnya kearahku.


"Yaudah aku packing aja dulu baju mas, abis itu baru mandiin alfa"


Aku hendak bangkit lagi namun mas Astan malah semakin mendekat dan merapatkan tubuh kami.


"Ihhh mas ngapmmmmh"


Mas Astan memejamkan matanya dengan pelan dan melu*mat bibirku dengan terarah.


Aku sampai tak bisa melanjutkan kata kata yang ingin aku lontarkan tadi.


Mas Astan masih saja melakukan hal yang sama dan tangan nakalnya mulai berulah lagi.


Ini masih pagi sekali loh? Dan mas Astan sudah melakukan ini padaku?.


"Mphhh" Aku bersuara disela ciuman kami hingga mas Astan menghisap bibirku dengan nikmat lalu melepasnya.


"Ihh mas yah, masih pagi juga udah aneh aneh" Kesalku.


Ia tersenyum lagi dan lagi merasa gemas padaku padahal aku sedang kesal saat ini.


"Mas cuma ngisi bekal sayang, dua minggu mas ngk bisa ngelakuin ini"


Mas Astan lagi lagi mengu*lum bibirku dengan rakus seperti sedang mengumpulkan bekal sungguhan.


Aku lagi lagi berontak dibawah tindihan mas Astan.


"Ihhh jangan gitu juga kali mas, aku ngk bisa nafas"

__ADS_1


"Hehehe yaudah mas lembutin yah sayang tapi kamu juga ikutan balas dong, nanti kamu juga pasti kangen ciuman aku hahaha"


Bisa aja mulutnya.


Kalo ngomong suka bener nih mas Astan.


Aku mengalungkan tanganku dileher mas Astan dan ikut berpartisipasi membalas kecupan demi kecupan yang mas Astan daratkan di bibirku itu.


Dasar yah mas Astan


Aku sendiri tidak tau sejak kapan ia sudah berhasil membuka pengait braku dan beraksi disana.


Namun saat mas Astan hendak icip icip disana alfa menangis keras sekali.


Aku langsung mendorong tubuh mas Astan dengan susah payah dan memperbaiki bajuku yang sempat naik tadi.


"Duhhh iya sayang mamah datang mamah datang nih pangeran tampan mamah"


Aku mengangkat tubuh alfa dan alfa seketika terdiam.


Mas Astan malah cemberut diatas tempat tidur.


"Alfa ih,, suka tegaan sama papah"


Aku tersenyum melihat mas Astan yang sungguh kesal itu.


"Ngk boleh gitu mas sama anak sendiri" Ucapku pelan.


"Padahal mau berangkat nanti malam" Cemberut mas Astan.


"Aku mandiin alfa dulu yah mas"


"Biar mas saja yang mandiin, nanti mas pasti Kangen mandiin alfa disana"


Aku yang mendengar nya lagi lagi dibuat takut tanpa sebab.


"Yaudah alfa mandi sama papah yah, biar mamah packing baju papah dulu"


Mas Astan meraih alfa dariku lalu memasuki kamar mandi dengan tersenyum melihat alfa yang imut itu.


Aku pun membuka lemari satu persatu dan memilih baju yang akan mas Astan bawa nanti malam.


Aku merasa wasp was lagi bahkan saat sedang menyiapkan koper mas Astan.


Aku sungguh takut sekali.


Semoga saja mas Astan tak akan kenapa napa nantinya.


Aku samar samar mendengar suara mas Astan yang tertawa di dalam kamar mandi saat sedang memandikan alfa.


Aku ikut tersenyum saat mendengar itu.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh mina takut karena apa sih?


🔷🔷jangan lupa yah like dan komennya 🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan🖤

__ADS_1


__ADS_2