
❄selamat membaca❄
Aku telah selesai mengerjakan kegiatanku di dalam kamar mandi dengan mengakhiri nya dengan siraman air dari shower.
Aku keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggang ku saja.Aku berjalan pelan menuju kasur yang diatasnya sudah tersedia baju ganti untuk ku.
Aku sekilas melihat ia kaget dan langsung berbalik panik kemudian berjalan pelan hendak keluar.
"Mau kemana kamu?"Tanyaku hendak mengancing celana yang saat ini ku kenakan. Ia berbalik namun lagi-lagi ia dengan cepat berbalik lagi kearah pintu. Kenapa sih dengan nya?.
"A,,anu,,itu tuan,saya mau kebawah sebentar untuk mengganti baju saya."Dia memang selalu mengganti pakaian di kamar mandi bawah. Aku tidak menyuruhnya kesana itu keinginan dia sendiri.Jangan bilang kalau ia takut aku intip? Sungguh bukan levelku sama sekali.
"Cepat kemari."dengan cepat ku perintahkan ia agar mendekat kearahku. Tentunya untuk membuat ia kesusahan. Motto hidupku saat ini adalah membuat gadis ini hidup sengsara disetiap waktu dan keadaan.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"ia bertanya setelah mendekat padaku.
"Keringkan rambut saya!"ada apa sih dengan ku? Kenapa tiba-tiba meminta gadis sialan ini untuk mengeringkan rambutku? Ahh sedang malas bergerak ia aku sedang malas bergerak, bukan karena maksud lain.
Aku mengarahkan handuk itu kearahnya. Dan segera duduk diatas kasur membelakangi nya. Ia dengan sedikit canggung mendekat kearahku.
Aku merasakan usapan lembut di kepalaku. Kenapa rasanya nyaman sekali sih? Aku merasa seperti sedang di nina bobok kan sekarang ini. Hingga aku mulai mengantuk tanpa alasan.
Ia masih saja mengusap rambutku dengan lembut dan tiba-tiba ia berhenti hingga aku yang awalnya hendak tidur langsung terbangun kembali.
__ADS_1
"Sudah kering tuan." Ia berbicara dan entah dengan alasan apa aku buru-buru menutup mataku. Apa aku sedang berpura-pura tidur sekarang? Untuk apa tepatnya?.
Dia perlahan menunduk mendekatkan wajahnya kearahku dan aku semakin mendalami peran berpura-pura tidur ku ini. Dasar bodoh kamu astan.
Ia meletakkan handuk itu perlahan dan dengan susah payah ia mencoba membaringkan tubuhku dengan tubuh kerdilnya itu. Dia bodoh sekali sih, kan dia bisa saja membangunkan aku hingga bangun dibanding ia harus kesusahan membaringkan ku dengan tubuhnya yang kecil itu. Gimana ngk makin kecil sih. Dasar bodoh.
Sedang apa dia di depan wajahku sembari tersenyum seperti itu? Kukira setelah membaringkan tubuhku ia akan pergi tapi kenapa ia masih disitu? Aku sudah capek berpura-pura tidur. Dasar gadis bodoh. Menyebalkan sekali sih.
Ia masih saja diposisi yang sama sembari mengarahkan tangannya kearah dadanya. Dan ia terlihat bingung. Apa ia berdebar karena ku? Tidak mungkin kan? Kalau ia mati kamu gadis bodoh karena aku tak akan pernah membuka hati untuk manusia hina seperti mu.
Setelah puas menatapi wajah tampan ku ia pun bergegas pergi meninggalkan kamar dengan menutup pintu dengan perlahan.
Aku langsung bangkit dari tempat tidur dan merutuki kebodohan ku yang tanpa alasan berpura-pura tidur seperti tadi?
Niatnya mau membuat gadis itu kesusahan malah aku terus yang merasa kesal karena ia sungguh tak terpengaruh sama sekali. Dia itu kenapa sih?.
Aku mendengar suara langkah kaki memasuki kamar dan dengan buru-buru aku kembali berbaring melanjutkan akting pura-pura tidurku. Sungguh aku malu dengan diriku sendiri.
Aku dapat melihat samar-samar ia memasuki kamar dengan mengenakan handuk saja. Wahhh kenapa ia hanya mengenakan handuk saja? Ia terlihat was-was padahal aku sedang tidur sekarang ah tepatnya ber-akting tidur.wahh tak kusangka pahanya semulus itu. Dia tidak pernah mempunyai waktu dan biaya untuk perawatan tapi kenapa kulitnya begitu terawat?.
Setelah ia mengambil pakaian nya ia dengan buru-buru keluar lagi dari kamar. Padahal aku sedang tidur kan bisa saja ia memakai pakaian nya disini. Kenapa mesti harus dibawah segala? Memang tak ada otak sama sekali.
Aku merasa gerah tanpa sebab dan berjalan sebentar ke kamar mandi untuk mencuci wajahku.
__ADS_1
Saat aku keluar dari kamar mandi gadis bodoh itu sudah ada didepan pintu masuk kamar.
"Loh, tuan bangun? " Tanya nya dengan wajah polosnya itu.
Aku yang sudah terlanjur tercyduk itu harus berlagak tidak terjadi apa-apa "Memang kenapa? Tidak boleh yah kalau saya bangun? " Judesku bersikap seolah aku adalah manusia paling benar.
Ia pun menggeleng "Bukan begitu tuan, saya takut kalau saya mengganggu tidur tuan tadi." Ia menunduk.
"Ia saya memang terganggu apalagi saat kamu berjalan seperti orang bodoh hendak mengambil baju ganti," Ucapku berpura-pura kesal.
Ia terlihat heran."loh, kenapa tuan bisa tau kalau saya kesini untuk mengambil baju tadi? "Ia terlihat bingung.
Waduh, ada apa sih dengan mulutmu itu astan? Ketauan dong kalau aku sedang berpura-pura tidur tadi.
" Ya iyalah tau lihat baju yang kamu kenakan sekarang sudah berganti kan. Ahhh sudahlah saya ngantuk kamu jangan berisik. "Dengan cepat aku menaiki tempat tidur dan membelakangi nya.
Duhh kamu sepertinya sudah kehilangan kejeniusan mu astan. Bagaimana bisa kamu bisa sebodoh itu tadi?.
BERSAMBUNG...
WKWKWKW ASTAN ASTAN..
Maaf yah gengs baru bisa up sekarang soalnya aku lagi mid dua minggu yang lalu.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya yah😘