Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
72.Remasan (S2)


__ADS_3

❄selamat membaca❄


   Aku berlari menuju ruangan bayi yang disana mina pasti sedang menunggu kabar dariku yang baru saja menemui dokter mengabarkan kalau sejak tadi asinya mina tidak mau keluar.


Kulihat mina yang sejak tadi mencoba memberikan alfa asi dengan air matanya yang terus saja mengalir jatuh. Aku tersenyum melihat betapa khawatirnya dia.


"Kamu memang ibu yang baik sayang. " Aku bergumam pelan merasa sangat bersyukur memiliki mina.


"Gimana mas hiks,,,?kasian anak kita mas, aku emang ibu yg ngk berguna mas hiks,,, "air matanya tak hentinya mengalir.


Aku memeluk mina sambil tersenyum "Tidak sayang, ini bukan salah kamu dokter bilang memang untuk pertama kali sangat anak memang kesulitan untuk mendapatkan asi dari ibunya karena asinya masih beku dan tidak lancar, tenang saja sayang kamu jangan cengeng gitu dong liat alfa jadi ikut nangis liat mamahnya nangis." Aku mengelus surai hitamnya dengan sayang.


Mina semakin menangis"Hiks,,, aku emang ngk pantes mas buat jadi seorang ibu hiks,, aku cengeng hiks,,, aku ngk bisa diandelin hiks,, "


Aduh, dia malah salah mengartikan apa yang aku katakan tadi. Aku semakin merasa mina benar-benar imut dimataku.


"Hahahah bukan gitu maksud mas sayang, kamu baru sehat jangan banyak pikiran dulu yah, mas ngk maksud buat ngatain kamu cengeng sayang, duhh mamah imut banget yah fa?,sekarang kita biarkan suster dulu yah yang rawat anak kita kamu kembali kebangsal dulu biar dokter bantu lancarin asi kamu sayang. "


Awalnya mina Sungguh tak mau meninggalkan alfa namun saat kejelasan kalau dokter akan membantu melancarkan asinya ia langsung mau.


"Mamah sama papah pergi dulu yah sayang."ku dorong kursi roda mina menuju ruangan nya.


Ku angkat mina keatas ranjang tempat ia dirawat.


Sejak tadi hingga kini mina masih saja menangis karena merasa bersalah tidak bisa membrikan alfa asinya. Ia merasa gagal jadi seorang ibu untuk alfa.


" Sudahlah sayang, nanti kepalamu jadi sakit."aku mencoba untuk terus menenangkan mina.


"Hiks,,, aku merasa bersalah mas sama anak kita,aku gagal jadi ibu, suster bahkan lebih baik dari ku mas hiks,,, maafkan aku mas."


Langsung kupeluk ia dengan erat untuk memberitahu nya kalau ia sungguh tidak salah disini.


"sayang sudah dong nangisnya,semua ibu pernah merasakan itu sayang, dokter bilang memang untuk pertama kali susah keluar sayang, makanya bentar lagi dokter bakal datang bantuin kamu biar bisa lancarin asinya, jadi ngk usah nangis gitu sayang, nanti cantiknya ilang heheheh."aku menggodanya dengan jahil lalu ia pun mulai berangsur-angsur tenang.


"Ihhh,, mas hiks,, masih aja sempat menggoda aku hiks,, "


Cup,


Kucium bibirnya sedikit lama hingga ia langsung bungkam. Hmm dicium gitu baru bungkam yah.


"Udah yah jangan nangis lagi,mas gemes liatnya." Aku menahan tawa saat melihat ia yang masih saja sama kagetnya saat kucium padahal kalau dihitung kami sudah berciuman lebih dari seratus kali.


"Ihhh mas yah kebiasaan main nyosor aja, aku kaget mas." Mina terlihat kesal dengan pipi yang memerah.

__ADS_1


Aku tersenyum senang"Kalo mas minta izin kamu mana bolehin."


"Khem,,, permisi" Dokter masuk dengan beberapa alat dan gelas berisi minuman yang dapat ku tebak adalah jamu.


Aku langsung berdiri dan mempersilahkan dokter itu duduk disamping mina sedang aku berdiri memperhatikan.


"Jangan terlalu khawatir buk, memang untuk seorang ibu yang baru melahirkan terkadang susah keluar asi, apalagi melihat usia ibu saat ini masih tergolong muda, saya akan membantu ibu melancarkan asi nya agar bisa keluar dengan lancar."aku hanya diam memperhatikan nya.


"Ini alat apa dok? Kenapa bentuknya begitu aneh? " Aku kepo, maklum lah baru pertama kali datang kerumah sakit sebagai seorang suami yang istrinya sedang ada masalah dalam menyusui.


"Karena bapak adalah suami dari pasien jadi tidak salah untuk saya memberitahu nya, bapak juga bisa melihat prosesnya agar bisa sewaktu waktu asinya tidak lancar bapak bisa melakukan ini."aku mengangguk dengan cepat.


Dokter itu pertama tama menyuruh mina untuk meminum jamu pelancar asi.


