Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
menolak rasa


__ADS_3

...Soundtrack//i give you my heart-iu(ost, crash landing on you//...


...Kenapa dengan jantung yang memaksa keluar ini?...


...-mina-...


     Aku masih saja bolak balik didepan pintu ruangan mas Astan dirawat.


Bahkan sudah jam 09 malam begini mas Astan belum juga selesai ditangani,seingatku tak ada luka ditubuh mas Astan, hanya saja ia tak sadarkan diri dan juga sulit untuk bangkit, apa ada luka lain yang tak aku lihat?.


Dan memang aku kurang faham sih dengan hal hal seperti itu.


Cleck,,,


Pintu ruangan mas Astan terbuka dan memperlihatkan seorang dokter pria keluar dari situ.


"Keluarga dari pasien bernama Astan jaya ramatha? " Tanya dokter itu.


Aku langsung mendekat"Saya dok, bagaimana keadaan pasien? "Tanyaku khawatir.


" Pasien sudah selesai kami tangani,tidak ada yg perlu dikhawatirkan, hanya saja pasien belum boleh banyak bergerak,kaki dan lengannya mengalami patah ringan,"jelas dokter itu.


Pa,, patah? Maksudnya sudah tidak berfungsi lagi?bagaimana ini?.


Aku langsung masuk keruangan mas Astan dirawat.


"Hiks,, tuan bangun,, maafkan saya tuan hiks,, " Aku menangis melihat tubuh terbaring mas Astan.


Ia juga tak sadarkan diri?.


Aku duduk disamping mas Astan dan masih menangis.


"Bagaimana ini? Hiks,,, bagaimana kalau tuan tidak sadar?seharusnya tadi tuan tidak usah datang ke halaman belakang,saya selalu membuat tuan menderita hiks,, saya pantas mati," Tangisku keras.


"Diamlah bodoh." Terdengar mas Astan berbicara.


Aku kaget sekali mendengar suara mas Astan.


"kamu mengganggu saya sedang tidur," Kesal mas Astan.


Aku langsung memeluk mas Astan yang sedang terbaring itu, aku bersyukur sekali ternyata mas Astan masih bisa sadar, aku sangat takut kalau mas Astan sampai kenapa-napa.


"Syukurlah tuan sudah sadar,, hiks,,," Tangisku dalam pelukan mas Astan eh tepatnya aku yang memeluknya.


Mas Astan diam saja menerima pelukanku.


"Minggir bodoh." Mas Astan mendorong tubuhku menjauh darinya.


"Maaf tuan, saya hanya khawatir," Ucapku berdiri agak jauh dari posisi mas Astan.


Mas Astan melihat aku mulai dari bawah hingga keatas dengan wajah heran.


"Kenapa dengan penampilan mu? Kamu kesini mau ngapain dengan pakaian seperti itu? Mau menggoda banyak orang? Oohh karena kamu tidak pernah berhasil menggoda saya kamu ingin menggoda orang orang dirumah sakit ini? Begitu? " Tanya mas Astan menuduhku.


Kenapa mas Astan selalu saja melihatku layaknya perempuan penggoda,apa karena pakaian yang aku kenakan ini? Kalian tidak lupa kan siapa yang memberikan pakaian ini? Mas Astan sendiri yang memberikan pakaian ini lalu menuduhku ingin menggoda.


Aku terdiam menunduk, kuberi penjelasan juga mas Astan tak akan pernah mau mendengarnya.


"Berdiri seperti orang bodoh begitu itu untuk apa?" Tanyaas Astan.


Kalau nanti aku duduk takutnya dibilang lancang.


Aku mencoba untuk duduk namun tiba tiba kakiku terasa sedikit perih,kenapa yah?.


Aku menahan ringisanku dan duduk dikursi tepat disebelah mas Astan.


"Kenapa dengan kakimu?" Tanya mas Astan tiba tiba.


Hah? Kenapa mas Astan bisa tau yah?"Tidak apa apa tuan,"ucapku.


"Cepat angkat kakimu,kamu pikir saya tidak tau kalau tadi kamu sedang menahan sakit,lagian dimana sendalmu bodoh?" Tanya mas Astan.


Aku lupa memakainya tadi saking paniknya.


"Saya lupa memakainya tadi tuan." Aku menunduk lesu.


"Bodoh yah tetap bodoh,tak berguna sama sekali," Kesal mas Astan.


"Suster,, " Panggil mas Astan tiba tiba.


Seorang suster masuk kedalam ruangan itu dan bertanya ada keperluan apa mas Astan tiba tiba memanggilnya.

