Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
benarkah ini?


__ADS_3

Soundtrack//tetap disini-tri suaka//


Bisakah kamu datang wlaupun hanya lewat mimpi?


-mina-


    Aku sejak tadi mencoba membangunkan alfa namun tak kunjung bangun juga, sangat mirip sekali dengan mas Astan. Harus demo dulu bawa toa baru mau bangun🙂.


"Sayang bangun dong, masa udah abang abang masih susah bangun sih? "


Alfa bergerak gusar dari yang menghadap kiri kini sudah kearah kanan.Namun tak ada tanda tanda kalau ia akan membuka mantanya.


"Sayang bangun dong,nanti mamah abisin sendirian loh nasi gorengnya, ngk mamah bagi sama abang" Lagi lagi aku mencoba membangunkan alfa.


Alfa langsung membuka mata saat aku mengatakan ingin memakan sendirian nasi goreng kesukaannya.


"Afa angun mah,mamah jan akan asi oleng nya yah" Ucap alfa dengan suara imutnya dan mata kecil yang mengerjap erjap khas bangun tidur.


Aku mengelus rambut hitam alfa"iya ngk jadi kok mamah makan, soalnya abang ganteng udah bangun "


"Sekarang buka baju dulu yah biar mandi sayang" Ucapku dan alfa langsung bangkit berdiri.


Aku perlahan membuka baju alfa Satu persatu dan menuntunnya masuk kedalam kamar mandi lalu melakukan acara mandinya disana.


"Nanti mau makan nasi goreng yah sayang?" Tanyaku basa basi pada alfa yang saat ini menyikat giginya.


Ia menganggukkan kepalanya "ama elol mah" Lagi lagi dengan selera yang sama dengan mas astan.


Aku membayangkan bagaimana reaksi mas astan kalau tiba-tiba dia datang dan melihat putra pertama kami sudah sebesar ini dan sungguh mirip dengannya.


Membayangkan mas astan yang memandikan alfa dan mereka bercanda bersama sedang aku berdiri melihat.


"Mah,, enapa? " Tanya alfa tiba-tiba membuyarkan Lamunanku.


"Eh ngk kok sayang, cepetan dong bang nyikat giginya biar cepet juga makan nasi goreng nya"


Alfa dengan semangat menyikat giginya dan setelah selesai mandi lagi lagi alfa dengan mandirinya memakai baju sendiri tanpa harus aku bantu.


"Duhh pangeran mamah hebat banget yah" Peluk ku pada alfa yang cengengesan terlihat sangat imut sekali.


"Abang nonton televisi dulu yah sayang,mamah masak dulu bentar"


Aku memasang televisi dengan serial karton kesukaan mas astan dan alfa ternyata juga sangat menyukainya.


Alfa duduk menghadap televisi dan segera kutinggal untuk memasak nasi goreng kesukaan alfa.


Saat mengaduk nasinya aku sekilas melihat kearah alfa yang duduk didepan televisi dan aku lagi lagi membayangkan kalau saat ini ada mas astan disana tertawa bersama dengan alfa menunggu aku selesai memasak.

__ADS_1


"Astagah" Aku hampir saja membuat nasi goreng itu menjadi nasi gosong ('-'*)♪


Aku mencoba menenangkan pikiranku dengan tidak selalu membayangkan mas astan disetiap aktivitas ku.


"Abang mari makan" Panggil ku pada alfa yang sedang menonton televisi itu.


Dengan cepat ia berlari menuju tempatku saat ini, Seenak itukah nasi goreng buatanku hingga alfa begitu semangat ingin makan.


"Pelan pelan bang, nanti jatuh sakit gimana? "


Ia tersenyum imut padaku lalu duduk dikursi dengan susah payah karena kursinya lumayan tinggi untuk ukuran tubuh alfa yang masih kecil itu.


Akupun menyuapi alfa dengan tersenyum merasa lucu melihat alfa yang sangat semangat memakan nasi goreng itu.


"Nanti abang main yah diluar, mamah mau beresin rumah dulu, nanti abang kena abu kalau main di dalam" Ucapku pelan.


