
❄selamat membaca❄
Saat ini aku sedang di kantor dengan berkas yang sangat banyak. Padahal aku tidak pernah absen ke kantor tapi urusan tidak kunjung habis.
Aku melirik pelan foto ku dan dyva dihadapan ku itu. Senyum ku perlahan pudar saat mengingat kenangan kami dulu. Aku sungguh masih tidak percaya dengan kenyataan ini.
"Kamu bagaimana yah sekarang disana? Apakah merindukan kakakmu ini? Maafkan kakak yg gagal dalam menjagamu," Ucapku meletakkan kembali foto itu ketempat semula.
Aku kembali mengingat hidupku yang sudah jauh berbeda sejak kepergian dyva. Sungguh suram dan seperti bukan aku sendiri. Aku merasa seperti orang lain yang saat ini sedang menjalankan hidupku.
"Astan,aku masuk yah." Tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan miska yang datang dengan tas kesukaannya itu.
"Ada apa? " Tanyaku dengan menetralkan kembali ekspresi ku sehingga tak menimbulkan kecurigaan bagi miska bahwa aku sedang tidak mood hari ini.
"Bagaimana ini? Para fans club sudah banyak yang mendemo kita karena pengunduran jadwal pengeluaran album Idol mereka." Miska sangat pintar dan juga kompeten tapi hanya satu yang membuat kesan minus untuknya. Ia sangat mudah panik dan juga tidak sabaran.
Aku menghela nafas pelan, aku tak habis pikir dengan dia yg tak pernah bisa berpikir dengan rasional.
"Bagaimana bisa ini kamu sebut sebagai masalah sedang kamu adalah wali dari idol itu? Cobalah pikirkan baik-baik apakah ada hal yang membuatmu terancam disini? Tidak kan? " Aku mencoba berbicara baik-baik saja padanya.
"Kalau mereka memang sangat mendukung idol mereka, pasti mereka akan menerima bagaimana pun keputusan pihak yang menaungi idol mereka, karena mereka tidak lebih tau dari kita.Jelaskan dengan jelas dan pelan pengunduran jadwal keluarnya album adalah alternatif untuk kualitas sebuah karya." Aku membuka jasku dan menggantungnya ditempat khusus nya.
Miska pun mengangguk dan tersenyum "Heheh maaf yah astan, aku hanya berpikir kalau ini adalah sesuatu yang harus kita diskusikan. Aku takut salah mengambil jalan," Ucapnya pelan.
"Lain kali cobalah sendiri, lalu tanyakan hasilnya padaku." Ia langsung mengangguk.
"Kalau sudah tidak ada lagi silahkan keluar." Kududukkan kembali dikursi sedang miska masih saja berdiri disitu.
"Kenapa masih disitu? Apakah masih ada hal lain lagi? " Ia menggeleng pelan.
"Bagaimana kalau kita makan setelah pulang kantor? " Tanya miska.
Aku menggeleng dengan cepat"Saya buru-buru mau pulang soalnya ada yang menunggu saya dirumah,"ucapku tiba-tiba tanpa kuduga.
__ADS_1
Jangan bilang yang kumaksud itu adalah mina? Tidak tidak, aku hanya bermaksud pak umar eh tapi kan pak umar sedang dirumahnya ah maksud ku adalah rumah yang sedang menunggu ku iya itu dia.
"Siapa? " Tanya miska tiba-tiba, kenapa ia penasaran dengan itu?.
Aduh aku Jawab apa yah?"Sudahlah tidak perlu ingin tahu, kalau sudah tidak ada yg ingin dibahas silahkan keluar saya sedang sibuk sekarang."
Miska langsung berjalan kesal menuju luar ruangan ku. Dan aku langsung kembali melakukan pekerjaan ku sembari bingung dengan ucapan ku tadi.
Tiba-tiba panggilan masuk dari alga. Ada apa yah tiba-tiba alga menghubungiku? Perasaan urusan rumah semua sudah ku beritahu padanya dengan teliti.
Ku angkat panggilan itu dengan pelan sembari melanjutkan aktivitas ku memeriksa berkas dihadapan ku.
"Ha,, halo tuan," Ucap seseorang dari seberang telepon dan suara itu adalah suara minat kan?. Kenapa ia menghubungi ku dengan telepon milik alga? Apa dia sudah gila? Ingin membuat ku cemburu yah? Sayangnya aku tidak cemburu sama sekali.
