
...Soundtrack//sullae-rothy//...
...Bagaimana caraku mengerti?....
...-mina-...
Aku memasukkan kembali boneka yang diberikan mas Alga itu kedalam kotak.
Aku berjalan memasuki rumah dengan perasaan aneh,senang mendapat hadiah ini tapi hatiku seolah tidak rela dengan kepergian mas Alga yang seperti seorang kakak untuk ku.
"Khem,, khem,, " Aku terkejut dalam lamunanku karena suara deheman mas Astan.
Terlihat mas Astan sedang duduk disofa sembari membaca majalah.
Hah? Tidak jadi istirahat yah?bukannya tadi mas Astan berkata ingin istirahat yah?.
Aku berjalan pelan melewati mas Astan dan hendak menyimpan hadiah dari mas Alga ini.
"Khem,, khem,, " Lagi lagi aku mendengar mas Astan berdehem aneh.
Ada apa sih dengan mas Astan? Terdengar dengan jelas kalau suara deheman mas Astan seolah disengaja.
Belum juga sempat aku membuka pintu kamar mas Astan sudah lebih dulu membukanya dan tidak lupa menyenggol tubuh kecilku.
"Dasar tidak tau malu,tidak tau diri," Ucap mas Astan melewati ku sembari mengatakan hal itu.
Ada apa sih dengan mas Astan?
Aku diam saja dan berjalan menuju sebuah rak yang diberikan khusus untuk aku meletakkan barang barang ku yang tak seberapa itu.
Aku tersenyum melihat kembali boneka itu, pertama kalinya aku menerima sebuah barang dari seseorang yang sudah mulai aku anggap orang terdekat ku.
Kalau dipikir pikir mas Alga memang sudah aku anggap sebagai seorang kakak yg baik dan pengertian.
Tuk,,
Jantung ku hampir saja copot saat mendengar sesuatu yang jatuh dari arah mas Astan.
Aku langsung berlari menghampiri mas Astan yang sedang menjatuhkan gelas disamping tempat tidurnya.
"Tuan tidak apa apa? " Tanyaku.
Mas Astan malah buang muka kearah lain dengan wajah kesalnya.
"Apa pedulimu?cepat bersihkan jangan sampai ada satu beling pun yang tersisa,"perintah mas Astan.
" Baik tuan,"ucapku membersihkan pecahan beling itu satu persatu.
Kulirik sekilas mas Astan sedang berbaring ditempat tidur.
Ada apa sih dengan mas Astan? Apa ada masalah kerjaan yah?semoga saja bukan.
"Ambilkan minum untuk saya," Perintah mas Astan tiba tiba padahal aku belum selesai membersihkan pecahan itu.
__ADS_1
"Baik tuan," Ucapku buru buru membersihkan dan segera turun ke bawah untuk mengambilkan minum buat mas Astan.
"Ini tuan," Ucapku meletakkan air putih itu disamping tempat tidur.
Mas Astan menatap heran dengan minuman yang aku berikan "Memang saya pesan minuman apa?" Tanya mas Astan.
Hah? Bukannya minuman yang mas Astan maksud adalah air putih yah?.
"Eugh,, maaf tuan, saya kira tuan ingin minum air putih," Ucapku takut takut.
"Memang tidak berguna sama sekali," Ejek mas Astan kesal.
"Maaf tuan, saya akan buatkan minuman yang baru, jadi tuan mau minum apa? " Tanyaku pelan.
Mas Astan melirik kearahku"Kamu keluarlah kehalaman belakang terus panjat pohon mangga disitu, buatkan saya jus mangga, "perintah mas Astan.
Memanjat?siang siang panas begini?.
" Baik tuan,"ucapku langsung berjalan keluar rumah.
"Wahh banyak sekali buahnya,kenapa aku tidak sadar yah setiap aku membersihkan halaman ini,sepertinya juga sudah matang," Ucapku semakin semangat saja untuk memanjatnya.
"Orang bodoh seperti mu mana pernah sadar," Ucap mas Astan dari belakang.
Kenapa mas Astan datang?.
"Ayo cepat naik, kamu mau tenggorokan saya kering karena kehausan? " Mas Astan.
Tadi aku kasih air putih mas Astan menolak terus sekarang mas Astan malah nyalahin aku kalau sampai tenggorokan mas Astan kering.
