
...Soundtrack//scream-do Kyungsoo (EXO) //...
...Aku tak tau kapan kebahagiaan itu akan datang,atau bahkan kebahagiaan tak akan pernah datang dalam kehidupan ku...
...-mina-...
Aku melihat buku yang diberikan mas Alga semalam,ada beberapa tugas tapi satupun belum ada yang ku kerjakan karena mas Astan tak sedikitpun memberikan waktu untuk ku.
Sudah hampir dua minggu lebih aku dengan mas Alga belajar,sudah banyak sekali pelajaran yang mulai aku kuasai.
Mas Alga sangat lihai dan pintar belum lagi setiap cara yang ia ajarkan sangat mudah difahami olehku.
Beruntung sekali bertemu dengan mas Alga,tapi aku tidak tau sampai kapan mas Alga akan bisa mengajariku, karena sewaktu waktu mas Alga bisa kembali kuliah.
Aku mencoba mengerjakan beberapa soal di pagi hari ini, ini semua karena mas Astan yang tak henti mengganggu dan menyuruhku saat hendak mengerjakan soal.
Jadi!! Mumpung mas Astan sedang mandi aku curi kesempatan saja untuk mengerjakan soal soal ini,aku tak ingin membuat mas Alga kecewa, sudah diajarin geratis malah tak mau mendengarkan dia.
Aku membaca dengan seksama tiap soal itu lalu mulai menjawab sesuai dengan pengetahuan ku, semoga saja benar.
"Khem,, mini," Panggil mas Astan.
Baru juga tiga soal yang aku kerjakan sudah mendengar suara itu,dan seketika aku merasakan aura negatif pertanda kalau tugasku itu tak akan pernah selesai, karena lihat saja mas Astan pasti punya banyak cara untuk membuatku susah.
Aku menghadap kearah mas Astan dan aku dikagetkan dengan tubuh setengah telanjang nya, dia berdiri hanya mengenakan handuk saja tanpa tau malu,tak tau apa kalau ada seorang gadis disini?.
"Ada apa tuan? "Tanyaku heran.
"Cepat kemari," Perintah mas Astan.
Ada apa lagi ini? Kenapa perasaan ku tak enak,setiap kali mas Astan menyuruh mendekat aku langsung deg-degan tak karuan dan yang aku ingat adalah setiap setelah mas Astan menyuruhku mendekat ia selalu mencium bibirku tanpa sebab.
Aku mendekat pelan kearahas Astan "Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanyaku.
"Pakaikan saya baju, " Perintah mas Astan
Apa yang dia katakan barusan? Memakaikan ia baju?tidak punya tangan rupanya sampai bajunya saja harus aku yang memakaikan.
Aku masih terdiam bingung,apa mas Astan gila yah, kenapa dia meminta ku memakai kan ia baju?.
"Kamu tuli? " Teriak mas Astan tiba tiba.
"Ti,, tidak tuan," Jawabku
"Yasudah cepat laksanakan perintah saya," Ucap mas Astan.
Aku berjalan pelan mendekati mas Astan dan bingung harus memulai dari mana,tidak mungkin kan aku memakaikannya celana?aduhh membingungkan sekali sih.
Aku memilih memakaikan kemeja terlebih dahulu kepada mas Astan dan mengancing satu persatu kancing kemeja berwarna abu-abu itu.
Mas Astan diam memperhatikan aku yang gemeteran,matanya tak henti hentinya melihat kearahku, membuat canggung saja.
__ADS_1
Kemejanya telah selesai aku kancing,aku jadi bimbang apa lagi yang harus aku lakukan sekarang?.
Oh iya, dasi. Aku belum memakaikan dasi kepada mas Astan.
"Maaf tuan, saya tidak bisa meraih leher tuan, kalau tidak keberatan bisa tidak tuan duduk diatas ranjang? " Tanyaku
Mas Astan tak menjawab malah ia menarik pinggang ku lalu duduk diatas ranjang.
Aku sampai terpental menabrak dada bidangnya"Ma,, maaf tuan, maafkan saya,"ucapku langsung bangkit.
Dia tersenyum tanpa sebab"Suka sekali yah kamu terhadap tubuh saya sampai mencari kesempatan untuk mencium dada saya,"tutur mas Astan sambil meledek aku.
Apa apaan dia? Apa perlu lagi diputar kembali klipnya agar ia tau kalau tadi yang menarik ku adalah dia hingga tertubruk dadanya itu.
Aku lebih baik memilih diam dan mengalah saja, ku lawan juga akhirnya aku juga yang kalah.
