Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
keadaan yang berubah


__ADS_3

Soundtrack//happy-baekhyun(ost.do you like brahms)//


Kepergian mu memberikan efek luar biasa untuk ku


-mina-


    Alfa masih saja mengunyah nasi goreng yang sudah berkali-kali aku sendok kan ke mulutnya.


Ia memang sangat mirip dengan mas astan, mas astan juga paling tidak mau berhenti saat sedang makan nasi goreng buatanku.


Mereka berdua sungguh menyukainya bahkan setelah berkali-kali aku buatkan untuk mereka.


Tapi kali ini mas astan sudah lama tidak memakan makanan kesukaannya itu.


"Belum kenyang yah sayang? Bukannya mamah udah bilang yah kalau abang itu harus berhenti makan sebelum kenyang? " Tanyaku


Ia menggeleng"ukan itu mah, alah mamah"ucapnya menyebutkan kalau aku salah saat mengatakan itu.


Aku mengeryit heran salahku dimana?.


"Akan elum apal, enti akan elum enyang"tutur alfa dengan semangat hingga aku benar-benar bangga dengan daya ingat alfa.


" Duhh abang pinter banget yah sayang, nanti mamah kasih es krim nya dua deh buat abang "ucapku tersenyum ia malah menggeleng.


" Afa endak mau, afa ngk oleh anyak akan es lim, anti akit mamah angis"ucap alfa dengan sedikit kesusahan tapi masih dapat aku mengerti dengan jelas.


Hatiku sungguh tersentuh dengan apa yang alfa katakan tadi,ia tau apa yang harus ia lakukan saat aku hanya seorang diri merawatnya.


Aku memeluk alfa dengan cepat dan mencium pucuk kepalanya.


"Mamah sayang banget sama Abang" Ucapku mencium keningnya lagi.


Ia tersenyum lebar"afa uga"dengan suara imutnya itu.


"Bentar yah sayang mamah angkat telepon dulu" Aku merogoh saku celanaku dan menerima panggilan itu.


"Baiklah saya akan kesana sebentar lagi, Terima kasih" Aku putuskan sambungan dan kembali kearah alfa.


"Alfa Kangen ngk sama bunda adin? " Tanyaku pelan.


Matanya langsung berbinar saat aku sebut nama itu, ia memang sering memaggil kak adin adalah bundanya karena memang kak adin memperlakukan alfa layaknya anaknya.


"Kita kerumah bunda adin yah buat liat adek zifa,abang Kangen kan pengen peluk adek zifa? " Tanyaku dan alfa langsung mengangguk semangat.


"Tunggu yah sayang mamah beresin ini dulu baru kita beli es krimnya terus kerumah adek zifa okehh? " Tanyaku

__ADS_1


"O,, ote mah" Ucapnya salah dalam menirukan ucapanku tadi.


Setelah semua sudah beres dan alfa sudah aku bersihkan kembali penampilannya kami berjalan keluar dan mengunci pintu.


Aku menggendong alfa menuju parkiran mobil kami.


Tapi sebelum itu mataku lagi lagi menatap sendu kearah pos dimana sering kali mendiang pak umar duduk disana dengan senyum hangat meneduhkan hatiku.


Aku lagi lagi tak kuasa menahan pilu teringat segala kebaikan yang telah ia berikan padaku sejak pertama kalinya aku menginjakkan kaki ditempat ini.


Ia selalu menjadi orang yang selalu bersedia membantu setiap apa yang menimpaku mulai dari mengajarkan banyak hal padaku dan juga memperlakukan aku layaknya putrinya sendiri.


Setelah kepergian mas astan juga pak umar tak hentinya memberikan aku kekuatan untuk tetap bertahan dan berpikir positif kalau mas astan akan pulang bagaimana pun itu.


Ia selalu menjaga kami disini, membantu setiap hal yang membuatku susah juga tidak lupa selalu menjaga alfa saat aku sedang pergi mencari mas astan karena banyak sekali laporan bahwa mereka menemukan mas astan namun ternyata semuanya hanya omong kosong saja.


Sudah hampir empat bulan pak umar pergi meninggalkan kami dan sejuta kebaikan nya.


