
❄selamat membaca❄
Aku menghentikan mobil tepat dihalaman rumah dan pak umar yang sudah menunggu sejak tadi tersenyum menyambut kami, aku membalas senyuman itu sembari memberikan kunci mobil pada pak umar untuk segera ia masukkan kedalam garasi.
Aku turun dari mobil membawa semua barang dan perbelanjaan kami hari ini, setelah itu membuka pintu mobil lalu mina keluar dari mobil dengan menggendong alfa yang sudah terlelap itu.
"Mas mandi duluan saja, aku mau nidurin alfa dulu sama beresin belanjaan."mina setelah menidurkan alfa diatas keranjang tidurnya itu.
Aku menganggukkan kepalaku meraih handuk kemudian memasuki kamar mandi untuk melakukan aktivitas ku disana.
Setelah aku selesai melakukan aktivitas mandiku mina juga langsung memasuki kamar mandi untuk mandi.
" Mas. "Suara mina terdengar dari dalam kamar mandi saat aku sedang memperhatikan alfa yang sedang terlelap itu.
" Iya sayang, ada apa? "Aku mendekat kearah pintu.
" Ambilin aku shampoo dong mas tadi aku lupa bawa. "Aku langsung berjalan mengambil shampoo kesukaan nya itu.
Aku mengetuk pintu dengan pelan dan mina membukanya dengan mengeluarkan tangannya saja.
Aku dengan cepat membuka lebih lebar lagi pintu namun ia tahan" Ihh, mas jangan dibuka pintunya. Aku lagi ngk make apa-apa nih. "Kesal mina masih saja menahan pintu.
Aku tertawa" Karena mas tau sayang kamu tidak memakai apa-apa heheheh. "Aku memberikan shampoo itu kearah nya.
" Ihhh dasar mesum kamu mas. "Pintu ia tutup sedang aku tertawa karena merasa berhasil menggoda mina.
23.45pm.
Kulirik kearah keranjang alfa yang tenang itu. Sejak tadi ia tak kunjung bangun juga.
Sedang kan mina ia sejak tadi berbaring disamping ku dengan menatap kearah atap.
Aku sedang mengerjakan semua berkas kantor yang dikirim oleh sekretaris ku kemarin. Sebenarnya sih tidak terlalu terburu-buru, aku hanya sedang mengisi waktu luang saja.
Mina meraih HP ku dari saku celana ku dan bermain game disana, ia memang lebih suka memainkan HP daripada HP nya.
"Mas,, masih banyak yah? "Ia terlihat sangat bosan.
Aku tersenyum mengangguk"Yah namanya juga kantor sayang pasti urusannya banyak, kamu tidur saja duluan nanti kalau alfa nangis biar mas saja yang urus, kamu pasti kelelahan seharian ini."
"Yang capek itu bukan aku mas, tapi suami aku ini, kalau aku bisa bantu kamu mas sudah aku bantu, tapi aku mana ngerti mas sama yg beginian."ia terlihat sangat imut dengan pipinya yang menggembung itu.
Akhh aku tak tahan melihat nya. Bisa-bisa ku terkam habis kamu sayang.
"Serius nih mau bantu mas? "Aku tersenyum smirk memiliki ide untuk mendapatkan jatahku yang sudah lama tidak kunjung ku dapat.
Aku buru-buru membereskan semua alat kantor itu dan mendekat kearah nya. Ia terlihat bingung saat aku mendekat.
"Aku nanya kamu serius mau bantu mas? Kalau iya mas tau caranya kamu bantu mas gimana." Aku menarik tubuhnya kepangkuan ku hingga ia terlihat bingung.
"Iya mas aku serius mau bantu tapi aku ngk tau menau tentang berkas yang saat ini mas kerjakan."ia terlihat sangat manis dan membuat ku setengah mati menahan rasa gemas.
Aku tersenyum kearahnya sembari terus saja menatap bibir merah nya yang basah itu. Belum juga kulu*mat sudah basah begitu membuat ku ingin langsung mencumbu nya.
