Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
mas astan ultah


__ADS_3

...Soundtrack//crossroad- 여자친구 (gfriend) //...


...Mencintaimu diluar kendaliku...


...-mina-...


    Mas Astan sudah berangkat kerja baru saja diantar oleh pak Umar.Entah kenapa akhir akhir ini hubungan kami sangat baik dan sudah mulai seperti suami istri sungguhan.


Mas Astan sangat baik padaku, mau mendengar segala apa yang aku katakan dan tak pernah membantah, sehingga aku tidak ragu lagi untuk mengatakan apa yang ingin aku sampaikan padanya.


Mas Astan juga sangat lembut dan pengertian kepadaku.


Masih terasa mimpi bagiku.


Apa mas Astan benar benar mencintai ku seperti yang katakan akhir akhir ini? Atau hanya sebuah kata kata yang keluar dari mulutnya saja tanpa berarti menurutnya.


Aku sangat menyayangi mas Astan,ah tepatnya aku sangat mencintai mas Astan.


Hari ini adalah hari mengenang kelahiran mas Astan,awalnya dulu merayakan ulang tahun mas Astan adalah salah satu niat kak Dyva yang harus aku selesai kan, tapi kali ini aku ingin merayakan karena memang sebagai seorang istri aku harus merayakan hari bahagia ini dengan mas Astan.


Semoga saja mas Astan tak akan marah lagi seperti dulu.


Aku sudah menyimpan dan menyiapkan kado untuk mas Astan sejak lama.


Saat aku pernah menjalani pemotretan dadakan dengan mas Ken aku mendapat sedikit honor dan aku menyimpan uang itu untuk kepentingan seperti ini, karena aku tak tau kapan lagi aku akan mendapat uang lagi.


Apalagi mengingat aku yang tak pernah bekerja mas Astan memang akhir akhir ini sering menanyakan aku apakah aku membutuhkan uang tapi aku menolak, rasanya tak pantas mendapat uang dari mas Astan walau ia adalah suami sah ku.


Saat itu aku diajak jalan jalan sebentar oleh mas Ken dan membeli sebuah casing hape couple dan sampai sekarang aku masih menyimpan itu rapi tanpa sepengetahuan mas Astan.


Uang yang aku miliki sangat terbatas jadi aku hanya bisa memberi mas Astan casing itu karena aku masih harus menyiapkan kue untuk mas Astan.


Rasanya tak akan lengkap saat kita ulang tahun tak ada sebuah kue.


Untuk urusan kue sudah aku serahkan kepada pak Umar,dan pak Umar akan membeli nya saat setelah mengantarkan mas Astan ke kantor.


Saatnya aku menghias ruangan ini untuk memperindah kesan ulang tahun mas Astan.


Untung saja ada beberapa bahan yang bisa aku gunakan untuk menghiasi ruangan ini.


Aku tak tau tepatnya kenapa mas Astan memiliki barang barang seperti ini?.


Aku mulai menghiasi ruangan itu mulai dari menggantung beberapa hiasan sederhana tapi terkesan sangat menarik.


Setelah itu aku mengatur pencahayaan lampu depan mengandalkan kertas berwarna pink hingga cahaya lampu pun ikut berwarna pink juga.


Kalian pasti berpikir kenapa aku menyiapkan ini secepat ini? Jawabannya karena aku tak ingin membuat kesalahan sama sekali.


Aku ingin mas Astan dapat mengenang hari ini, mengenang bahwa aku pernah merayakan hari bahagia ini dengan dirinya.


Karena aku tak tahu berapa lama kami akan tetap seperti ini.


Segala sesuatu dapat berubah tanpa adanya alarm peringatan.


Seperti sifat mas Astan yang sangat tiba-tiba berubah melunak padaku, aku tak tau apakah mas Astan akan tiba-tiba kembali seperti dulu lagi.


Tapi saat saat mas Astan melunak begini, aku akan berusaha membuat kenangan indah tanpa membuat cela.


Aku berharap ini berlangsung lama dan bahkan bersifat permanen.


Setelah selesai menghias ruangan aku memasuki kamar untuk memilih gaun mana yang akan aku gunakan untuk membuat mas Astan terkesan melihatku.


Kalian boleh berpikir kalau aku sedikit cari perhatian dengan mas Astan karena memang begitu nyatanya.


Aku ingin selalu menjadi orang yang membuat mas Astan tersenyum, membuat mas Astan selalu merindukan aku walaupun aku tau itu sedikit berlebihan.


Sudah beberapa baju yang aku gunakan tapi tetap saja tak ada yang membuat aku terlihat cantik, semua bajuku terlalu sederhana untuk dipakai dalam perayaan ulang tahun.


Sungguh mengecewakan sekali.


Ingin bergaya tapi tak punya apa-apa.


Sungguh ke kentangan yang Hqq.


