Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
61.ini pasti mimpi (S2)


__ADS_3

❄selamat membaca❄


Β  Β  Aku perlahan membuka mata lalu melihat sekeliling. Aku berharap setiap aku membuka mata yang kudapati adalah wajah manis istriku. Namun semua itu hanyalah anganku saja. Aku malah disambut dengan keadaan kamar yang berantakan. Botol minuman keras dimana-mana dan juga pakaian ku yang berserak tak terurus itu.


Aku seperti seseorang yang stress karena sesuatu. Uring-uringan tak ada hal yang menarik untuk kulakukan. Serasa dunia ini sangat membosankan.


Makan pun aku tak tau kapan aku terakhir makan, tak berselera sama sekali. Aku hanya ingin memakan masakan istriku.


Sudah hampir satu bulan aku dan mina pisah rumah, tidak ada kata cerai tapi kami seperti pasangan yang berada diambang kehancuran. Aku sungguh tak mau kehilangan mina.


Awalnya aku mengira ini hanya sementara tapi ternyata sudah berlangsung sebulan lamanya. Aku dan mina tidak saling mengabari. Aku selalu datang kerumahnya untuk membujuk bahkan memohon agar ia kembali padaku tapi tetap saja tak ada tanda-tanda ia akan menerima permintaan maafku itu.


Jangan kan mengurus kantor, mengurus diriku saja aku tak ingin saat ini. Aku tak perduli lagi sekarang. Aku hanya ingin mina dan mina. Hanya itu yang kuinginkan saat ini.


Hari ini aku lagi-lagi akan melakukan rutinitas ku mengunjungi mina kekampung meskipun akhirnya aku akan berujung diusir. Tetap saja melihat wajahnya akan sedikit membuatku merasa tenang.


Aku kekamar mandi mencuci wajah kemudian mengganti pakaian ku setelah itu menaiki mobilku melaju ke rumah mina.


Ditengah perjalanan aku terus saja memikirkan bagaimana aku harus meyakinkan mina untuk kembali padaku.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh aku barulah sampai kerumah mina.


Lagi-lagi kulakukan hal yang sama. Mengetuk pintu rumahnya berharap ia akan membukanya dengan senyum dibibirnya itu.


Namun tak ada sahutan sama sekali dari dalam. Biasanya ia akan langsung membuka pintu dan menyuruhku untuk pergi dari sini secepatnya.


Ku intip dari jendela namun aku sangat kaget saat kulihat ia mulai hilang kesadaran dengan tangan yang terluka.


Aku sangat panik hingga tak atau harus berbuat apa. Persendian ku terasa mati rasa dan dadaku sesak.


"Ooh iya,, ambulan ambulan. " Aku langsung menghubungi pihak rumah sakit terdekat dengan kediaman mina saat ini.

__ADS_1


Aku mencoba membuka pintu Tapi sama sekali aku tidak bisa membukanya. Terpaksa aku mendobrak pintu itu dengan keras hingga bahuku terasa sangat sakit sekali. Tapi aku tidak perduli saat ini.


"Bahkan saat aku ingin pergi, wajahmu masih terbayang mas."sempat kudengar ia bergumam hingga akhirnya ia hilang kesadaran.


Aku sangat panik dan tak tau harus bagaimana. Ambulannya juga kenapa lama sekali? Bagaimana jika mina kenapa-napa?.


Ku rengkuh tubuh lemah mina itu dengan erat dan air mataku bagaikan hujan deras yang mengandung banyak kesedihan. Ambulan datang membawaku juga mina menuju rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit mina langsung dilarikan ke UGD dan ditangani oleh pihak medis.


Seperginya mina keruangan itu aku tak kunjung tenang dan dihantui rasa takut. Bagaimana jika mina kenapa-kenapa?.


Aku mondar-mandir kesana-kemari tak bisa diam karena rasa takutku tak bisa mmbuatku hanya duduk saja menunggu hasil.


