
❄selamat membaca❄
Setelah pulang dari kantor aku langsung mandi dan merasa sangat bosan dirumah ini.
"Akhh, bosan sekali." Aku melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan 19.24pm.
Aku berjalan sebentar menuju tangga dan melihat gadis bodoh itu sedang fokus mengerjakan ataupun menulis sesuatu dilantai dengan bertumpu pada meja dihadapan televisi yang sedang mati itu.
Kenapa aku kesal sekali melihat ia begitu kukuh seperti itu. Dia sedang mencoba mebuat alga terkesan atau bagaimana? Alga juga kenapa sok soan ingin mengajari gadis bodoh itu. Akhh semua membuat aku merasa kesal.
Akupun mempunyai ide yang sepertinya cukup menyenangkan untuk dilakukan. Yang pasti gadis itu akan kesal dengan ulahku.
Ku langkah kan kakiku menuju kamar kembali dan menaiki tempat tidur bersandar didinding kasur dengan hape menyala ditangan.
"Mini! " Teriakku keras memanggilnya.
Kulihat pintu kamar terbuka dan menampakkan mina yang datang dengan pulpen ditangan nya.
"Ada apa tuan? "
Aku menahan tawa melihat ia yang begitu serius menanggapi panggilan ku.
"Ada apa? Saya kan tidak memanggilmu sama sekali, " Ucapku bertingkah seolah kebingungan.
Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal itu dan terlihat sangat bingung. Aku sudah berusah007a payah untuk tidak tertawa, wajahnya sangat lucu saat ini.
Ia pun mengangguk dan kembali turun kebawah.
Setelah kepergiannya aku langsung tertawa lepas merasa berhasil membuat ia terlihat seperti orang bodoh.
"Mini! " Lagi lagi kulakukan hal serupa ingin memanas-manasi nya hingga ia benar-benar jengkel.
"Ada apa tuan? Kali ini tuan benar-benar memanggil saya kan tuan? " Tanya nya tiba-tiba muncul dari balik pintu.
Aku bersikap dingin dan lagi-lagi dengan tawa yang tertahan.
"Saya lupa ingin berkata apa, jadi kembali saja." Ia dengan heran pun menurut pergi dari tempatnya.
__ADS_1
Setelah ia pergi Lagi-lagi aku tertawa melihat nya pergi dengan rasa kesal.
Setelah beberapa saat ia pergi aku lagi-lagi melakukan hal yang sama hingga belasan kali.
"Ada apa yah tuan? " Tanya nya dengan menahan kesal.
Aku bertingkah seolah sedang berpikir karena melihat ia kesal begitu sungguh menghibur sekali.
"Kamu berjalan terlalu lambat sih,saya jadi lupa ingin mengatakan apa,bagaimana kalau kamu kembali saja setelah saya ingat saya akan panggil kamu lagi,"ucapku tersenyum tipis karena sungguh sangat menghibur sekali.
Setelah kepergian nya aku tersenyum lagi dan berhenti sejenak untuk membuat ia merasa lega setelah itu.
" Mini! "Kukerasan suaraku saat memanggilnya.
Aku kembali ke mode berpikir saat ia membuka pintu kamar.
" Ada apa tuan? "Tanya nya dengan kesal sembari memegang buku ditangannya.
"Tidak jadi, lanjutkan saja aktifitas mu." Aku kembali fokus kehapeku.
Kulirik ia sekilas dan ia langsung berbaring diatas lantai dengan beberapa kertas juga pulpen dihadapannya. Terlihat ia sedikit frustasi tanpa sebab dan matanya tak berhenti menatap bingung kertas itu.
Ada apa dengan ku? Bahkan hanya dekat begini aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku.
"Apa yang membuatmu begitu frustasi? "Tanyaku pelan dan hampir seperti bisikan karena ia sangat dekat dengan ku kini.
Ia melirik sekilas kearahku dan langsung berteriak kaget hingga ia hampir menabrak tempat tidur. Kalau bukan karena kutahan mungkin ia sudah terbentur.
Namun niat awal ku yang sedang menolongnya malah membuat suasana canggung terjadi, wajah kami sangat dekat karena tadi wajahnya kutarik. Jantung ku tiba-tiba berdetak sangat cepat, kenapa dengan ku? Wahh pasti ada yang salah dengan kesehatan ku. Harus secepatnya periksa ke dokter ini.
