Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
116.Keputusan terbaik (S2)


__ADS_3

❄Selamat membaca❄


    Setelah itu kami pun duduk diatas balai setelah mendapatkan perintah dari ibu dan bapak. Sampai diatas balai pun mina masih sesegukan karena menangis tadi. Aku tersenyum sembari mengelus pelan surai hitamnya.


"Udah yah sayang, ibu jadi mgkn enak nantinya. " Mina mengangguk tapi tetap saja ia sesegukan karena menahannya.


"Ternyata yg nak astan ceritakan benar pak,istrinya sungguh cantik dan juga cengeng hahahah."ibu dan bapak tersenyum sedang mina langsung merasa malu setelah mendengar itu langsung dari ibu.


Aku memang selalu menceritakan kekhawatiran ku dulu termasuk salah satunya adalah mina itu sangat cengeng hingga membuat ku ingin segera sembuh dulu.


"Nak astan setiap hari bercerita kepada ibu dan bapak tentang kamu nak,katanya dia khwatir kalau kamu akan terus menangis disana karena kamu cengeng sekali."ibu Lagi-lagi berbicara seperti itu hingga membuat mina menunduk malu. Aku tersenyum melihat itu.


Ku lihat ia melihat lihat kearah mobil juga kearah yang lain seperti sedang mencari sesuatu"oh iya, Alfa mana? "


"Alfa tidur dimobil buk, takut ngerepotin. Padahal tadi dia yang paling semangat mau ketemu sama ibu dan bapak."mina mengatakan nya setelah ia sudah benar-benar relax saat ini.


" Yahh padahal ibu dan bapak ingin bertemu dengan nya. "Ibu sedikit kecewa karena tak bisa bertemu dengan alfa.


Aku tersenyum" Sebentar lagi juga bangun buk, ia sudah lama tidurnya. "Aku tersenyum dan ibu langsung mengangguk mengerti.


"Oh iya buk,Aku kembali ke sini untuk menanyakan kembali pertanyaan ku sebelumya." Aku kembali menanyakan perihal ajakan ku untuk membawa ibu juga bapak kekota untuk tinggal disana. Aku Sungguh berharap besar dengan itu, karena mereka juga sudah mulai lanjut usia, aku semakin khawatir dengan kesehatan mereka. Kalau mereka ikut aku ke kota aku bisa mengawasi mereka termasuk kesehatan.


"Nak, bagaimana pun nak bersikeras ingin membalas budi dengan meminta bapak dan ibu tinggal bersama kalian, kami tetap memilih tinggal disini karena tempat ini merupakan tempat yang begitu bersejarah bagi kami.Merawat nak astan adalah ke sukarelaan kami nak. Tidak ada niat lain di dalamnya termasuk ingin menerima perlakuan mewah dari kalian."ibu dan bapak tersenyum kearah kami.

__ADS_1


Aku tidak bisa berkata-kata lagi. Aku sangat ingin mereka ikut tapi tidak ingin memaksakan kehendak yang sudah mereka pilih.


" Aku dan mas astan hargain keputusan ibu dan bapak, kami tidak berniat memaksa buk. Hanya saja sampai kapanpun tawaran kami tetap berlaku buk, dan kami akan terus datang untuk berkunjung kesini.Mari menjadi keluarga. "Mina tersenyum memegang tangan ibu juga bapak dan dibalas anggukan juga senyuman pada mina.


Seperti dugaan ku juga, mina tau harus berbuat apa disaat seperti ini. Aku bahkan tak kepikiran untuk mengatakan itu.


" Aku tidak tau bagaimana caraku untuk menunjukkan rasa syukur dan Terima kasih ku pada ibu dan bapak karena sudah mau merawat mas astan hiks,,, diantara banyak nya orang yang memanfaatkan hilangnya mas astan ternyata ada orang berhati mulia seperti kalian hiks,, aku sungguh berterima kasih buk, pak."mina lagi-lagi menangis tak bisa menahan air matanya karena rasa syukur nya atas keselamatan ku.


