
...Soundtrack//done for me-punc(ost.hotel del luna) //...
...Bagaimana caranya agar aku bisa melupakan rasa ini?....
...-mina-...
Β Β Β Setelah hampir setengah jam barulah aku berhasil meyakinkan mas Ken untuk meninggalkan aku sendirian dirumah ini.
Aku butuh waktu sendirian untuk bisa berpikir jernih dengan semua ini.
Rasanya masih terasa seperti ilusi ku saja.
Dan aku sungguh berharap kalau ini memang ilusi ku saja.
Aku menutup pintu dengan pelan dan berjalan gemetar memasuki rumah penuh kenangan ini.
Kakiku terasa lemas saat memasuki rumah gelap dan pengap ini.
Disinilah bapak sendirian dan juga mengakhiri dirinya sendiri.
Air mataku mengalir deras saat melihat foto kami yang terpanjang indah di dinding kayu itu.
Senyum ayah lebar sekali saat itu.
Aku meraih foto itu dan melihat lebih jelas lagi wajah kedua orang tuaku yang sudah tiada sekarang.
Aku tersimpuh jatuh"Hiks,, aku sendirian sekarang, kenapa kalian tega pergi tanpa mengajak aku hiks. "aku memeluk erat foto itu.
Tanpa kusadari tadi ternyata ada selembar surat diatas meja.
ππππππππππππππ
Mina putri kecilku.
Dan akan selalu menjadi putri kecilku.
Maafkan bapak nak.
Maafkan bapak yang gagal menjadi bapak dan kepala keluarga yang baik.
Maafkan bapak sudah membuatmu menanggung kesalahan bapak.
Tiada hari tanpa memikirkan kamu nak, bapak takut kamu kenapa napa tapi bapak tidak bisa berbuat sesuatu selain menjadi seorang pecundang.
Tak ada gunanya bapak hidup tapi tak bisa membahagiakan kalian.
Bapak harap kamu akan bahagia nak, bapak tak pantas hidup lebih lama lagi.
Maafkan bapak nak.
ππππππππππππππ
Aku langsung menangis sekeras yang aku bisa setelah membaca surat dari bapak.
Kenapa bapak yang pergi? Aku yang lebih pantas untuk menanggung semua ini.
" Hiks,,, "aku memukul mukul kepalaku de tiang kursi kayu dihadapan ku.
Rasanya tak menyakitkan sama sekali karena luka hati dan perasaan ku terlalu dalam.
Aku merindukan ayah, sosok yang selalu ada dan berusaha ada untuk aku.
__ADS_1
Tapi aku sudah tak bisa lagi bahkan untuk sekedar melihat wajah Damai itu.
Sedangkan astan sudah seperti orang gila dirumah.
Berkali kali ia bolak balik memikirkan apa yang sedang terjadi sekarang?.
Kenapa Mina berkata seperti itu? Astan sudah sadar kalau selama ini ia sangat salah telah mengatasnamakan kematian Dyva untuk membalas dendam, padahal tak ada untungnya sama sekali.
Apalagi saat ini Astan sudah menjadikan Mina adalah prioritas nya, orang yang satu satunya ia punya.
Mendengar Mina berkata seperti tadi rasa bersalah dalam dirinya kian menguat.
Bagaimana bisa Mina mencintai seseorang yang kejam seperti Astan?tak berpikir panjang dan langsung melakukan kekerasan terhadap Mina dahulu.
Dan tak pernah membiarkan Mina bertemu dengan ayahnya bahkan sampai sang ayah telah tiada.
Apakah Mina akan mencintai Astan?.
Astan menarik rambut frustasi mengingat semua perlakuan kejamnya yang memaksa dan semena mena terhadap Mina.
Astan tanpa sadar menangis mengingat wajah polos Mina dan kejutan ulang tahun yang Mina berikan semalam untuknya.
" Rasanya baru semalam semua masih baik baik saja. "Astan memandangi casing hape persamaan yang Mina berikan untuk nya.
" Maafkan aku. "Astan.
Tanpa pikir panjang Astan keluar dari rumah dan langsung melaju meninggalkan rumah untuk menemui Mina.
Astan seperti kesetanan saat mengendarai mobil itu dengan kecepatan maximal apalagi saat ini sedang hujan lebat.
Astan tak peduli dengan itu semua, baginya saat ini ia harus bisa mendekap Mina, meminta maaf dan akan berusaha berubah untuk kebahagiaan Mina.
Untung saja jalanan sedang sepi sekarang hingga Astan dengan selamat sampai dikampung Mina.
"Mina,,, sayang,,, kamu di dalam kan? Buka pintunya kita bicarakan baik baik."Astan.
Aku yang sedang ketiduran langsung terlonjak kaget.
Apa aku ketiduran gara gara kelamaan menangis yah?.
Suara apa itu tadi?.
Aku berjalan pelan menuju pintu dan menatap dari jendela.
