
Soundtrack//before you go-cover by: arvian dwi//
Aku tak mau ditinggalkan dan aku tak mau meninggalkan
-mina-
Mobil pak umar parkirkan ditempat khusus parkir dan aku langsung membuka pintu dan hampir saja terjatuh karena melihat suasana pelabuhan yang sungguh sangat ironis itu.
Kerumunan demi kerumunan terlihat dari tempat ku berdiri saat ini.
Orang orang berpakaian polisi menyebar keseluruh cela di tempat itu dan beberapa wartawan lengkap dengan krunya juga ikut meramaikan tempat itu.
Tangisan tak rela dan pilu langsung menyeruak memaksa masuk ke pendengaran ku hingga aku langsung merasakan bagaimana yang mereka rasakan.
Aku menyusuri tempat itu dan melihat dimana-mana keluarga dari beberapa korban menangis tersedu sedu dengan wajah memancarkan aura kesedihan dan rasa putus asa.
Aku langsung terjatuh tak tau harus bagaimana saat ini.
Pak umar langsung membantu ku berdiri.
"Bagaimana kalau kita pulang saja dulu neng, bapak lihat kamu masih belum stabil neng" Pak umar mencoba memberikan pendapat nya namun aku langsung menggeleng menolak itu.
Aku berjalan pelan menghiraukan ucapan pak umar yang melihat bingung ke arahku.
Aku berjalan lurus menabrak orang orang yang berlalu lalang itu.
Aku terus berjalan hingga sampai keujung pantai.
Air mataku menetes dengan deras membayangkan saat ini mas astan sedang di dalam air merasa dingin dan mungkin sudah tak bisa lagi merasakan kedinginan itu.
"Hiks,,, mas,, kamu dimana? " Ucapku terus masuk kelaut berjalan mengikuti kata hatiku seolah dihadapanku memang ada mas astan sedang menunggu untuk aku raih.
Air mataku semakin deras saja seolah sedang melihat mas astan tersungkur kaku disana.
"Aku datang mas hiks,, aku datang, kita pulang mas hiks,, alfa nunggu kita dirumah"
Sekilas aku mendengar suara pak umar mencoba menghentikan ku dan di ikuti oleh sebagian orang orang yang disekitar pak umar.
Namun aku terus berjalan Karena saat ini aku sungguh seolah sedang menhampiri mas astan yang sedang menunggu ku.
"Hiks,, aku takut mas,, hiks,,, aku takut ditinggal seperti ini" Tangisku lagi hingga saat ini air laut sudah menyentuh daguku.
Pak umar semakin keras memanggilku dan memanggil tim evakuasi yang sedang meneliti tempat itu untuk sekedar mencari petunjuk tentang beberapa korban.
Aku sudah mulai memasuki air laut dan mencoba memejamkan mata.
Rasanya sungguh sesak sekali saat ini yang kurasakan di dadaku.
"Aku takut mas,, hiks"aku mulai tenggelam di laut itu.
Namun tiba-tiba aku merasakan tarikan dari arah belakang dan ternyata itu adalah petugas evakuasi yang mencoba menghentikan aku.
__ADS_1
" Lepas,, lepaskan aku, suamiku menungguku disana hiks,, "aku mencoba berontak dalam genggaman nya.
Namun tenagaku yang mungkin memang sudah menurun atau tak tersisa lagi membuatku tak bisa berontak lagi dan akhirnya aku dibawa kedarat.
Aku terduduk menangis memeluk lututku merasa sedih dengan hidupku ini.
Aku takut ditinggalkan sendiri oleh mas Astan.
Apakah semua ini terjadi karena mas astan berada di dekatku?.
Apa aku terlalu senang selama ini hingga aku lupa bahwa aku adalah seorang gadis pembawa sial.
Lihat!! Lihat kenyataannya sekarang.
Mas astan mengalami ini karena mas astan berada di dekatku.
Aku memang gadis yang tak berguna dan pembawa penderitaan untuk mas astan.
" Hiks,,, mas astan "aku menangis sekeras yang aku bisa tak peduli bagaimana pandangan orang saat ini.
