
...Soundtrack//miracle in December-exo//...
...Bagaimana aku bisa pergi jika begini?...
...-mina-...
Hari ini sudah aku putuskan melangsungkan rencana yg sudah aku pikirkan dalam beberapa hari ini.Dan aku tak akan ragu lagi untuk mengatakan itu kepada mas Astan.
Mas Astan saat ini sedang mandi setelah ia menyelesaikan urusan dalam memandikan aku, menyuapi makan dan juga memberikan sinar matahari pada tubuhku ini.
Aku akhirnya berhasil menyiapkan setelan baju untuk mas Astan kenakan hari ini.
Aku tak mau mas Astan terkesan jelek saat berhadapan dengan nya nanti.
Kalian pasti bertanya tanya kan?sebenarnya apa rencana yang telah aku siapkan itu?.
Aku sudah mencari cari wanita yang sangat baik untuk mas Astan dan hari ini ia ingin bertemu dengan mas Astan.
Aku memang bodoh karena menyiapkan hal hal seperti ini dengan hati yang hancur tapi aku tak mau kalau nanti aku pergi mas astan akan sendirian.
Aku tak bisa bayangkan itu.
"Mas ini aku siapkan mas pakaian."
Mas Astan keluar dengan handuk yang melilit ditubuhnya.
Ia terlihat heran kenapa aku menyiapkan ia baju? Karena setelah aku mengalami anemia ia sendiri yang mengambil dan menyiapkan segalanya.
"Sayang,, berapa kali mas bilang kamu jangan banyak bergerak dulu,mas bisa kok menyiapkan sendiri, bukan berarti mas ngk mau memakai apa yang kamu siapkan mas hanya takut kamu kenapa napa." Mas Astan dengan raut wajah khawatir.
Aku sangat mengerti dengan kekhawatiran mas astan tapi kalau aku tidak menyiapkan itu mas Astan pasti tidak mau memakai pakaian rapi seperti itu.
"Mas pakai yah."
"Loh? Mas kan ngk masuk kantor sayang, mas udah cuti sampai kamu lahiran dan benar benar baik baik aja."
Memang mas Astan sudah lama tidak masuk kantor.
Bahkan saat pihak kantor menghubungi mas Astan karena ada sedikit masalah mas Astan tak mau datang kesana.
Ia tak peduli dengan kantor sama sekali hanya karena mengurusku.
"Mas pakai aja yah." Aku tetap memaksanya.
Mas Astan memicing heran"Apa lagi kali ini? Kamu pasti sedang merencanakan sesuatu kan? "Mas Astan curiga.
Bagaimana ini? Apa aku langsung beritahu saja yah?.
" Be,, begini mas, aku kan punya kenalan cewek nih, dia tuh cantik banget terus dia juga lulusan sarjana sekolahnya tinggi mas."
Aku menunggu reaksi apa yang mas Astan berikan namun ia hanya dia menatapku seolah menunggu kata apa selanjutnya yang akan aku keluarkan.
"Terus? " Tanya mas Astan heran.
"Ter,,terus dia juga dari keluarga baik baik mas, pokoknya idaman semua laki laki deh mas, fotonya udah aku kirim ke WA mas." Aku berbicara dengan sedikit gugup.
Mas Astan melihat sekilas foto yang sudah aku kirim ke wa-nya.
Lalu ia menatap bingung lagi kearahku"jadi,,? "
__ADS_1
"Ja,, jadi aku mau mas temui dia di cafe hari ini,dia udah nunggu mas."
Mas Astan terlihat kesal saat ini.
"Ooh jadi ceritanya kamu ingin mas kesana? Menemui perempuan yang katamu cantik, baik dan berpendidikan tinggi itu?untuk apa tepatnya?kenapa mas harus menemuinya? " Mas Astan.
Aku takut untuk mengatakan nya, tidak mungkin aku katakan kalau aku ingin men-comblangi mereka.
"Aahh itu mas siapa tau kalian cocok kan mas, jadi nanti mas ngk perlu lagi repot repot nyari pas aku udah pergi."
Mas Astan langsung terlihat marah dan ingin membuka pakaian yang sudah ia kenakan itu namun aku tahan.
"Aku mohon mas kali ini aja mas denger dan ikutin permintaan aku, kalau aku tidak menyiapkan ini semua aku mas ngk akan pernah mau."
Rahang mas Astan mengeras dan matanya memerah.
"Berapa kali mas bilang BERHENTI BAHAS MASALAH PERGI DAN SEMACAMNYA." mas Astan membentak ku.
Aku langsung kaget dan dadaku serasa sesak saat mendengar bentakan mas Astan.
Sudah lama ia tak mengeluarkan suara keras itu.
"A,, aku hiks,, aku hanya takut saat pergi mas kesepian." Aku menangis.
Mas Astan menarik rambut frustasi "Mas ngk akan pernah kesepian,ada kamu untuk apa mas kesepian?kamu pikir mas akan bahagia dengan wanita lain?kamu gila yah?mas sudah berulang kali mengingatkan kamu bahwa tidak akan ada yang pergi dan ditinggalkan,kamu kenapa sih?"