Jantung ku berdetak hebat saat melihat mas Astan sudah basah kuyup dan mengetuk pintu berkali kali berharap aku bukakan.
Hatiku tak kuasa menahan sakit melihatnya seperti itu, tapi aku tak akan lagi kembali padanya, aku tak mau memberi luka lagi kepada orang lain, cukup sudah untuk semua yang lalu.
"Sayang,,, buka pintunya, aku minta maaf sudah jahat kepadamu selama ini, aku janji bakal berubah sayang,mari kita bicarakan baik baik." mas Astan terus saja mengetuk pintu berharap aku buka.
Aku terduduk menangis mendengar permintaan maafnya yang sudah aku maafkan sebelum ia meminta, tapi ini lain hal dengan situasi sekarang,aku mengatakan ingin berpisah darinya bukan karena perlakuan dia dulu padaku tapi aku hanya tak mau dia terluka lagi karena gadis pembawa sial seperti diriku.
Aku tak pernah menjadikan kebencian dalam dadaku dengan segala apa yang telah aku lalui dengan mas Astan.
Aku tak akan pernah membuka pintu itu, aku tak mau bertemu dengan mas Astan walaupun aku sangat Merindukan pelukan hangat mas Astan sikap manisnya dan juga kebiasaan dia menggodaku.
Aku masih menangis seperti orang bodoh melihat mas Astan yang kedinginan karena baju yang ia kenakan sudah basah kuyup.
Kenapa ia datang kesini?aku sudah berkata kasar padanya tadi dengan membawa bawa kematian kak Dyva.
Apa dia tak membemciku?.
__ADS_1
"Aku akan tunggu sampai kamu mau membukakan pintu ini untukku, kita bisa mulai dari awal lagi." Mas Astan.
Aku tak mau lagi Mas, aku tak mau lagi memulainya kalau ujung ujungnya orang yang aku sayang perlahan pergi meninggalkan aku.
Aku sudah tak ingin lagi kecewa dengan diriku sendiri.
Entah kenapa rasanya sangat mual kurasa.
Aku berlari kedapur dan memuntahkan isi perutku.
Apa karena aku kelamaan menangis yah sampai mual begini?.
Belum lagi badanku terasa sangat lemas dan tak berdaya.
Aku merasa pusing dan berkunang-kunang juga.
Dan rasa mual yang aku rasakan belum juga hilang.
Kenapa dengan ku?.
Aku berjalan pelan menuju pintu dan melihat apakah mas Astan masih disana.
Dan benar saja dia menunggu aku untuk membukakan pintu untuk nya.
Baiklah kalau itu maunya.
"Sayang,, syukur lah kamu mau membuka pintunya." Mas Astan terlihat senang.
Kenapa dengan wajah Mas Astan? Apa ia menangis? Kenapa dengan mata sembab dan merah itu?.
Kuatkan dirimu Mina,jangan lemah, jangan lagi berharap bisa bersama mas Astan.
"Tolong tuan, jangan lagi mengganggu saya,apalagi ribut seperti tadi,kalau sampai tetangga saya ikut terganggu bagaimana? " Aku berpura pura terlihat tegas padahal aslinya hatiku sekarang sudah rapuh sejak melihat wajah mas Astan yang terlihat putus asa itu.
Mas Astan terlihat heran"Sayang kamu kenapa? Kenapa berbicara seperti itu? Kita bisa bicarakan baik baik."Mas Astan masih saja tak mau menyerah.
Aku menghela nafas panjang "Sebaiknya tuan pergi sekarang dan jangan pernah lagi datang kesini,sebelum saya panggil seluruh warga untuk mengusir tuan." Aku berusaha tegas.
Mas Astan pun akhirnya mengangguk"Aku tau kamu saat ini sedang berpura-pura, jadi aku anggap kamu hanya butuh waktu sendiri sekarang, baiklah Mas pergi, tapi pikirkan baik baik kalau aku butuh kamu aku mencintai kamu dan aku akan terus berusaha agar kamu bisa kembali padaku."Mas Astan masih saja menyempatkan mencium pucuk kepalaku lalu beranjak pergi dengan kepala tertunduk lagi.
Lagi lagi aku tak kuasa menahan tangis melihat kepergian mas Astan.
Aku ingin berlari memeluknya dari belakang tapi tak jadi karena aku tak ingin lagi membuat mas aastan berada disisiku.
Kita akhiri saja hubungan ini mas.
...//bersambung//...
...π·π·π·π·...
Dihh kok jadi awkarin begini sih?.
Kasian banget liat si astan digituin sama mina, berasa kayak dunia terbalik yah.
Keep strong astan.
Perjuangin your love.
π·π·jangan lupa like dan komen yah cuyung π·π·
β¦β¦jangan lupa follow aku juga hehehehβ¦β¦
__ADS_1
Laffyouallβ€cinta kalyanπ€