Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
57.jangan digantung#2(S2)


__ADS_3

❄selamat membaca❄


      Aku membawanya ke supermarket terdekat dengan wajah ditekuk kesal. Aku masih tak habis pikir dengan jalan pikiran nya itu. Bagaimana bisa ia lebih memilih es krim dibanding bermain bersamaku?.


"Mau rasa apa? " Kutanya ia dengan mencoba memberikan senyuman paksa ku. Aku hanya ingin segera pulang kerumah dan melanjutkan hal yang tertunda tadi.


"Aku mau strawberry, coklat, pisang ahh kebanyakan yah mas? Yaudah strawberry aja deh." Ia terlihat sangat imut kini hingga aku yang awalnya kesal langsung tersenyum karena melihat wajah memelas nya itu.


Aku mengusap pelan rambutnya itu"Kamu ambil saja semuanya, mas yang bayar sayang."kucium bibirnya sekilas hingga seseorang yang saat ini dibelakang kami menatap heran. Astan astan kamu tidak tau malu sekali sih.


Aku mengambil semua jenis es krim yang ia inginkan kemudian membawa nya menuju kasir untuk melakukan transaksi.


Setelah itu kami berjalan menuju mobil. Kulirik sekilas apa yang sejak tadi dipandang oleh laki-laki yang saat ini sedang berada didekat kami. Pandangan nya tak pernah lepas dari mina.


Aku buru-buru memasukkan mina kedalam mobil. Dia pikir apa haknya melihat-lihat istri orang?.


Sampai dimobil aku melihat kancing baju mina lepas hingga dadanya sedikit terekspos.


"Ck,, pantas saja." Aku memperbaiki posisi bajunya dan melajukan mobil.


Ia langsung berjalan menuju meja makan dan duduk dikursi itu dengan semangat ia langsung memakan es krim nya. Membiarkan aku yang sejak tadi menahan diriku.


"Mas kenapa?." Ia bingung melihat ku yang sejak tadi tidak bisa diam.


Ia makan es krim itu dengan lahap hingga tersedak.


"Makannya pelan pelan."aku menepuk punggungnya dengan pelan hingga ia mulai berangsur-angsur tenang.


Ia tersenyum kikuk kearahku" Habisnya enak sih mas hehehehe."ia lanjut makan es krim nya dengan santai. Melihatnya senang begitu aku juga ikut merasa senang.


" Iya kamu enak, mas dari tadi udah ngk tahan kamu gantung mulu. "Aku cemberut karena sejak tadi ia tak kunjung selesai makan es krim itu. Ahh kelamaan nunggu nanti aku makin ngk tahan.


" Cepetin makan es krim nya, urusan tadi belum selesai."kuberikan lagi dan lagi es krim lain untuk nya dia dengan semangat meraih dan langsung melahap nya dengan senang.


" Lihatlah kamu ini,mencoba menggoda saya yah?es krim nya belepotan gini."kuusap pelan bibirnya yang belepotan es krim itu. Sungguh masih bocah sikapnya Tapi selalu berhasil membuat yang dibawah tegang hingga kini. Atau akunya yang terlalu mudah horny?.

__ADS_1


Sungguh aku sudah tidak tahan lagi. Tapi terlihat masih senang menikmati es krim itu, kasihan jika aku mengganggu nya.


Aku memilih untuk mengalihkannya saja dengan berolahraga. Sungguh menahan diri itu sangat susah untuk kulakukan.


"Mas sedang apa? Kenapa berolahraga jam segini? " Masih saja bertanya aihh. Karena bukan kamu saja yang merasakannya makanya kamu masih bisa tenang begitu.


Ia lanjut makan es krim dengan santai menjilat satu persatu es krim itu membuat aku semakin tegang karena saat menjilati es krim itu aku melihat ia terlihat seksi.


"Arghhh,,, aku tak tahan lagi."


"Mas, mas kenapa? " Ia terlihat bingung dengan ku.


Aku sudah tak bisa lagi untuk menahan diriku ini. Aku berjalan kearahnya yang sedikit kebingungan itu. Hahaha queen of bingung nya kembali lagi.


"Sudah dulu yah makan es krim nya kita mulai lagi hal yang tertunda tadi."ku letakkan es krim ditangannya ketempat semula lalu mulai mendekatkan wajah kami.


"Tunggu mas,,, tapi es krim nya belum hab,,, mphhh. " Aku tak membiarkan ia berbicara karena bibirku sudah lebih dulu beraksi disana. Ia langsung bungkam karena aku sudah lebih dulu menciumnya hingga tak bisa berkata-kata lagi.


Ia hanya diam saja setiap kali aku melakukan ini padanya. Mulai dari aku menjilati bibirnya dengan penuh nafsu hingga mengulumnya ia hanya diam saja.


