Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
16.sial(S2)


__ADS_3

❄selamat membaca❄


    Gadis sialan ini masih saja menangis lepas dalam pelukan ku. Tunggu kenapa aku diam saja membiarkan dia menangis didada bidang ku? Kenapa sebenarnya diriku ini?.


Sret,


Dengan kasar aku mendorong tubuhnya yang masih terlihat lemah itu. Aku tak ingin luluh bagaimana pun itu. Harusnya tangisannya adalah kebahagiaan bagiku kenapa aku malah bersimpati padanya? Menjengkelkan sekali.


Dia terlihat bingung kenapa aku tiba-tiba melepaskan pelukan itu dan dengan kesal aku bangkit meninggalkan nya lalu menutup pintu kamar dengan keras.


"Sialll,,,apa yang sedang kulakukan tadi?"Aku merutuki kebodohan ku karena sudah gila memeluk mina saat menangis tadi. Bodoh sekali bukan? Aku membuat ia menangis dengan tujuan untuk balas dendam dan aku memeluknya untuk menenangkan? Sungguh tidak sinkron sekali. Memangnya aku ABG yang baru saja kasmaran apa? Ayolah astan kamu harus konsisten dengan niat awalmu jangan sampai lengah hanya karena merasa kasihan. Karena tak ada ada yang mengasihani mu karena sudah kehilangan satu-satunya hal yang paling berharga untuk mu.


Harusnya aku bangga karena berhasil membuat ia sengsara. Karena tujuan utama menikah dengan nya adalah agar aku leluasa menyiksa, menghina dan melakukan apapun padanya.


Tapi kenapa aku malah luluh hanya karena ia menangis? Berarti pertahanan ku masih kurang keras. Aku harus semakin memperkokoh tujuan ku jangan sampai aku yang jatuh nantinya.


"Bodohhh,,,jangan pernah bersikap lunak dengan wanita ja*Lang itu."aku merasa sangat kesal dan memilih berbaring saja diranjang saat ini. Sungguh pusing sekali.


Bagaimana lagi yah aku harus menyiksa gadis sialan itu? Aku harus memikirkan cara-cara untuk membuat hidupnya seperti dineraka.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan memperlihatkan gadis sialan itu yang berjalan terseok-seok karena luka di kakinya. Aku tak akan pernah lagi merasa kasihan padanya. Lihat saja gadis sialan.


"Tuan,ada yang perlu saya lakukan?"tanya nya dengan lemah.


Apa yah yang harus kulakukan untuk mengerjainya ah sekalian membuat ia kesusahan saja.


"Jam berapa sekarang?"tanyaku dan matanya sangat cepat melihat kearah dinding" Jam 12 malam tuan,"ucapnya cepat.

__ADS_1


"Saya belum mandi malam ini gara gara kebodohan mu,dan juga sudah tak mungkin lagi untuk saya mandi untuk jam segini,sama saja saya cari penyakit,saya tidak bisa tidur jika tubuh saya masih lengket."kita lihat apakah gadis bodoh ini akan tahan dengan ini. Sepertinya akan sedikit menyenangkan bermain-main dengan nya.


"Jadi,,maksud tuan bagaimana? saya tidak mengerti tuan."dasar yah mungkin otaknya memang sangat bermasalah. Sudah sangat jelas aku minta ia mencari cari bagaimana caranya agar aku tidak kegerahan tanpa harus mandi. Apa yang tak ia mengerti dari kalimat itu?.


Aku menghela nafas dengan kasar tidak lupa dengan decapan dari bibir ku"Dasar bodoh!!otakmu berfungsi tidak sih?Atau jangan jangan kamu terlahir tanpa otak?Pikirkan bagaimana cara saya agar bisa tidur,pikirkan bagaimana agar tubuh saya tidak berkeringat begini tanpa harus mandi."aku mencoba menahan emosiku saat menghadapi nya karena hanya aku yang akan dirugikan disini.


Ia terlihat berpikir sangat keras padahal otaknya benar-benar sudah tak berguna sudah losdol mungkin hahaha. Dasar otak udang. Udang saja lebih baik darinya.


"Se,, sebentar tuan,"ucapnya berjalan terseok-seok mengambil handuk berukuran sedang dan ember berisi air. Akhirnya dia mengerti juga maksud ku. Kenapa tidak dari tadi saja sih?


Setelah mengambil semua peralatan itu ia terlihat kebingungan lagi. Mati saja sana. Sangat mudah sekali sih kebingungan, apa aku akan mati muda yah kalau berhadapan terus dengan gadis bodoh ini.


