
❄Selamat membaca❄
Aku dengan pelan memakai kembali pakaian ku untuk bergegas pulang.sudah 18.30pm.Aku sengaja pulang terlambat karena malas melihat wajah gadis bodoh itu.
Setelah sampai didepan rumah aku berjalan pelan menuju rumah.
"Tunggu!! Kenapa aku seperti ini?kenapa aku terasa seperti menghindari gadis bodoh itu setelah kejadian waktu aku menciumnya?"bingung ku karena merasa bodoh berjalan pelan tanpa sebab. Padahal ini adalah rumahku sendiri kenapa aku berlagak seperti seorang maling saja dengan berjalan mengendap-endap.
"Niat awalnya adalah untuk membuat dia menderita dan merasa sakit hati,kenapa malah aku yang terus terbayang bayang dengan ciuman itu dan dia bersikap biasa saja,bahkan untuk melihat dirinya saja aku merasakan getaran aneh dalam diriku sedang ia masih bisa tersenyum dan berbicara ini itu, ayolah astan kenapa kamu menjadi begini?jangan lengah jangan lalai,jangan sampai kamu sendiri yang jatuh bukan dia." Aku kembali menyakinkan diriku bahwa ciuman semalam bukanlah apa-apa. Kenapa masih mempermasalahkan nya sih? Gadis bodoh itu saja masih diam dan bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa. Kenapa aku harus repot memikirkannya?.
"Baiklah karena sudah terlanjur membuat dia seperti itu,mari lanjutkan permainan ini,sepertinya akan semakin menyenangkan dan sudah cukup beberapa hari ini aku memberikan kelonggaran dan kebaikan terhadapnya,mari kembali ke saat saat dimana ia pertama kali datang kerumah ini." Aku berjalan menaiki tangga dengan senyum smirk.
Aku ingin melihat sejauh mana ia bisa bertahan seolah tidak terjadi apa-apa, bagaimana ia bisa biasa saja dengan ciuman semalam? Apa ia memang semurahan itu yah? Baiklah mari lanjutkan permainan ini seperti nya sedikit menghibur.
Saat kubuka pintu kamar dengan pelan disana sudah ada gadis bodoh itu sedang duduk dibalkon sambil membaca buku yang aku sendiri tidak tau buku apa itu. Yang jelas buku itu bukanlah berasal dari rumah ini.
Apa aku terlalu santai padanya yah akhir akhir ini? Bisa bisanya ia bersantai sambil membaca buku seperti itu didalam rumah ini? Wahhh sudah mulai hebat yah.
"Mini! "Teriak ku dengan keras hingga ia yang awalnya membaca dengan tenang langsung terlonjak kaget dan berjalan menuju kearahku.
"Aa,, ada apa tuan?" Tanyanya dengan panik.
"Saya mau mandi, " Ucapku dengan tegas namun aku sendiri bingung kenapa aku malah melapor bahwa aku sedang ingin mandi saat ini? Aku kenapa sih akhir akhir inu.
__ADS_1
"Air sudah saya siapkan tuan, jadi tuan sudah bisa langsung mandi." Yahh padahal aku sudah berharap ia lupa menyiapkan air agar aku bisa menghukumnya namun apa ini? Aku tak akan membiarkan ini selesai dengan cepat. Aku sungguh ingin menghukum ia sekarang.
Dia yang awalnya berdiri tadi mulai berjalan menuju balkon.
"Wahhh siapa yang menyuruhmu pergi begitu saja?saya bilang saya mau mandi." Ulangku lagi namun aku sendiri bingung apa sebenarnya mauku berkata seperti itu padanya?.
Ia berjalan kembali kearahku dan berbicara pelan"Air sudah saya siapkan tuan,"ucapnya lagi. Sialan... Apa yang harus aku katakan yah agar ia kesusahan?.
"Saya lelah seharian bekerja,untuk bergerak saja saya merasa lelah, jadi cepat mandikan saya." Ia terlihat sangat kaget dengan permintaan ku itu. Aku sendiri merasa bingung dengan kalimat yang keluar dari bibirku ini. Kenapa sih dengan ku? Meminta ia memandikan aku? Sudah gila yah kamu astan!.
"Ta,, tapi tuan,bagaimana mungkin,"ucapnya mengelak tidak mau menyetujui perintahku itu. Karena melihat ia tak suka maka aku akan melanjutkan permainan ini. Karena kesusahan baginya adalah kesenangan bagiku.