"Balas ciuman ku sayang."bermain berdua lebih nikmat tentunya dibanding sendirian.


Ia yang awalnya bingung harus bagaimana langsung mengikuti gerakan bibirku hingga aku tak kuasa menahan senyuman lagi. Sungguh nikmat sekali saat ia mulai menghisap bibir dan lidahku dengan kaku. Benar-benar ahlinya membuatku merasakan ketegangan yang hebat.


Ia juga mengalungkan tangannya di leherku mempermudah ku untuk memperdalam hisapan juga ciuman ku dibibir manis nya itu.


Berkali-kali kulakukan mulai dari menjilat, menghisap dan melu*mat bibirnya hingga ia mulai kehabisan nafas. Terpaksa kulepas tautan bibir kami itu.


Kulihat ia menghirup udara seperti seorang yang baru pertama kali merasakan udara saja. Aku masih tak bisa menahan diriku ini. Ini masih bukan apa-apa.


Aku dengan cepat mendorong tubuhnya kemeja makan itu dan langsung ku tindih tubuhnya itu. Tenang saja perabotan dirumah ku ini memiliki kualitas yang sangat bagus jadi tidak usah khawatir akan roboh dan semacamnya.


Aku langsung menarik bajunya itu keatas dan langsung kubukan kaitan branya yang ada dibagian depan. Aku memang sengaja memesannya khusus untuk mina. Agar aku tidak kesusahan lagi mencarinya dibelakang tubuhnya. Kalau ada yg mudah untuk apa membeli yang susah.


"Akhh,, mas,, akhhh sakit." Ia mengerang kesakitan saat aku dengan gencarnya menghisap dan meremas gundukan itu bergantian. Sudah kukatakan kalau nafsuku semakin besar aku semakin susah untuk mengendalikan nya.

__ADS_1


"Nanti juga enak sayang."Aku langsung menghisap bibirnya itu dengan lembut dan nikmati sembari tanganku terus saja melakukan aksi remas meremas digunung kembarnya itu. Aku semakin diburu nafsu saat melihat ia sangat menikmati setiap sentuhan ku itu.


Aku buru-buru membuka bajuku hingga ia langsung panik karena ia masih saja tak bisa berhadapan dengan dada bidangku ini. Aku juga langsung membuka kancing celana jeans ku namun terhenti saat ia mulai memalingkan wajahnya.


"Hei, kamu masih saja belum mau melihat si junior? " Dan dengan cepat ia mengangguk imut.


Aku sudah tak bisa menahan taw aku melihat wajahnya yang memerah itu.


"Hahahaha mas saja sudah melihat milikmu sayang." Dengan pelan kumasukkan tanganku kedalam celana jeans pendeknya itu dan dengan lembut kuusap area sensitif nya itu.


Dengan menggoda ia menahan desahannya menggigit bibirnya dengan menutup mata menahan kenikmatan itu.


Aku tersenyum melihat ia begitu bersusah payah untuk tidak mendesah. Padahal aku sangat suka suara desahannya itu. Sangat menggoda birahi ku.


"Ayolah jangan ditahan." Ku usap lagi **** * nya itu dengan lembut dan sedikit lama namun ia masih saja menggigit bibirnya menahan desahan itu.


"Yakin masih tidak mau mendesah? "Aku dengan semangat menarik sedikit sesuatu disana. Dan juga ku masukkan sedikit jariku dilubang nikmat itu hingga ia tak bisa lagi menahan desahannya itu.


"Akhhh,, mas,,, hentikan." Aku tersenyum senang saat ia menggelinjang dihadapan ku dengan gundukan itu yang bergetar tak bisa diam.


Aku tak akan dengan mudah melepaskan tanganku dari area sensitif nya yang sudah mulai basah itu. Kuusap lagi dengan awal yang lembut, hingga dengan ku gerakkan jariku disana ia sudah merem melek tak tahan karena ulahku itu.


"Begini yang saya rasakan dari tadi."aku langsung membuka kancing celananya dan mencium bibirnya dengan nikmat.


"Mas,, mas,, awas dulu aku mau ke wc ini." Tiba-tiba ia meminta ingin ke kamar mandi saat celananya sudah mulai kulorotkan.


Dia pikir aku percaya dengan alasan klasiknya itu? Pasti ingin kaburkan?.


"Mas,, aku mau ke wc nih. " Ia mendorong tubuhku. Tandanya ia serius bukan berbohong.


Aku langsung bangkit dan pergi begitu saja, kenapa sih sejak tadi digantung mulu. Kamar mandi adalah pelarian yang tepat saat ini.


BERSAMBUNG...


jangan lupa yah like, komen dan vote❤

__ADS_1


__ADS_2