Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
lepas rindu


__ADS_3

Soundtrack//your smile-ost dating in the kitchen//


Kugenggam dan tak akan kubiarkan pergi


-mina-


     Aku masih saja mendekap tubuh kekar yang sangat kurindukan itu dengan dalih takut kehilangan dia dan menyalurkan kerinduan yang sudah membendung layaknya lautan yang dalamnya tak bisa diukur dan udara yang tak bisa kita kisarkan jumlahnya.


Air mataku masih terus mengalir tanpa mau berhenti padahal mas astan sudah berkali-kali mengatakan untuk aku sudahi tangisanku itu karena mendengarnya pasti membuat mas astan semakin merasa bersalah.


"Maafkan mas sayang" Mas astan memeluk aku dengan eratnya.


Aku menggeleng "Mas tidak salah hiks,,, Terima kasih sudah kembali mas" Tangisku.


Tangan mas astan terulur mengusap air mataku berkali-kali.


"Maafkan mas karena baru kembali sekarang sayang,, mas,, " Mas astan terlihat masih sedikit kelelahan.


Aku memang tidak tau apa yang sudah mas astan lalui selama ini, tapi hanya satu kesimpulan yang dapat aku tarik bahwa mas astan pasti lebih menderita dariku dilihat dari tubuh nya yang kurusan itu dan penampilannya yang tidak terawat itu.


"Kalau mas masih belum sanggup untuk menceritakan itu aku bisa nunggu mas, karena mas pasti sudah menderita selama ini hiks,,, Terima kasih sudah mau bertahan dan kembali pulang" Tangisku lagi membelai wajah yang sangat kurindukan itu.


Mas astan menggeleng"Kalian yang menderita sayang,pasti mata ini sering menangis karena mas kan"mas astan mengusap mataku yang masih basah karena air mata itu.


"Mas mandi dulu yah setelah itu istirahat, pasti mas,, hiks,, mas kelelahan kan, hiks,, kenapa mas bisa sekurus ini hiks,? " Aku semakin Miris saja melihat mas astan yang turun berat badannya.


Aku perlahan membuka baju mas Astana dan dikagetkan dengan banyak sekali bekas luka disana dan satu yang paling membuat aku tak bisa menahan air mataku saat melihatnya.


Sebuah bekas luka besar tepat pada lengan mas astan, pasti ia sangat tersiksa dengan luka itu.


Aku mengusap pelan bekas luka itu dengan deraian air mata"Pasti sakit sekali mas hiks,, "


Mas astan menggeleng "tidak sayang, mas tidak merasakannya karena kalian selalu ada untuk mendoakan kesembuhan mas"


Mendengar itu aku terjatuh ke lantai merasa sangat jahat tak tau kalau selama ini mas astan pasti tersiksa menahan luka separah itu.


Dan aku disini hanya menangis seperti orang bodoh mengatainya jahat karena sudah pergi tanpa jejak.


"Hiks,,, " Mas astan berjongkok dihadapanku dan menangkup wajah menangisku.

__ADS_1


"Hei,, kamu sudah cukup banyak mengeluarkan air matamu sayang, mas janji tidak akan pernah pergi lagi, maafkan mas" Lagi lagi dekapan itu yang mas astan berikan padaku.


"Bekas itu hiks,,, pasti sakit sekali,, pasti sakit sekali karena tak ada aku yang membantu mas mengurusnya hiks,, maafkan aku mas"


Mas astan kembali menggeleng "Kamulah alasan kesembuhan mas sayang, mengingat kamu yang sangat cengeng ini membuat mas semangat untuk sembuh, mas takut kamu sendirian, menangis seharian dan bahkan semalaman membuat mas sangat ingin sembuh"


Akulah alasannya,,, aku memang sangat beruntung.


Aku dengan cepat menghaous air mataku dan kembali berdiri.


"Ayo kita bersihkan dulu penampilan kamu mas" Ucapku dan mas astan segera berdiri.


Aku mendudukkan mas astan dikursi dan memberikan lapis pada tubuh setengah telanjang nya dengan kain polos berwarna putih.


