Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
lahiran?


__ADS_3

...Soundtrack//sing for you-Exo//...


...Berikan aku umur yang lebih panjang lagi ya Allah 🙏🤧...


...-mina-...


        Sejak tadi aku selalu merasakan sakit di perutku, aku hanya berpura-pura seolah tak ada yg terjadi agar mas Astan beristirahat dulu saat ini.


Ia pasti sangat kelelahan mengurus aku dan juga kantor sekaligus.


Seluruh berkas dari perusahaan mas Astan suruh karyawan nya untuk mengantarkan nya kerumah dan barulah saat ini mas Astan tertidur sejak semalaman ia begadang dan pagi ini ia mengurusi aku yang tak berguna ini.


Menyusahkan saja bisanya.


Aku menahan rasa sakit di perutku sejak tadi namun semakin dibiarkan semakin sakit saja.


"Akhh,, apa yang terjadi dengan perutku." Aku heran kenapa bisa sesakit ini.


Seperti kram namun tidak kram, sakit sekali.


Aku menutup mulutku yang sejak tadi sedikit meringis, bagaimana kalau sampai mas Astan jadi terbangun.


Namun aku semakin histeris saat aku melihat air mengalir dari kakiku dan diikuti oleh darah juga.


Apa yang sedang terjadi?.


"Mas,,, akhh,, mas sakit." Aku sudah tidak tahan lagi.


Tidak mungkin kan aku akan lahiran sekarang?.


"Mas,, akhh." Aku meringis berkali-kali.


Mas Astan yang mendengar aku terus terusan memanggilnya pun langsung bangun dan panik melihat darah dan air yang mengalir dikakiku.


Mas Astan langsung mengangkat tubuhku dengan cepat dan berlari menuju pak Umar.


Secepatnya pak Umar membawa mobil itu menuju rumah sakit persalinan terdekat di tempat itu.


"Maafkan mas sayang,, mas ngk bermaksud ketiduran, sakit yah sayang?maafkan mas."


Mas Astan tak hentinya meminta maaf padaku.


Aku menggeleng "Hiks,,, aku tidak apa apa mas,, hiks,, "


Namun tanganku menggenggam erat tangan mas Astan.


Aku takut dan sangat takut, bagaimana kalau setelah ini aku tak bisa lagi melihat wajah mas Astan.


"Hiks,,, aku sayang sama mas." Ucapku memegang wajah mas Astan.


Mas Astan mengangguk"mas tau sayang, mas juga demikian."mas Astan


" Mas yakin kamu kuat dan bisa bertahan,ingat mas selalu menunggu mu bagaimana pun itu."mas Astan mencium kening ku pelan.


Aku mengangguk dan menangis menahan sakit dan takut yang datang beriringan.


Aku ingin selamat ya Allah.

__ADS_1


Anakku butuh aku begitu juga dengan mas Astan.


Aku ingin bahagia dengan mereka bagaimana pun itu.


Aku dibawa menuju ruangan dan tangan mas Astan yang tadi menggenggam erat tangan ku kian lepas dan pintu tertutup rapat.


Aku langsung ditangani oleh beberapa tenaga medis hingga aku tak sadarkan diri.


Apakah ini adalah akhir dari segalanya untuk ku?.


Kuharap tidak.


Astan berkali-kali bolak balik menunggu bagaimana hasil yang keluar dari tenaga medis?.


Bagaimana kalau yg ia takutkan selama ini terjadi?.


"Tidak mungkin,, tidak." Astan menggeleng mencoba menghilangkan pikiran aneh dan tak diinginkan olehnya.


"Saudara suaminya pasien bisa ikut saya keruangan saya sebentar? " Ucap seorang dokter keluar dari ruangan tersebut.


Astan langsung bangkit dan berjalan mengikuti dokter itu memasuki ruangan yang si dokter maksud.


"Silahkan duduk tuan."


Astan pun menurut duduk dan dengan hati yang was was menunggu apa yang akan dokter itu katakan.


"Begini pak, saat ini istri bapak sedang dalam tahap hendak melahirkan namun masih dalam tahap awal dan masih kontraksi ringan,namun saya sebagai dokter ingin memberitahu bapak bahwa kehamilan istri bapak bukanlah kehamilan biasa seperti yang lainnya,ada kemungkinan bahwa si ibu tidak akan selamat jika kita tetap melanjutkan nya." Tutur sang dokter.