Kentang bisa apa?.


Dan ujung ujungnya harus sabar dan mensyukuri apapun yang kita punya.


Tak ada pilihan lain lagi aku hanya bisa memakai pakaian seadanya.


Aku mendengar suara ketukan dari luar.


Mungkin itu adalah pak Umar ingin mengantarkan kue padaku.

__ADS_1


Aku membuka pintu dan benar saja pak Umar sudah berdiri tepat di depan pintu dengan menenteng sebuah kotak berukuran sedang yang didalamnya pasti kue pesanan ku.


"Terima kasih pak bantuannya," Ucapku senyum.


Pak Umar juga ikut senyum"Sudah tugas saya neng."pak Umar.


"Permisi neng." Pak Umar berlalu.


Aku segera meletakkan kue itu kedalam pendinginan untuk mengawetkan bentuknya takutnya nanti malah cair atau rusak.


Kalau sampai kuenya rusak aku tak punya apapun lagi untuk mengganti kue itu.


Semoga acaranya malam ini berjalan lancar.


22.35pm.


Mas Astan kenapa tak kunjung pulang sih?.


Apa mas Astan lembur?.


Biasanya sebelum jam tujuh mas Astan sudah ada dirumah.


Padahal aku sudah berdandan cantik dan juga kue sudah aku sediakan diatas meja tepat ditengah ruangan itu.


Mas Astan tak kunjung datang juga.


Mata ku sudah mulai berat.


Aku sudah hubungi berkali kaki tapi tak ada jawaban sama sekali.


Sungguh jauh dari rencanaku.


Aku langsung terkaget saat mendengar ketukan dari luar pasti itu mas Astan.


Aku langsung mengambil dasi mas Astan yang sudah aku sediakan dan berlari membukakan pintu untuk mas Astan.


Tapi aku langsung keluar dan menutup kembali pintu itu.


"Eh mas sudah pulang." Aku meraih tasnya dan tersenyum kikuk.


Mas Astan menatap heran ke arah ku, mungkin karena aku memakai riasan.


Mas Astan pun tersenyum dan hendak membuka pintu tapi dengan cepat aku tahan.


Mas Astan juga tersenyum aneh "Hmmm ada apa nih? Baru pulang kerja apa bakal dikasih ekhemm gitu dari kamu? " Mas Astan ngomong apa lagi sih.


Suka banget ngomong tak jelas.


"Mas nunduk aja terus dekat." Aku.


Mas Astan pun menurut dan bibirnya monyong gitu ngk tau kenapa.


Aku dengan cepat menutup mata mas Astan dengan dasi ditanganku.


"Eh ada apa nih mata mas kok ditutup gini? " Mas Astan heran.


"Mas tenang aja aku ngk bakal ngapa ngapain mas kok hehehe, jadi mas ikutin aja kemana aku bawa mas." Aku menuntun mas Astan memasuki rumah dan menuju ruangan yang sudah aku rias itu.


Mas Astan berdiri tepat ditengah dan aku langsung mengambil kue dan sudah aku pasang lilin tepat dihadapan mas Astan.


"Sekarang mas buka aja matanya." Aku


Mas Astan perlahan membuka dasi yang terikat di kepala mas Astan.


"Happy birthday to you,,, happy birthday to you,, happy birthday,,, happy birthday,,, happy birthday mas astan,, " Aku bernyanyi tepat dihadapan mas Astan dengan kue yang berada ditangan kecilku.


Mas Astan terpaku menatapku dengan tatapan tidak menyangka dengan senyum yang mengembang indah diwajah tampan miliknya.


Semoga aku bisa selalu menatap wajah itu.


Aku mendekat kehadapan pas Astan "Sebelum tiup lilin mas buat permohonan dulu." Aku pernah mendengar itu dari orang orang tapi tak tau apakah itu hanya mitos.


Mas Astan yang awalnya masih bengong pun menurut ia perlahan menutup mata dan berdoa.


Begitu juga dengan aku, harapan ku adalah semoga aku tetap bisa berada disisinya menjadi orang yang ia butuhkan dan juga memenuhi kebutuhan mas Astan.


Mas Astan telah selesai berdoa dan ia segera meniup lilin itu dengan semangat tidak lupa dengan senyum yang tak pernah usai dari bibirnya itu.


Mas Astan mencolek kue itu dan membuatnya tepat diwajahku.


"Ihhh mas, kuenya kenapa dibuat diwajah aku sih? " Aku menghapus pelan dan mas Astan malah tertawa.


Mas Astan menarik aku kedalam dekapan nya"Sejak kapan kamu menyiapkan ini semua? Aku bahkan lupa dengan ulang tahunku sendiri. "mas Astan mencium kening ku dengan kuat.