Pak umar membuka jaket yang ia kenakan dan menutupi tubuh basahku, belum lagi pakaian yang aku kenakan ini adalah berbahan tipis mungkin pak umar tak ingin orang lain salah fokus pada tubuhku.
" Sudahlah neng,kita pulang saja dulu, neng butuh istirahat saat ini"pak umar mencoba membujuk aku.
Aku menggeleng"enggak pak, aku mau nyari mas astan, dia udah nungguin aku hiks,, "
Aku merasa sakit setelah mengatakan itu.
"Saya sudah menanyakan petugas evakuasi neng dan saat ini mereka sedang melakukan pencarian dan pihak kantor juga sudah mengirim tik sar untuk mencari astan, kita pulang saja neng" Pak umar mencoba membantu ku untuk berdiri namun aku menolak.
"Aku harus mencari mas astan hiks,, " Pak umar menarik paksa tubuhku dari tempat itu.
"Den alfa menunggu dirumah neng" Aku langsung diam tak memberontak lagi.
Aku yang terlalu bodoh sampai lupa dengan anakku sendiri sedang dirumah menunggu ibunya yang tak berguna ini.
Aku langsung menuruti pak umar memasuki mobil dan dibawa pulang menuju rumah.
Aku masih menangis di dalam mobil menatap kearah luar dengan deraian air mata.
Mengingat ingat mas astan yang saat ini belum diketahui keberadaannya.
Setelah sampai dirumah aku langsung berjalan pelan dan lesu menuju rumah.
Air mataku lagi lagi semakin deras saat memasuki pintu karena wajah mas astan yang sedang tersenyum sembari menggendong alfa seolah terlihat dari jauh.
"Hiks,,, " Aku menangis keras terduduk diteras rumah merasakan sakit dan sesak didadaku.
Kalain boleh berpikir kalau aku sangat cengeng dan lemah tapi apa kalian akan sanggup saat kalian berada diposisi ku.
"Hei,, kamu kenapa dek?" Kak adin berlari dari dalam rumah membantuku berdiri dan memelukku dengan erat.
__ADS_1
Aku langsung menangis sekeras yang aku bisa meluapkan rasa sakit dan sesak yang aku rasakan.
Aku sekilas melihat mas ken yang sedang menggendong alfa perlahan menjauh karena takut alfa mendengar tangisanku itu.
Tepukan pelan dapat aku rasakan dari kak adin yang mencoba menenangkan aku.
Aku masih terus saja menangis dalam pelukan kak adin.
"Sabar dek, kakak yakin kamu bisa kuat dan astan pasti selamat" Kak adin semakin membuatku ingin menangis lebih keras lagi.
Setelah sedikit tenang aku dibawa masuk oleh kak adin dan mas ken memberikan aku segelas air putih untuk mencoba menenangkan aku.
Aku menghapus air mataku dengan cepat dan meraih alfa yang sudah terlihat mencariku itu.
"Sini sayang sama mamah" Aku mencoba menahan air mataku merasa sedih melihat alfa yang tak tau apa apa yang terjadi dengan mas astan papahnya.
Kak adin menyentuh bahuku mencoba menahan aku.
"Mungkin kamu pikir alfa tidak tau kalau saat ini kamu begitu sedih dan terpukul namun ingat dek,kalian punya ikatan batin dan alfa tau bagaimana perasaan kamu saat ini" Jelas Kak adin.
Aku langsung mencoba kuat dan menahan air mataku.
Maaf ken hanya terdiam dari tadi memikirkan bagaimana cara untuk mencari mas astan.
"Kita akan menemukan astan bagaimana pun itu" Ucap mas ken dengan yakin.
Aku menahan air mataku lagi dan lagi.
Mungkin air mataku akan mengering karena sejak tadi aku tumpahkan tanpa henti.
Merindukan sekaligus menghawatirkan mas astan sangat menyiksa sekali.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Tolong dong siapa yang naro kulit jeruk dimari? Mata aku berair nih🤧🤧🤧😔
Aku sedih beneran pas ngetik part ini huuu🤧🤧
Semoga beneran astan selamat dan bisa secepatnya ditemukan.
🔷🔷jangan lupa like, komen, favorit, dan rate 5 yah🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan 🖤
Follow ig aku juga yah
@sopiakim_
__ADS_1