Astan langsung melemas mendengar itu.


"Bagaimana ini dok? Apa tidak ada cara lain?istri saya pasti akan selamat kan dok? " Astan terlihat panik.


Dokter itu bangkit dan membantu Astan bangkit "bukan masalah uang ataupun lainnya namun kemungkinan untuk pasien selamat sangat tipis pak,karena usia istri bapak terlalu muda untuk mengandung hingga ia terlalu sering mengalami pendarahan dan menyebabkan ia mengidap anemia parah dan bisa membahayakan nyawanya pak, jadi kami akan berusaha semampu kami dan selanjutnya kami serahkan kepada yang maha Berkuasa."


Dokter itu berlalu pergi dan memasuki kembali ruangan dimana mina dirawat.


Astan tak hentinya menangis mengingat apa yang dokter itu katakan tadi.


Bagaimana ia akan hidup tanpa Mina?.


Ia bahagia karena akan menjadi seorang ayah yang memiliki momongan dari istrinya itu.


Namun ia tak mungkin bisa bahagia tanpa didampingi seorang istri yang sangat berarti baginya.


Apakah ini karmanya karena telah menyiksa dan memperlakukan Mina dengan sangat tidak wajar dahulu.


"Maafkan aku sayang." Astan menangis seperti orang gila di depan pintu bangsal Mina sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya.


"Maafkan aku,, bertahanlah aku mohon."


Astan tak hentinya memanjatkan doa dan harapan semoga tak ada yang terjadi dengan istri dan anaknya nanti.


Pak Umar dan istrinya datang juga turut memberikan kekuatan untuk astan agar tetap berpositif dalam berpikir.


"Tenanglah den, saya yakin non mina akan baik baik saja." Pak Umar.


Astan mengangguk walaupun ia sendiri tidak yakin dengan keyakinannya yang menganggap kalau semua akan baik baik saja.

__ADS_1


Rekaman rekaman kebersamaan mereka terputar dalam otak Astan.


Senyuman Mina.


Tawanya.


Bahkan saat Mina kesal dengan tingkah Astan yang tak bosan mengganggu dan menggoda Mina.


"Hiks,,, "


Air mata Astan semakin deras saat mengingat saat saat Mina menangis karena takut.


"Aku mohon bertahanlah sayang, ingat aku disini akan selalu menunggu mu."


Pak Umar dan istrinya hanya terdiam saja tak bisa berkomentar.


Mereka tau kalau saat ini Astan tidak bisa diajak berkomunikasi jadi mereka hanya akan memilih diam dan ikut menunggu.


"Mas,, aku mencintaimu." Mina


Astan menangis tersedu sedu karena ucapan mina saat mengatakan aku mencintaimu terngiang-ngiang dalam telinganya.


"Aku juga cinta sama kamu sayang, jadi kumohon bertahan lah, demi aku dan demi anak kita."


Astan tak tau lagi harus bagaimana jika ia benar-benar akan kehilangan istrinya.


Ia mungkin akan gila.


Mina adalah satu satunya yang ia punya sekarang.


Ia tak mau lagi kehilangan seseorang yang berharga untuknya untuk kesekian kalinya.


Mina harus selamat bagaimana pun itu.


Astan yakin mina akan selamat karena mina adalah gadis kuat yang pernah Astan temui dalam hidupnya.


Sudah berjam jam lebih para tim medis menangani Mina namun belum ada kabar sama sekali.


Astan juga masih terus menunggu sampai ada kabar bagaimana kondisi Mina dan malaikat kecilnya.


Pak Umar dan istrinya sudah Astan suruh untuk pulang.


Ia tak mau orang lain ikut sengsara karena masalahnya.


Ia akan tetap menunggu dengan harapan istrinya akan baik baik saja dan anaknya lahir dengan selamat.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Mari doakan gaess mpok Mina selamat dan ponakan kita juga ikut selamat.


Kasian yah si calon bapake dari tadi khawatir mulu.


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah cuyung 🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga heheheh♦♦

__ADS_1


Laffyouall❤cinta kalyan🖤


__ADS_2