
❄selamat membaca❄
Kupikir setelah kudiami ia akan berbicara hal-hal bodoh, menanyakan ini itu seperti biasanya. Tapi ia sungguh diam saat ini memandang kearah luar jendela mobil sembari menyandarkan kepalanya dikaca mobil.
Apa dia benar-benar sedang merajuk hanya karena tak kubiarkan masuk kembali kedalam swalayan itu?.
Baiklah kalau kamu memang tidak ingin pulang sekarang. Aku akan berikan kejutan padamu. Tunggulah gadis bodoh.
Mobil tiba-tiba ku berhenti kan ditengah jalan didekat pohon pohon yang rimbun itu.
Ia terlihat bingung dan kaget kenapa tiba-tiba mobil berhenti.
"Kenapa berhenti tuan? " Ia terlihat sangat bingung. Tadi saja ia mendiamiku setelah ku berhentikan malah langsung berbicara.
"Turunlah!!dorong mobil ini, sepertinya mogok."tidak lupa dengan akting hebat ku yang berlagak sedang diterpa masalah. Jangan lupa kalau akau adalah seorang CEO dari perusahaan tarik suara, model dan perfilman. Jadi untuk akting bukanlah apa-apa untuk ku.
Setelah mendengar perintahku ia menatap keluar dan ekspresi wajahnya langsung berubah jadi panik setelah melihat sekeliling jalan itu. Kenapa dia? Apa sedang ber-akting juga?.
"Maaf,,tuan,saya tidak berani,"ucapnya dengan tangan yang bergetar pelan. Apa yang terjadi dengan nya? Kenapa mencurigakan begitu?.
"Turun!cepat dorong mobil ini dari belakang."aku perintahkan ia kembali dengan tegas.
Ia yang awalnya sangat menolak mau tak mau harus bersedia turun dengan wajah yang pucat pasi tanpa sebab. Pasti hanya tak tik nya saja karena malas. Dasar licik sekali sih.
Aku melirik kebelakang ia berjalan dengan pelan, Hati-hati dan terlihat sangat jelas wajahnya yang was-was itu melihat sekeliling.
Ia tak hentinya melirik kekiri dan kekanan berkali-kali seolah akan ada orang yang mendatangi nya.Drama sekali dia hahahha.
Saat kulihat tangannya hendak menyentuh mobil pasti ingin mendorong mobil ini. Dengan cepat kulajukan mobil meninggalkan dia yang terlihat panik kulihat dari kaca spion mobil.
__ADS_1
Padahal aku tidak menjalankan mobil itu dengan kecepatan tinggi hanya berjalan sedikit saja ia tak bisa mengejar nya? Lemah sekali sih.
Kenapa dia? Apa dia menangis hanya karena kutinggalkan begitu? Kalau aku jadi dia aku pasti akan senang ditinggalkan Karena aku bisa memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Namun ia berbeda, ia malah mencoba mengejar meski terengah-engah.
Ia yang awalnya mengejar mobil yang saat ini kukendarai langsung diam dijalan itu sembari duduk memeluk lutut seperti sedang ketakutan. Jangan bilang kalau ia benar-benar takut? Apa yang harus ditakutkan disini?.
"Ck, menyusahkan saja kerjanya. Apa yang harus ditangiskan sih?" Aku terpaksa mundur sedikit dan turun dari mobil.
Aku berjalan dengan perlahan menuju ia yang sedang menangis ditengah jalan sembari memeluk lutut. Untung saja tak ada kendaraan yang melintas saat ini, kalau tidak habis riwayat mu gadis berotak kayu.
Aku semakin mendengar dengan jelas suara tangisannya yang terdengar terengah-engah itu pertanda ia sungguh ketakutan saat ini. Kenapa dia? Apa yang membuat ia ketakutan seperti ini?.
Aku berjongkok dibelakang nya dan dengan perlahan aku mendekat sembari menyentuh bahunya menandakan kalau aku tidak benar-benar pergi meninggalkan dia. Hanya bercanda sedikit saja kenapa jadi seserius ini sih?.