Mina dengan semangat meminumnya,apapun asalkan ia bisa memberikan asi untuk alfa putra pertama kami itu.


"Uhhh pahit sekali" Mina sudah menghabiskan jamu itu walaupun terasa pahit.


Aku yang berdiri disamping nya tersenyum bangga dengan elusan Kudarat kan dikepalanya.


"Kerja bagus sayang,, mas bangga."


Dokter itu pun menyuruh agar mina membuka kancing bajunya dan juga branya.


Dokter pun meletakkan alat yang seperti alat menyedot itu tepat diarea payu*dara mina sebelah saja, lalu dokter pun mulai memompa agar asi mina yang semula keras dan berkumpul itu bisa keluar.


"Akhhh,,, " Mina merasa kesakitan sekali seperti sedang diremas paksa saja.


Aku merasa panik mendengar suara erangan mina. Kedengaran nya pasti sangat sakit hingga mina memegang dan meremas tanganku dengan keras.


"Akhh,, sakit mas,,, hiks,, " Kulihat air mata mina bahkan sempat menetes saking sakitnya.


Aku tak tau harus berbuat apa untuk menenangkan nya. Aku merasa kasihan melihat mina yang begitu bersusah payah menahan sakit itu.


Asinya benar benar keluar kedalam tabung penampungnya walaupun tidak banyak namun hasilnya sungguh nyata.


Mina pun berhenti mengerang saat dokter itu berhenti memompa"Cukup buk,sakitnya memang sedikit lama agar menghilang tapi kita doakan saja setelah ini akan lancar keluarnya."


Mina pun hanya bernafas lega saja sedang aku hanya diam melihat mina yang terlihat kelelahan itu.


"Saya permisi buk pak, dan asi ini akan saya berikan untuk anak ibu dan bapak, silahkan beristirahat buk, tenaganya sudah terkuras tadi."


"Terimakasih dok."dokter itu mengangguk tersenyum dan menutup pintu.

__ADS_1


Aku pun langsung mendekat kearah mina mengancingkan bajunya yang terbuka tadi lalu menyelimuti nya.


"Sakit sekali yah sayang?" Mina benar-benar terlihat sangat kelelahan.


Ia mengangguk dengan lemah"Iya mas, tapi ngkpp asal aku bisa kasih alfa asi."


Aku tersenyum bangga dan mencium keningnya dengan lembut.


"Terimakasih sayang sudah menjadi ibu yang kuat untuk anak kita, mas tau kamu pasti sudah tidak sanggup tadi tapi kamu tetap menahannya tanpa meminta berhenti, mas bangga sayang, mas yakin tidak semua ibu seperti kamu."


Mina tersenyum dengan hangat kearahku "Mas naik dong terus peluk aku, aku kangen."


Seorang mina lebih dulu menawarkan untuk menaiki ranjang? Aku langsung buru-buru naik, kapan lagi dapat tawaran begitu? Heheheh.


"Iya sayang sekarang kamu tidur yah, istirahat yang baik biar kamu cepat sehat terus kita pulang kerumah sama alfa."


Mina mengangguk dan menyeruak kedada bidang ku lalu memelukku erat begitu juga dengan ku yang membalas memeluk erat pinggang mina dan mengelus perut mina yang saat ini sudah rata.


"Terimakasih sudah pernah menjaga anak kita disini sayang, pasti berat sekali yah membawanya kemana-mana." Aku mencium kening mina lagi.


Mina tersenyum lalu menatap wajah astan "Tidak berat mas, soalnya mas selalu menggendong aku kemanapun itu, aku bahkan kasian liat mas yang pasti keberatan bawa aku sama alfa dulu." Mina tiba-tiba mencium bibir ku pelan.


Jujur aku kaget sekali, karena selama ini aku lah yang selalu memulai menciumnya.


"Hmm jangan mancing sayang, kamu tau kan kalau bibir mas udah nyentuh bibir kamu maunya rapat mulu jangan lepas."


Mina tertawa mendengar itu lalu mencium lagi bibir ku.


"Sayang,, jangan mancing yah, mas ingetin lagi jangan sampai mas nyium kamu sampe pagi besok." Aku tertawa.


Mina juga ikut tertawa mendengar itu lalu kembali mencium bibir ku.


Tidak akan kubiarkan lagi. Saat ia hendak melepaskan ciuman itu aku langsung menahannya dan langsung mengu*lum bibirnya dengan lembut namun penuh nafsu.


Ku rasakan kalau mina ingin melepaskan ciuman kami. Namun aku malah makin semangat mengulum bibir nikmatnya itu. Aku sungguh kecanduan dengan apapun yang ada dalam dirinya.


Mina pun akhirnya membalas ciuman ku dengan ikut me****** bibir ku dan memeluk tubuhku lebih erat lagi.


" Muuahhh,, kamu sih mancing mas mulu"aku menahan nafsuku dan  menyudahi ciuman dengan sebuah kecupan lama dibibir mina.


Aku takut akan kebablasan dan berakhir saling polos sedangkan mina saat ini sedang kelelahan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote. ❤


__ADS_2