Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
lega


__ADS_3

Soundtrack//i believe-younha//


Aku akan membuatmu melupakan semua itu


-astan-


     Aku perlahan membuka mataku dan merasakan kalau saat ini aku masih dalam dekapan mas Astan.


Aku perlahan mengingat ingat apa yang terjadi semalam.


Dan aku merasa sangat menyesal karena sudah membuat kejutan mas Astan jadi seperti itu.


Pasti mas Astan merasa tidak dihargai olehku, saat dulu aku merayakan ulang tahun mas Astan, ia sangat terharu dan menghargai nya sedang aku sekarang malah membuat ia merasa bersalah.


Aku menatap mas Astan yang sedang terlelap itu.


Aku tersenyum bersyukur ada mas Astan yang membuatku merasa aman dan nyaman bahkan bisa melewati saat saat dimana aku ingin menghilang dari dunia ini.


Aku memegang pipi mas Astan dan mengelus nya pelan.


"Aku mencintaimu mas" Bisikku tepat ditelinga mas Astan.


Mas Astan masih saja tak bergerak padahal sudah aku bisikin.


Aku kembali memeluk erat tubuh mas Astan.


Aku sungguh ingin selamanya bisa memeluk tubuh mas Astan yang selalu membuatku rindu itu.


Apakah selamnya kami akan sebahagia ini? Bersama alfa dan calon adik adik alfa.


Aku mencium pucuk kepala mas Astan menirukan saat saat dimana ia melakukan itu padaku dan berhasil membuat jantung ku ingin melompat memberontak dalam dadaku.


Aku juga menciumi pipi,hidung, dagu dan terakhir bibir mas Astan.


Saat aku hendak menarik bibirku dari bibir mas Astan.


Ia menarik tubuhku agar berada diatasnya lalu memperdalam ciuman kami.


Padahal niatku tadi hanya mengecup saja.


Mas Astan memang selalu saja berlebihan saat sedang berciuman.


"Kamu mau ngajak mas bercinta yah sepagi ini? Hmmm? "


Ngomong apasih mas Astan?.


Aku hendak bangkit namun pinggang ku malah semakin ia peluk erat.


"Sejak tadi mas tau kamu sudah sentuh sentuh mas, sekarang bagaimana kalau giliran mas? "


Senyum mesum itu lagi.


Dasar mas Astan.


"Plak"


Aku menabok pelan bahu mas Astan.


"Mas yah, pagi pagi udah mau mesum mesuman"

__ADS_1


Dia sedikit memekik padahal aku memukulnya tidak keras loh, tapi sangat keras heheheh.


"Mesumin istri sendiri siapa yang larang? Hmmm? "


Ia kecup bibirku berkali-kali dan menghisap nya juga di kecupan terakhir.


Aku membenamkan wajahku di dada mas Astan yang saat ini ada dibawahku.


Ia memeluk aku juga.


"Makasih yah mas" Ucapku mengangkat wajahku lalu menghadap Kearahnya.


Ia juga menatap wajahku dengan lekat tapi terpapar tanda tanya dalam ekspresi mas Astan.


"Makasih udah buat aku yakin kalau semua itulah yang terbaik untuk ibu,Terima kasih sudah mau bersamaku hiks,,  "


Aku menangis lagi dihadapan mas Astan.


Mas Astan bangkit dan menarik aku kedalam pangkuannya lalu memeluk erat tubuh bergetar ku karena menangis.


Ia elus punggung ku dengan sayang seperti sedang memberitahukan bahwa aku tidak sendirian, ada dia yg selalu bersamaku.


Aku semakin menangis merasa disayangi seperti ini tak pernah ada dalam bayangan ku.


"Pasti berat juga untuk mu mas,, hiks,,, aku terlalu egois hanya mementingkan diriku sendiri, aku lupa bahwa mas juga sudah mengalami itu hiks,, "


Aku menangis semakin keras saja mengingat perasaan mas Astan saat mengingat kak dyva.


Mas Astan menggeleng.


