Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
45.berharap(S2)


__ADS_3

❄selamat membaca❄


     Aku membuka mata perlahan. Para dokter sudah selesai menangani kondisi ku yang sama sekali tidak menghawatirkan itu, aku merasa baik-baik walaupun aku memang merasakan sedikit sakit di kakiku tapi tidak terlalu sakit untuk ukuran orang kuat seperti ku.


Aku mendengar suara pintu terbuka, pasti mina. Entah kenapa aku malah memilih menutup mata melihat bagaimana reaksinya saat melihat ku terbaring diranjang rumah sakit.


"Hiks,, tuan bangun,, maafkan saya tuan hiks,, " Sial, aku hampir tertawa saat mendengar ia begitu heboh padahal tak ada yg perlu dikhawatirkan.


"Bagaimana ini? Hiks,,, bagaimana kalau tuan tidak sadar?seharusnya tadi tuan tidak usah datang ke halaman belakang,saya selalu membuat tuan menderita hiks,, saya pantas mati."sudahlah aku lelah menahan tawa sejak tadi.


"Diamah bodoh," Ucapku hingga ia langsung kaget.


"Kamu mengganggu saya sedang tidur." Aku memasang wajah kesal kearahnya.


Ia langsung bangkit berdiri dengan wajah lega dan memeluk ku dengan erat seakan ia memang takut kehilangan ku. Atau aku saja yang berpikir lebih.


"Syukurlah tuan sudah sadar,, hiks,,,"ia menangis dalam pelukanku hingga kini jantung ku seakan hampir meledak tanpa sebab. Kenapa dengan jantung ku ini? Kenapa berdetak sangat kencang?.


" Minggir bodoh. "Ku dorong tubuhnya dengan susah payah, aku merasa tak nyaman dengan itu. Aku merasa ameh dengan diriku saat ia tengah memeluk tubuhku.


"Maaf tuan, saya hanya khawatir," Ia menunduk.


Kuperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah.


"Kenapa dengan penampilan mu? Kamu kesini mau ngapain dengan pakaian seperti itu? Mau menggoda banyak orang?oohh karena kamu tidak pernah berhasil menggoda saya kamu ingin menggoda orang orang dirumah sakit ini? Begitu? " Aku sungguh tidak menduga ia sejak tadi berkeliaran dirumah sakit ini dengan penampilan itu? Wahh sudah berapa pria yang curi pandang padanya.


Bagaimana aku tidak marah? Ia datang kesini dengan baju tanpa lengan dan juga celana jeans pendek diatas lutut? Tidak ada pakaian lain apa? Ah iya lupa itu kan baju yang disiapkan oleh petugas butik. Kurangajar sekali sih, ini pasti kerjaan ami suka sekali membuatku jengkel.


"Berdiri seperti orang bodoh begitu itu untuk apa?" Ia langsung bergerak hendak duduk namun aku menangkap ekspresi sedang menahan sakit dari wajahnya,apa kakinya terluka yah?.


"Kenapa dengan kakimu?" Ia terlihat kaget saat aku tanyai begitu. Dia pikir aku tidak sadar yah, mataku ini seperti mata elang kalau kalian tidak tau.


"Tidak apa-apa tuan, " Ucapnya masih saja mencoba berbohong. Sok kuat atau bagaimana?.


"Cepat angkat kakimu,kamu pikir saya tidak tau kalau tadi kamu sedang menahan sakit,lagian dimana sendalmu bodoh?"kesal ku saat tau ia sama sekali tak menggunakan alas kaki. Apa ia secemas itu padaku hingga sebodoh itu lupa tak memakai sendal.


Ia menunduk lesu dan menatap lagi kearahku dengan wajah seolah ia memang tidak apa-apa.


"Saya lupa memakainya tadi tuan."


"Bodoh yah tetap bodoh,tak berguna sama sekali."


Aku melihat pintu menunggu suster lewat dan tidak lama seorang suster lewat dari pintu.


"Suster."


"Tolong panggilkan dokter kesini, ada orang bodoh yg harus diobati," Ucapku lupa mem-filter kata-kata ku hingga suster itu terlihat sangat kaget dengan panggilan bodoh yg keluar dari mulutku namun ia langsung bersedia dan pergi.


"Saya baik baik saja tuan, hanya sedikit robek mungkin terkena batu."lihatlah gadis bodoh sok kuat ini. Sudah jelas tadi bibir nikmatnya itu meringis masih saja berkata tidak apa.


