
Soundtrack//mermaid-gfriend//
Tak ada yang bisa menebak rasa karena ada yang lebih tau dan maha membolak-balikan hati manusia.
-mina-
Aku menunggu disofa sejak tadi, sedang alfa sudah nyenyak tidur di kamar,padahal baru jam 07.15 pm.
Memang saat saat seperti ini, anak anak berusia seperti alfa kebanyakan tidur.
Mataku juga ikut berat menunggu Mas alga disofa.
Terbangun dan kemudian tidur lagi.
"Khemm"
Cup,,,
Mataku yang awalnya berat saat mendengar suara deheman sembari sebuah kecupan sedikit lama di bibirku langsung jreng.
Mas astan sudah berjongkok dihadapan ku, wajah kami sangat dekat saat ini.
"Duhh ngantuk yah sayang? Kenapa ngk tidur aja dikamar?"
"Nungguin Mas pulang" Aku menyuruh Mas astan duduk disamping ku.
Mas Astan pun menurut duduk lalu akupun membuka jasnya begitu juga dengan dasinya.
"Alfa dimana sayang? " Mas astan meletakkan jam tangan nya diatas meja.
"Udah bobok Mas dari tadi,bobok mulu dia hehehe"
Mas astan mengangguk saja dengan membuka kancing kemejanya.
"Mas mau langsung mandi aja? Biar aku siapin air hangat, soalnya dingin kalau mandi air dingin"
Aku bangkit berdiri namun ditarik oleh Mas astan hingga aku jatuh tepat dipangkuan Mas astan.
Ia menarik kedua tangan ku lalu mengalungkan nya di lehernya sendiri.
"Kenapa Mas? " Aku menatap bingung ke arah Mas astan.
Ia terdiam dan menatap wajahku lekat lekat.
Kenapa sih Mas astan ini?.
"Aku siapin air yah Mas" Aku hendak bangkit namun ditahan lagi dan sekarang malah tubuh kami sangat dekat bahkan rapat sekali.
"Kenapa sih Mas? Aku nanya malah diam terus liat liat gitu, aneh banget"
Aku melihat kearah lain karena salah tingkah saat ditatap lekat gitu.
"Lagi ngisi baterai sayang, sedari tadi dikantor Mas tuh kangen banget terbayang mulu wajah imut ini, jadi sekarang mau liat liat lagi biar kangennya ilang hehehe"
Dasar kang ngerdus.
"Bisa aja kamu Mas, udah yah ngisi baterai nya nanti aja, Mas mandi dulu keburu tengah malem"
Mas astan memelukku erat dan mengelus punggung ku lembut.
"Duhh sehari aja ngk jumpa sama kamu udah buat Mas Kangen setengah mati sayang"
Aku tertawa ringan "Aku juga kangen mas, bukan cuma Mas doang"
Mas astan melepaskan pelukannya lalu mencium bibirku berkali-kali seperti tadi pagi.
Cup,,,
Cup,,,
Cup,,,
"Ihhh Mas udah dong,, mphhh"
Bibirku di*lu*mat oleh Mas astan dengan nikmat.
Ia juga menghisap dan mengu*lum besar bibirku.
Aku hanya pasrah dan membalas ciuman Mas astan itu.
"Buka kemeja Mas yah"
__ADS_1
Aku menurut saja melepaskan satu persatu kancing kemeja Mas astan.
Setelah itu Mas astan mengangkat tubuhku menaiki tangga dengan kondisi masih saling menghisap bibir satu sama lain.
Aku hampir kehabisan nafas dan memukul dada Mas astan agak keras.
Mas astan mendudukkan aku dianak tangga paling tengah dengan keadaan dia sedikit membungkuk.
"Ayo dong sayang ciuman lagi sebelum mas mandi nih, mumpung anak kita lagi bobok"
Aku pun mengalungkan tangan ku dileher Mas astan lalu meraup bibir Mas astan dengan pelan namun dapat aku lihat Mas astan menutup mata menikmati itu.
Jujur, aku juga merindukan momen momen seperti ini dengan Mas astan.
Mas astan membuka pintu dengan pelan takut alfa terbangun karena mendengar pintu terbuka.
Mas astan membaringkan aku diatas tempat tidur lalu dengan cepat ia menciumi leherku dengan menyisakan beberapa tanda merah bahkan sampai di dadaku.
Mas astan membuka kancing bajuku lalu menarik keluar si kembar itu.
"Kamu tau tidak sayang? Saat alfa melakukan ini Mas cemburu terus pengen juga"
Mas astan mengulum pu*ting sebelah kanan ku dan menghisap nya juga sama seperti saat alfa sedang menyusu.
Dan rasanya sama sama geli, cuma bedanya Mas astan sedikit sakit karena ia terlalu lahap.
"Udah dong,, akhhh,, udah Mas, mandi gih"
Aku menahan desahan ku saat Mas astan menggigit pelan put*ing ku.
Mas astan pun Bangkit dan membenarkan pakaian ku.
"Nanti kita sambung yah sayang, Mas bakal cepat kok mandinya"
Apa apaan dia? Nanti kapan? Aku sudah sangat ngantuk.
"Kamu tunggu Mas datang yah, bersiaplah malam ini Mas mau enam ronde biar kita buat adek untuk alfa si kembar enam hehehe"
Bulu kuduk ku merinding mendengar bisikan Mas astan.
