Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
58.Hadiah terindah (S2)


__ADS_3

❄selamat membaca❄


    Aku sejak tadi mendengar suara mina yang berusaha membangunkan ku dari tidur. Aku sangat malas kekantor hari ini.


"Mas, bangun dong kan masih mau ngantor. Nanti telat gimana? " Ia terlihat sangat frustasi setelah kulirik sebentar tadi.


Ku tarik ia ke tempat tidur dan langsung kudekap erat ia.


"Aku mau bolos saja hari ini."


"Hah? Bolos? Ngk,, ngk boleh Mas. Ih gimana sih Mas? Katanya banyak urusan dikantor karena mbak miska udah ngk kerja disana. Mas ke kantor aja deh."


Aku merasa ada sesuatu yang janggal dari ucapannya itu. Kenapa ia sangat ingin aku kekantor hari ini? Tidak seperti biasanya.


"Kenapa hmm? Kamu terdengar sangat ingin aku pergi dari rumah hari ini? "


"Ih apaan sih Mas, bukan gitu kan Mas bilang ngk mau bolos-bolos kantor lagi. Gimana sih Mas? "


Aku tersenyum mendengar ucapannya itu. Padahal kan yang punya kantor itu adalah aku.


"Mas mandi dong, aku udah siapin airnya tuh."


"Mandiin yah sayang,, yah? " Aku bersikap seolah aku adalah anak-anak yang meminta dimandikan.


Pipinya langsung memerah saat mendengar itu dariku. Padahal aku hanya bercanda saja.


"Mas ih aku malu tau." Ia menutup wajahnya didada bidangku. Manisnya.


Cup,,


Aku langsung mencium bibirnya dengan nikmat karena tak tahan melihatnya sejak tadi.


"Yasudah Mas mandi sendiri deh," Tuturku bangkit dari tempat tidur meninggalkan ia yang malu karena kucium tiba-tiba. Masih saja malu padahal kami sudah melakukan lebih dari ciuman.


Aku sampai dikantor langsung disambut oleh para karyawan disana dan beberapa artis yang aku naungi itu sedang melakukan aktivitas masing-masing namun tidak lupa untuk menyapaku.


Seorang sekretaris ku yang baru-baru ini ku rekrut langsung datang menyambutku dengan sopan. Meskipun ia tak se kompeten miska yang sangat pandai menyelesaikan setiap masalah aku lebih nyaman saat ini karena ia sungguh sopan.


"Bagaimana perkembangan yang lainnya? " Kutanya dengan pelan sembari berjalan memasuki lift yang diikuti olehnya.


"Tidak ada yang perlu dipermasalahkan pak. Semua aman terkendali tapi saya ingin mengabarkan bahwa kita akan ada acara nanti malam dan akan berakhir pada jam 10 malam, apakah bapak bisa menghadiri itu? " Ia dengan sopan menunduk.


"Baiklah, kita akan menghadirinya sekalian memperkenalkan mu pada mereka." Aku tersenyum kemudian meninggalkan ia yang masih harus mengurus beberapa hal.

__ADS_1


Aku memasuki ruanganku sembari tersenyum mengingat wajah mina yang selalu malu-malu itu.


"Kenapa kamu manis sekali sih? " Kulirik fotonya yang kini sudah ada dimeja Kantor ku.


Sekarang ada fotoku juga dyva dan fotonya disana. Aku semakin semangat saja kerjanya sebab dia wanita yang kusayangi kini sedang bersamaku.


Aku mulai menandatangani dan sesekali memperjelas isi berkas itu sebelum kutandai tangani. Aku bukanlah orang yang mudah menandatangani sesuatu sebelum tau apa isi dan maksud dari berkas tersebut.


22.30 pm.


Barulah acara tersebut berakhir. Aku sangat ingin pulang sekarang. Pasti mina sudah khawatir dirumah. Aku mencoba menghubungi sejak tadi untuk memberitahukan acara ini tapi baterai ponselku malah habis. Karena aku selalu lupa untuk mengisinya.


"Saya akan langsung pulang sekarang, kalau ada sesuatu yang ingin didiskusikan hubungi saya saja. " Kutinggalkan sekretaris ku itu dan langsung melaju menuju rumah Karena aku sudah sangat merindukan mina.


Aku mengetuk pintu dengan perlahan. Apakah ia sudah tidur yah?.


Pintu langsung terbuka dan aku dikagetkan dengan mina yang saat ini memakai riasan dan terlihat sangat cantik sekali. Bibirnya yang merah dan senyum nya yang cerah.


"Eh mas sudah pulang." Ia meraih tasku dengan senyum yang indah. Aku juga ikut tersenyum melihat itu.


Aku hendak membuka pintu namun ditahan oleh mina.


"Eh mas tunggu, mas bisa ngk nunduk terus deketin muka mas ke aku? Ada yang mau aku lakuin mas."


