
❄selamat membaca❄
Saat kami bertemu dengan ken waktu itu ia mengundang kami untuk menghadiri pernikahannya dengan adin. Kulihat mina sangat ingin kesana jadi aku meliburkan diri dari kantor dengan dalih kami memang sedang libur agar mina tidak khawatir dengan kantor.
Aku dan alfa sudah selesai berkemas kemudian turun kebawah untuk menunggu mina. Kalau kami menunggunya didalam kamar ia tak akan bisa bergerak sama sekali. Katanya kalau ada orang lain ia tak akan bisa berkemas dengan baik. Begitu pemalu nya dia. Bahkan dengan ku suaminya.
Setelah selang beberapa waktu ku lihat pintu kamar terbuka memperlihatkan istri kecilku sedang tersenyum kearahku dan langsung kubalas tersenyum juga.
"Yuk mas,, maaf hehehe lama."aku langsung mengangguk tersenyum.
"mamah emang lama yah sayang? "Mina seolah sedang berbicara dengan alfa yang seperti biasa saat melihat mina akan menghamburkan dirinya kedalam gendongan mina melupakan aku yang selalu bersama nya tadi. Kalau kata orang mah habis manis sepah dibuang.
"Alfa yah gitu mulu sama papah, giliran liat mamah aja papah dibuang."aku berpura-pura kesal sembari berjalan keluar menuju mobil yang sudah disiapkan pak umar.
Hari ini pak Umar yang akan menyetir mobil karena mina tidak mengizinkan aku untuk menyetir dulu. Katanya takut aku akan kelelahan padahal kan ngk ngkpp karena aku sama sekali tidak merasa lelah asalkan mina bersamaku.
"Kita ke alamat yang udah saya atur yah pak." Pak umar mengiyakan dan langsung menjalankan mobil.
"Mas pegang alfa bentar dong." Alfa hanya diam saja saat mina memberikan nya padaku.
Ku perhatikan mina yang terus saja memperbaiki penampilan nya. Apa dia tidak sadar yah ia sudah cantik sejak dulu bahkan tanpa riasan.
"Duhh udah cantik kok mah." Aku tersenyum mengatakan itu.
Ia langsung melirik kesal ke arah ku"Apaan sih mas, berantakan gini malah dibilang cantik, keliatan banget boong nya." Seketika aku juga pak umar tertawa Karena mina.
"Sini dasi mas aku benerin."ia mendekat kearahku untuk membenarkan posisi disitu yang aku sendiri tidak sadar kenapa bisa se berantakan itu.
" Duhh cantiknya. "Aku tersenyum menatap wajah mina yang sangat dekat itu. Kalau pak umar sedang tidak disini aku sudah menciumnya habis habisan.
"Mas bilang kamu cantik sayang."aku masih saja menggodanya yang sejak tadi berpura-pura tuli itu.
"Ihh mas apa apaan sih? "Dia terlihat kesal karena godaan ku. Wajahnya saat kesal sangat cocok untuk menaikkan mood ku, aku sangat merasa puas setiap kali menggodanya.
__ADS_1
Karena merasa lucu dengan mina aku tertawa sangat keras hingga lupa dengan alfa yang suka kaget dan menangis.
"Papah nakal yah sayang cup cup,, " Mina meraih alfa dariku lalu mencoba mendiamkan alfa.
"Maafin papah yah sayang kalo ketawa keras keras, lupa kalau alfa suka kagetan orang nya."kucium pipi alfa yang terlihat sangat imut itu.
Kami memasuki areal pernikahan ken juga adin, tamunya sangat banyak dan kulihat mereka berdua sedang berdiri di pelaminan sembari menyalami tamu undangan.
Ku lirik mina yang melihat kagum dengan pernikahan ini. Apa dia teringat yah bagaimana pernikahan kami dulu. Begitu hancur dan membuatku terus saja dihantui rasa bersalah.
Aku begitu kejam padanya, memaksanya menikah tanpa cinta dan lebih parahnya tak ada acara istimewa seperti ini. Aku bersumpah akan menebus semuanya dan membahagiakan mina.
