
...Soundtrack//every second-baekhyun(EXO) //...
...Aku bersyukur pernah mendapat kasih sayang darimu....
...-mina-...
Β Β Astan sedang rumah saat ini,karena jam besuk belum buka dan akan buka nanti sore.
Sudah dua minggu berlalu sejak Mina koma dan sampai sekarang belum ada tanda tanda bahwa ia akan sadar.
Astan sudah sedikit pesimis dengan keselamatan Mina namun ia kembali mencoba yakin kalau Mina akan tetap selamat.
Putra mereka bahkan sudah dua minggu tidak pernah diberi asi oleh ibunya dan hanya mendapat perawatan dari pihak medis.
Astan setiap hari menemani anak dan istrinya bergantian dan mengajak mereka berbicara padahal keduanya tak akan menyahuti apa yang ia katakan.
Astan hanya berpikir kalau mereka bisa mendengar apa yang ia katakan dan harapan yang selalu ia inginkan meskipun mereka tak bisa menyahuti nya.
Astan membersihkan rumah dengan rapi mulai dari sudut kesulitan dan juga mencuci pakaian nya sendiri dengan tangan tanpa mesin cuci.
Sebenarnya Astan bisa saja menyewa pembersih rumah dengan uangnya yang banyak itu.
Namun ia ingin mengerjakannya sendiri dengan tangannya karena dengan itu ia bisa merasakan kehadiran Mina saat bekerja dan mengerjakan ini semua.
Astan tersenyum mengingat saat dimana mereka pernah bergotong royong berdua dirumah ini karena Mina meminta astan untuk membantunya bekerja.
Bukannya membantu tapi Astan malah menganggu dan mencuri kesempatan untuk memodusi Mina baik itu mencium dan colak colek.
Astan pun semakin semangat dalam mengerjakan nya mengingat Mina yang kesal saat ia ganggu dulu.
"Aku janji sayang kalau kamu bangun aku bakal nurut sama kamu ngk bakal nakal lagi." Astan menghapus pelan air matanya yang perlahan jatuh itu.
Astan akhir akhir ini tak hentinya mengeluarkan air mata, memikirkan Mina dan anaknya.
"Kita pasti bisa bersama, aku percaya itu." Astan menyelesaikan tugasnya lalu beristirahat sebentar.
Mata Astan tak sengaja melirik buku berwarna pink yang dulu ia berikan pada Mina.
Ia tergerak untuk mengambil dan membuka buku itu.
Halaman pertama hanya bertuliskan nama Mina dan mata Astan memang sangat jeli ia bisa menangkap tulisan kecil bertuliskan namanya didekat nama Mina.
Astan tersenyum membaca itu, tak menyangka Mina ternyata sudah lama jatuh cinta padanya kenapa ia tau karena ada tanda love diantara nama mereka.
"Alay sekali sih kamu sayang hahahha." Astan sedikit tertawa.
Astan membuka halaman yang lain dan ia sangat dikejutkan dengan Mina yang selalu menamainya lewat tulisan.
__ADS_1
ππππππππππππππ
Mas Astan jahatπ€§
Tega,biadab ehh biadab itu apa yah? Aku pernah dengar dari indosiar tapi ngk tau apa maksudnya.
Ah pokoknya mas Astan biadab, ngk tau apa kalau aku cemburu kalau dia dekat dengan sekretaris nya, lagian kenapa orang orang di kantornya cantik cantik dan seksi sekali sih?
Wajar saja mas Astan tak pernah tertarik dengan ku,aku jelek dan bodoh tidak seperti mereka cantik dan pintar mana sekolahnya tinggi tinggi lagi, sedang aku SMA saja tak lulus, aku harus sadar diri memang, belum lagi aku itu adalah gadis pembawa sial.
Jadi sebelum terlalu dalam perasaan ini lebih baik aku sadar diri dan akhiri saja semua
ππππππππππππππ
Jantung Astan sedikit nyes baca tulisan Mina apalagi pas bagian saat dia menuliskan kalau dia hanya tamatan SMP saja.