"Kenapa tidak?bukankah tugasmu dirumah ini adalah segala perintah ku, bagaimana pun kamu harus bisa melakukan apapun yang aku perintah kan."ku tarik tangannya dengan keras menuju kamar mandi dan ia pun langsung menurut Saja walaupun aku sendiri merasakan kalau aura langsung berubah canggung saat sampai didalam kamar mandi.
"Ayo cepat,lihatlah jam sudah mulai larut,kamu tau kan malam ini sangat dingin?jadi jangan bersikap bodoh seperti itu,jangan sampai saya kedinginan." Aku sedikit mengeraskan suaraku hingga ia semakin gemetar saja. Kenapa sangat menyenangkan melihat ia benar-benar ketakutan seperti ini? Sungguh aku merasa sedikit terhibur.
Tangan kecilnya tergerak pelan dan gemetar mulai membuka satu persatu kancing kemeja putih yang saat ini melekat ditubuhku. Ia menunduk dan berkali-kali menarik nafas karena grogi.
Setelah kancing terbuka semua ia kembali gemetar saat hendak melepaskan kemeja itu dari tubuhku. Setelah terlepas ia letakkan bajuku itu didalam ember didekat pintu.
Setelah itu ia tak berani lagi untuk bergerak lebih. Ia sungguh kaku seperti patung saat ini. Ketakutan pasti.
"Tidak mungkin kan saya mandi menggunakan celana besar ini? Tunggu apa lagi ayo buka."aku merasa sangat senang melihat wajahnya itu. Dia sungguh ketakutan saat ini.
__ADS_1
Dengan perlahan dan tangan yang gemetar ia membuka perlahan ikat pinggang ku. Kenapa saat ia melakukan itu aku merasa panas dalam tubuhku ini? Jantungku juga berdetak sedikit cepat. Apa aku benar-benar hanya bereaksi saat didekat gadis bodoh ini yah? Padahal tadi gadis cantik bertubuh seksi sedang menggodaku aku malah tidak suka, ada apa sih dengan ku?.
Setelah ikat pinggang ku terbuka sekarang ia dengan tangan semakin gemetar dan tubuhnya benar-benar sedikit meringkuk. Ia mulai membuka kancing dan resleting celanaku hingga celanaku itu turun kebawah.
Saat celanaku hendak turun gadis bodoh itu langsung berbalik gemetar kearah lain dan tidak lama dari itu aku mendengar suara tangisan dari arahnya. Pasti ia sangat ketakutan saat ini? Apa yang ia takutkan sih? Aku sedang mengenakan boxer loh didalam celana panjang tadi. Mikir apa sih dia?.
"Kenapa berbalik?cepat menghadap kemari," Ucapku masih berusaha untuk membuat ia merasa ketakutan.
Ia tak berbalik sama sekali dan malah semakin menangis Memunggungi ku sejak tadi.
"Gadis bodoh,kalau saya suruh berbalik yah berbalik,berapa kali saya katakan agar mendengar,Menjawab dan mematuhi segala ucapku."dengan cepat ku tarik rambutnya dari belakang hingga ia semakin meringis menahan tangis.
"Hiks,, maafkan saya tuan,saya,, saya tak sanggup melakukan ini,"ucapnya masih menangis.
"Bagaimana yah?tolong tanyakan kepada pria sialan itu bagaimana ia masih sanggup bertahan hidup saat dia telah menghilangkan nyawa seseorang,kamu kan keturunan dari pria ba*jingan itu,jadi mungkin melakukan hal hal seperti ini bukan masalah besar."semakin kukeraskan tarikan ku dikepalanya itu.
"Kenapa kamu bersikap seolah kamu itu suci?mungkin kamu sudah banyak memberikan tubuh kamu kepada banyak laki laki,jadi hal seperti ini bukanlah masalah besar untukmu kan? "Ia masih terus menangis dalam kendali ku. Melihatnya seperti ini sebenarnya membuat aku sedikit tidak nyaman. Akhir akhir ini saat melakukan hal-hal seperti ini padanya bukanlah membuat aku senang namun, malah sebaliknya. Aku sendiri bingung dengan diriku.
"Dasar gadis ja*lang sok Suci,keluar sekarang juga,membuat emosi saja."aku dengan cepat melepaskan tarikan ku di rambutnya dan dengan keras kudorong ia keluar dari kamar mandi.
Berlama-lama dengan nya didalam kamar mandi membuat ku takut tidak bisa mengendalikan diriku.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
jangan lupa yah like, komen juga votenya.