__ADS_1


"Tolong panggilkan dokter kesini, ada orang bodoh yg harus diobati," Ucap mas Astan sehingga membuat suster itu sedikit kaget namun ia langsung pergi tanpa ikut campur.


"Saya baik baik saja tuan, hanya sedikit robek mungkin terkena batu."aku mencoba meyakinkan mas Astan kalau aku memang baik baik saja sekarang.


Anehnya aku baru sadar kalau kakiku sedang terluka, kenapa saat menunggu mas Astan selesai ditangani tadi aku tak merasakan apa apa?aneh sekali.


Dokter pria berwajah tampan tadi masuk keruangan mas Astan "Ada pasien yang perlu diobati?" Tanya dokter itu.


Aku menggeleng sambil mengibas ibaskan tanganku diudara seolah menolak.


"Tolong periksa kakinya dok," Tunjuk mas Astan ke arah ku.


Menolak pun sudah terlanjur,tak ada gunanya lagi.


Dokter itu pun menarik kursi lain dan ikut duduk dihadapan ku.


"Coba angkat kakinya dan letakkan dipaha saya," Perintah dokter itu.


Awalnya aku ragu sekali karena menurutku itu tidak sopan kepada orang lain jika kita meletakkan kaki kita dipaha orang lain.


Tapi kalau tidak aku letakkan dokter itu tak akan bisa mengobati telapak kakiku yang terluka.


Aku menurut dan membiarkan dokter itu memeriksa kakiku.


"Sedikit parah, kenapa bisa seperti ini adik manis? " Tanya dokter itu ramah.


Wahh ramah sekali dia, jadi teringat dengan mas Alga.


"Hehe saya lupa pakai sendal dok," Ucapku cengengesan.


Lihatlah gadis bodoh ini, tak peka sama sekali jelas jelas dokter itu sedang berlagak genit malah diladeni, itu juga pahanya diperlihatkan begitu untuk apa?murahan memang, menjengkelkan


Astan tak suka melihat mina dan dokter itu yang sedang berinteraksi.


"Kalaupun sedang tergesa gesa, jangan sampai lupa memakai sendal, seorang perempuan tidak lecet begini," Tutur dokter itu menasehati ku.


Perhatian sekali.


"Baik dok," Ucapku tersenyum.


"Masih menduduki bangku SMP yah? " Tanya dokter itu.


"Heheh harusnya sih sudah sma dok,, tapi,, " Belum juga selesai aku lanjutkan mas Astan sudah berdehem tak jelas.


"Khem,, khem,, dok sudah selesai kan mengobatinya?kalau sudah saya ingin istirahat sudah mulai tengah malam, dan tolong suruh suster nya untuk mengantarkan pakaian saya." Mas Astan terlihat kesal.


Dokter itu mengangguk tersenyum dan berdiri hendak pergi"Jaga kesehatan baik baik,"pesan dokter itu kepada ku.


Cih,, jelas jelas aku yang sedang terbaring ini tak ia berikan pesan, terlihat sekali modus hidung belangnya


Dan seorang suster datang dengan membawa pakaian mas Astan yang tadi ia kenakan.


"Pakaian ini untuk apa tuan?bukankah lebih nyaman menggunakan baju pasien itu? " Tanyaku pelan.


"Cepat pakai itu,benar benar ingin menggoda kamu yah?" Kesal mas Astan.


Hah? Untuk apa aku memakai baju mas Astan?.


"Tunggu apa lagi? Tidak mau pakai yah?ooh sudah mulai membantah saya?" Mas Astan terlihat semakin kesal.


Dengan cepat aku memakainya,takutnya malah dimarahi lagi.


Jam sudah menunjukkan pukul 23.14 pm,aku masih duduk dikursi itu dan mas Astan menghadap kearah lain.


Aku sudah tak bisa menahan kantuk ku lagi,sangat melelahkan hingga aku ingin beristirahat.


"Lihatlah gadis bodoh ini." Astan menggeleng memperhatikan mina yang sedang tertidur tidak tenang dikursi dan bahkan sesekali hampir terjatuh dan itu tak membuat mina bangun sama sekali.


"Khem,, mini," Panggil Astan pelan namun tak ada pergerakan dari mina.


"Mini," Teriak Astan sedikit keras.


"Hah? Maling?,, mana malingnya? " Tanya Mina langsung bangkit dan siap siaga.


Astan yang melihat itu hampir tertawa namun dengan cepat ia tahan.


"Wahh kamu sedang apa begitu? " Tanya Astan mengejek Mina.


