Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
berantakan


__ADS_3

...Soundtrack//goodbye road-ikon//....


...Penyesalan dan rasa sesal akan datang disaat seseorang itu sudah tak bersama kita....


...-mina-...


Β  Β  Β Β  Astan sudah seperti orang gila saat ini, uring-uringan dan tak terurus sama sekali.


Ia bahkan tak selera makan dan hanya minum minuman keras karena stress yang berkepanjangan.


Sudah hampir satu bulan lebih Mina masih belum menunjukkan tanda tanda kalau ia ingin kembali bersama dengan Astan.


Dan sejak saat itu Astan hanya melakukan hal hal yang tak jelas, selalu datang ke rumah Mina meminta maaf dan memohon agar Mina kembali padanya dan selalu saja berujung diusir oleh Mina.


Astan tak pernah lagi mengurus kantor untung saja para karyawan nya begitu terampil hingga tidak berdampak pada saham perusahaan.


Astan juga terlihat seperti bukan dirinya lagi, penampilan Astan saat ini sangat berbeda jauh dari Astan yang dulu.


Astan yang sangat memperhatikan penampilan kini tak peduli lagi, ia sudah seperti seseorang yang stress dan tak tertolong.


Tak ada hari tanpa memikirkan Mina dan cara agar Mina kembali lagi.


Pak Umar sudah ikut stress melihat kondisi Astan saat ini.


Bahkan pak Umar juga ikut ikutan mendatangi Mina memohon agar kembali dan melihat kondisi Astan yang sangat berantakan itu.


Mina sendiri juga tidak baik baik saja tentunya, meskipun dia yg memilih mengakhiri semuanya bukan berarti ia akan hidup tenang dan bahagia.


Karena ia melakukan itu semua karena terpaksa dan bertentangan dengan kata hatinya sendiri.


Mina juga terlihat lebih berantakan dengan badan yang semakin kurus dan kecil.


Wajah pucat bagai tanpa darah lagi, Mina juga sangat sering merasa pusing, mual dan tak enak badan.


Kalau saja bukan karena Ken yang selalu datang melihat Mina, memberikan makan dan juga membelikan obat untuk mengatasi rasa mual Mina mungkin Mina akan jatuh sakit.


Mina juga sama dengan Astan, tak ada hari tanpa memikirkan Astan.


Memikirkan bagaimana Astan akan hidup tanpa dirinya, bagaimana Astan akan makan? Bagaimana Astan akan tetap terurus meski tanpa ia.


Apalagi saat pak Umar datang mengatakan kalau Astan sudah stress dan berantakan membuat Mina tak hentinya menangis merasa bersalah kepada Astan.


"Mungkin inilah jalan terbaik untuk aku dan mas Astan." Mina meletakkan secarik kertas dimeja.


Mina sudah membulatkan tekad untuk mengakhiri semuanya dengan mengakhiri hidupnya.


Ia tau ini salah tapi ia tetap akan melakukan itu agar semuanya selesai.


Mina perlahan mengambil pisau yang tersimpan didalam lemari.


Ia menangis tersedu sedu, sebenarnya tak ingin dan tak sanggup melakukannya namun tak ada gunanya lagi ia hidup.


"Mungkin dengan kepergian ku mas Astan akan perlahan lupa dengan diriku." Mina menangis.

__ADS_1


Darah kental menetes deras dilantai karena mina menyayat pergelangan tangan nya dengan kuat.


Serasa perih ia rasa namun hatinya lebih perih lagi saat mengingat ingat semua kenangan indahnya dengan Astan.


Perlahan matanya mulai mengabur namun tiba tiba pintu terdobrak dengan keras memperlihatkan Astan yang berlari dengan panik.


"Bahkan saat aku ingin pergi, wajahmu masih terbayang mas." Mina menutup matanya.


Astan benar benar datang dan langsung menangis merengkuh tubuh lemas Mina dalam pangkuannya.


Ambulan sudah datang dan membawa tubuh lemah Mina dengan pergelangan tangan yang lukanya menganga lebar.


Air mata Astan bagaikan hujan deras tanpa henti mengalir.


Ia sungguh tak menyangka Mina akan melakukan hal mengerikan ini.


Astan tak akan pernah mau kehilangan Mina.


Bagaimana pun Mina harus tetap selamat.


Astan berkali kali kesana kemari tak jelas menunggu hasil bagaimana keadaan Mina.


