Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
25.Cobalah(S2)


__ADS_3

❄selamat membaca❄


    Sepulang dari rumah pria sialan itu aku langsung memasuki rumah dan menyuruhnya menyiapkan air untuk ku mandi.


Setelah selesai mandi aku mengenakan pakaian yang sudah ia siapkan diatas tempat tidur ku.


"Dasar gadis bodoh, suka sekali sih dengan warna hitam. " Aku tetap mengenakan pakaian itu walaupun sudah mengumpat nya tadi.


Saat aku hendak membuka pintu aku malah dikagetkan dengan kehadiran gadis bodoh itu yang terlihat sedikit mengintip kedalam kamar. Sedang apa dia mengintip begitu?.


"Kenapa mengintip begitu?"tanyaku hingga ia kaget bukan main.


"Ahh anu,,,itu,,, anu,"ucapnya terbata-bata hingga membuat ku bingung.


"Bicaralah dengan jelas,"tegas ku hingga ia kaget lagi.


"Makan malam sudah saya siapkan tuan, " Tuturnya terlihat takut.


"Bagaimana yah?saya sedang tidak ingin makan sekarang,, ahh mungkin nanti juga tidak,"ucapku dengan tenang. Aku tidak akan mau lagi memakan makanan hasil buatannya itu.


"Maaf tuan,apa boleh saya bertanya?apa tuan tidak mau memakan masakan saya karena takut keracunan?"ia bertanya dengan sedikit gemetar. Lucu sekali dia.


"Untuk kali ini otakmu berfungsi yah?tepat sekali, bagaimana bisa saya percaya dengan masakan seorang putri dari pembunuh seperti mu."Aku sedikit tertawa saat mengatakan itu seolah itu adalah hal yang lucu.


Ia sedikit menunduk saat aku mengatakan itu di hadapan nya. Kenapa? Sakit hati yah? Baguslah kalau begitu.


"Be,,begini tuan,saya akan memakan makanan itu dihadapan tuan agar tuan percaya kalau saya sedikit pun tidak pernah berniat jahat kepada tuan."wah, dia pasti berpikir kalau aku benar-benar takut dengan masakannya yah? Aku hanya malas saja jika harus memakan masakan itu.


Dia pantang menyerah juga yah. Patut diacungi jempol untuk semagat nya.


"Baiklah,,mari kesana,saya mau melihat kamu memakan makanan yang kamu masak."kutarik dengan keras tangannya dan membawanya menuruni anak tangga dengan langkahku yang cepat dan besar berbeda dengan langkahnya yang lamban dan kecil.


"Berdiri bodoh,"ucapku dengan keras memaksanya berdiri dan menarik nya menuju meja makan.


Sampai dimeja aku langsung meraih piring dihadapan ku dan mengisinya dengan nasi yang sangat banyak begitu pula dengan lauk pauknya sama banyaknya. Aku sungguh tidak sabar menantikan pertunjukan ini. Apa aku perlu yah menyiarkan acara mukbang ini nantinya agar ia viral dengan sebutan gadis dengan makanan terbanyak.

__ADS_1


"Apa lagi?kenapa masih berdiri seperti orang bodoh disitu?cepat kemari dan makan semua makanan ini dihadapan saya,"ucapku tersenyum menegurnya yang masih saja berdiri melihat kearahku.


Matanya langsung membulat kaget saat mendengar perintahku untuk menghabiskan seluruh makanan yang ada diatas piring itu.


"Ta,,tapi tuan,saya tidak mungkin bisa memakan semua ini sendiri."ia terlihat panik bukan main.


"Bagaimana yah?saya tidak akan semudah itu percaya dengan masakanmu jika kamu tidak bersedia menerima permintaan saya ini,karena pembuktian yang saya inginkan yah seperti ini."aku sedikit tertawa saat mengatakan itu hingga ia semakin terlihat panik.


Ia terlihat sedang menarik nafas dan duduk dihadapan ku.


"Ayo mulailah," Ucapku tersenyum licik kearahnya yang langsung menyendok satu suapan ke mulut nya itu.