Alfa lagi lagi mengangguk patuh tanpa adanya penolakan.


"Atau alfa kerumah adek sifa aja? " Tanyaku pelan.


Alfa menggeleng karena ia tak akan mau jauh jauh dariku.


"Yasudah abang main diluar saja nanti yah, lagian mamah ngk lama kok sayang"


Setelah selesai makan, alfa kembali menonton televisi sedang aku membersihkan dapur juga mencuci baju kami yang tak banyak itu karena hanya ada aku dan alfa saja.


Aku jadi teringat saat dulu mas astan selalu saja memasukkan baju bersih kedalam keranjang baju kotor untuk sekedar membuatku kesusahan.


Mengingat wajahnya yang selalu jengkel karena aku yang tak tau apa apa membuatku ingin


Tersenyum namun air mataku malah mengalir karena rindu.


Lagi lagi pertanyaan itu muncul dibenakku, apakah mas astan akan pulang? Apakah mas astan masih hidup? Apakah mas astan akan kembali?.


Aku takut alfa semakin tumbuh dewasa dan merasa sakit saat tau kalau mas astan sudah lama menghilang.


Aku mencoba untuk berpikir positif lagi kalau mas astan pasti akan kembali bagaimana pun itu.


"Abang main diluar yah, mamah mau bersihin rumah dulu" Ucapku mengantar alfa untuk bermain diluar.


"Jangan kemana-mana yah sayang kalau ada apa-apa panggil mamah aja, abang main bola yah katanya mau jadi timnas" Ucapku dengan senyuman.


Alfa langsung bersikap seolah ia bangga dengan cita-cita nya itu.


"Yasudah mamah kembali kedalam yah sayang, panggil mamah kalau ada apa-apa nanti" Aku berlalu meninggalkan alfa yang bermain bola kaki itu.


Aku merapikan sofa yang sudah berabu itu karena tak sempat aku bersihkan.

__ADS_1


"Uhuk,, " Aku bahkan sampai terbatuk karena banyak sekali abu.


"Duhh untung saja alfa tidak sempat sakit karena rumah ini kotor sekali" Khawatir ku.


Selesai dengan urusan sofa aku beralih kearah kaca dan juga lantai ngelap kaca dan mengepel lantai dengan penuh teliti.


"Kenapa kotor sekali sih lantainya? Padahal kalau tidak salah aku baru saja mengepel nya tiga hari yang lalu" Bingung ku merasa heran karena lantai yang begitu kotor.


"Hmmm pegal sekali" Aku telah selesai membersihkan lantai sekarang giliran merapikan lemari hias di dekat televisi itu.


Disana terdapat banyak sekali foto kami saat alfa kecil dahulu.


Aku tersenyum melihatnya.


"Mah,,, mamah,, " Alfa terdengar memanggilku dari arah luar.


"Iya sayang bentar yah,, " Ucapku merapikan beberapa foto yang jatuh dan tersusun secara tidak rapi pasti karena ulah alfa yang sangat suka melihat lihat foto foto ini, katanya seperti melihat papah.


"Mamah,,, papah" Ucap alfa tertangkap oleh pendengaran ku.


Apa aku salah dengar yah? Sepertinya tadi alfa menyebutkan kata papah.


"Mamah,,, papah" Ucap alfa lagi dan kali ini aku sangat yakin dengan pendengaran ku itu.


Buru buru aku berlari menuju pintu dan membukanya dengan cepat.


Kain lap yang aku pegang jatuh ke lantai dan mataku terbelalak tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini.


Rasanya seperti mimpi saja, aku sungguh tidak menyangka dengan keajaiban ini.


Tolong katakan ini bukanlah ilusi ku, aku tidak sedang tidur kan saat ini?.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh apa nih? Siapa yang datang?


Greget yah🙂penasaran yah🙂


Kuy pantengin terus cerita ini❤


🔷🔷jangan lupa like, komen, dan rate 5 yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤

__ADS_1


Follow my instagram


@sopiakim_


__ADS_2