Aku tersenyum dan tertawa ringan yang diikuti oleh ibu juga bapak"Hahaha benar kan buk. Dia memang sangat suka menangis."ku acak rambutnya lalu menghapus air matanya yang selalu turun itu. Aku sengaja meledaknya agar ia tidak terlalu sedih.


Mungkin karena malu kami ledekin ia langsung menghapus air matanya dan melihat kesempatan kearah ku yang hanya tersenyum melihat nya.


" Seorang gadis yang mudah menangis itu adalah gadis yang penuh dengan kasih sayang. Ibu dulu juga sangat mudah menangis."bapak berkata hal yang sangat benar karena mina itu berhati lembut.


Setelah kami berbincang cukup lama alfa terbangun dan bermain dengan kakeknya diatas balai itu.


Sedang aku dan mina sedang membantu ibu untuk mengambil beberapa sayuran yang sudah siap petik itu.


"Harusnya kalian tidak usah ikut nak, ibu jadi merasa tidak enak. " Ibu


Aku menggeleng begitu juga dengan mina. Jujur saja, ini sangat menarik untuk dilakukan.


"Akan sangat disayangkan buk kami tidak ikut, ini sangat menyenangkan untuk dilakukan. Aku dan mas astan senang buk melakukan nya. " Mina dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah nak, ibu kedalam dulu yah mengembalikan keranjang yang sudah penuh ini dan mengambil keranjang baru lagi. " Aku mengangguk setuju begitu juga dengan mina.


"Sayang, liat kesini bentar deh. " Aku menyentuh bahu mina yang sedang fokus memetik beberapa sayuran itu.


Ia pun mulai melihat kearahku dan aku langsung menyambar bibirnya itu. Kulu*mat pelan dan langsung kulepas sehingga ia langsung kaget bukan main karena ulahku itu.


Ia yang awalnya masih belum sadar karena kaget kini menatap kesal kearahku"ihh mas, nanti ibu liat gimana? Ngk sopan tau. "Ia memukul dadaku pelan hingga aku terbahak melihat wajahnya yang kesal sekaligus memerah itu.


" Tapi kamu suka kan? Ayo ngaku, kamu suka kan dengan ciuman mas tadi?."aku masih saja menggodanya hingga ia semakin kesal saja.


"Ihh mas jangan gitu dong, aku ngk suka yah digituin. " Ia terlihat kesal dan sedikit menjauh dari ku.


Aku mengikuti setiap langkahnya itu dan lagi-lagi ia menjauh karena kesal"Hahah iya deh sayang, mas minta maaf deh, sini deketan mas ngk bakal gitu lagi deh. "Ia dengan mudahnya luluh juga prcaya dengan kata-kata ku itu. Duhh imutnya dia.


Ia pun menurut dan mendekat kearahku. Lagi-lagi aku tak bisa berhenti menggodanya. Ku kecup pelan bibirnya lagi dan ku hisap sebentar hingga ia mendorong ku dan hampir saja jatuh keatas beberapa sayuran itu.


" Ibu, sini biar aku bantu membawa nya. "Ia langsung berlari meraih keranjang yang ibu bawa.


Ooh, jadi karena ibu yah ia melakukan hal tadi? Aku tersenyum merasa lucu dengan tingkah mina saat ini. Wajah nya sudah sangat merah kini karena merasa malu. Padahal tidak apa pun kami melakukan itu, toh kami sudah sah menjadi suami istri, maslah ibu akan melihat? Ibu juga pasti faham karena ia juga pernah muda dulu.


Aku dan mina juga ibu berjalan kearah balai karena sudah selesai dengan pekerjaan kami itu. Dan mungkin sebentar lagi kami akan pulang karena masih harus melewati perjalanan yang sangat panjang agar bisa sampai dirumah.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


jangan lupa yah like, komen dan vote❤.


__ADS_2