__ADS_1


Aku pun tersenyum" Ada deh rahasia pokoknya, oh iya mas aku ada sesuatu buat mas, mana coba kasih hape mas ke aku."aku dan mas Astan menurut meletakkan hape miliknya ditangan ku.


Aku memasang casing couple kami dihape milik kami.


"Tada,,,, " Aku memberikan hape mas Astan dan dia sangat kaget melihat casing kami ya terlihat sama.


Mas Astan tersenyum kembali karena kejutan bodoh dariku, padahal hanya casing hape saja mas Astan sudah sangat terlihat senang terlihat dari wajahnya yang berseri itu.


"Maaf yah mas aku cuma bisa kasih ini buat mas, ini juga aku siapin pas aku pemotretan dadakan dulu hehee, aku tau hari ini akan tiba jadi aku sudah persiapin dari dulu dulu heheheh." Aku tersenyum kikuk.


Mas Astan tersenyum dan menarikku kedalam pelukannya, ia mendekap erat tubuhku dengan kuat.


Apa dia benar benar terharu dengan ini semua? Bukan mas Astan banget hehehehe.


Aku melepaskan pelukan kami"Maaf yah mas aku terlihat jelek malam ini, baju aku ngk ada yang cantik untuk merayakan ulang tahun mas, jadi buluk gini deh."aku benar benar merasa gagal karena ke tidak punya an ku.


Mas Astan menggeleng"Mas tak peduli bagaimana penampilan kamu malam ini,baju bagus tak akan membuat mas memuji kamu karena hanya saat kamu tak memakai apa apa dihadapan mas baru terlihat sangat cantik sayang."mas astan berbisik tepat ditelinga ku.


Bulu kuduk ku merinding mendengar ucapan mas Astan itu.


Mesum sekali sih dia.


" Ihhh mas,,, bisa bisanya ngomong git,,, mphhh."


Mas Astan mendorong tubuhku jatuh keatas sofa dan dengan cepat bibirku ia hisap dengan mata terpejam.


Ah sudahlah, pasti ujung ujungnya aku yang kesakitan.


Mas astan kalau sudah begini kayak binatang buas kelaparan.


Bibir, telinga semua ingin ia hisap dan gigit tak tau apa aku yang setengah mati menahan desahan gara gara dia.


"Mari kita buat kamu menjadi cantik luar biasa sayang." Mas Astan menyingkap gaun yang aku gunakan itu dan mulai beraksi seperti yang ia inginkan.


"Ini adalah kado terindah yang pernah ada sayang." Mas Astan mencium keningku dengan lembut setelah pergulatan panas kami tadi.


Aku sudah tak berdaya dalam dekapan mas Astan masih dengan kondisi tanpa busana sama sekali.


"Aku bersyukur mas suka,, akhhh ihh mas Hen,, tik,,, ahnn." Mas Astan masih saja menggodaku dengan sesekali mengusap area sensitif ku.


"Aku suka desahanmu sayang,, seperti nyanyiin untuk ku." Mas Astan menjilat bibirku.


Mesum sangat ih.


"Kita tidur yah sayang, pindah ke kamar saja." Mas Astan Menggendong tubuh telanjang ku dengan cepat.


Tak tau rasa malu sekali, berjalan dari ruang depan ke kamar tanpa memakai baju.


Aku sendiri sudah tak tau bagaimana pipiku sekarang menahan malu.


Mas Astan membaringkan tubuhku diatas kasur dan aku hendak meraih selimut untuk menutupi tubuhku namun mas Astan kembali menindih tubuh kecilku.


"Bagaimana ini sayang,, adek aku bangun lagi, kamu sih cantik sekali saat seperti ini,, aku mau lagi yah." Mas Astan mencium bibirku pelan.


Aku memutar bola mata tak habis pikir, tepat sekali dugaan ku mas Astan pasti merencanakan ini makanya ia mengajak aku kembali kedalam kamar.


Mesum sungguh dia.


Dan kami melakukan itu lagi kedua dan bahkan sampai empat kali dalam satu malam ini karena mas Astan tak henti hentinya mengatas namakan kado ulang tahun untuk memasuki ku berkali kali.


Dia pikir tidak sakit apa ditusuk berkali-kali.


Hanya karena dia adalah pihak penusuk tak tau rasanya jadi pihak yang ditusuk.


Aku sangat lelah sekali.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Wadeuhh main tusuk tusukan yah sekarang si mina dan astan? Wek wek wek.


Betewe yang menusuk dan tertusuk paan yah? Sate kah?.


Jadi pengen makan sate wkwkwkw


Bagaimana pendapat kalian tentang bagian ini gaes?


Kasih tanggapannya yah cuyung.


🔷🔷jangan lupa kasih like dan komen yah gaes🔷🔷


♦♦jangan lupa follow aku juga heheheh ♦♦

__ADS_1


Laffyouall❤cinta kalian 🖤


__ADS_2