"Ada pasien yang perlu diobati?"


Tiba-tiba seorang dokter laki-laki yang menangani ku tadi datang. Cih kenapa harus dia sih?kan bisa dokter wanita yang datang.

__ADS_1


"Tolong periksa kakinya dok."tak ada pilihan lain lagi. Intinya kaki gadis bodoh ini diobati.


Dokter itu duduk dikursi tepat dihadapan mereka berdua, lihatlah mata gadis bodoh ini. Tak hentinya menatap dokter itu,padahal lebih gantengan aku dibandingkan dia.


"Coba angkat kakinya dan letakkan dipaha saya." Wahh,, hebat juga yah modus dokter ini. Ahh sial kenapa dengan ku? Kenapa aku malah kesal sendiri.


"Sedikit parah, kenapa bisa seperti ini adik manis? "Manis palalu peang, apa harus yah berkata sok lembut begitu? Dasar lelaki buaya.


"Hehe saya lupa pakai sendal dok,"ucapnya cengengesan seperti orang gila.


Lihatlah gadis bodoh ini, tak peka sama sekali jelas jelas dokter itu sedang berlagak genit malah diladeni, itu juga pahanya diperlihatkan begitu untuk apa?murahan memang, menjengkelkan.


Ahh sial aku ingin dia cepat pergi dari ruangan ini. Aku takut akan semakin jengkel padanya.


"Kalaupun sedang tergesa gesa, jangan sampai lupa memakai sendal, seorang perempuan tidak baik lecet begini." Dokter sialan terlihat sekali modusnya.


Mina tersenyum sembari berkata "baik dok. "


"Masih menduduki bangku SMP yah? "Apa gunanya jika ia tau kalau mina masih SMP? Mau membiayai sekolahnya yah? Atau bagaimana?.


Aku saat ini seperti orang yang menjadi raket nyamuk untuk mereka berdua.


"Heheh harusnya sih sudah sma dok,, tapi,, "


"Khem,, khem,, dok sudah selesai kan mengobatinya?kalau sudah saya ingin istirahat sudah mulai tengah malam, dan tolong suruh suster nya untuk mengantarkan pakaian saya."mam*pus kalian, siapa suruh seperti itu dihadapanku. Aku tidak ingin semakin kesal karena mereka.


"Jaga kesehatan baik baik,"ucap dokter itu pada mina, seharusnya ia berkata begitu kepada pasien terbaring ini.


Cih, jelas-jelas saat ini yang sedang sakit adalah aku kenapa berpesan begitu pada mina? Kelihatan sekali modus hidung belangnya itu.


"Cepat pakai itu,benar benar ingin menggoda kamu yah?"dia pikir setiap orang yang melihat lekuk tubuhnya itu tak akan tergiur. Dasar lugu.


"Tunggu apa lagi? Tidak mau pakai yah?ooh sudah mulai membantah saya?"ia langsung memakainya dengan cepat takut kuamuki mungkin.


23.45pm.


Aku tak bisa tidur sama sekali dan aku melihat gadis bodoh itu sudah mulai mengantuk hingga tertidur dikursi.


"Lihatlah gadis bodoh ini," Apa ia selelah itu hingga tak bisa lagi menahan kantuk nya?.


"Khem,, mini! " Panggilku tapi ia sama sekali tak kunjung bangun.


"Mini! " Ku keraskan suaraku hingga ia langsung bangkit berdiri.


"Hah? Maling?,, mana malingnya? "Ia bahkan bersiap siaga seperti seorang pasukan tempur.


Ya ampun bagaimana aku bisa menahan tawa melihat itu? Dia begitu lucu dan sangat manis.


"Wahh kamu sedang apa begitu? "Aku menahan tawa setengah mati karena ulah gadis bodoh itu.


"Maaf tuan,, saya pikir ada maling hehehe, ada apa tuan? "Ia kembali duduk di kursinya tadi.


" Kamu bisa bisanya tidur saat sedang menjaga saya,kalau tiba tiba saya kenapa napa dan kamu sedang tidur bagaimana?dasar ceroboh. "Kembali dengan akting pura-pura kesal ku hingga ia benar-benar panik.

__ADS_1


" Ma,, maaf tuan, saya tidak sadar tadi, maafkan kelancangan saya."ia benar-benar bersungguh-sungguh terlihat dari wajahnya itu.