Mina yang mulai sadar pun langsung berdiri tegak"Maaf tuan,, saya pikir ada maling hehehe, ada apa tuan? "Tanya Mina mendekat dan duduk kembali.


" Kamu bisa bisanya tidur saat sedang menjaga saya,kalau tiba tiba saya kenapa napa dan kamu sedang tidur bagaimana?dasar ceroboh. "Astan berpura-pura kesal.

__ADS_1


Mina yang melihat itu langsung panik" Ma,, maaf tuan, saya tidak sadar tadi, maafkan kelancangan saya."Mina.


"Naik kesini sekarang. " Perintah Astan tiba tiba menunjuk bagian ranjang yang kosong tepat disamping nya.


"Hah? " Heran Mina dan masih diam seperti orang bodoh.


"Ck,, otakmu yang bermasalah atau telingamu sih?sama sekali tidak pernah langsung mengerti dengan apa yang saya perintah kan, saya bilang cepat naik kesini yah naik." Astan.


Mina yang mendengar nada bicara Astan yang mulai kesal pun menaiki ranjang dengan pelan.


Ukuran ranjang itu sedikit besar belum lagi tubuh Mina sangat kecil hingga mereka berdua sangat pas diatas ranjang itu.


Mina duduk disamping Astan dan terdiam menunggu perintah apa lagi yang akan Astan kerahkan untuknya.


"Tunggu apa lagi bukannya kamu ngantuk?berbaringlah."Astan.


" Hah?"mina lagi lagi kaget.


"Sekali lagi bilang hah, mulutmu saya jahit." Astan geram.


"Bu,, bukan begitu tuan, saya takut mengganggu tuan,bagaimana jika saya tak sengaja mengenai kaki dan tangan tuan?" Tanya Mina takut.


"Usahakan jangan kena bodoh,cepat tidur, kalau protes lagi mulutmu saya kasih cabe 5 kilo." Astan.


Mendengar itu Mina langsung berbaring diranjang dan memakai selimut yang sama dengan Astan lalu ia juga tidak lupa memejamkan matanya.


Dan belum beberapa menit Mina sudah tertidur pulas layaknya tanpa beban.


Sepertinya memang Mina sungguh kelelahan.


01.44pm.


Astan belum juga tertidur.


Ia tak bisa tidur tanpa sebab, ia merasakan panas dalam dirinya.


"Bagaimana bisa gadis bodoh ini tertidur dalam suasana seperti ini?" Astan bergumam memperhatikan wajah Mina yang tertidur pulas itu.


Mina bergeser lebih dekat kearah Astan hingga wajah mereka sangat dekat dan hanya berjarak beberapa senti saja.


Astan menatap lekat wajah Mina yang terlihat kelelahan itu.


Jantung Astan berdetak tak karuan "Kenapa aku malah senang melihat wajah damainya ini, seharusnya aku membenci gadis ini," Gumam astan.


"Hiks,, ibu,,, jangan pergi hiks,, " Mina tiba tiba menangis meminta seseorang dalam mimpinya agar tidak pergi.


Astan kaget mendengar Mina menagis tepat dihadapannya,ia memang sering mendengar Mina menangis bermimpi ditengah malam tapi baru pertama kali ini Mina tepat dihadapannya menangis saat tidur.


Dan tanpa alasan Astan merasa ikut merasakan apa yang saat ini Mina rasakan.


"Kenapa dengan diriku? " gumam Astan.


"Hiks,, ibu,, " Mina semakin menangis dan panik sampai keringat Mina sangat banyak keluar.


Astan tanpa sadar tergerak mengelus surai hitam mina"Sstt,, jangan menangis."Astan berkata lembut untuk menenangkan mina.


Astan juga mendekatkan diri agar lebih dekat lagi kearah Mina dan...


Cup,,,


Astan mencium bibir Mina yang sedang terlelap itu dengan lembut seolah menyalurkan kekuatan kepada Mina.


Mina yang awalnya menagis pun terdiam dalam ciuman astan.


Astan menikmati ciuman sepihak nya,ia juga melu*mat bibir Mina lebih dalam lagi.


Mina sedikit terusik hingga astan menyudahi ciumannya itu dengan hisapan terakhir lalu ia juga mulai mencoba untuk tidur.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Waelah,, astan diam diam mesumin mina pas tidur😒


awas kena karma lu bwang


🔷🔷jangan lupa vote and komen yah gaes🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun author juga♦♦


Laffyouall❤buanyak ❤banyak ❤

__ADS_1


__ADS_2