Namun hingga kini aku masih merasakan nya, merasa kalau pak umar masih disini.


"Mah,, ayok" Lamunanku langsung buyar saat alfa berbicara dan mengeratkan pelukannya dileherku.


Aku langsung tersadar dengan kebodohan ku yang terus saja mengingat pak umar padahal sekarang ia pasti sudah tenang di surga dengan segala kebaikan nya.


Aku membuka pintu mobil dan mendudukkan alfa tepat disamping kursi kemudi.


Aku masuk di kursi kemudi dan mulai melajukan mobil menuju rumah kak adin.


Kalian pasti merasa bingung kan kenapa aku bisa mengemudi? Lagi-lagi keadaan yang memaksa hingga aku bisa.


Seperginya pak umar aku tak bisa kemana mana walaupun memiliki mobil karena aku tak tau menau bagaimana cara mengoperasikan nya.


Selalu saja susah harus naik taxi kemana-mana apalagi saat ini aku sangat butuh kendaraan untuk kesana kemari melakukan pencarian mas astan.


Dan yang mengajarkan ini adalah kak adin, ia mengajariku yang sungguh gaptek ini hingga bisa.


Sudah banyak sekali kebaikan yang telah ia berikan padaku dan juga alfa.


Sedangkan mas ken juga sampai kini tak hentinya ikut membantu aku mencari mas astan karena ia sudah berjanji tidak akan berhenti sampai mas astan benar-benar ditemukan.


Walaupun mereka berdua pernah menyuruhku untuk berhenti berharap karena harapan itu sudah sangat tipis.


Namun aku tetap tak akan mau berhenti berharap, aku sungguh sangat yakin kalau mas astan masih hidup di suatu tempat dan sedang berusaha juga untuk bisa pulang kembali kerumah.


Dan akhirnya mas ken dan kak adin juga kembali memberiku semangat.

__ADS_1


Mereka memang sudah seperti keluarga bagiku, alfa sendiri sering aku tinggal disana kalau sedang sibuk sibuknya mencari mas astan.


"Es lim mah" Alfa sangat semangat karena melihat penjual es krim ditaman tempat kami biasanya berjalan jalan.


Aku memarkirkan mobil itu"Abang tunggu disini saja yah sayang, biar mamah yang beliin yah"ucapku namun alfa tak mau menurut.


Ia memang sangat suka bermain diluar karena ia bosan dirumah mulu.


Aku akhirnya menggendong alfa menuju penjual es krim itu dan menurunkan alfa saat tiba disana.


"Bang, rasa coklatnya 2 yah" Ucapku pada penjual itu.


Alfa menarik celanaku pelan"afa uma au tatu mah"ucapnya.


Aku berjongkok dihadapan alfa dan tersenyum "satu lagi buat adek zifa sayang, masa cuma abang doang yg makan es krim" Alfa langsung mengangguk mengerti dengan penjelasan ku.


"Makasih yah bang" Ucapku setelah membayar es krim itu.


"Sekarang kita kerumah adek zifa yah bang" Ucapku menghidupkan mobil dan melaju menuju rumah kak adin yang tidak terlalu jauh dari taman itu.


Alfa sendiri sudah menari nari heboh saat aku hidupkan lagu anak anak kesukaannya itu.


"Abang ikut nyanyi juga dong, biar lagunya makin enak" Ucapku.


Alfa langsung ikut bernyanyi dengan suaranya yang imut dan lirik yang berantakan dimana-mana.


Aku sampai menahan tawa takut ia malah kesal kalau aku tertawakan karena ia sungguh sangat lucu saat ini.


Berusaha bernyanyi dan mungkin ia mengira ia sudah sangat hebat dalam menyanyi padahal liriknya saja tidak benar.


Aku mengemudi sembari memperhatikan alfa yang masih saja bernyanyi itu.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Alfa imut banget yah gaess.


Selamat jalan buat pak umar 😔🙏😣, aku sedih banget pas tau pak umar udah pergi🤧🤧


🔷🔷jangan lupa like, komen, favorit dan rate 5 yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤

__ADS_1


__ADS_2