Astan yang salah telah merebut masa remaja Mina dengan menggantinya dengan masa paling menyulitkan untuk Mina mulai dari disiksa oleh astan bahkan saat ini Mina hampir kehilangan nyawanya karena Astan membuat Mina hamil dan memilih untuk mempertahankan kandungan yg sudah jelas Mina tau akan membahayakan nyawanya sendiri.
Astan menangis memeluk buku itu.
"Maafkan aku sayang, apa aku pantas berada disisimu?"
Tiba tiba suara hape astan berbunyi dari nakas dekat tempat tidur.
Astan buru buru mengambil hape itu dan mengangkatnya dengan cepat.
"Apa ini dari bapak astan? " Ucap seseorang dari seberang telepon.
"Kami dari pihak rumah sakit, ini tentang istri bapak pasien bernama Mina yang koma dalam dua minggu ini." Ucap pihak rumah sakit dari telepon.
Astan menjatuhkan hapenya hingga panggilan itu terputus.
Memang belum sempat pihak rumah sakit mengatakan apa maksud mereka menelpon Astan tapi Astan tau itu dan tidak sanggup untuk mendengar nya langsung.
Astan buru buru mengambil kunci dan meninggalkan rumah dengan cepat tak peduli bahkan hapenya masih tergeletak dilantai.
Air mata Astan tak hentinya mengalir bahkan saat mengemudi ia bahkan hampir tertabrak karena tak bisa berpikir jernih sekarang.
Wajah Mina dan kenangan mereka terngiang-ngiang dalam ingatan Astan.
Ia sangat ingin menabrakkan dirinya saat ini, tak mau menerima kenyataan pahit ini.
Bagaimana ia akan hidup tanpa Mina? Bagaimana dengan putra mereka?.
"Hiks,,, " Astan menubruk kan kepalanya di jendela mobilnya yang sedang melaju itu.
"Tidakkkkk." Astan teriak sekeras-kerasnya dalam mobil itu.
__ADS_1
Orang orang yang sedang berlalu lalang dijalan itu pun sempat menoleh kaget mendengar teriakan Astan.
"Kenapa harus istriku?kenapa bukan aku? " Astan masih berteriak seperti orang gila dan masih menyetir.
Untung saja saat itu polisi lalu lintas sedang tidak ada kalau ada mungkin Astan sudah ditilang karena kebodohannya itu.
Astan memarkirkan asal kendaraannya dan langsung berlari menuju ruangan Mina istrinya dirawat.
Astan membuka dengan keras pintu bangsal Mina dan jantungnya seakan berhenti berdetak saat itu juga.
Ruangan tempat Mina dirawat sudah kosong dan tak ada lagi Mina yang berbaring lemah tanpa tenaga disana.
"Tidak hiks,,, tidak mungkin,, istriku tidak mungkin hiks,,, "
Astan terduduk dilantai tepat didekat ranjang itu.
Air mata Astan mengalir deras bakal air hujan dimusim penghujan.
Kalau kita ukur mungkin air mata Astan sudah lebih dari se ember saking derasnya.
Ia tak menyangka akan mendapatkan berita kejam ini.
Kalau boleh memilih astan lebih memilih Mina terbaring lemah disana daripada harus pergi untuk selamanya.
Ia tak mau kehilangan Mina untuk selamanya.
Ia butuh Mina dan juga anaknya.
Mina dan putranya lah satu satunya yang ia punya dan sekarang Mina pergi?..
"Aaaa,,, tidak mungkin,, tidak mungkin hiks,,, " Astan seperti orang gila berteriak sekeras yang ia bisa hingga menganggu pihak lain yang sedang dirumah sakit itu.
"Kenapa harus istriku?aku saja jangan dia hiks,, " Astan semakin lemah saja melihat tempat tidur itu benar-benar sudah kosong.
"Bagaimana dengan anak kita sayang? Hiks,,, kamu jahat, kamu sudah janji bakal selamat"
"Kamu pembohong." Astan sudah seperti seorang gadis yang diputuskan cintanya.
Hatinya benar benar hancur sekarang.
...//bersambung//...
...π·π·π·π·...
Duilahhh
Inikah akhirnya wan kawan?.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan follow akun aku yahβΊ
Laffyouallβ€cinta kalyan π€