"Hiks,,tolong lepaskan saya,,saya takut,,jangan lakukan itu kepada saya,,hiks,,saya mohon,"ucapnya panik sembari menghindari kedepan saat aku sentuh bahunya yang bergetar itu.
"Bodoh!!ada apa dengan mu?"ucapku merasa heran dengan sikapnya yang sungguh aneh ini.
"Hiks,,saya takut tuan."dengan tidak terduga ia mendekat kearahku dengan cepat dan ia tiba-tiba memeluk aku dengan erat.
Aku yang awalnya berjongkok otut langsung terduduk karena pelukan yang ia berikan secara dadakan itu. Kenapa ia seperti ini?.
"Saya takut tuan,,hiks,"ucapnya mengeratkan pelukannya padaku sembari terus menangis keras hingga kuping ku terasa panas mendengar tangisannya yang terdengar sangat miris itu.
Tunggu dulu! Kenapa kamu diam saja astan saat gadis bodoh ini lancang memeluk mu? Jangan bilang kalau kamu suka kan dipeluk begitu? Ahh tidak tidak, tidak mungkin aku suka dipeluk oleh gadis bodoh seperti dia.
"Lepaskan bodoh!!berani sekali kamu memeluk saya!berapa kali saya katakan berhenti menggoda saya,"bentak ku dengan keras karena aku sungguh tak habis pikir kenapa ia tiba-tiba memeluk aku seperti tadi.
Ia langsung kaget dan menunduk karena suaraku yang keras tadi. Aku sungguh tak menyangka dengan tindakannya itu. Kenapa ia lancang sekali sih, tidak tau apa kalau aku kaget tadi.
__ADS_1
Aku dengan kesal berjalan menuju mobil dan masuk kedalam nya. Dan bodohnya ia masih saja diam ditengah jalan itu, menunggu kendaraan datang nabrak yah?.
Aku dengan terpaksa membuka kaca mobil dan melihat keluar lagi.
"Tunggu apa lagi?cepat naik bodoh,atau kamu mau saya tinggal lagi?"
Saat mendengar kata aku akan meninggalkannya ia langsung mencoba bangkit dengan susah payah berjalan menuju mobil.
Setelah ia memasuki mobil ia langsung memegang erat sabuk pengaman nya dan masih terlihat sangat ketakutan. Apa sih yang ia takutkan? Jalan nya memang lumayan sepi, tapi tidak semenyeramkan itu.
Lalu apa alasan yang menyebabkan ia terlihat ketakutan begitu?.
Eh tunggu! Kalau tidak salah ia sempat berkata jangan lakukan itu padanya? Melakukan apa sih? Apa dia punya kenangan lain yah ditempat itu? Ahhh kenapa malah aku sih yang repot karena nya?.
"Berhenti menangis bodoh." Aku semakin menambah kecepatan mobil itu menuju rumah.
Ia memandang kosong kedepan dengan air mata masih mengalir namun ia tak bersuara sama sekali.
Aku memilih mengabaikan dia saja. Apa peduliku dengan air matanya itu. Air matanya adalah bahagia ku. That's my motto ( ͡^ ͜ʖ ͡^).
Setelah melewati beberapa waktu barulah kami sampai kerumah. Ia dengan cepat turun membawa perbelanjaan itu masuk kerumah. Tadi terlihat sangat lemah eh sekarang kenapa jadi semangat begitu keliatan? Aneh sekali sih jadi orang.
Aku memarkirkan mobil dan menutup pagar sendiri karena alga mungkin sudah pulang. Karena dari jam 19.30 mereka sudah bebas tugas kecuali dalam saat-saat tertentu.
Setelah memarkirkan mobil aku memasuki rumah dan berjalan menuju kamar disana ia sudah terbaring dilantai dengan memeluk dirinya sendiri sembari menghadap kearah lain. Namun aku dapat melihat dengan jelas kalau saat ini juga ia masih saja menangis. Ahh sudahlah terserah nya saja.
Lebih baik aku membiarkan nya begitu. Karena aku tak peduli.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Jangan lupa yah like, vote dan komen.
Semoga suka yah ceritanya maaf jarang up.