Lagi-lagi aku terpana melihat wajahnya yang begitu cantik saat dilihat dari dekat begini.
Aku perlahan mendekatkan wajah kami hingga hanya beberapa senti saja bibir kami pasti sudah menyatu nikmat.
"Maaf tuan," Ucapnya dengan pelan dan mendorong tubuhku sedikit pelan.
Aku langsung tersadar dengan tindakan bodohku itu. Aduhh astan kamu sedang apa sih? Kamu pasti sudah tidak waras kan.
__ADS_1
"Kenapa kamu berteriak begitu saat melihat saya?kamu pikir saya hantu apa sampai berteriak begitu? " Hanya itu yang bisa ku katakan untuk menutupi rasa malu ini. Ahh sungguh memalukan sekali.
"Lalu kenapa tuan menarik kepala saya? " Ia terlihat sedikit mencoba untuk berani menantang ucapanku. Biasanya aku akan marah, namun kali ini ia sungguh terlihat imut. Duhh bibirnya ituloh, minta diemut.
"Kamu pikir saya sedang apa?kalau saya tak menarik kepalamu kamu sudah terbentur ditiang tempat tidur ini,dasar gadis bodoh, saya tak bisa bayangkan otakmu yang tak berguna itu kalau terbentur lagi akan jadi apa."astaga astan, kali ini kamu sudah lebih cocok jadi seorang cabe-cabean yang mulutnya minta diulek. Kenapa saat berada disamping gadis bodoh ini kamu bertingkah aneh sih?.
Ia melirik sekilas, terlihat sekali ia merasa kesal dengan hinaan ku itu namun ia berpura-pura biasa saja dan memilih untuk kembali Melihat kertas di hadapan nya itu.
"Apa yang membuatmu begitu frustasi? " Jujur, aku sangat ingin lebih dekat dengan nya tanpa alasan.
"Tuan kan pintar,, kalau begitu tuan mengerti tidak dengan soal ini? "Dengan imutnya bibir itu berbicara seolah sedang menantang kemampuan otakku.
Aku sudah mencoba menahan senyuman ku sejak tadi. Tapi sungguh sangat sulit sekali. Ia begitu manis dan lucu.
"Baiklah,, untuk soal seperti ini bukan apa apa bagi saya."ia terlihat sangat antusias saat aku berbicara begitu.
Ku tarik ia agar lebih dekat kearahku dan mulai menarik pelan kertas soal itu.
"What are you doing?itu dinamakan continuous tense,dimana kita harus menggunakan to be pada verb nya dan verb-nya kita ubah menjadi verb+ing."aku berbicara dengan pelan tanpa sebab. Wajahnya yang sejak tadi melihat kearahku seolah sedang mengendalikan seluruh pikiranku.
"Bagaimana? Sudah mengerti?" Ucapku mencoba mengalihkan konsentrasi ku.
"Hah,, apa yang tuan katakan tadi? " Ia bertanya dengan polosnya.
Bagaimana aku bisa tahan dengan manisnya gadis bodoh ini? Wahh benar-benar bisa gila aku ini.
"Lihatlah kamu ini, bagaimana bisa kamu mengerti jika saat seseorang sedang menjelaskan kamu malah melamun."
Ia terlihat bingung tanpa sebab dan kenapa ia melihat ku seperti itu? Senyum tipis dan terlihat senang. Apa aku salah lihat yah?.
"Baiklah saya akan jelaskan sekali lagi,kamu harus memperhatikan dengan seksama,jangan melamun dan kamu hanya boleh fokus kepada saya, faham!"ia dengan cepat mengangguk saat mendengar ucapan ku tadi. Duhh manisnya.
Ku tarik tubuhnya yang mini itu agar semakin mendekat hingga bahu kami bersentuhan. Lagi-lagi aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku namun kucoba tahan.
"I'm waiting for you, kamu bisa lihat ada to be untuk subjek aku didalam kalimat itu dan verb nya juga berubah dari wait menjadi waiting,ini sangat mudah bahkan anak SD juga mengerti tenses ini." Ucapku pelan.
Aku tak menyangka bisa melakukan hal-hal seperti ini dengan gadis bodoh ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
jangan lupa yah like, komen dan vote.