
Soundtrack//because I'm stupid-SS501//
Benar dugaanku (◞‸◟ㆀ)
Merindukanmu sesakit ini
-mina-
Aku membawa alfa masuk kedalam rumah dan menutup pintu dengan rapat.
Dan aku langsung merasakan aura keheningan di dalam rumah ini.
Tak ada mas astan dan suaranya yang sungguh manis saat sedang menggodaku.
Aku menghapus air mataku dengan cepat merasa bodoh dengan diriku yang langsung saja merindukan mas astan padahal baru saja beberapa menit berlalu.
Apa mas astan juga merasakan hal yang sama yah dengan ku?.
Alfa sudah tertidur dalam dekapanku.
Hari sudah malam sekali memang jadi alfa pasti sudah sangat nyenyak di jam jam segini.
Aku berjalan pelan menuju kamar untuk membaringkan alfa dan menyelimuti tubuh kecil putraku itu.
Aku mencium keningnya lalu berjalan lagi melihat lihat isi rumah untuk sekedar mengusir rasa sepiku ini.
Namun aku malah semakin rindu saja melihat seisi ruangan seolah aku dan mas astan sedang bersama disetiap tempat.
Aku melirik sofa disana aku melihat aku dan mas astan sedang bercanda dengan alfa yang dalam pangkuanku.
Mas astan mencium bibirku sekilas dengan menutup mata alfa padahal aku sudah katakan kalau ingin melakukan hal hal seperti itu jangan dihadapan alfa.
Walaupun aku sendiri yang melanggar itu tadi.
Dan aku melirik kearah dapur disana aku dan mas astan sedang memasak bersama saat alfa sedang tertidur.
Mas astan yang sifatnya selalu nyari kesempatan disetiap keadaan sedang memeluk pinggang ku dengan erat lalu menciumi leherku.
Aku melirik lagi kearah pintu dimana aku selalu mengantaras astan sebelum berangkat bekerja disana dan kecupan lembut dikeningku selalu ia berikan dan terakhir kecupan singkat dibibir.
Air mataku mengalir seperti orang gila saja menangis hanya karena berpisah sebentar dengan mas astan.
Aku berjalan pelan menuju sofa dan menghidupkan televisi mengikuti kebiasaan mas astan yang sangat suka menonton televisi bersama alfa disini.
Aku menukar berbagai channel yang menurutku satupun tidak ada yang menarik.
Biasanya aku akan bersemangat saat ada serial drama Korea di televisi tapi kali ini aku sungguh tak tertarik dengan itu.
Pikiranku masih saja dipenuhi dengan mas astan.
Merindukan dia ternyata se menyakitkan ini.
Hatiku sungguh resah sekali menghawatirkan sekaligus merindukan dia yg saat ini pasti sedang dalam perjalanan menuju tujuannya.
__ADS_1
Aku melihat lihat lagi sekeliling.
Aku merasa sangat bosan dan tak bisa tidur malam ini.
Alfa sudah tertidur lelap sedang aku masih dibubuhi bayang bayang rindu.
"Sudahlah mina"
Aku bangkit dan berjalan menuju kamar.
"Mas astan pasti baik baik saja"
Aku mencoba menarik nafas pelan dan memasuki kamar dengan pelan takut alfa terbangun jika aku membukanya tiba-tiba.
Aku duduk di tepi ranjang dan melihat kearah lemari lalu aku berdiri membersihkan lemari mas astan yang sempat berantakan tadi karena aku bongkar untuk menyiapkan bajunya tadi.
Aku melipat pakaian itu ditengah malam begini karena memang aku tak bisa tidur.
Jadi lebih baik aku bersihkan saja dari pada tak ada kerjaan.
Setelah sedikit lama aku melakukan banyak hal untuk mengusir rasa resah dan bosan barulah kini aku merasakan sedikit ngantuk.
Atau hanya karena kelelahan yah?.
Aku berbaring dan benar benar mulai hilang kesadaran.
Sedangkan saat ini astan juga merasakan hal yang sama dengan mina.