Cup,
__ADS_1
Aku pun sudah tidak tahan lagi sejak tadi, dengan perlahan kulu*mat bibirnya yang sangat kenyal itu dengan memejamkan mataku.
"Kamu bantu nyenengin mas aja sudah syukur sayang."aku tersenyum saat melepaskan ciumanku itu.
Ia terlihat bingung saat aku dengan cepat membaringkan tubuhnya diatas kasur lalu ku tindih dengan tersenyum genit kearahnya.
"Mas sudah lama pengen sayang, kangen gituan sama kamu." Ku kecup pelan lekuk lehernya itu hingga menimbulkan bekas berwarna merah disana dengan diiringi desahan nikmat dari mina.
Sudah lama aku tak mendengar desahan nikmat nya itu karena kami sudah lama tidak melakukan ini, aku hanya mendapat jatah ciuman darinya dan terkadang aku mencuri kesempatan untuk memegang gundukan empuk nya itu.
Aku membuka bajunya dengan perlahan lalu dengan cepat kubuka branya yang kebetulan memiliki kancing di depan jadi, aku tak kesulitan lagi mencari nya dibelakang.
"Akhh,, akh,, sa,, ahhk,, sakit mashh. " Desahnya saat ku remas dengan perlahan hingga cepat sebelah gunung nya itu.
Aku tersenyum saat mendengar itu, aku sangat suka mendengar desahan nya karena membuatku semakin diburu nafsu.
Akupun beralih menghisap air susunya dan sebelah lagi ku remas hingga ia menggelinjang tak bisa diam dengan desahan yang terus saja keluar dari bibirnya itu.
Aku pun kembali naik keatas mencium bibirnya yang terbuka karena desahan itu.
Lidahku sudah berhasil masuk kedalam mulutnya dan mulai menggerakkan nya didalam sana. Tanganku masih tetap memegang gundukan nya hingga mina terus saja bergerak tak bisa diam.
"Mendesah lah sayang, mas kangen dengernya."aku berbisik didekat telinga nya hingga ia menatapku dengan wajah penuh gairahnya.
Kucium lagi bibirnya dengan lembut dan dibalas oleh nya yang melu*mat bibirku dan menghisap bibir ku bergantian.
" Akhh,,, akh,,, mashh,, akhh,, "ia terus saja mendesah saat aku mengusap pelan area basahnya yang dibawah.
Aku tersenyum sembari mengecup putingnya dengan lembut. Aku sangat suka mengusap area itu karena ia akan terus mendesah nikmat karena tidak tahan.
" Akhh,, ohh,, akhhh,, mas,, jangan,, akhhh,, jangan digituin,, akhh. "Ia terlihat sangat frustasi namun ekspresi nya sangat menggodaku.
Aku tak akan berhenti sampai disini. Lagi-lagi ku usap area itu dengan menjilat bibirnya yg mendesah itu.
" Akhh,, mas,, udah,, dong. "Ia terlihat frustasi sekali dengan ulahku. Aku suka ekspresi nya itu.
Kusingkap rok nya keatas dan perlahan ku turunkan celana dalamnya yang sudah basah itu dengan tersenyum genit kearahnya.
" Kamu sudah basah sekali sayang, mau kita buat lebih basah lagi ngk? "Ku kecup pelan area itu hingga ia menggelinjang tak karuan.
" Mas,, jangan diliatin dong. Akhh. "Ia menutup area itu dengan kedua pahanya namun dengan cepat ku tarik hingga terbuka lebar.
Kucium bibirnya lalu perlahan kubuka ikat pinggang ku mencoba mengeluarkan si junior yang sejak tadi sudah tegang ingin keluar.
" Ngeak,, "alfa tiba-tiba menangis hingga mina mendorong tubuhku lalu berjalan kearah alfa dengan gundukan itu yang bergerak tak bisa diam karena mina hampir bertelanjang saat ini hanya rok nya saja yang melekat pada tubuhnya.
