
...Hai para pembaca,maaf yah kalau kalian kurang puas sama ceritanya....
...Dan buat kalian yang minta up lebih banyak...
...Ini aku udah usahain triple update loh....
...Semoga pada suka yah😇...
...🔷🔷🔷🔷🔷🔷🔷🔷🔷🔷...
...Soundtrack//becauseofyou-moon taeil NCT (ost he is psycometric) //...
...Kenapa semuanya begitu membingungkan?...
...-mina-...
Entah apa yang membuat mas Astan sangat terburu buru pagi ini.
Semenjak ia bangun tidur dia tak mengeluarkan sepatah katapun dan lebih anehnya ia sendiri yang menyiapkan air untuk nya mandi,tak membangunkan aku dan berangkat kerja lebih awal dan sangat awal.
Apa terjadi sesuatu yah di kantor?.
Sudahlah Mina, saatnya bekerja setelah itu pergi menemui mas Alga untuk memperlihatkan hasil kerja kerasku semalaman ah tepatnya kerja keras kami berdua dengan mas Astan.
Aku tiba tiba tersenyum mengingat perlakuan mas Astan yang sangat lembut tadi malam, ia mengajariku dengan Sabar hingga aku faham.
Bahkan ia samapai ketiduran dilantai saat menungguku mengerjakan soal soal itu.
Ah jantungku berdegup kencang lagi hanya karena mengingat mas Astan.
Rasanya seluruh rasa sakit, takut ku hilang saat berada di dekat mas Astan.
Ahh sudahlah Mina(つㅅ・`)・゜, berhenti berhayal yang tidak tidak, sadarlah akan posisimu.
Aku memilih bekerja saja daripada harus menghayalkan mas Astan yang akhirnya aku sendiri yang akan terluka.
Aku membersihkan kamar mas Astan dengan sesekali bersenandung lagu lagu yang aku ketahui.
Setelah itu mencuci dan memasak beberapa jenis makanan yahh sebenarnya sih makanan yang aku masak itu adalah sebagai pajangan saja.
Aku pernah sudah tidak tahan selalu membuang makanan makanan itu kedalam tong sampah karena mas Astan tak akan pernah memakannya bahkan menyentuhnya saja ia enggan.
Jadi aku memilih tidak memasak saja karena rasaku itu terlalu buang buang duit saja, namun siapa sangka mas Astan semarah itu dan berkata kalau aku malas dan tak becus dalam bekerja.
Jadi daripada mas Astan menjadikan itu sebagai alasan untuk memarahi ku lebih baik aku memasak saja.
Setelah seluruh pekerjaan rumah selesai aku berjalan riang dan semangat menuju post security.
Mas Alga tersenyum melihat kedatangan ku.
"Pagi mas Alga," Ucapku tersenyum kearahnya dan dibalas anggukan olehnya.
"Bagaimana?apa soal yang mas berikan sudah selesai kamu kerjakan?" Tanya mas Alga.
Aku dengan semangat mengangguk dan memberikan nya kepada mas Alga.
Aku tidak sabar sekali melihat hasilnya bagaimana yah?.
Mas Alga masih memeriksa dengan teliti dan cermat.
Aku melihat senyuman dari bibir mas Alga, bisa aku tebak ini pasti tentang kebaikan.
__ADS_1
"Ba,, bagaimana mas? " Tanyaku tidak sabar.
Mas Alga tertawa ringan "sabar,, sabar hehehe."
Bagaimana bisa aku sabar,aku ingin tau berapa nilai yang aku dapatkan dari hasil pengajaran mas Astan.
"Hasilnya sangat sempurna sekali,kemarin kamu tak bisa menjawab satupun peryataan tapi sekarang satupun pertanyaan tidak ada yang salah, sungguh perubahan yang pesat sekali," Puji mas Alga.
Aku tersenyum lagi lagi mas Astan yang memenuhi pikiran ku saat ini.
Senyumannya semalam sangat indah sekali.
Suaranya juga sangat nyaman sekali.
Begitu juga pandangan dan sorot matanya sangat meneduhkan hati.
Kenapa lagi lagi hanya dengan memikirkan mas Astan aku kembali merasakan getaran dalam diriku.
"Bagus sekali,," Tiba tiba aku merasakan elusan mas Alga pada kepalaku.
Dan bodohnya yang aku lihat saat ini adalah mas Astan,kenapa malah mas Astan yang aku bayangan sedang mengelus kepalaku sambil berkata demikian.
Aku tersenyum.
"Baiklah karena kamu menjawab soalnya dengan benar kamu boleh minta hadiah sebagai gantinya dari mas," Ucapan mas Alga membuatku kaget.
Kenapa dia baik sekali sih kepadaku? Sudah mau mengajari dan mau berteman dengan ku sekarang ia bahkan mau memberiku hadiah.
"Beneran nih mas?kenapa mas baik sekali sih kepadaku?" Tanyaku dengan heran.
"Orang yang berusaha dengan keras harus mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan kerja kerasnya,jadi kamu memang pantas mendapatkan hadiah itu," Ucap mas Alga.
Aku Menggeleng, bagiku itu sangat berlebihan sekali,aku bahkan belum melakukan apapun yang menguntungkan mas Alga, sejak bertemu dengannya aku hanya sebagai pihak yang selalu menerima tanpa pernah memberi.
"Tidak usah mas,rasanya sangat tidak pantas kalau aku mendapat hadiah hanya karena aku menjawab soal soal itu dengan benar,terimakasih mas sudah mau berbaik hati kepadaku dan mau mendengar setiap kata yang aku ucapkan," Aku memegang tangan mas Alga dengan lembut dan tersenyum kearahnya.
