Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
plin-plan


__ADS_3

...Soundtrack//dream-baekhyun(EXO) feat. Suzy(miss A) //...


...Bisakah kita bahagia?...


...-mina-...


      Sudah seminggu lebih sejak mas Astan memberikan kehangatan kepadaku,membuatku merasa aman dan nyaman namun juga tersiksa.


Aku bersyukur sekali mas Astan sedikit bisa lebih menghargaiku tapi hatiku berkata lain, hatiku berkata bahwa aku tak pantas mendapatkan itu.


Aku adalah orang yang merebut kebahagiaan banyak orang apakah pantas untuk dihargai dan di cinta?rasanya sangat tidak pantas.


Mas Astan juga entah pergi kemana setelah memeluk dan menciumku dengan lembut ia pergi keluar tanpa sekata pun.


Awalnya aku mengira ia hanya pergi sementara tapi ternyata ia tak kunjung datang hingga seminggu lebih.


Pak Umar sudah mencari kemana mana tapi tak kunjung ketemu.


Aku juga sudah mencoba menghubungi berkali-kali begitu juga dengan pak Umar tapi tak ada tanda tanda mas Astan akan menjawab.


Mas Astan seolah ditelan bumi.


Aku tak tau apa penyebab kepergian mas Astan, apakah ia menyesal telah berlaku begitu terhadap ku atau sudah tak mau lagi melihat wajahku?.


Aku merindukan mas Astan.


Sungguh!!!.


Setiap hari aku memasak untuknya berharap ia akan datang walaupun belum tentu ia akan mau memakannya lagi.


Setiap sore aku menunggu dipintu dan setiap malam aku tertidur disofa karena menunggu kepulangannya.


Kenapa mas Astan seperti ini? Pergi tanpa kata dan petunjuk?.


Membuatku bertanya-tanya.


Sepertinya aku memang sudah jatuh cinta kepada mas Astan.


Sangat merindukan dia, ingin gila rasanya.


Tapi lagi lagi aku harus sadar kalau orang seperti ku tak pantas untuk mencintai dan dicintai.


Aku harus sadar diri.


Seperti kata mas Astan tahu dirilah sedikit,tidak mungkin mas Astan akan mau menerima orang seperti ku,ia sangat membenci ku.


Jadi buang jauh jauh harapan bodohmu itu mina,berkaca dan lihat kenyataannya.


Siapa dirimu siapa mas Astan?.


Sementara Astan saat ini sedang merenung selama berhari-hari.


Ia bingung dengan hatinya sendiri.


Ia tak menyangka rencana awalnya menikahi mina adalah agar ia leluasa menyiksa Mina demi melampiaskan kepergian Dyva.


Tapi siapa sangka ternyata hatinya jadi luluh melihat wajah Damai Mina setiap hari.


Mina yang selalu sabar saat ia perlakuan layaknya bukan manusia.


Mina yang masih bisa tersenyum bahkan saat ia terluka dan menderita.


Mina yang masih mau memperhatikan Astan disaat Astan selalu menyiksa dan menghinanya.


Mina yang selalu mencoba bersikap hangat saat Astan begitu dingin padanya.


Astan seringkali tak tahan melihat wajah Mina, saat ia ingin menyiksa Mina melihat wajah Mina Astan harus berusaha agar tetap tegas dan melanjutkan misi penyiksaan nya.


Entah kenapa setiap melihat pancaran wajah sendu Mina Astan dapat merasakan betapa tidak pernah Mina merasakan kebahagiaan selama ini.


Mina terlihat seperti butuh pelukan, butuh seseorang yang menyayangi nya, butuh perhatian.


Astan dapat melihat itu dari pandangan sendu dan menyakitkan Mina.


Tapi lagi lagi astan selalu meyakinkan kalau Mina adalah anak dari seseorang yang telah menabrak adiknya hingga tak bisa lagi melihat indahnya dunia ini.


Astan tau semua itu bukanlah disengaja dan juga Mina bukanlah orang yang melakukannya.


Astan juga sudah sering dimasuki mimpi oleh Aldyva adiknya mengatakan kalau Astan harus berhenti menaruh dendam agar ia tenang disana.


Astan plin-plan sekarang.


Memilih rasa atau dendam nya yang belum tersampaikan?.


Menghindari Mina selama hampir seminggu lebih membuat Astan merindukan mina dan sangat merindukan dia.


"Jangan sampai kamu kehilangan orang yang kamu sayang untuk kedua kalinya Astan,jadi pilihlah secara bijak." Astan bergumam dan meyakinkan pilihannya.


23.15pm.


Aku tak bisa tidur karena menunggu mas Astan yang tak tau kapan akan pulang.


