
❄selamat membaca❄
Aku samar-samar mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi hingga aku yang sedang tertidur merasa terganggu dan segera melirik jam dinding itu.
Aku bangkit dan melakukan sedikit peregangan. Aku melihat penampilan ku dan sepertinya sangat cocok untuk berolahraga sekarang, jadi tidak perlu lagi untuk menukar pakaian.
Aku dengan cepat menuruni anak tangga menuju keluar. Sudah lama sek8aku tidak berolahraga karena sibuk ini itu. Dan karena hari ini aku tidak ada jadwal pagi apa salahnya untuk berolahraga.
Aku melakukan beberapa gerakan sederhana untuk olahraga pagi ini. Terlalu extrem nanti bisa merusak persendian ku karena aku sudah lama tidak berolahraga.
Saat aku sedang melakukan push-up tiba-tiba aku melihat gadis bodoh itu berjalan mendekat kearahku dengan wajah sedikit takut-takut padahal aku hanya diam saja loh, apa aku se menyeramkan itu? Biasanya para gadis-gadis akan menatap wajahku lama hingga aku merasa risih Tapi kenapa ia malah menunduk begitu? Dasar gadis bodoh harusnya ia bersyukur bisa melihat wajah tampan ku setiap hari. Dasar sok jual mahal. Murah aja ngk laku padahal.
"Tuan,,air untuk tuan mandi sudah saya siapkan."ia masih saja berdiri tanpa berniat pergi setelah mengatakan itu. Lihatlah dia saja masih kesempatan untuk berlama-lama dengan ku.
"Saya akan mandi setelah berolahraga,"ucapku tanpa melirik kearahnya karena saat sedang berolahraga aku sangat ingin fokus.
"Eugh,,saya lihat tuan sangat santai hari ini,apa tuan tidak ke kantor hari ini?seingat saya ini bukan hari libur tuan."dasar gadis bodoh, masih pagi sudah membuat ku rusak mood.
Aku bangkit dari pushup ku dan berjalan pelan kearahnya dengan tatapan kesal padanya. Tentunya ia langsung ciut setelah melihat pandangan tidak suka dariku itu.
"Ohh sudah berani yah mencampuri urusan saya?Ingin saya pergi dari sini agar kamu bisa leluasa begitu?Berlagak seperti tuan rumah sekarang? Semakin meningkat saja kamu."senyum miring ku lemparkan padanya.
Ia terlihat sangat panik, suka sekali sih panik.
"Bukan begitu tuan,saya hanya takut kalau tuan terlambat,maafkan saya tuan jika tuan merasa tersinggung."ia langsung menolak tuduhan ku tadi dengan berbagai alasan yang itu itu saja.
"Saya masuk sore."putusku dengan cepat dan langsung kembali pushup.
"Kalau begitu tuan saya mencuci baju dulu,kalau ada apa apa tuan bisa panggil saya,saya ada di kamar mandi belakang tuan."apa aku sebodoh itu untuk diberitahu seperti itu? Malas sekali menanggapi gadis sialan ini.
__ADS_1
Bukannya langsung pergi ia masih saja berdiri disana, tadi katanya ingin mencuci tapi kenapa masih saja berdiri disana seperti orang bodoh?.
"Kenapa masih berdiri disitu?pergi sana,merusak mood saja."dengan wajah tidak suka aku menatapnya hingga ia dengan cepat bergegas pergi dari hadapan ku.
Aku lanjut berolahraga lagi untuk mengeluarkan keringat, karena sudah lama sekali aku tidak melakukan ini.
Aku duduk sebentar di rumput tempat ku berolahraga itu, aku tersenyum lesu mengingat saat saat dulu bersama dyva. Setiap libur kami akan berolahraga bersama disini dan malamnya kami akan manggang barbeque didepan halaman ini. Sebenarnya sih aku tidak suka mengadakan acara-acara seperti itu Tapi dyva sangat menyukai itu hingga mau tak mau aku harus ikut serta agar ia tak sendirian.
Lamunan ku langsung buyar karena panggilan masuk dari saku celana trening ku.
" Hmmm, kamu urus saja dulu nanti baru kita bicarakan."aku langsung menutup panggilan.
Miska memang seorang sekretaris yang handal namun aku tidak terlalu suka melihat nya karena dia termasuk wanita yang kurang baik menurutku namun aku tak akan keberatan selagi ia tak mengganggu urusan ku.