Aku memperhatikan dia dengan senyuman kemenangan. Ia terlihat sangat bersungguh-sungguh memakan nya. Jangan bilang kalau ia benar-benar akan menghabiskan itu kan?.


Sudah hampir setengah ia habiskan. Apa ia benar-benar bisa memakan ini semua?.


"Be,,begini tuan,saya sudah kenyang."ia sedikit lesu.


Aku dengan cepat menggeleng"bagaimana yah?saya hanya bisa percaya kalau kamu menghabiskan seluruh makanan itu tanpa tersisa,lihat saja kalau sampai satu butir nasi saya temukan di piring itu,kamu tau kan setiap perbuatan ada konsekuensinya?"


Aku berdiri dan berjalan menuju kulkas meraih botol mineral untuk aku minum.


Aku tersenyum melihat keteguhan hatinya itu. Sungguh semangat sekali sih hingga kini piringnya benar-benar kosong tanpa ada sisa.


Aku tertawa sambil bertepuk tangan mengejeknya"Kamu ternyata pantang menyerah juga yah? bagaimana kalau saya meminta pembuktian lain lagi?"ia terlihat panik saat aku mengatakan itu.


"Permisi tu,,huwekk,,tuan,"ucapannya terpotong karena ia keburu mual.


Sungguh lucu sekali dia, muntah karena memaksakan diri untuk menghabiskan makanan sebegitu banyak diatas piring. Dibayar mahal pun aku tak akan mau memakan itu semuanya.


"Kenapa kulkas kosong?hanya ada air putih saja,kamu lupa apa pesan saya tadi pagi?"


"Maaf tuan,hari ini pak Umar tidak masuk karena beliau sakit,"ucapnya membela diri.


"Alga tidak datang rupanya?kamu kan bisa meminta dia menggantikan pak Umar,dasar gadis berotak kayu."aku mendekat kearahnya dan menekan keras kepalanya itu.

__ADS_1


"Maaf tuan,saya kurang nyaman jika Langsung memintanya berbelanja."alasan saja dia.


"Yasudah,kamu pasti sangat ingin keluar kan dari rumah ini? bagaimana kalau kamu pergi berbelanja sendiri?"


Harusnya saat mendapat kesempatan seperti itu ia senang dong. Kenapa saat ini wajahnya memperlihatkan kalau ia sangat takut saat aku suruh keluar.


"Ti,,tidak tuan,saya tidak ingin keluar dari rumah ini,lagian saya tidak tau daerah sini tuan,saya tak akan bisa berbelanja sendirian."jadi itu alasan nya yah. Kenapa harus sepanik itu?.


"Dasar! merepotkan sekali."ku tarik tangannya menuju mobil.


" Cepat naik,"ucapku dan langsung ia turuti.


"Kami pergi keluar sebentar,jaga dengan ketat,"perintah ku pada alga yang langsung ia Sayuti dengan cepat.


"Eh Mina, selamat keluar,"ucap alga tiba-tiba tersenyum kearah mina.


Tunggu! Sejak kapan mereka sedekat itu atau hanya alga yang kelewat ramah?.


"Iya mas,mas hati hati saat sedang bekerja, permisi mas,"ucap gadis bodoh itu juga dengan senyuman.


Ada apa dengan mereka berdua? Inikan hari pertama mereka bertemu kenapa sudah sangat akrab begitu?.


Aku langsung melajukan mobil dengan kencang membiarkan alga berbicara sendiri disana.


Kenapa mereka berdua terlihat sangat dekat sih? Ada apa sebenarnya dengan mereka? Apa hanya aku yang tidak tau apa-apa?.


Gadis bodoh ini tersenyum lebar sekali tadi saat sedang berbicara dengan alga. Tapi kenapa dengan ku ia seperti sedang berbicara dengan setan saja. Takut dan menunduk.


Padahal kalau dibanding kan wajahku lebih enak dipandang dari pada alga. Kenapa ia malah menatap alga dan aku malah ia tundukkan kepalanya.


Ahh aku tidak usah heran, gadis inikan otaknya tidak pernah benar. Yang tampan dianggurin dan yang mukanya biasa saja malah ia tatap.


Sungguh bodoh.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN Lupa LIKE, VOTE DAN KOMEN YAH.


__ADS_2