"Eugh,,,tuan,, bagaimana cara saya mengusap tubuh tuan Kalau tuan masih mengenakan pakaian?"ia bertanya dengan wajah polosnya itu. Ingin sekali aku menendangnya saat ini. Niatnya aku ingin membuat ia kesusahan malah aku yang kesal sendiri. Dasar setan.


"Pikirkan dengan otak udang mu itu."kutunjuk dahinya dengan telunjuk ku.


Aku sudah merasa naik pitanya sekarang namun ia tiba-tiba bangkit berdiri mendekat kearahku dengan sedikit gemetar juga takut-takut. Apa dia sudah mengerti maksud ku? Harus yah aku emosi dulu baru ia mengerti?.


Ia perlahan membuka satu persatu kancing baju kemeja yang kini ku kenakan itu. Ia gemetaran sekarang mungkin karena aku juga menatap tajam mengawasi pergerakannya itu.


Kenapa melihat wajah takutnya malah membuat aku sedikit tegang? Jangan sampai aku sendiri yang termakan umpan ku ini.


Seluruh kancing bajuku sudah terbuka dan ia Lagi-lagi terlihat bingung. Bingung lagi bingung lagi. Dasar queen of bingung.


Setelah kebingungan yang ia alami ia lagi-lagi faham tanpa sebab. Ia mendapat ilham atau apa sih? Setelah bingung langsung faham.


Ia mendekat kearah ku mungkin karena ukuran tubuhnya yang kecil ia sedikit kesusahan untuk menarik kemeja yang masih menempel di tubuhku.dan saat ini ia sudah seperti memeluk tubuhku.

__ADS_1


Dadanya bergesekan dengan bahuku. Aku dapat merasakan dengan jelas dadanya itu. Aku sudah mulai hilang akal sekarang jangan bilang aku merasa tegang hanya karena gadis SMA yang berukuran minimal seperti nya, ooh bukan gayaku sama sekali. Banyak sekali yang mendekati ku dan mereka semua cantik bak dewi namun aku tolak dan aku bereaksi hanya karena anak ingusan seperti dia? Jangan bercanda kamu astan.


"Jadi memang benar kalau kamu itu sudah sering melakukan ini? Sangat ahli sekali,sudah berapa banyak pria yang kamu perlakukan seperti ini?"ucapku tepat ditelinga nya hingga ia kaget dan bibirnya sedikit terbuka dihadapan ku. Lagi-lagi mataku hanya berfokus pada bibir nya.


Ia tak menjawab dan hanya diam saja melanjutkan pekerjaan nya. Dasar gadis dungu.


Ia memasukkan handuk itu kedalam ember dan meremas air handuk itu. Ia mendekat kembali ke arah ku lalu dengan tangan penuh gemetar ia mengusap tubuhku dengan handuk itu.


Aku memperhatikan wajahnya yang sedikit memerah itu. Matanya bergerak-gerak gusar dan sedikit menundukkan wajahnya.


Ia masih saja fokus dengan mengusap area perutku, dada hingga bahuku dan karena ia terlalu gugup ia tak sengaja menyenggol ember itu hingga ia hilang keseimbangan dan jatuh tepat di dadaku.untung saja aku menahan tubuhku kalau tidak kami pasti sudah bertindihan diatas ranjang.


Aku semakin merasa sedikit kepanasan. Aku dapat merasakan dadanya tertekan padaku. Astaga astan kenapa kamu terdengar sangat mesum sekarang?.


"Modus mu hebat juga yah?begini yah caramu menggoda pria? sayangnya itu tak berhasil untuk ku."dan aku yang heboh sendiri padahal aku tau ia tak sengaja tadi. Aku yang labil atau gimana sih? Tolong di klarifikasi yah pembaca.


"Dasar wanita ja*lang,jangan sesekali berniat menggoda ku,bersihkan semua ini, menjengkelkan saja."aku mendorong tubuhnya hingga jatuh ke lantai yang sudah basah itu karena air yang diember tadi tumpah sebagian.


Setelah mengatakan itu aku buru-buru ke kamar mandi. Berlama-lama disana aku tak akan bisa mengendalikan diriku lagi.


"Siapkan baju ganti untuk saya,karena kebodohan mu saya harus mandi saat ini,"ucapku dengan kasar menutup pintu kamar mandi.


Dasar gadis kurang ajar gara-gara dia aku harus menuntaskan diri di dalam kamar mandi.


BERSAMBUNG...


yang nafsuan sape yang marah sape.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yah.


__ADS_2