Orang-orang sudah menatap aneh kearahku namun aku sudah tak perduli karena mina adalah yang terpenting saat ini.


Aku pun merogoh sakuku menemukan secarik kertas yang kutemukan dimeja rumahnya tadi. Aku duduk lalu mulai membacanya.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Maafkan aku yang selalu memberi mu luka.


Maafkan aku yang tak pernah bisa berguna untuk mu.


Aku mencintaimu mas, maafkan aku sudah membuatmu kecewa dan sudah mengatakan hal mengerikan itu.


Aku hanya tak ingin memberikan luka yang lebih parah lagi karena aku adalah gadis pembawa sial mas, setiap orang yang aku sayangi terluka karena ku, ibuku meninggal saat hari ulang tahunku, ayahku meninggal karena aku dan aku tak ingin mas mengalami hal yang sama dengan mereka.


Lebih baik kita akhiri saja mas semua ini.


Mas pasti akan bertemu dengan perempuan yang lebih baik dan juga pintar lebih dari aku mas.

__ADS_1


Aku harap mas berbahagia,aku bersyukur pernah diberi kesempatan merasakan rasanya dicintai oleh mu mas.


Terima kasih mas.


Maaf dan aku mencintaimu ❀.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Aku sudah tak kuasa lagi menahan tangisanku saat membaca kata demi kata dalam surat peninggalan mina itu.


"Tidak,,,aku tidak akan menemukan gadis sebodoh kamu lagi."air mataku mengalir deras saat mengingat mina yang selalu bertingkah polos dan ceroboh itu.


"Bagaimana aku bisa menemukan gadis bodoh lainΒ  lagi, aku hanya ingin kamu sayang." Aku sungguh tak ingin menerima surat ini. Aku tak mau mina pergi.


"Aku tak ingin kehilangan kamu sayang, aku mohon berahanlah." Ku genggam erat surat itu sembari menangis menahan sesak yang semakin kuat dalam dadaku. Sungguh aku sangat takut mina akan pergi meninggalkan ku.


"Bertahanlah sayang." Aku masih menangis diam dalam hatiku sangat ingin berteriak.


Ku lihat sekilas casing hp yg mina berikan itu. Hingga lagi-lagi aku tak bisa menahan tangisanku ini.


Semua tentang mina terputar dalam ingatan ku. Seolah kami akan benar-benar berpisah untuk selamanya.


Bagaimana jika mina tak bisa bertahan? Bagaimana jika mina pergi? Aku tak mau kehilangannya. Sungguh!.


"Kenapa lama sekali sih? Padahal sudah berjam jam lamanya, bagaimana jika terjadi sesuatu." Aku terus saja dihantui rasa takut. Takut mina tak akan bisa diselamatkan.


"Tidak,, tidak,, istriku adalah gadis yang kuat dia pasti bisa bertahan, aku yakin dia akan baik baik saja, bertahanlah sayang."menguatkan dan meyakinkan diriku bahwa mina akan baik-baik saja bagaimana pun itu. Karena mina adalah gadis kuat yang sangat kuat, dia tidak akan semudah itu untuk menyerah.


Aku terus saja dihantui rasa takut mina tak akan membuka matanya lagi. Bagaimana jika aku benar-benar kehilangan mina? Bagaimana aku akan hidup tanpa nya? Bagaimana aku akan bertahan hidup jika tak ada ia? Aku sungguh tak ingin kehilangan istriku yang sangat kusayang itu. Aku menyesal telah gagal menjaga nya hingga ia berakhir memilih jalan ini. Aku yang salah disini. Aku yang salah karena sudah membuat ia menderita selama ini. Aku memang bukan suami yang baik untuk nya. Aku hanya memberikan ia luka dan luka setiap saat, apakah aku akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki semuanya lagi? Aku sungguh ingin membahagiakan ia.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YAH❀


__ADS_2