
...Soundtrack//one billion-sehun feat chanyeol (EXO) //...
...Bahagia ku bersama mu...
...-mina-...
Aku dan mas Astan memasuki rumah setelah keluar sebentar tadi untuk membeli es krim yang sangat ingin aku makan itu.
Aku duduk dikursi tepat dimeja makan dan mulai ritual memakan es krim dengan berbagai rasa, mas Astan memang tak tanggung tanggung ia benar benar memborong seluruh rasa dari es krim itu untuk ku.
Aku tentunya merasa sangat senang bisa mencoba segala rasanya.
Aku dengan semangat memakannya dihadapan mas Astan yang sejak tadi memperhatikan aku yang sedang makan es krim itu.
Belum lagi wajahnya terlihat tidak tenang sejak tadi.
"Mas kenapa?." Tanyaku lanjut makan es krim itu dengan lahap hingga terbatuk.
Mas Astan datang menepuk punggung ku dengan pelan"Makannya pelan pelan, "Tegurnya.
Aku mengangguk tersenyum" Habisnya enak sih mas hehehehe."aku lanjut makan.
Mas Astan sedikit cemberut" Iya kamu enak, mas dari tadi udah ngk tahan kamu gantung mulu. "Mas Astan.
Gantung apa yah? Jelas jelas dia lagi duduk malah dibilang aku gantung.
Aku lanjut makan es krim sajalah, mas Astan emang hoby sekali ngomong ngk jelas, sulit untuk aku fahami.
" Cepetin makan es krim nya, urusan tadi belum selesai."mas Astan memberikan es krim yang lain kepadaku.
Dengan cepat aku meraih dan melahapnya.
Mas Astan mendekat padaku dan mengusap pelan bibirku" Lihatlah kamu ini,mencoba menggoda saya yah?es krim nya belepotan gini."
Aku tersenyum lagi dan lanjut makan es krim itu dengan lahap, sungguh enak sekali.
Mas Astan berdiri dan bergerak kesana kemari dan sesekali berolahraga ria tanpa sebab.
"Mas sedang apa? Kenapa berolahraga jam segini? " Tanyaku dengan heran.
Dia masih lanjut berolahraga tanpa menghiraukan pertanyaan ku.
Yasudahlah kalau tak mau kasih tau, aku lanjut makan es krim saja.
"Arghhh,,, aku tak tahan lagi." Mas Astan terlihat frustasi dan bangkit berdiri.
"Mas, mas kenapa? " Tanyaku heran melihat mas Astan terlihat sangat aneh dan berteriak seperti tadi.
Mas Astan lagi lagi tak menjawab aku dia malah datang menghampiri ku dan mengangkat tubuh kecilku dengan mudah keatas meja makan.
Dia tersenyum menatap wajah bingung ku"Sudah dulu yah makan es krim nya kita mulai lagi hal yang tertunda tadi."mas Astan mulai mendekatkan wajahnya kewajahku.
"Tunggu mas,,, tapi es krim nya belum hab,,, mphhh. " Dan bibirku sudah ia lahap terlebih dahulu.
Mas Astan lagi lagi mengu*lum bibirku dengan penuh nafsu.
Kali ini nafsu mas Astan sangat besar sekali, bibirku hampir saja masuk semua kedalam mulutnya.
Aku tak tau harus bagaimana sekarang.
"Balas ciuman ku sayang." Mas Astan.
__ADS_1
Aku pun hanya bisa menurut saja, lagian tak apa ada enaknya juga.
Aku mengalungkan tangan ku dileher mas Astan dan ikut membalas ciuman mas Astan walaupun masih tidak selihai mas Astan.
Mas Astan semakin gencar menghisap bibirku dan juga menggigit pelan bibirku, kalau begini terus bisa bengkak bibir aku.
Aku memukul dada mas Astan karena aku hampir kehabisan nafas dibuatnya.
Mas Astan terpaksa melepaskan tautan bibir kami dengan jilatan terakhir dibibir bawahku.
Aku mencoba mengatur nafasku yang sempat menipis tadi karena ulah mas Astan.
Namun baru saja beberapa tarikan nafas mas Astan sudah mendorong tubuhku hingga jatuh keatas meja makan dan mas Astan langsung naik juga.
Wahh ngk takut apa nanti tiba-tiba mejanya roboh?.