"Awalnya mas sungguh hancur dan dipenuhi dengan amarah juga dendam hingga mas tak sadar membuat mu menderita selama ini,, maafkan mas sayang"mas Astan mencium keningku.


Aku menggeleng.


"Aku tau bagaimana perasaan mas hiks,, aku tak pernah menyalahkan mas karena ingin melampiaskan kesedihan dengan cara seperti itu, setiap manusia punya caranya sendiri saat menanggapi segala keadaan,aku anggap itu semua adalah kisah dan jalan yang harus kita lalui untuk sampai ketitik ini mas"


Mas Astan mengangguk "Mas janji akan membuatmu lupa dengan semua itu dan hanya mengingat kebahagiaan saja"


Mas Astan mencium keningku.


Pagi pagi begini kami malah memulainya dengan air mata.


Tapi aku lega.


Aku buru-buru menghapus air mataku dan bangkit dari pangkuan mas Astan saat mendengar alfa yang sedang menangis seolah ikut terbawa dengan suasana harus kami di pagi buta ini.


"Iya sayang mamah datang" Aku mengangkat tubuh alfa dan ternyata ia pipis sehingga ia merasa tidak nyaman.


"Biar mas aja sayang yang mandiin alfa kamu masak aja"


Mas Astan berdiri dan meraih alfa dari tanganku.


Begitulah mas Astan selalu membantu ku setiap hari.


"Jangan lupa yah mas nanti alfa dikasih telon biar ngk masuk angin"


"Iya sayang"


Mas Astan masuk kedalam kamar mandi dan aku turun ke dapur untuk memasak.

__ADS_1


Saat aku tiba disana aku melihat kue ulang tahun yang sudah berubah bentuk yang awalnya adalah love kini sudah tak tau bentuk apa itu.


Aku tersenyum getir merasa bersalah kepada mas Astan.


Aku pun memulai memasak bahan bahan makanan yang ada di dalam kulkas.


Aku akan memasak makanan kesukaan mas Astan untuk menebus rasa bersalah ku padanya.


Aku mulai dari memotong bahan dan melalui berbagai proses lainnya hingga tiba saatnya makanan aku hidangkan diatas meja.


Mas Astan juga sudah selesai dari tadi memandikan alfa dan kini kulihat mereka berdua sedang bermain didepan televisi.


"Mas,, makan yuk" Aku berjalan menghampiri mereka berdua.


Aku meraih alfa dari sofa.


"Kamu ngk laper yah sayang? Lebih enak main yah ketimbang makan hmmm? " Tanyaku pada alfa dan berjalan menuju meja makan.


Mas Astan sudah lebih dulu duduk dan mengambil sendiri makanan dengan ukuran dua orang.


Seperti biasa mas Astan akan makan sambil menyuapi ku juga.


Sedang aku menyusui alfa.


"Mas,, maafkan aku merusak kejutan yang mas buat" Lesuku.


"Siapa bilang kejutan mas cuma sampe disitu?mas masih punya yang lain ibarat kata yah sayang akal mas itu melebihi kantong doraemon" Ucapnya bangga padaku dengan senyuman yang bisa membius seluruh syaraf ditubuhku.


Aku mengangguk tersenyum "terus apa lagi kejutan mas yang lain? "


"Nanti juga kamu tau sayang, sekarang kita makan dulu yah"


Aku meraih suapan mas Astan dan berpikir keras kejutan apa lagi yang akan mas Astan berikan padaku nantinya.


Aku memang tipikal orang yang suka berpikir keras dan tak akan bisa hilang fokus dari hal yang membuatku penasaran.


"Heii kamu mikir apa sayang? "


"Aku penasaran banget sama kejutan mas"


Ia tersenyum dan mengacak rambutku dengan gemas.


"Nanti kamu juga tau sayang"


Duhh suka sekali sih bikin penasaran.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh suka banget liat keluarga ini gaes.


Jadi pengen punya suami kek Astan dan anak kek alfa.


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah say🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga ♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤

__ADS_1


__ADS_2