Aku bangkit dari atas rumput itu dan memasuki rumah lalu duduk diatas sofa yang tepat berada di hadapan TV.
"Mini! Siapkan handuk bersih untuk saya mandi," Ucapku sedikit keras dan kembali melirik hape yang ada ditangan ku.
"Punya telinga ngk sih? " Kesalku bangkit dan berjalan menuju kamar mandi belakang.
Aku berdiri didepan pintu memperhatikan ia yang sedang fokus mencuci banyak pakaian dengan tangannya. Tunggu! Dengan tangan? Jelas-jelas dihadapan nya sudah terpampang mesin cuci kenapa ia masih saja mencuci dengan tangannya? Sudah kelewat bodoh dia.
Jadi selama ini ia mencuci dengan kedua tangannya itu? Dam jumlah cucian setiap harinya tidaklah sedikit karena aku sengaja mengisi ember kotor dengan pakaian yang ada dilemari. Yasudah rasakan saja akibat dari kebodohan mu sendiri.
"Tuan,,kenapa tuan kemari?"tanya nya ter lonjak kaget dan dengan cepat kupasang wajah kesal kearahnya.
"Menurut mu kenapa saya datang kesini kalau bukan karena telingamu yang budeg itu? Saya panggil berkali kali tak ada sahutan,"ucapku dengan nada sedikit marah hingga ia langsung panik dan takut. Panik saja terus sampai nafasnya ilang biar ko'it.
"Maafkan saya tuan,saya tidak bermaksud,mungkin karena saya terlalu fokus mencuci."cih, sok soan fokus bilang aja emang telinganya budeg sampai ngk bisa dengar panggilan ku sejak tadi.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Saya mau mandi handuk bersih belum kamu siapkan."
Ia mencoba bangkit dengan perlahan karena mendengar perintahku itu namun ia sedikit meringis tertahan karena lututnya mungkin masih sakit karena terluka.
"Akan saya siapkan tuan."ia berjalan pelan.
"Kenapa kamu mencuci dengan tanganmu?"kenapa tiba-tiba kepo begini astan? Abaikan saja gadis bodoh itu.
"Ah itu tuan,,saya tidak pandai menggunakan mesin cuci,jadi saya mencuci dengan tangan, tapi tuan tidak perlu khawatir saya akan hati hati saat mencuci baju tuan.Saya akan berusaha agar baju tuan bersih dan tidak lecet."ia tersenyum dan kembali menunduk.
Bagaimana bisa ia tak mengerti dengan cara kerja mesin cuci? Anak kecil saja pandai masa dia yang memang masih anak kecil sih, tapi ini sudah zaman modern kenapa ia tak bisa hanya sekedar menggunakan mesin cuci.
"Kamu hidup dijaman apa sih? menggunakan mesin cuci saja kamu tidak bisa."mengejek nya ternyata tak seburuk itu. Ada kesan lucu tersendiri.
"Maaf tuan,saya selama ini bekerja sebagai jasa pencuci pakaian selalu menggunakan tangan saya,dikampung tempat saya tinggal tidak ada benda seperti ini tuan,jadi saya tidak lihai dalam menggunakan nya."
Tunggu? Apa aku salah dengar tadi? Ia ternyata seoarang mantan kang cuci. Dan hanya menggunakan tangannya itu? Kenapa ia bisa melakukan itu yang aku sendiri bahkan tak bisa.
"Dasar gadis bodoh,otakmu itu memang kemasukan air sepertinya,berapa kali saya katakan kalau punya mulut itu bertanya,jangan diam saja,mulut ada untuk berbicara kalau tidak bisu saja sekalian."aku menarik tangannya untuk mendekat ke arah mesin cuci. Tangannya kenapa sangat mungil dalam genggaman ku?.
Ia terlihat sangat kaku dan aku juga dapat merasakan ia yang sangat tidak nyaman saat aku genggam tangannya untuk mengajarkan cara kerja mesin cuci itu.
"Sudah mengerti?"ia langsung menganggukkan kepalanya bukti bahwa ia sudah faham.
"ceoat siapkan handuk untuk saya. " Aku berjalan meninggalkan ia yang masih saja terlihat bingung itu. Dasar queen of bingung.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK MENDUKUNG CERITA INI ya?