"Selamat berbahagia yah mas, kak adin."mina tersenyum dan memeluk mereka berdua.
Sedang aku hanya menyalami mereka berdua sembari tersenyum.
"Tante cantik yah sayang? " Mina tersenyum kearah adin yang sedang mengenakan pakaian pengantin itu. Tak sadar apa kalau ia bahkan lebih cantik bagaimana pun itu.
Alfa terlihat sangat ingin menghambur ke gendongan adin. Alfa memang sangat menyukai adin.
"Duhh permisi yah mas, kak, aku ngk mau kalau alfa bikin ribut disini."mina pergi kearah kursi tamu dan duduk disana.
Akan sangat aneh jika aku juga langsung menyusul. Jadi aku tetap diam disini berbicara dengan ken yang terlihat sangat senang itu.
" Gimana sih rasanya kalau udah berkeluarga? "Tanya ken padaku.
Aku tersenyum sembari melirik kearah mina yang kulihat ada seorang laki-laki yang mendekat kearahnya. Siapa dia? Kurangajar sekali dia.
Aku tetap mencoba biasa saja dan melanjutkan berbincang-bincang dengan ken dengan sesekali melihat kearah mina lagi yang kali ini kulihat laki-laki itu menarik alfa kedalam gendongan nya hingga menangis keras. Wahh sudah kelewatan dia.
Alfa menangis sangat keras hingga terdengar hampir kearah para tamu lain, akupun pamit kepada ken juga adin yang masih harus menyambut para tamu undangan.
"Kamu kenapa kasih alfa ke orang yang ngk dikenal?" Aku tak sadar sudah membentaknya Karena merasa kesal dan khawatir juga.
__ADS_1
Ia terlihat kaget bukan main lalu menunduk takut. Sedang pria sialan itu memilih untuk pergi saat aku datang.
Alfa masih saja rewel dalam gendongan ku, ku periksa suhu tubuhnya dan ternyata alfa demam hingga ia serewel itu.
"Ya ampun kamu demam sayang."
"Lihatlah kamu ini,anak demam malah dikasih ke orang lain,ibu macam apa kamu? " Aku benar-benar khawatir hingga tak tau berbicara begitu pada mina yang terlihat semakin menunduk itu.
Aku dengan cepat menarik mina keluar agar segera mengantarkan alfa kerumah sakit.
Aku memasuki mobil terlebih dahulu dan kulihat ia masih saja diam diluar, apa dia menangis? Akhh aku bahkan sedang khawatir saat ini.
"Sedang apa kamu? Cepat naik alfa perlu ke dokter." Apa begini yah yang dirasakan orang tua saat anaknya sakit. Pikiranku tak bisa jernih kini.
Ditengah perjalanan alfa masih saja rewel sedang mina terus saja menatap kearah luar dengan bahu bergetar. Apa aku terlalu jahat yah sudah membentak nya tadi. Aku hanya merasa khawatir tadi hingga tak sadar.
Bahkan sampai alfa dirawat dokter pun ia masih saja menangis dan menjauh dari tempat ku duduk. Apa ia takut padaku seperti saat itu lagi? Aku pasti sudah gila karena tidak tau mina sebenarnya memilih batin yang lemah dan mudah menangis.
"Sudahlah,, maafkan Mas tadi sudah membentak mu."aku menghampiri nya dan mencoba untuk menenangkan nya.
Ia mengangguk dengan cepat namun ia masih saja menangis.
" Hiks. "
"Mas terlalu panik tadi sehingga Mas lupa kalau Mas telah membentak mu sayang, Mas ngk bermaksud buat hati kamu sakit."aku mengelus surai hitamnya.
"Hiks,, Mas ngk salah hiks,, aku yang ngk becus jadi ibu untuk alfa hiks,, aku emang ngk berguna Mas."kupeluk ia sembari mengelus punggung nya dengan lembut.
"Tidak sayang, maafkan Mas karena telah berkata seperti itu tadi. "
Aku benar-benar menyesali ucapan ku itu pada seorang ibu yang hebat seperti mina. Wajar ia masih kurang mengerti karena ia masih sangat muda untuk jadi seorang ibu.
Akulah yang salah disini.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.