Mas Astan perlahan menarik bajuku lagi keatas dan langsung membuka kaitan bra-ku.
Ia pun mulai mengambil alih kedua gunung ku dan bermain disana.
Aku lagi lagi harus menahan desahan ku Karena ulah mas Astan yang tak habis habis menghisapi dan juga meremasnya.
"Akhh,, mas,, akhhh sakit." Aku merasa sedikit kesakitan saat mas Astan dengan keras meremas sebelah gunung kembar ku.
Mas Astan me****** bibirku dan menghisapnya.
"Nanti akan enak sayang." Mas Astan berbisik ditelinga ku dengan suara seksinya.
Aku hanya bisa pasrah saja.
Mas Astan pun membuka bajunya hingga dada bidangnya terpampang dihadapanku.
Aku sangat lemah jika harus berhadapan langsung dengan dada bidang mas Astan.
Mungkin mas Astan menyadari kalau aku masih belum siap sampai sekarang untuk melihat itu.
"Hei, kamu masih saja belum mau melihat si junior? " Tanya mas Astan.
Aku mengangguk "Hahahaha mas saja sudah melihat milikmu sayang." Mas Astan mengusap pelan area sensitif ku.
Hingga aku menggigit bibir menahan desahan.
"Ayolah jangan ditahan." Mas Astan mengusap lagi area itu.
Aku lagi lagi menggigit bibir menahan desahanku.
Mas Astan tertawa melihatku "Yakin masih tidak mau mendesah? " Mas Astan mengusap sedikit kuat dan lama dari yang tadi.
"Akhhh,, mas,,, hentikan." Aku sudah tak bisa menahan desahanku lagi karena ulah mas Astan.
"akhh,, akhh,, mashh. " Mas Astan tersenyum dan terus melakukannya hingga aku tak bisa diam dihadapannya.
"Begini yang saya rasakan dari tadi." Ucapnya menyudahi nya.
Apa sih? Emang aku lakuin apa sama dia🤧.
Mas Astan menaiki tubuhku lagi dan mencium bibirku lagi dan lagi tanpa membuat ia bosan.
Aku yang kewalahan dibuatnya.
"Mas,, mas,, awas dulu aku mau ke wc ini." Aku tiba tiba ingin ke kamar mandi.
__ADS_1
Perutku sakit sekali.
Ini pasti karena kebanyakan makan es krim tadi.
Tidak biasa sih🤧.
Mas Astan tak menghiraukan aku yang sejak tadi ingin ke kamar mandi.
Bisa bisa aku malah keluarin disini nanti aihhh.
"Mas,, aku mau ke wc nih. " Aku mencoba bangkit dan mendorong mas Astan.
Mas Astan pun akhirnya berhenti dan langsung pergi begitu saja.
Ngambek kah?.
Ah sudahlah aku tak peduli, aku sudah tak tahan lagi.
Aku memasuki kamar mandi yang paling dekat dengan dapur saat ini.
Setelah selesai dengan urusan ku aku keluar dari kamar mandi mencari mas Astan ada dimana.
Tak ada didapur, diruang depan juga tak ada.
Diluar juga tak ada.
Apa jangan jangan dikamar yah?.
Aku berjalan pelan menuju kamar dan melihat mas Astan baru keluar dari kamar mandi.
Ngapain dia mandi di jam segini? Aneh sekali.
"Mas,, kenapa mandi jam segini? " Tanyaku pelan menghampiri mas Astan.
Ia tak menjawab dan malah menaiki kasur lalu bersandar di dinding kasur kemudian memainkan hapenya.
Aku tak mengerti dengan mas Astan, ada apa dengan nya?.
Aku duduk disamping mas Astan "Mas kenapa?" Aku bertanya.
Mas Astan malah berpura pura tidur tak menghiraukan aku.
"Yasudah kalau mas astan tidak mau berbicara dengan ku." Aku bangkit dan meninggalkan mas astan.
Kenapa sih dengan nya?.
Seperti anak kecil saja.
Dulu saja garangnya minta ampun sekarang malah seperti anak kecil saja.
Membuat bingung saja bisanya.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Wkwkwkwk kasian lu mesum
Digantung kan sama mina.
🔷🔷jangan lupa vote and komen yah gaes🔷🔷
__ADS_1
♦♦jangan lupa follow author juga♦♦
Laffyouall❤🖤❤🖤