Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
26.aneh sekali(S2)


__ADS_3

❄selamat membaca❄


Aku masih tidak habis pikir sejak kapan mereka berdua jadi sedekat itu? Alga baru datang hari ini kerumah dan mereka langsung akrab?.


Peduli amatlah, terserah mereka saja tidak ada urusannya dengan ku. Mau akrab atau apapun itu aku tak peduli.


Ku parkiran mobil itu ditempat parkir swalayan lalu dengan cepat aku turun.


Ku lihat ia masih terperangah dengan sekeliling. Matanya sangat berbinar dan senyuman terukir lebar disudut bibirnya. Apa dia tersenyum hanya karena melihat sekeliling? Kenapa dia?.


Dengan keras ku tarik tangannya saat hendak turun tadi.mau turun dari mobil saja butuh beberapa saat.


Setelah turun dari mobil aku berjalan duluan namun langkahku terhenti lagi karena ia masih saja diam mematung memandangi sekeliling dengan mulutnya terbuka seolah ini adalah hal yang Sangat hebat. Apa hebatnya lampu lampu itu juga beberapa bilasan cahaya warna warni dari berbagai tempat?.


"Cepatlah bodoh."ia langsung sadar dan ikut berjalan dibelakang ku.


Setelah sampai kedalam swalayan aku tak melihat kehadirannya dibelakang maupun disamping ku. Kemana dia? Mau berniat kabur yah?.


Aku berjalan kembali menuju pintu masuk dan sudah ada dia disana berdiri menatap takjub pintu swalayan dengan mulut terbuka lagi seolah pintu adalah hal yang menakjubkan untuknya. Ya ampun ini anak hidup dizaman apa sih?.


"Dasar gadis bodoh,kenapa malah berdiri disini seperti orang gila?mau jadi satpam yah kamu?"ku tarik ia agar menjauh dari pintu itu. Beberapa orang sudah menatap aneh kepadanya. Merusak citra ku saja bisanya.


"Maaf tuan,saya cuma senang saja melihat pintu ajaib itu,dia terbuka sendiri saat orang ingin melewatinya,"ucapnya sedikit tersenyum. Apa? Pintu ajaib? Tolong katakan hanya aku yang menganggap ucapannya itu lucu dan tidak berbobot sama sekali. Bagaimana bisa ia mengatakan kalau itu adalah pintu ajaib?.


Aku menghela nafas dengan berat, berurusan dengan nya bisa memperpendek umurku"Dasar bodoh, kamu hidup dijaman apa sih?pra-akasara?"kuledek ia yang masih terlihat bingung itu. Mulai lagi deh queen of bingung nya.


Aku tarik paksa tangannya agar menjauh dari tempat itu dan kami menuju tempat pengambilan troli belanja.


"Bawa ini,,,"belum juga selesai kuucapkan ia dengan semangat meraih troli itu dari tanganku. Kenapa se semangat itu sih? Tidak pernah melihat troli yah?.


"Tuan,, tempat ini sangat bagus yah?sangat cantik semua barang barang tertata rapi,dan juga keranjangnya sangat unik,seperti kereta bayi."

__ADS_1


Aku dengan cepat menunduk malu mendengar perkataan nya barusan. Dengan suara keras ia berbicara seperti itu? Semua mata kini tertuju pada kami berdua. Kurang ajar sekali dia, apa dia memang berniat mempermalukan ku dengan otak bodohnya itu. Troli ia katakan kereta bayi?.


"Pelankan suaramu bodoh,jangan mempermalukan saya seperti itu,diam saja dan bawa troli itu,"tutur ku berjalan mendahului gadis bodoh itu. Tolong jangan lagi melakukan hal-hal yang merusak citraku.


" Cepatlah bodoh! "Perintahku saat ia masih saja berdiri menatap kagum sekeliling.


Ia datang dengan semangat mendorong troli itu layaknya sedang bermain mobil dorong. Dasar bodoh.


Aku memasukkan banyak sekali bahan makanan kedalam troli itu. Ia dengan semangat mengikutiku dari belakang.


Namun saat aku sedang memilih beberapa buah segar ia tidak terlihat batang hidungnya. Kemana dia? Jangan bilang ia melakukan hal aneh lagi.