Alga bingung dengan perasaan nya sejak bertemu dengan mina.
Sejak pertama Melihatnya, wajahnya seakan berkata bahwa ia kesepian,ketakutan dan butuh teman
Tapi akhir akhir ini matanya memancarkan aura positif dan menandakan kalau ia sudah mulai bahagia
Mas alga memandang kearah ku dengan seksama.
"Ehh maaf mas," Ucapku melepaskan tanganku yang lancang memegang tangannya.
Entah kenapa aku merasa sangat dekat dengan mas Alga, dan merasakan seakan aku memiliki seorang abang yang sangat perhatian seperti mas Alga.
Andai aku bisa lebih lama berteman dengan mas Alga, tapi mengingat mas Alga hanya sedang bercuti dari kuliah.
Bisa jadi sewaktu waktu mas Alga akan pergi.
Aku bersyukur setidaknya dipertemukan dengan mas Alga.
"Baiklah kalau kamu menolak meminta hadiah, tapi mas harap kamu tidak menolak ini,mas ikhlas memberikan itu kepada mu." Mas Alga memberikan sebuah coklat bertuliskan silver queen.
Mau tak mau aku harus menerima itu,terlalu sering menolak juga bisa bisa membuat mas Alga kecewa.
"Terima kasih mas,aku tak tau harus bagaimana membalas kebaikan mas," Ucapku tersenyum.
Mas Alga tersenyum juga"Cukup kamu tersenyum mas sudah menganggap nya lunas,"ucapnya lagi lagi mengelus surai hitamku.
Kenapa dia manis sekali sih, sungguh seorang kakak yg baik.
__ADS_1
Sementara Astan dikantor merutuki kebodohannya telah berbuat hal bodoh semalam dengan Mina.
"Bodoh kamu astan bodoh,,ingat misimu menikah dengan gadis sialan itu, kenapa malah berbuat baik kepadanya?berhenti bersimpati dengan anak pembunuh itu, buat dia menderita lebih dari rasa sakitmu saat kehilangan Dyva." Astan bergumam sambil memukul meja dengan keras.
Namun Astan malah melihat bayangan bayangan wajah tersenyum Mina sambil memanggilnya.
Mengingat wajah Mina yang hanya diam saat ia mencium dan menghisap bibirnya.
Kepolosan Mina memang membuat dia terlihat imut dan lucu.
Tak jarang Astan tak tahan melihat tingkah polos Mina,apalagi saat berbicara bibirnya berkali-kali membuat kesadaran astan hampir hilang.
"Apa yang aku pikirkan?berhenti sekarang astan!!jangan pernah jatuh kepada gadis hina itu!!bagaimana pun kamu harus selesai kan dendam mu hingga kamu merasa puas." Astan lagi lagi menghilangkan rasa simpati dalam dirinya.
"Menyiksa,membuat menderita, dan membuatnya memohon adalah tujuan utama menikahi nya" Astan tersenyum licik.
17.45pm
Kenapa mas Astan lama sekali sih?padahal aku sudah menunggu dari tadi.
Aku ingin memberikan coklat ini kepada mas Astan,karena menurutku mas Astan lah yang pantas menerima ini, kalau saja mas Astan tak mengajariku aku tak akan mengerti sama sekali.
"Ahh sudah datang." Aku langsung berdiri didekat pintu menunggu mas Astan yang berjalan masuk kerumah.
"Selamat datang tuan!! " Ucapku tersenyum.
Kenapa aku merasa sangat senang saat melihat wajah mas Astan, padahal mas Astan malah melihatku dengan sinis.
"Saya ada sesuatu untuk tuan," Ucapku tersenyum
Mas Astan berhenti melangkah dan melihat kearahku.
Aku langsung berjalan mendekat kearah mas Astan"Ini tuan,mas Alga memberikan ini kepada saya,tapi saya rasa tuanlah yang pantas menerima ini,tuan yang telah mengajari saya, "ucapku tersenyum.
Mas Astan malah memandangi ku dengan pandangan nya yang dingin itu.
Apa mas Astan kembali lagi yah kesifat aslinya.
Mas Astan mengambil coklat itu dan langsung aku balas dengan senyuman.
Namun senyumku langsung luntur saat mas Astan dengan teganya membuang coklat itu dan menginjak-injak nya dihadapanku.
" Tu,, tuan,, kenapa tuan menginjak nya? "Ucapku kecewa dan berjongkok mengambil coklat yang telah lembek dan hancur itu.
" Berhenti bersikap konyol dihadapan saya,saya tidak ada waktu untuk meladeni sikap bodoh dan kekanan kamu itu,dan seingat saya, saya tidak pernah mengajari kamu,"ucapnya dengan kasar dan menaiki tangga menuju kamar.
Aku terduduk dilantai memandangi coklat yang telah hancur itu.
Apa yang mas Astan katakan?seingat dia tidak pernah mengajariku?lantas yang terjadi semalam apa? Apa aku sedang bermimpi?.
Mina Mina,kamu langsung kegeeran saat mas Astan hanya sedikit bersikap lembut padamu.
"Setidaknya mas Astan pernah memperlakukan ku layaknya manusia." Aku tersenyum padahal dalam hatiku terasa sangat sakit.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Duh duh duh
Jadi bingung sama astan.
🔷🔷jangan lupa vote dan komen yah tayang tayang 🔷🔷
__ADS_1
♦♦jangan lupa follow author yah♦♦
Laffyouall buanyak buanyak ❤