Merasa sangat hampa tanpa melihat wajah minat yang begitu imut dan juga cantik itu.
Astan dengan tersenyum melihat wajah tersenyum mina sembari menggendong alfa dari balik layar hape ditangan nya.
"Baru sebentar saja mas sudah merindukan kamu sayang"
Astan mencium layar hapenya seolah saat ini mina dan alfa-lah yang sedang ia cium.
"Papah janji bakal cepat pulang sayang, kamu jaga mamah yah sampai papah pulang" Astan tersenyum.
Ia menekan nomor hape mina istrinya karena ia sudah tak bisa membendung rasa rindu itu.
Namun sudah lebih dari 6 kali ia panggil malah operator yang berbicara memberitahukan bahwa saat ini nomor mina sedang tidak aktif.
"Pasti ia lupa lagi men charger hapenya" Astan tersenyum mengingat mina yang selalu lupa untuk mengisi baterai hapenya.
Kalau bukan astan yang ingetin mina sering kali membiarkan hapenya non-aktif karena kehabisan baterai.
Astan terlonjak saat kapal oleng dan beberapa petugas kapal juga sedang membagikan pakaian pelampung kepada semua penumpang.
Para penumpang langsung panik dan tidak menutup kemungkinan astan juga merasakan hal yang sama.
Ia meraih satu pakaian pelampung itu dari salah satu petugas yang sudah memakainya.
Astan langsung memakainya begitu juga dengan beberapa karyawan nya yang ikut bepergian.
__ADS_1
Astan langsung mengingat wajah mina yang selalu khawatir seharian ini.
Apakah ini yang mina takutkqn itu?.
Astan berdoa dengan sungguh sungguh agar bisa selamat dari ini semua.
Semoga saja tak ada yg terjadi dengan kapal yang saat ini astan naiki.
Namun angin semakin keras saja menggoncang kapal itu.
Begitu juga dengan ombak yg seakan menyahuti angin dengan bergelombang besar hingga sesaat kemudian astan merasakan kalau kapal itu sedikit oleng hingga hampir saja terbalik.
Namun mungkin nahkoda kapal itu yang hebat hingga stabil kembali.
Astan bernafas lega, begitu juga dengan yang lainnya.
Mata astan tak sengaja melihat seorang perempuan dan juga seorang bayi dalam gendongannya.
Astan kembali teringat kepada mina dan alfa yang saat ini sedang dirumah menunggu kepulangan nya.
"Tunggu mas pulang sayang, tunggu papah pulang sayang" Astan mencoba meyakinkan dirinya kalau semua akan baik baik saja.
Mungkin hanya sebatas angin saja dan semoga badai tak jua menyusul.
Badai memang tak datang namun angin semakin mengencangkan tiupannya seolah mempermainkan kapal tersebut.
Dan tiba-tiba kapal itu terbalik hingga para penumpang langsung ikut terjatuh dengan pakaian pelampung yang mereka kenakan.
Banyak sekali benda dan juga orang orang yang tenggelam karena tak bisa bertahan di suasana itu.
Padahal tadi para koordinator sudah memeriksa bahwa hari ini 100% cerah dan aman.
Namun siapa sangka malah berakhir setragis ini?.
Tiba-tiba angin dan ombak muncul tanpa di duga.
Hingga kapal benar-benar terbalik dan menenggelamkan para penumpang begitu juga dengan harapan mreka.
Semua hal terjadi diluar kuasa kita.
Yang tadinya baik baik saja bisa tiba-tiba berubah jadi tidak baik baik saja.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Duhh astan baik baik aja ngk sih? Jangan sampai astan pergi ninggalin alfa sama mina (。;_;。).
Ngk kebayang banget kalau sampai astan meninggal 😞😞.
Kalau kalian penasaran jangan lupa tunggu terus kelanjutannya dan rekomendasi in yah temennya cerita ini.
🔷🔷jangan lupa like dan komen yah gaess🔷🔷
__ADS_1
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
Laafyouall❤cinta kalyan 🖤