"Hmmm ada apa nih? Baru pulang kerja apa bakal dikasih ekhemm gitu dari kamu? "


"Mas nunduk aja terus dekat."ia tersenyum kearahku.


Aku mendekat kearahnya dengan memonyonngkan bibirku menunggu bibirnya datang untuk menyentuhnya.


Namun ia tak kunjung mendaratkan bibir kenyal miliknya malah aku merasa sesuatu menutupi pandangan ku.


"Eh ada apa nih mata mas kok ditutup gini? " Aku sedikit heran.


"Mas tenang aja aku ngk bakal ngapa ngapain mas kok hehehe, jadi mas ikutin aja kemana aku bawa mas."


Ia menuntunku berjalan dengan pelan dan hati-hati. Apa sih sebenernya yang ia rencanakan? Sangat lucu dia.


Ia melepaskan tangannya dari tubuhku dan kudengar suara langkah kaki menjauh dan tak lama dari itu mendekat juga.


"Sekarang mas buka aja matanya."aku mendengar intruksi darinya dan langsung kuturuti.


"Happy birthday to you,,, happy birthday to you,, happy birthday,,, happy birthday,,, happy birthday mas astan,, "ia bernyanyi dan berjalan kearahku sembari membawa kue ditangannya.

__ADS_1


Aku tak tau harus bereaksi bagaimana lagi? Aku tak menyangka akan mendapatkan kejutan ini darinya. Apa ini alasannya begitu semangat menyuruhku untuk berangkat ke kantor? Dan inikah alasannya berdandan malam ini?.


Aku meniup lilin itu sesuai dengan perintah dari mina. Senyum terus terbit disudut bibirku karena merasa mina sungguh berhasil membuatku terkejut.


"Sejak kapan kamu menyiapkan ini semua? Aku bahkan lupa dengan ulang tahunku sendiri. "Ku tarik ia ke dalam dekapanku sembari mencium keningnya dengan kuat dan lama.


" Ada deh rahasia pokoknya, oh iya mas aku ada sesuatu buat mas, mana coba kasih hape mas ke aku."aku langsung memberikan HP ku itu kepadanya.


Ia berbalik sebentar, tidak tau hendak berbuat apa dengan HP ku itu.


"Tada,,,, " Ia memberikan hpku dan aku sangat senang melihat casing couple yang ia pasang di HP ku juga hpnya itu.


"Maaf yah mas aku cuma bisa kasih ini buat mas, ini juga aku siapin pas aku pemotretan dadakan dulu hehee, aku tau hari ini akan tiba jadi aku sudah persiapin dari dulu dulu heheheh."


Aku tersenyum senang dan menariknya lagi kedalam pelukanku.


"Maaf yah mas aku terlihat jelek malam ini, baju aku ngk ada yang cantik untuk merayakan ulang tahun mas, jadi buluk gini deh."aku tersenyum mendengar ucapannya itu. Bagiku ia adalah gadis tercantik yang pernah ku lihat. Bahasa fakboi Banget kan, tapi memang itu nyatanya.


"mas tak peduli bagaimana penampilan kamu malam ini,baju bagus tak akan membuat mas memuji kamu karena hanya saat kamu tak memakai apa apa dihadapan mas baru terlihat sangat cantik sayang."aku tersenyum smirk saat mengatakan itu padanya.


"Ihhh mas,,, bisa bisanya ngomong git,,, mphhh"langsung ku kecup bibirnya dan menuntunnya agar berbaring diatas sofa.


Aku langsung diburu nafsu dengan menjilati wajahnya mulai dari bibirnya, mata hingga lehernya kuhisap dan kunikmati.


"Mari kita buat kamu menjadi cantik luar biasa sayang."kubuka dengan cepat gaun yang ia pakai itu. Karena ia hanya mengenakan bra juga celana dalam saja aku langsung dengan mudah melakukan aksiku disana.


Pergulatan kami berlangsung nikmat diatas sofa itu dengan desahan yang menggema di seluruh ruangan itu.


"Ini adalah kado terindah yang pernah ada sayang." Setelah pergulatan panas penuh keringat tadi. Kucium keningnya yang sudah tak berdaya dalam dekapanmu masih dengan kondisi tanpa busana sama sekali.


"Aku bersyukur mas suka,, akhhh ihh mas Hen,, tik,,, ahnn." Ia terbata-bata saat aku lagi-lagi melakukan aksi usap mengusap diarea kenikmatan nya itu.


"Aku suka desahanmu sayang,, seperti nyanyiin untuk ku."kujilat bibirnya itu dengan nikmat.


"Kita tidur yah sayang, pindah ke kamar saja."aku berdiri menggendong tubuh polosnya yang sama dengan ku saat ini.


Percayalah aku masih belum puas hingga beberapa kali kami melakukan itu sampai ia sudah tak berdaya lagi dalam kendaliku.


Aku sungguh puas dengan kado terindah ini.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤

__ADS_1


__ADS_2