"Naik kesini sekarang! " Aku memang sudah tidak waras berkata begitu? Nanti kamu sendiri yang tak akan nyaman astan.


"Hah? " Dia heran seperti orang bodoh saat aku menyuruhnya naik keatas ranjang tempat ku berbaring.


"Ck,, otakmu yang bermasalah atau telingamu sih?sama sekali tidak pernah langsung mengerti dengan apa yang saya perintah kan, saya bilang cepat naik kesini yah naik." Memang tak bisa sekali pun aku tenang saat berbicara dengan nya harus emosi dulu baru ia faham.


Ia pun menurut naik dengan ragu dan canggung hingga membuat aku ikut merasakan canggung juga. Setelah ia naik ia duduk seperti orang bodoh tidak tau mau berbuat apa.


"Tunggu apa lagi bukannya kamu ngantuk?berbaringlah."ah iya aku menyuruhnya berbaring karena kasihan ia sudah mengantuk sejak tadi.


" Hah? "Suka sekali sih bilang hah, apa itu juga termasuk hobby nya yah?.


"Sekali lagi bilang hah, mulutmu saya jahit." Suka sekali membuat orang geram.


"Bu,, bukan begitu tuan, saya takut mengganggu tuan,bagaimana jika saya tak sengaja mengenai kaki dan tangan tuan?"ia terlihat sangat gelisah. Kena juga tidak apa-apa, tidak terlalu sakit kok.


"Usahakan jangan kena bodoh!cepat tidur, kalau protes lagi mulutmu saya kasih cabe 5 kilo."


Apa dia percaya yah dengan ancaman ku itu? Dimana aku mendapatkan cabe 5 kilo dirumah sakit ini? Hahaha dia langsung berbaring disampingku sembari memakai selimut.


"Bagaimana bisa gadis bodoh ini tertidur dalam suasana seperti ini?"ia langsung tertidur tadi. Sedang aku tak bisa tidur sama sekali Malam ini. Bahkan sudah jam 01 lebih aku masih saja terjaga.


Mina tertidur sangat pulas dan ia tiba-tiba bergeser kearahku hingga wajah kami sangat dekat sekali.


Jantung ku berdetak hebat lagi hanya karena melihat wajah nya dari jarak sedekat ini. Aku dulu sangat membenci wajah ini saat sedang tenang karena dulu dukanya adalah kebahagiaan bagiku. Tapi kini sangat berbeda aku sangat suka melihat wajah Damai ini.


Aku melihat ia terlihat sangat tidak tenang. Air mata bahkan lolos dari pelupuk matanya. Apa ia sedang bermimpi hal yang tidak mengenakkan?.


"Hiks,, ibu,,, jangan pergi hiks,, " Aku mendengar rintihan sendu dari bibir mungilnya itu.


Aku memang sering melihat dan mendengar ia menangis apalagi saat tengah malam. Tapi baru kali ini ia menangis telat didepan mataku hingga bulir-bulir air matanya begitu jelas membuatku ikut terbawa suasana.


Aku mendekap tubuh rapuh itu berharap ia akan merasa nyaman dan tenang.


Aku sendiri bingung dengan diriku. Akalku berkata agar jangan melakukan hal-hal yang membuatku akan jatuh dan gagal tapi hatiku berkata bahwa saat ini ia terlihat mirip dengan diriku yang sebenarnya. Membutuhkan sebuah pelukan hangat bukti bahwa ia tak sendirian. Aku sungguh ingin membuat ia merasa tenang malam ini.


"Sstt,, jangan menangis."kuelus surai hitam itu hingga ia benar-benar tenang.


Kini aku yang bahkan tak bisa sedikitpun melepaskan pandangan ku dari wajah manis itu.


Cup,


Katakan saja aku adalah laki-laki jahat dan bejat yang mengambil kesempatan disaat seperti ini. Tapi secara hukum ini bukanlah sebuah kejahatan karena aku mencium bibir istri ku sendiri meski aku tidak tau sejak kapan kata itu ada dalam pikiranku.


Aku mencium bibir nya dengan penuh perasaan yang aku sendiri tidak tau perasaan apa itu. Aku hanya berharap ini akan menjadi sebuah kekuatan untuk nya.


Hisapan terakhir kuberikan dibibirnya karena ia mulai merasa terganggu dengan ulahku.


Dan aku menyudahi nya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


jangan lupa yah like, komen dan vote


Xiexie❤


__ADS_2