Sebenarnya aku bukanlah ahli memanjat,aku takut ketinggian walaupun tidak terlalu takut sih.
Saat sudah sampai diujung tangga aku meraih beberapa mangga yang lumayan dekat dengan posisi ku.
"Tuan,, apakah sudah cukup?" Tanyaku.
Mas Astan malah mengacangi ku, dia malah melihat kearah lain seolah-olah tak mendengar ku.
Baiklah Mina geser sedikit lagi kekiri maka mangga yang banyak itu akan bisa kamu raih.
Aku menggeser sedikit kearah kiri dan mencoba meraih ranting yang lumayan banyak Mangga nya.
Namun aku lagi lagi berbuat ceroboh, selalu saja begini, kakiku selalu menginjak sesuatu yang salah.
"Akhhh." Aku berteriak karena sangat takut,aku pasti akan jatuh kebawah.
Mas Astan juga terlihat kaget dan datang tepat dibawahku.
"Minggir tuan,, nanti tuan terlu,, aaa," Belum juga selesai aku berucap tubuhku jatuh tepat diatas tubuh mas Astan.
Aku dengan sigap bangkit dengan panik melihat keadaan mas Astan.
Bagaimana ini?kaki dan tangan kanan mas Astan tertimpa tangga besar itu belum lagi tadi aku sempat jatuh tepat diatas tubuh mas Astan.
__ADS_1
"Tuan,,, tuan bangun," Teriakku namun mas Astan tak kunjung menjawabku padahal mata mas Astan tidak tertutup sama sekali.
Bagaimana ini? Bagaimana?kenapa aku selalu membuat orang terluka? Bagaimana ini?.
"Tuan,, bangun tuan,, hiks,, " Kenapa malah menangis sih?.
Aku harus bagaimana? Oh iya Pak Umar"Pak umar,, tolong pak,"teriakku berlari menuju pos security tanpa sendal tapi tidak ada sosok Pak Umar.
Aku kembali menghampiri mas Astan yang tergeletak ditanah itu"Tuan,, hiks,, bangun,"tangisku.
"Kenapa malah menangis bodoh seperti itu,,, cepat panggil taksi." Tiba-tiba mas Astan bangun.
Aku langsung berlari keluar dari pagar menuju jalan raya.
Sebuah taksi terhenti tepat dihadapan ku.
Aku dibantu oleh supir taksi itu mengangkat tubuh mas Astan menuju mobil dan kami melaju kerumah sakit.
"Dokter,, tolong tuan saya,tolong dok," Teriakku bahkan belum sampai dipintu rumah sakit.
"Tenanglah bodoh!jangan mempermalukan saya disini," Ucap mas Astan.
Mendengar itu aku langsung diam dan ikut membantu bapak supir taksi itu membopong mas Astan.
Suster datang membawa kursi roda untuk mas Astan dan membawa mas Astan masuk kesebuah ruangan dan selain pasien dan tim medis dilarang masuk.
Aku menunggu sendiri diluar dengan keadaan memakai baju kaos tanpa lengan dengan celana jeans potong diatas lutut dan tidak beralas kaki.
Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada mas Astan?.
Aku menangis lagi, kenapa aku selalu membuat orang lain sengsara, kenapa bukan aku saja yang terluka?.
"Hiks,, " Aku memeluk lututku dikursi tunggu itu.
Aku berdiri dan berjalan bolak balik berharap bisa tenang menunggu hasil pemeriksaan dokter.
Tapi tetap saja hatiku semakin hancur dan merasa bersalah, tak akan bisa tenang saat kita tau kitalah penyebab kesialan banyak orang.
"Mas,, semoga kamu baik baik saja," Doaku sambil berlalu lalang didepan ruangan mas Astan diperiksa.
Bagaimana kalau sampai mas Astan tak sadarkan diri?.
Kenapa aku selalu membawa kesialan kepada mas Astan?
Maafkan aku mas.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Astan jatuh? Wkwkwk itu karma apa korma?.napa ngk sekalian palanya kebentur wkwkw biar baikan dikit 🤣🤣
🔷🔷jangan lupa vote dan komen yah say🔷🔷
__ADS_1
♦♦jangan lupa yah follow author ♦♦
Laffyouall buanyak Buanyakk ❤