Pak Umar sudah pulang tentunya dan hanya aku sendiri dirumah yang besar ini.


Sangat sepi dan mencekam sekali.

__ADS_1


Aku merasa sedih dan sepi, bukan pertama kalinya memang aku merasa kesepian, sudah terlalu sering dalam hidupku tapi kali ini rasanya sangat berbeda, sangat menyakitkan rasa sepi ini.


"Tuk,, tuk. " Aku mendengar suara ketukan dari luar.


Apa itu mas Astan?syukurlah mas Astan masih tau jalan untuk pulang kerumah ini.


Kemana pun kita pergi rumah adalah tempat untuk kembali.


Aku berlari menuju pintu ingin sekali aku langsung memeluk tubuh kekar mas Astan saking rindunya.


Tapi aku mendesah kecewa saat kubuka pintu tak ada orang sama sekali, apa aku berhalusinasi yah mendengar suara ketukan pintu karena merindukan mas Astan.


Sepertinya aku memang benar benar mendengar suara ketukan pintu dari luar.


Tapi siapa yah? Tidak mungkin pak umar, pak umar sudah pulang tadi.


Siapa yah? Membuat takut saja, bagaimana kalau hantu?.


Aku berniat buru buru masuk karena takut dan tiba tiba merinding.


Namun aku terhenti melihat kotak kado berwarna emas dengan ukuran sedang.


Apa ini? Apa seseorang meninggalkan ini disini yah?.


Aku membuka pelan kotak itu.


Aku menganga lebar saat kulihat isinya adalah sepasang sepatu berwarna putih, cantik sekali.


Untuk siapa yah?.


Aku melihat secarik kertas berwarna pink kecil.


Aku membaca sekilas dan ternyata itu adalah hadiah dari mas Astan untuk ku.


Apa ini mimpi?jadi ini alasan mas Astan menghilang selama beberapa hari ini?.


Ingin memberikan kejutan untuk ku? Tapi dalam rangka apa?.


Dan untuk apa mas astan menyuruhku datang kejalan penuh pohon itu?.


Aku jadi sedikit ragu saat membaca perintah mas Astan yang menyuruhku datang menemuinya kejalan dimana aku hampir diperkosa saat itu.


Apa mas Astan ingin melakukan sesuatu untuk ku disana?.


Ayolah Mina, bukankah kamu merindukan mas Astan?kalau iya cepat berkemas dan temui ia disana.


Aku langsung berkemas mengganti baju dan juga memakai bedak my baby sih hehehehhe.


Setelah itu aku keluar dari rumah mengunci rumah dan meletakkan kunci dipost security.


Sepanjang jalan aku tak ada hentinya tersenyum membayangkan wajah mas Astan saat ini, merindukan dia selama berhari-hari sangat menyiksa sekali.


"Akhh" Aku bahkan sampai terjatuh saat berlari.


Lututku sedikit lecet tapi tak aku hiraukan karena sangat ingin bertemu dengan mas Astan saat ini.


Aku merindukannya.


Aku mencintainya.


Aku menyayangi nya.


Dan aku ingin bersama nya.


"Hooshh." Aku menarik nafas berkali kali saat setelah sampai ditempat mas Astan meminta ku datang.


Tapi tak ada mas Astan disana, malah sepi dan gelap sekali.


Kenapa aku jadi merinding begini sih?.


Tenanglah Mina,, mas Astan akan datang,, mas Astan akan datang.


Aku mencoba meyakinkan diriku kalau mas Astan akan datang,mungkin dia sedang membuat kejutan lain seperti lilin, kembang api dan lainnya.


Jadi kamu harus tenang dan bersabar.


"Hai,,bertemu lagi ditempat yang sama," Ucap seseorang dari belakang.


Itu tepatnya bukan suara mas Astan.


Aku langsung gemetar takut saat melihat saat ini yang dihadapan ku adalah ketiga preman yang pernah hampir memerkosa ku.


Kenapa mereka ada disini?dimana mas Astan? Kenapa belum datang juga?.


Aku mundur takut"Pergi,, jangan ganggu saya."aku takut sekali.


Mereka bertiga tertawa "Kenapa sayang? Bukankah kamu datang kesini sendirian untuk melayani kita bertiga yah? Kenapa masih malu malu kucing seperti itu? " Tanya mereka.


Malu malu kucing apa sih? Sudah jelas saat ini aku sedang ketakutan.


Aku semakin mundur lagi namun mentok menabrak sesuatu.


Aku melirik kaget saat mendapati mbak Miska juga ada disini.


"Mbak sedang apa disini?ayo mbak lari, mereka adalah orang jahat." Aku menarik tangan mbak Miska dengan cepat.