Aku dengan kesal tanpa sebab "Eumm ada apa kamu menghubungi saya dari hape milik alga?menjengkelkan saja, memang telepon rumah tak berfungsi rupanya? " Ucapku dengan judes karena kesal.
"Telepon rumah sudah rusak dalam dua hari ini tuan,"ucapnya pelan.
"Yasudah apa yang ingin kamu katakan,cepat saja biar kamu bisa seenaknya berduaan dengan alga, senang yah kamu."aku semakin kesal saja saat membayangkan mereka berdua sedang bersama dengan modus belajar,Cih.
"Eumm begini tuan,tadi saat saya membersihkan kamar saya melihat berkas tuan ada diatas tempat tidur,apa berkas itu penting tuan?saya hanya takut tuan lupa."
Aku langsung merasa kebakaran jenggot mendengar itu, apa ia sedang meledek ku karena usiaku sudah tidak tergolong anak muda lagi? Wahhh kurangajar sekali dia.
"Kamu pikir saya sudah setua apa sampai pelupa?kamu saya perhatian semakin lama semakin kurang ajar saja yah?cepat kembalikan hape itu dan langsung kembali kedalam rumah, awas saja kalau kamu masih disana dengan alga, kamu tidak lupa kan bagaimana saya saat sedang marah?berhenti bermain main dan ganjen kepada laki laki lain,ingat kamu itu siapa, siapapun pasti enggan untuk berdekatan dengan anak pembunuh seperti mu."
Ngomong apa sih aku? Aduhh apa itu menyakiti perasaan nya yah? Aishhh.
"Kenapa sih harus menggunakan hpnya alga? Menjengkelkan sekali," Ucapku menggerutu kesal.
Segera kuraih hpku dari saku celana dan menghubungi pihak perusahaan dimana aku sering membeli alat-alat elektronik.
"Pilih yang paling bagus kualitasnya," Ucapku mengakhiri panggilan.
__ADS_1
Aku langsung menyelesaikan seluruh tugasku dan juga beristirahat sebentar.
19,34pm.
Aku langsung mandi dengan air yang sudah disiapkan oleh mina kemudian memakai pakaian yang sudah ia siapkan itu.
Ku lihat ia yang sedang duduk dilantai sedang aku duduk santai ditepi kasur sembari memainkan ponselku.
Ku lemparkan totebag itu kearahnya. Dan ia langsung kaget seperti orang gila padahal hanya ku lempar pelan.
Ia dengan pelan membukanya dan aku berpura-pura seolah tidak perduli padahal aslinya aku kepo banget.
"Tuan, ini untuk saya? " Ia dengan mata yang berbinar dan sedikit senyum yang sudah mulai mengembang seperti gulali. Manis sekali.
" Kenapa masih bertanya kalau sudah tau jawabannya?"aku berpura-pura seolah sedang kesal padahal aku hanya sedang menahan senyuman ku.
Tanpa kuduga ia langsung tersenyum kegirangan dan berdiri dengan cepat berlari kearahku dan,,, ia memelukku dengan erat sembari tertawa pelan khas orang sedang bahagia.
Aku yang mendapat pelukan tiba-tiba itu hanya bisa diam tak menyangka ia akan selalu excited itu hanya karena sebuah hp?.
Ia yang awalnya melompat lompat dalam pelukanku langsung diam seperti batu, pasti ia sudah sadar dengan perbuatan nya itu.
"Khem." Ahh canggung sekali sih rasanya. Seperti baru pertama kalinya saja, ah memang gitu sih nyatanya.
"Maaf tuan, saya terlalu semangat, kenapa tiba-tiba tuan membelikan saya hape?saya sudah jelas tidak bisa mengganti uang tuan, saya tidak punya uang," Ucapnya lesu setelah melepaskan pelukan tiba-tiba itu.
"Saya tidak ingin uangmu itu,cukup kamu menjadi penurut dan jangan membuat satay jengkel itu saja,dan berhentilah dekat dekat dengan orang lain termasuk alga, kamu tidak sadar yah betapa berbahayanya kamu ini? "
Aishh mulutku ini suka sekali sih merusak suasana.
BERSAMBUNG...
jangan lupa yah like, komen dan vote ❤
__ADS_1