Mimpi kamu Mas, orang setelah ini aku langsung tidur hahaha.
Setelah itu aku langsung menarik selimut untuk tidur.
Tanpa alasan aku sangat merasa lelah hari ini.
Baru beberapa menit aku mulai terlelap aku merasakan sebuah dekapan dari belakang tubuhku, siapa lagi pelakunya kalau bukan Mas astan.
"Hmmm kamu tega sekali sih sayang,main tidur aja" Mas astan berbisik ditelinga ku.
Bagaimana aku bisa tidur kalau ia berbisik begitu?.
Aku berbalik menghadap dada bidang Mas astan.
Aku masih teringat dengan kejadian dimana Mas alga melamarku sore tadi ditaman.
Aku sampai sekarang masih merasa bersalah kepada Mas alga, tanpa niat lain aku hanya merasa tak pantas saja membuat Mas alga terluka mengingat semua kebaikan dia padaku.
"Kenapa hmmm? " Mas astan mencium kening ku.
Aku menggeleng "ngk kok Mas"
Mas astan mengelus rambutku"terlihat sekali ada sesuatu yang mengganjal dalam benakmu, apa itu sayang?"
Apa aku kasih tau Mas astan saja yah?.
Takutnya dia malah salah faham nantinya.
"Hmmm gini Mas, tapi Mas janji jangan marah atau apapun itu yang berhubungan dengan emosi? " Aku harus antisipasi terlebih dahulu.
Mas astan mengangguk "Mas sih iya iya aja asal bukan disuruh kencan lagi hahahaha"
Masih saja sempat menyindir aku yang pernah mengatur jadwal kencan untuk Mas astan.
"Ihhh aku serius Mas" Kesalku memukul bahu mas astan yang menertawakan aku.
"Gini Mas, Mas tau kan Mas alga? Di,, "
"Dia gangguin kamu yah?" Mas astan memotong pembicaraan aku.
"Iss denger dulu Mas aku ngomong, kebiasaan suka motong motong"
__ADS_1
Mas astan malah nyengir tidak jelas.
"Mas alga tadi sore datang kesini"
"Kan emang biasanya dia suka datang kesini bantuin pak umar, apa salahnya dia datang? Dia gangguin kamu yah sayang? "
Aku terdiam saja melihat Mas astan dengan wajah kesal.
"Hahahah yaudah aku janji ngk motong omongan kamu lagi sayang, emang alga kenapa? "
"Mas alga tadi ngelamar aku Mas"
Mas astan tak bergeming awalnya, namun setelah itu dia pun mengangguk.
"Terus,,,? "
Hah? Terus? Dia ngk cemburu gitu kalo istrinya dilamar orang lain.
"Hah? Terus doang nih Mas? Mas ngk marah atau cemburu gitu? "
Mas astan menggeleng"Biasa aja tuh"
Ah sudahlah,,,
Aku menarik selimut menutupi tubuhku keseluruhan.
Sebal dengan tanggapan Mas astan.
Mas astan tertawa mencoba menarik selimut ku namun aku tahan.
"Hei,, kamu berharap Mas marah gitu?ayolah"
"Bodo amat Mas, harusnya tadi aku Terima aja lamaran Mas alga terus bawa alfa"
Teriakku dari dalam selimut itu dengan kesal.
Mas astan membuka selimutku itu dan menindih tubuh kecil ku.
"Karena Mas tau kamu akan melakukan itu, untuk apa Mas marah ataupun cemburu sedangkan Mas tau bagaimana istri Mas akan bijak melakukan itu"
Mas astan mengecup bibirku dengan nikmat dan lembut.
Aku jadi berdebar mendengar ucapan Mas astan padaku.
Aku membalas ciuman Mas astan yang saat ini berada diatas tubuhku dengan bertumpu tangan dan lututnya sendiri.
Cup,,,
Cup,,
Mas astan mengecup berkali-kali bibirku tanpa henti.
"Mas tau kamu benar-benar mencintai Mas seperti Mas mencintaimu sayang, jadi Mas percaya kamu tau apa yang harus kamu lakukan saat mendapati hal seperti itu, sudah lama Mas tau kalau alga punya rasa lebih padamu sejak dahulu" Mas astan memutar tubuhku yang tadinya dibawah tindihannya kini berada tepat diatas tubuhnya.
Aku mengeryit heran.
Sejak kapan Mas astan tau? Aku sendiri tidak tau itu.
"Sejak kapan Mas tau?aku saja tidak tau Mas" Bingung ku.
Mas astan tertawa sambil men*ci*pok bibirku besar.
"Sudahlah tak perlu lagi dibahas sayang, kita lanjutkan saja yang tertunda tadi mumpung alfa ngk rewel"
Mas astan menarik selimut untuk menutupi tubuh kami dan Mas astan langsung melanjutkan aksinya disana.
Membuat aku semalaman mendesah panjang dan tak bisa diam karena ulah Astan astan.
Untung saja alfa tidak terbangun karena ulah kami berdua.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Wkwkwkwk astan emang yah nafsuan selalu kalau liat mina.
🔷🔷jangan lupa like komen yah cuyung 🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga biar nambah temen ♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan 🖤
__ADS_1