Aku membawa buah itu dan mencarinya. Langkahku terhenti saat melihat ia dengan tersenyum memegangi sebuah kotak berwarna pink.


Wajahnya terlihat sangat menginginkan itu. Kenapa ia begitu lucu dan manis saat ini? Ingin kuelus kepalanya itu. Astaga astan apa yang kamu bicarakan tadi. Itu bukan aku bukan aku.


"Cantik sekali,pasti menyenangkan saat menulis menggunakan ini,"ucapnya dengan pelan namun masih bisa kudengar dengan jelas.


Jadi ia sedang memperhatikan peralatan tulis yah? Apa dia se menginginkan itu yah sampai matanya berbinar seperti itu?.


"Sedang apa kamu disini?"aku berpura-pura seolah tidak tau apa yang sedang ia lakukan ditempat rak tulis itu.


Ia dengan cepat menggeleng dan tersenyum kikuk"Hehehe ngkpp tuan,mari tuan,"tuturnya berjalan mendorong troli itu.


Aku memegang kotak peralatan yang lengkap dengan buku berwarna pink itu dengan corak khas perempuan yaitu barbie. Jadi ini benda yang membuat matanya berbinar tadi.


Satu hal yang kulupakan selama ini, ternyata mina masih sangat muda dan bisa berbinar hanya karena hal-hal kecil seperti ini. Ia pasti merindukan sekolahnya juga kehidupan lamanya.


Aku tak tau apa yang kupikirkan saat ini hingga dengan bodohnya aku mengambil kotak itu dan meletakkan nya di keranjang tanpa sepengetahuan mina.


"Tuan kotak apa ini? " Ia mendekat dan berbisik ditelinga ku hingga menimbulkan kesan aneh bagiku.

__ADS_1


Aku melihat bingung kearahnya yang sedang menunjukkan tempat berbagai es krim dengan segala rasa.


"Sedang apa kamu? " Tanyaku ketus"Kenapa lancang sekali berbisik begitu kepada saya? "Tanyaku lagi dan lagi seolah ia sungguh telah melakukan kesalahan besar.


Ia terlihat ciut setelah melihat wajahku dan juga pertanyaan ku yang mengintimidasi nya itu.


" Tapi tuan berkata jangan berbicara keras makanya saya berbisik agar tuan tidak ditatap lagi oleh orang-orang."ia menunduk setelah mengatakan itu.


Ayolah astan. Apa kamu yang terlalu sensitif saat ini sampai heboh hanya karena sebuah bisikan.


"Ini tempat es krim, kamu mau es krim hmmm? " Tanyaku asal dan dengan cepat ia mengangguk tersenyum.


"Mau tuan mau, wahh Terima kasih banyak tuan." Ia tersenyum lebar dan bahagia hanya karena es krim? Wahh sesuatu sekali dia.


Aku mengambil sebuah es krim tangkai rasa coklat untuknya dan dengan cepat ia membukanya setelah kuberikan.


"Heh, jangan,,dima,, " Belum selesai kuucapkan kalimat itu ia sudah melahap nya terlebih dahulu.


"Yasudah tunggu diluar saja, jangan kemana-mana biar saya bayar dulu ke kasir." Ia pun menurut berdiri di dekat pintu dan menatap takjub lagi pintu itu dengan es krim ditangannya. Seperti bocah saja dia.


Setelah berurusan dengan kasir aku keluar menghampirinya yang kini sudah kehabisan es krim itu.


"Tuan,, kenapa cepat sekali,bisakah kita kesana sebentar lagi,saya masih ingin disana."ia terlihat sangat ingin kembali kesana.


Aku menghela nafas berat melihat kelakuannya yang sungguh aneh itu.


"Hei,,kamu pikir itu taman bermain?itu adalah swalayan tempat untuk berbelanja,bukan untuk bermain."aku menariknya menuju mobil.


Setelah memasuki mobil ia tak pernah bersuara lagi. Apa dia kesal karena aku paksa pulang yah? Ahh biarkan saja dia.


Nanti juga pasti dia akan bicara sendiri.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


jangan lupa yah like, komen dan vote cerita nya.


__ADS_2