Aku memasukkan dasi itu ke leher mas Astan dan mulai mengikatkan dasi untuk mas Astan.
Lagi lagi seperti waktu itu aku tidak bisa,kenapa susah sekali sih?.
"Kenapa lama sekali? Mengikat dasi saja perlu setahun yah? " Tanya mas Astan
"Ma,, maaf tuan, saya tidak bisa," Ucapku menyerah saja.
Mas Astan berdecak.
"Mengikat dasi saja tidak bisa,apa yang bisa kamu lakukan?sungguh tidak berguna," Ucapan mas Astan memang benar sih.
Aku menunduk lesu,sudah hampir berbulan bulan berada disini aku masih saja lemah dalam melakukan banyak hal.
Ternyata mas Astan yang menarik ku hingga terduduk dan dia juga tiba tiba memutar tubuhku menghadap kearahnya.
"lihat dan perhatikan baik baik,tidak ada pengulangan jadi tolong pergunakan otakmu itu dengan benar," Perintah mas Astan.
Aku mengangguk mengiyakan.
Mas Astan memasukkan dasi itu ke bajuku yang kebetulan juga memiliki kerah.
Lalu tiba tiba mas Astan meraih kedua tangan kecilku yang semakin terlihat kecil dalam genggaman mas Astan.
Dia menuntun tanganku untuk mengikat dasi itu dengan lembut.
Bagaimana ini? Lagi lagi jantungku berdetak sangat cepat dan entah kenapa aku merasa kupu kupu seolah beterbangan diarea perutku.
Mas Astan mengajariku dengan telaten,tak kusangka akan semudah itu.
"Bagaimana? Masih belum faham juga? " Tanya mas Astan.
Aku menggeleng "Sudah tuan, ternyata sangat mudah sekali yah,, Terima kasih tuan sudah mengajari saya." Aku tersenyum kegirangan.
Jadi aku tidak akan terkena amukan mas Astan lagi karena tidak bisa memakaikan mas Astan dasi.
__ADS_1
Cup,,,
Mas Astan tiba tiba menarik dasi yang ada dileherku dan mencium bibirku lagi.
Biasanya mas Astan akan menggerakkan bibirnya namun kali ini berbeda ia hanya diam dan menutup mata.
Aku sendiri kaget bukan main,terdiam kaku tak tau harus bagai mana.
"Tu,, tuan," Ucapku dalam keadaan bibir kami masih menyatu.
Mas Astan tiba tiba melepaskan ciuman kami"Dasar gadis penggoda, "umpat mas Astan tiba tiba
Apa katanya barusan? Penggoda?bukannya dia yang mencium bibirku yah?.
" Cepat keluar dari kamar ini,"perintah mas Astan dengan lantang.
Aku langsung membuka dasi itu dan berlari keluar menuju dapur.
Setelah kepergian Mina,Astan memegangi dadanya yang terus bergetar dari tadi.
"Ada apa dengan ku? Kenapa setiap berada didekat gadis bodoh itu jantung ku berdetak tak terkendali,aku ingin menyentuh dan mencium bibir kecilnya itu?apa aku sudah gila?" Ucap Astan bingung.
Astan masih bingung dengan dirinya.
Aku membersihkan rumah dengan menyapu dan mengepel lantai dengan teliti, kata mas Astan satu butir debu pun tak ia izinkan berada dirumah ini.
Mas Astan keluar dari kamar lengkap dengan setelan jas dan tas ditangan nya.
"Tuan langsung berangkat? " Tanyaku menghampiri mas astan.
Kenapa dia?aku bertanya malah ditinggal begitu saja,mengangguk kan bisa kenapa langsung pergi begitu?.
Apa mas Astan masih berpikir kalau aku sedang menggoda dia tadi?.
Tapi dimana sih letak penggoda disana?mas Astan menyuruhku duduk diatas ranjang dan mengajariku dan tiba tiba mas Astan yang mencium bibirku.
Lalu aku yang disebut sedang mencoba menggodanya?membuat bingung saja.
Tapi kenapa jantung ku Lagi lagi berdetak kencang hanya karena mengingat ciuman mas Astan tadi.
Kenapa sih dengan ku?
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Kan kan astan astan.
Kamu yang nafsuan main nyosor mulu terus malah nuduh mina ngegoda lu? Aneh banget 😇
🔷🔷jangan lupa vote and komen yah saya🔷🔷
__ADS_1
♦♦jangan lupa follow author yah♦♦
Laffyouall buanyak buanyak ❤