__ADS_1


Namun aku malah ditarik balik oleh mbak Miska menuju suatu tempat.


"Aku tau dimana persembunyian yang lebih aman." Mbak Miska membawaku.


Aku pun mengangguk percaya dan ikut mbak Miska dari belakang.


Aku ternyata salah menilai mbak Miska, dia ternyata lebih baik dari dugaan ku.


Saat memasuki ruangan itu aku malah dikagetkan dengan keberadaan ketiga preman itu.


Aku tak mengerti kenapa mbak Miska membawa kami kesini? Sama saja sedang mengantarkan diri sendiri.


Mereka bertiga langsung ingin menangkap aku dan mbak Miska namun mbak Miska berdiri seolah menghalangi langkahku untuk lari.


"Mbak? Sedang apa, mereka akan memerkosa kita." Aku tak bisa diam saja.


Mbak Miska tersenyum "kita? Sepertinya hanya kamu saja hahahah, dasar gadis bodoh dan to*lol." Mbak Miska mendorong tubuhku hingga dalam dekapan para preman itu.


Mereka bertiga tertawa merasa senang sedang aku gemetar setengah mati.


"Laksanakan tugas kalian dengan benar,kapan lagi kalian mendapatkan jala*ng secara geratis dan bahkan dibayar setelah meniduri nya." Ucap mbak Miska tersenyum.


Apa?jadi ini ulah mbak Miska, kenapa dia melakukan ini?.


"Mbak tolong saya hiks,,, saya salah apa?" Aku meminta tolong saat preman itu mulai mencoba melucuti pakaian ku namun aku masih berontak.


Mbak Miska mendekat kearahku"kamu tidak amnesia kan?masih ingat dengan perkataan saya kalau kamu bukan tandingan yg pantas untuk saya,saya tidak mengerti kenapa astan bisa dekat dengan gadis jelek dan kampung seperti mu."mbak Miska terlihat sangat kesal.


Jadi mbak Miska melakukan ini karena kesal dengan kedekatan ku dengan mas Astan.


Air mataku jatuh dengan deras.


Bisa bisanya dia melakukan hal sekeji ini, kami sama sama perempuan, bagaimana ia bisa menyuruh orang lain untuk memperkosa seorang perempuan?.


Apakah dunia ini selalu dipenuhi dengan orang orang menyeramkan seperti dia?.


Aku tak mau dilecehkan seperti ini, lebih baik mati saja.


Siapa yang akan menolong ku kali ini? Bagaimana kalau sama sekali tidak ada?.


"Wahh kamu kenapa jual mahal begitu sih?jala*ng sepertimu memang sangat menginginkan ini,jadi nikmati saja setiap sentuhan nikmat mereka, anggap saja ini hadiah dari ku." Mbak Miska tertawa sangat jahat.


Manusia tanpa hati yang pernah aku temui.


"Tolong,,, " Aku berteriak sekeras yang aku bisa.


Siapa tau ada orang baik yang mendengar teriakan ku dan datang menolongku.


Tamparan dilayangkan tepat dipipiku, lagi lagi mereka memperlakukan aku dengan kasar seperti saat itu.


Sungguh semakin membuatku takut saja.


"Tolong,,, hiks,,, to,, mppph" Bibirku dengan cepat dilu*mat oleh preman yang sepertinya adalah bos mereka.


Air mataku tak bisa lagi aku tahan.


Bibirku telah dinodai oleh mereka.


Baju yang aku kenakan juga sudah robek dan terbelah dua.


Bagaimana aku akan hidup setelah ini?.


Aku tak mau sampai disentuh oleh mereka, mas astan saja belum pernah menyentuh ku.


"Tolong,, " Aku tak akan menyerah begitu saja.


Saat preman itu hendak menciumku lagi aku dengan cepat menghindar.


"Akhhh." Rambutku ditarik keras oleh mereka karena berani menghindari ciuman mereka.


Mbak Miska tertawa senang melihat diriku yang sedang dilecehkan ini.


Bagaimana dia bisa?.


Sungguh tega.


Bisakah aku mati saja saat ini, aku tak mau hidup dalam kehinaan ini.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Gila sihh miska ngk ngotak suer.


Kasian mina yah.


Pelajaran yah gaes buat kita semua, jangan terlalu percaya dengan orang lain bisa saja kita adalah target dari kejahatan yang ia rancang.


Be carefull for strange people🙂


🔷🔷jangan lupa vote and komen yah say🔷🔷


♦♦jangan lupa follow author juga♦♦


😁😁jangan lupa bahagia juga heheheh 😁😁

__ADS_1


Laffyouall buanyak buanyakk ❤


__ADS_2