Aku menangis mendengar ucapan mas Astan.
Ia sedang menahan tangis sekarang.
"Baiklah kalau ini maumu,mas pergi menemuinya,semoga ini bisa membuatmu bahagia." Mas astan mengambil dompet dan kunci mobilnya lalu langsung berjalan keluar.
Apa mas Astan benar-benar akan menemui wanita itu?.
Tapi kenapa hatiku sakit saat mas Astan pergi ingin menemui gadis itu.
"Hiks,,, aku cemburu sebenarnya, aku tak rela sebenarnya tapi aku tak mau mas astan sendirian nantinya, aku tak boleh egois
" Aku menangis seperti orang bodoh menangisi hidupku.
22.45pm.
Sudah hampir tengah malam kenapa mas Astan belum pulang juga?.
Kenapa aku semakin hancur membayangkan kalau kencan mereka hari ini berjalan dengan lancar.
Aku seperti orang jahat yang berdoa agar mereka tidak benar-benar bertemu dan kencan mereka tidak berjalan dengan lancar.
Namun aku sangat yakin dengan lancarnya kencan mereka dengan tidak kembalinya mas Astan sampai sekarang.
Aku mengangkat panggilan dari gadis yang aku kenalkan dengan mas Astan.
"Halo." Aku sedikit gemetar tanpa sebab.
Ia membalasnya dengan nada senang.
Pasti ia sangat senang telah berkencan dengan mas Astan.
"Ba,, bagaimana kencannya? " Aku berpura pura seolah-olah aku senang.
__ADS_1
"Wahhh dia sangat tampan dan juga baik, siapapun mungkin akan bersyukur bisa mendapatkan nya." Ucapnya dengan senang.
Mendengar pujiannya sudah pasti ia jatuh hati kepada mas Astan,siapa yang akan menolak pesona dari mas Astan?.
Aku harus membuang rasa resahkan ini.
"Kenapa mbak berbohong?kenapa mbak melakukan ini padahal suami mbak sungguh mencintai mbak." Ucapnya dari seberang sana.
Jantung ku berdetak sangat kencang.
Kenapa dia bisa tau? "Kenapa mbak bisa tau?" Aku penasaran.
Dia tertawa sejenak"Tidak mungkin kan saya bisa tau hanya dengan menebak saja?sejak datang suami mbak tak hentinya membicarakan mbak, menceritakan dan memperkenalkan istrinya dengan senyuman yg bangga seolah ia sangat beruntung bisa memiliki mbak."jelasnya.
Apa mas Astan melakukan itu?.
Aku sungguh terharu mendengar penuturan mbak itu.
"Aku sudah mendengar alasan kenapa mbak melakukan ini semua dari mas astan suami mbak,aku berdoa semoga kalian bisa melewati semua ini,saran saya jangan lakukan ini lagi mbak,suami mbak bisa terluka, ia sungguh mencintai mbak dengan tulus dan dia juga yakin mbak akan selamat, sekian yah mbak aku masih ada urusan kita sambung lain kali karena saya mau berteman dengan mbak." Ucapnya menutup panggilan sepihak.
Aku langsung menangis sekeras yang aku bisa.
Aku merasa bersalah telah memaksa mas Astan melakukan hal yang tak ingin ia lakukan itu.
"Hiks,,, " Aku menangis.
Tiba tiba aku merasakan pelukan dari belakang tubuhku.
Aku berbalik dan mendapati mas Astan sudah duduk disana memandang aku yang menangis.
"Hiks,,, maafkan aku mas." Aku memeluknya erat sambil menangis meminta maaf.
Mas Astan membalas pelukanku dengan erat pula.
"Maafkan mas tadi sempat membentak mu sayang,mas khilaf mas minta maaf kamu pasti kaget tadi." Mas Astan mengelus pelan punggung ku.
Aku menggeleng"Aku tidak apa apa mas, aku yang salah hiks,, maafkan aku."
"Suami mana yang akan pergi berkencan dengan perempuan lain sedang istrinya sedang berjuang mempertahankan hidupnya untuk memberikan ia malaikat kecil,kalaupun ada sungguh ia bukan suami yang baik." Mas Astan mengecup pucuk kepalaku dengan pelan dan lama.
"Maafkan aku mas hiks,, aku janji ngk akan gitu lagi."
Mas astan mengangguk mengiyakan "Sudahlah sayang, jangan menangis lagi,kamu istirahat yah." Mas Astan membaringkan tubuh lelahku begitu juga dia ikut berbaring dan memeluk aku seraya menepuk punggung ku untuk menenangkan aku.
Aku bersyukur diberikan suami seperti mas Astan.
Semoga aku bisa melihat buah hatiku lahir dan kami bisa berbahagia.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Huuuu aku jadi suka liat astan ❤
Suami idaman banget yah.
Keep strong buat astan dan mina.
🔷🔷jangan lupa like dan komen yah cuyung🔷🔷
__ADS_1
♦♦jangan lupa follow aku juga yah♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan🖤