Orang orang sudah menatap aneh kearah astan yang terlihat urakan itu dengan wajah kusam dan tak terawat.


Astan tak peduli lagi sekarang, baginya Mina adalah yang terpenting sekarang.


Astan duduk dikursi tunggu dan mengambil secarik kertas di sakunya.


Ia perlahan membuka surat yang Mina tinggalkan tadi.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Maafkan aku yang selalu memberi mu luka.


Maafkan aku yang tak pernah bisa berguna untuk mu.


Aku mencintaimu mas, maafkan aku sudah membuatmu kecewa dan sudah mengatakan hal mengerikan itu.


Aku hanya tak ingin memberikan luka yang lebih parah lagi karena aku adalah gadis pembawa sial mas, setiap orang yang aku sayangi terluka karena ku, ibuku meninggal saat hari ulang tahunku, ayahku meninggal karena aku dan aku tak ingin mas mengalami hal yang sama dengan mereka.


Lebih baik kita akhiri saja mas semua ini.


Mas pasti akan bertemu dengan perempuan yang lebih baik dan juga pintar lebih dari aku mas.


Aku harap mas berbahagia,aku bersyukur pernah diberi kesempatan merasakan rasanya dicintai oleh mu mas.


Terima kasih mas.


Maaf dan aku mencintaimu ❀.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Astan sudah tak kuasa lagi menahan tangisannya membaca setiap kata dalam surat singkat Mina ini.

__ADS_1


"Tidak,,, tidak akan menemukan gadis sebodoh kamu lagi ." Astan bergumam pelan.


"Bagaimana aku bisa menemukan gadis bodoh lainΒ  lagi, aku hanya ingin kamu sayang." Air mata Astan sudah menganak sungai dipelupuk matanya.


"Aku tak ingin kehilangan kamu sayang, aku mohon bertahanlah." Astan menggenggam erat surat itu.


Astan tak hentinya menangisi keputusan Mina ini,ia tak menyangka Mina bisa senekad ini sampai berniat mengakhiri hidupnya.


Bagaimana Astan akan hidup tanpa Mina disisinya?.


Astan sudah tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini.


Karena itulah Astan sadar kalau ia butuh Mina disisinya, ia butuh Mina sebagai teman hidupnya hingga hari tua.


Ia sadar dengan kesalahannya yang telah membuat Mina menderita saat dulu, ia ingin memperbaiki semuanya dari awal lagi, ia akan membahagiakan Mina bagaimana pun itu.


"Jadi bertahanlah sayang." Astan memeluk surat itu dengan penuh harapan.


Ia juga melihat casing hape pemberian Mina untuk kado ulang tahun nya.


Air mata Astan lagi lagi mengalir deras mengingat wajah tersenyum manis Mina dan wajah malu malu Mina saat Astan menggodanya dulu.


"Bertahanlah sayang." Astan berdiri didepan pintu ruangan Mina.


"Kenapa lama sekali sih? Padahal sudah berjam jam lamanya, bagaimana jika terjadi sesuatu." Panik Astan lagi lagi tak bisa tenang.


"Tidak,, tidak,, istriku adalah gadis yang kuat dia pasti bisa bertahan, aku yakin dia akan baik baik saja, bertahanlah sayang." Astan lagi lagi berbicara meyakinkan dirinya sendiri bahwa Mina akan baik baik saja.


Tapi lagi lagi astan dihantui rasa takut mengingat luka di pergelangan tangan Mina sangat parah tadi.


Ia takut kalau Mina benar benar tidak bisa diselamatkan oleh tim medis.


Plak,,,


Astan menampar pipinya sendiri "Mikir apa kamu Astan? Istrimu akan selamat,aku bersumpah." Astan lagi lagi menyakinkan dirinya sendiri.


Astan tetap menunggu meskipun sudah sangat lama sekali tak ada tanda tanda dokter akan membuka pintu.


...//bersambung//...


...πŸ”·πŸ”·πŸ”·πŸ”·...


Duh,,, waelah,,


Mina nekad juga yah gaes.


Kalau mina tak sadar, astan sama author sajalah mumpung lagi sendiri nih.


Astagah jiwa pelakor lu thor βš‘πŸ”¨.


Wkwkwkw canda saya canda.


πŸ”·πŸ”·jangan lupa like dan komen yah cuyung πŸ”·πŸ”·

__ADS_1


♦♦jangan lupa follow aku juga heheh♦♦


Laffyouall❀cinta kalyanπŸ–€


__ADS_2