Dengan perlahan aku mulai mencukur kumis mas astan yang saat ini benar-benar ada dihadapan ku. Tentunya bukan ilusi semata ku.


Mas astan sejak tadi hanya terdiam memandangi wajahku yang terlihat serius mencukur kumisnya.


"Iih mas jangan diliatin akunya" Ucapku malu karena sejak tadi manik mas astan tak pernah lepas dari wajahku.


Mas astan masih saja menatap wajahku dengan mata memerah dengan air mata yang menganak sungai itu.


"Sekarang kumisnya udah ilang deh" Ucapku dengan girang.


Mas astan masih saja tak bergeming dan menatap wajahku dengan seksama dan semakin dalam dari yang tadi.


"Mas kenapa sih dari tadi natalan aku gitu banget? " Bingung ku.


Mas astan menarik aku lebih dekat hingga aku terduduk dipangkuan mas astan.


Ia usap pelan wajahku dengan mata yang semakin berair dan bulir air mata itu sudah hampir terjatuh.


"Betapa mas sangat merindukan wajah ini? Senyum ini dan mata penuh kasih sayang ini" Dan air mata mas astan langsung rumah seketika.


Aku sendiri sudah menahan tangisanku sejak tadi, berpura-pura ceria padahal hatiku masih tidak percaya bahwa suamiku yang sangat kurindukan sudah ada dihadapan ku saat ini.


"Kamu pasti menderita selama ini sayang hiks,, " Mas astan sudah tak bisa menahan tangisan nya lagi. Ia terlihat seperti seorang anak kecil yang menangis.


Aku dengan cepat mendekat dan mendekap tubuh kekar yang terlihat bergetar itu.

__ADS_1


Aku melingkarkan tanganku dipinggang nya"Kita sama-sama menderita mas,mungkin cobaan ini adalah cobaan yang terakhir kalinya untuk kita, aku percaya ada hikmah dibalik semua ini mas,mas sama sekali tidak salah dan aku sungguh bersyukur suamiku ini sudah pulang dengan Selamat,, hiks,,, aku,, aku sangat bersyukur mas kembali dan alfa anak kita juga sangat bahagia dengan kembalinya mas"aku juga malah ikut menangis padahal tadi aku sudah berniat untuk tidak menangis.


"Aku setiap hari memperlihatkan foto mas pada alfa, agar saat mas kembali alfa langsung tau kalau papahnya adalah orang hebat seperti mas,setiap hari dia bertanya kapan papahnya pulang kerja aku selalu menahan tangis dan mencoba tersenyum lalu berkata bahwa mas akan pulang secepatnya dan ternyata keyakinan ku memang benar"


Mas astan semakin menangis karena mendengar ucapanku.


"Terima kasih sayang, Terima kasih sudah menjadi ibu yang baik untuk alfa dan istri sempurna untuk mas"


Aku mendekat pada mas astan dan mencium bibirnya sembari menutup mata.


Mas astan juga membalas ciuman ku dan mencium kening ku lama.


"Mas bangga punya kamu sayang"


Aku tersenyum dan menghapus air matanya itu.


"Mah,, afa apal" Alfa tiba-tiba dateng ke kamar dan membuat aku langsung bangkit kikuk dari pangkuan mas astan.


"Eh abang laper yah sayang,tunggu yah biar mamah temenin abang makan" Ucapku dan alfa langsung turun ke bawah.


"Mas mandi aja yah dulu, aku temenin alfa makan dulu" Ucapku


Mas astan mengangguk tersenyum dan bangkit dari kursi itu lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Sebelum aku pergi kedapur, aku lebih dulu membersihkan ember air bekas mencukur kumis mas astan tadi.


Aku masih saja sama tidak percaya nya dengan apa yang telah terjadi hari ini.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Sehhh mas astan udah balek🤧🤧😍😍😍😍😌🤧😍😌🤧


🔷🔷jangan lupa like, komen dan rate 5 yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan🖤

__ADS_1


__ADS_2