"Duhh anak mamah laper yah sayang? "Mina mengangkat tubuh alfa dan berjalan kearahku yang sudah kesal karena digantung itu.
"Mas tolong ambilin kemeja kamu dong."kuraih kemejaku dengan kesal dan memberikan nya kepada mina.
"Alfa jahat banget sih sama papah."aku mendengus kesal karena alfa yang menangis tadi hingga menggagalkan kegiatan kami.
"Padahal udah mau intinya aja alfa malah gagalin rencana papah." Mina hanya tersenyum padaku sembari terus melanjutkan menyusui alfa.
"Kamu denger papah ngk sih sayang? Lain kali jangan gitu yah, biarin papah sama mamah main dulu kamu kan udah main jadi kamu tidur aja sayang."
__ADS_1
Dengan cepat mina menampol bahuku kesal"Mas ih jangan ngomong gitu sama alfa,ini dia lagi kelaperan mas dari tadi sore belum pernah nyusu."
"Terus mas yang sudah puasa berbulan ini apa? Tega yah kalian nyiksa papah." Aku cemberut.
"Jangan gitu dong mas,kita kan udah jadi orang tua yahh beginilah resikonya."
Aku yang sedang cemberut tadi tidak bisa menahan senyuman lagi karena mendengar mina yang sudah sangat dewasa pemikiran nya.
"Wahh udah dewasa rupanya istri kecilku ini."ku kecup pelan bibirnya hingga ia langsung kaget dan melepaskan ciumanku.
"Ihh mas, kok nyium aku sih depan alfa? "
"Biarin." Kucium lagi bibirnya didepan alfa. Aku sudah tak tahan lagi digantung seperti ini.
"Mas harusnya jangan lakuin itu depan alfa, ihh bukannya nyontohin yang baik baik malah liatin yg enggak enggak kamu mas."aku tetap tersenyum meskipun mina sudah sangat kesal.
"Yasudah nih,, " Dengan cepat ku lilit kan baju kaos mina yang kubuka tadi dileher nya hingga alfa yang sedang minum asi itu tidak bisa melihat apa-apa.
Cup,
Langsung ku tarik tengkuknya dan mengulum pelan namun penuh nafsu bibirnya mina.
Ia pun mulai membalas luma*tan ku dibibirnya itu dengan mata tertutup menikmati cumbuan kami ini.
Aku semakin memperdalam ciuman kami dengan menghisap bibir juga lidahnya dengan mata tertutup.
"Ngeak,, "alfa lagi-lagi menangis karena merasa panas ditutupi oleh baju kaos itu.
"Kamu kepanasan yah sayang? " Mina langsung melepaskan bibir kami yang sedang merapat nikmat tadi.
"Kan kamu kayaknya emang sengaja deh sayang? "
"Mas tidur duluan."aku langsung berbaring menutup tubuhku yang tidak memakai pakaian itu dengan selimut.
Aku tidak mengambek sama sekali, hanya ingin menenangkan si kecil yang berada dibawah. Kalau ke kamar mandi sekarang sudah sangat malam.
"Mas,, kamu beneran udah tidur? "Kudengar suara mina yang menaiki tempat tidur. Pasti alfa sudah tidur lagi.
"Yasudah selamat malam suamiku,aku mencintaimu."kudengar ia berkata seperti itu lalu mulai berbaring.
Dengan cepat ku tarik ia dalam pelukanku dan ku kecup pelan pucuk kepalanya itu.
"Yasudah kita tidur yah sayang."kupeluk ia dengan erat.
"Mas ngk ngambek lagi? "Ia tersenyum meledek ku.
"Untuk apa mas ngambek? Bukan gaya mas sekali." Aku berkata seperti itu dengan gaya sok keren.
"Selamat tidur suami aku." Ia mencium bibir ku sedikit lama.
"Aku juga mencintaimu istriku."aku memeluknya dengan erat.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.
__ADS_1