
❄selamat membaca❄
Setelah kejadian semalam aku tak habisnya merutuki kebodohan ku yang entah kenapa bersikap seperti itu padanya.
Bisa-bisanya aku terbius hanya karena wajahnya itu.Dia hanya gadis kampung tidak berpendidikan dan bahkan tidak pernah merawat dirinya dengan benar. Kenapa aku malah jatuh pada gadis bodoh seperti dia?.
"Bodoh kamu astan bodoh,,ingat misimu menikah dengan gadis sialan itu, kenapa malah berbuat baik kepadanya?berhenti bersimpati dengan anak pembunuh itu, buat dia menderita lebih dari rasa sakitmu saat kehilangan dyva."kupukul meja dengan keras hingga tanganku sedikit merasa kesakitan.
Namun, bayangan wajah lugu dan polos mina kian mendominasi pikiranku saat ini. Saat ia dengan penuh kesabaran menerima semua hinaan juga siksaan yang kuberikan padanya dan wajah polosnya saat aku dengan lepas kendali menikmati betapa manisnya bibir itu. Terdiam saat aku mengulum juga menghisap bibirnya.
"Apa yang aku pikirkan?berhenti sekarang astan!jangan pernah jatuh kepada gadis hina itu!!bagaimana pun kamu harus selesai kan dendam mu hingga kamu merasa puas,"ucapku mencoba menghilangkan pikiran bodoh itu.
Jangan sampai aku benar-benar jatuh ke dalam lubang yang kubuat sendiri.
"Menyiksa,membuat menderita, dan membuatnya memohon adalah tujuan utama menikahi nya."kutanam kan dalam hati agar aku benar-benar tidak akan pernah lagi memberikan ia belas kasihan.
Suara ketukan kudengar dari luar. Dan aku mempersilahkan ia masuk.
" Kamu kenapa astan? Saat aku sedang berdiskusi dengan para menejer kami mendengar suara dentuman dari sini. "Miska datang kearah mejaku dengan style andalannya itu.
Aku tau bagaimana miska selalu mencoba mencari perhatian ku dengan berpakaian terbuka dan rok yang minim sekali hanya sampai pahanya saja.
Aku menggeleng saja" Tak ada yang perlu dikhawatirkan. "Aku memakai kembali jasku.
Ia menggeleng pelan" Aku tidak yakin, kamu pasti sedang ada masalah kan? Bagaimana kalau kita keluar untuk mengobati ke pusingan mu,"ucap miska tersenyum.
Tidak buruk juga idenya itu.tapi waktu sudah menunjukkan waktu hampir maghrib.
__ADS_1
"Hmm lain kali saja, saya hanya butuh istirahat saja karena lelah." Aku memang merasa lelah tanpa sebab. Aku hanya ingin istirahat dengan cepat.
Miska akhirnya setuju dan aku benar-benar langsung pulang setelah itu.
"Selamat datang tuan," Ucap gadis bodoh itu tiba-tiba datang kearah pintu bersikap seolah seperti seorang istri yang sedang menunggu suaminya pulang.
Cih, sok manis.
Aku memilih mengabaikannya dengan terus berjalan tanpa menghiraukan dia yg tersenyum melihat kearahku.
"Saya ada sesuatu untuk tuan." Ia berjalan pelan dan aku menghentikan langkahku perlahan.
"Ini tuan,mas alga memberikan ini kepada saya,tapi saya rasa tuanlah yang pantas menerima ini,tuan yang telah mengajari saya."ia tersenyum saat memberikan itu kearahku.
Alga lagi alga lagi. Yasudah ambil saja ngapain ngasih ke aku segala? Dia pikir aku akan senang saat ia memberikan hal bodoh ini. Hanya coklat saja, dengan uangku aku bisa beli sekalian dengan pabriknya.
" Tu,, tuan,, kenapa tuan menginjak nya? "Ia dengan otomatis berjongkok lesu sembari melihat coklat yang sudah lembek itu.
" Berhenti bersikap konyol dihadapan saya,saya tidak ada waktu untuk meladeni sikap bodoh dan kekanan kamu itu,dan seingat saya, saya tidak pernah mengajari kamu"dasar gadis bodoh membuat emosi saja bisanya.
Aku dengan keras melangkah berjalan menaikan anak tangga membiarkan ia terduduk lesu memandangi coklat pemberian alga itu. Kan bisa minta lagu bodoh.
Alga sepertinya benar-benar jatuh hati pada gadis bodoh itu. Cih menyebalkan sekali sih.
Aku pun dengan kesal membuang tas kantorku ke lantai dan membuka bajuku perlahan dan menukarnya dengan handuk yang kulilitkan dipinggang ku.
"Mini! " Panggilku kesal.
__ADS_1
Sedang apa dia seharian ini? Sampai lupa menyiapkan air untuk ku mandi. Bikin emosi saja.
Ia dengan cepat naik ke kamar dan terkejut dengan penampilan ku yang hanya dililit handuk saja pada area terlarang ku.
"Apa saja yang kamu kerjakan seharian? Kamu tau kan saya paling sensitif kalau kamu lalai? Dasar gadis bodoh." Aku benar-benar sudah menahan amarahku agar tidak menjatuhkan tanganku.
Ia terlihat panik dan berlari ke dalam kamar mandi. Ia dengan cepat menyiapkan air sedang aku menontonnya di depan pintu kamar mandi.
"Kali ini saya maafkan karena saya sedang lelah tidak ingin menghukummu. Tapi kalau kamu ulangi lagi, bersiaplah kamu akan menerima Akibatnya. Sesenang itu yah bermain-main dengan alga sampai lupa dengan kewajiban sendiri." Aku benar-benar kesal sekali dengan gadis bodoh ini.
Ia hanya terdiam menunduk mendengarkan aku yang sejak tadi berbicara dengan kesalnya.
"Air sudah saya siapkan tuan." Ia berjalan keluar dari kamar mandi.
"Siapkan pakaian saya, dan setelah itu renungkan kesalahanmu," Ucapku menutup pintu kamar mandi dengan kasar.
Aku langsung mengguyur tubuhku dengan air yang sudah ia siapkan dan berendam sebentar untuk menghilangkan rasa lelahku ini.
"Bisa-bisanya ia lupa menyiapkan air untuk ku mandi hanya karena belajar dengan alga, aku tidak pernah melarang nya untuk belajar tapi, asalkan ia tidak lupa dengan kewajiban. Ahhh membuat kesal saja." Aku lagi-lagi merasa kesal tanpa sebab.
Setelah aku selesai mandi dan mengenakan pakaian yang sudah gadis bodoh itu siapkan aku langsung berbaring diatas tempat tidur sembari memainkan hapeku namun hanya beberapa saat berlalu aku sudah merasa sangat ngantuk sekali.
Aku sudah tidak bisa lagi menahan kantuk ku.
Peduli amat dengan ia yang saat ini aku tidak tahu sedang apa dan dimana. Aku benar-benar merasa ngantuk sekali tanpa sebab.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan vote.