Sugar Baby Duda Tampan

Sugar Baby Duda Tampan
Bab 25. Hati Panas


__ADS_3

Hening. Giara masih membisu, ia bingung harus menjawab apa. Sebenarnya, atas dasar apa Nicko mengatakan hal seperti itu pada Giara? Tak ada hubungan apapun, tak ada angin tak ada apa, kenapa tiba-tiba Nicko berani berkata akan bertanggung jawab atas kehidupan Giara? Giara tentu saja tak bisa memercayai ucapan Nicko ini. Hal yang tak seharusnya ia dengar dari mulut Nicko.


Nicko masih fokus memandangi Giara. Ia masih berharap, akan mendapatkan jawaban dari Giara. Namun Giara sendiri bingung, entah harus berkata apa, karena ia benar-benar bingung. Nicko terlalu berambisi, dan berbicara tanpa berpikir panjang. Mungkin ini hanya karena rasa bersalah Nicko pada Giara, sehingga muncul rasa kekhawatiran dari diri Nicko pada mahasiswi cantiknya ini.


“Kenapa diam?” Nicko bertanya lagi, karena ia tak mendapatkan kepastian jawaban dari Giara.


“Bapak memang figur dosen yang baik. Sebelumnya, terima kasih banyak atas ucapannya. Namun, itu terlalu berlebihan menurut saya. Pak Nicko, jujur, jika saya memiliki kehidupan yang lebih baik, dan berasal dari keluarga kaya seperti Anda, tak mungkin saya pun mau melakukan hal seperti ini. Tapi, perlu Bapak tahu, jika hidup adalah takdir, dan menjalaninya adalah sebuah pilihan. Kita tak bisa meminta pada Tuhan untuk menjadi kaya, kita juga tak bisa meminta untuk hidup dengan sempurna. Hanya satu yang dapat kita lakukan, menjalani kehidupan ini, agar bisa tetap bertahan dan kuat melewati semuanya. Memang, it’s all about money, semua aku lakukan karena uang. Karena apa? Aku bisa melakukan apapun dengan uang. Kebahagiaanku bisa aku beli dengan uang. Karena itulah saya bertahan dan menjalani hidup ini dengan pilihan seperti ini. Saya harap, Pak Nicko dapat mengerti, dan jangan ganggu saya juga profesi saya lagi.” Tegas Giara.


Nicko terdiam. Ia sendiri menyadari, jika Giara pasti terpaksa melakukan pekerjaan ini. Walau kini pekerjaannya dibilang nyaman, namun resiko yang membahayakan Giara tentu saja akan tetap ada. Tak dapat dipungkiri, jika pekerjaan Giara ini memiliki resiko yang cukup tinggi. Ingin sekadar menjaga Giara, dan melindunginya, hanya itu saja.


“Aku tahu, kamu melakukannya karena uang. Karena itulah, aku melakukan penawaran padamu. Aku akan bertanggung jawab atas kehidupanmu, dan keuanganmu juga. Kau akan aman bersamaku, Giara.” Ucap Nicko lagi.


“Maksud Pak Nicko apa sih? Saya masih gak ngerti sama sekali,”


“Maksud saya, saya akan menyewa kamu menjadi sugar baby pribadi saya. Dan kamu tak perlu khawatirkan apa-apa lagi tentang uang. Kamu akan menjadi tanggung jawab saya mulai saat ini. Uang jaminan? Uang kuliah? Uang shopping? Akan aku berikan untukmu! Daripada kamu bersama mereka, kamu juga harus mengkhawatirkan kondisimu, Giara.”

__ADS_1


Giara kaget. Ia tak bisa berucap atas penawaran yang Nicko berikan. Masih tak bisa dipahami maksud dari ucapan Nicko menjurus ke mana. Nicko seakan-akan menjadi malaikat untuk Giara, tapi Giara tak sedikitpun merasa tersentuh atas apa yang Nicko katakan. Giara malah bingung, untuk apa Nicko bersusah payah seperti itu demi dirinya? Memangnya, siapa Giara dalam kehidupan Nicko?


“Pak Nicko kira, aku sering shopping dengan uang yang aku dapatkan dari para sugar daddy-ku? Bukan untuk hal itu, Pak Nicko. Anda tak tahu apa-apa tentang kehidupan saya. Sudahlah, jangan halangi saya dan pekerjaan saya. Tugas Bapak hanyalah memantau mata kuliah saya, dan memastikan jika saya mengerjakan tugas dengan baik. Dan satu hal lagi, saya berjanji, tak akan lagi meminta izin saat mata kuliah bapak sedang berlangsung. Jadi, Pak Nicko tak akan merasa dirugikan lagi oleh perlakuan nakal saya. Oke, Pak? So please, open the door, saya harus keluar. Sejak tadi ponsel saya berbunyi, mereka meminta saya untuk segera kembali.” Ucap Giara membuat Nicko mati kutu dan tak bisa berkata-kata lagi.


“Please, hentikan pekerjaanmu itu. Jadilah sugar baby untukku saja, jangan untuk mereka! Sayangi dirimu, cintai tubuhmu. Aku akan membayarmu penuh, asalkan kau berhenti.”


Giara jadi tak nyaman karena ucapan Nicko, karena ucapannya terkesan begitu serius dan sangat meyakinkan kali ini. Tapi, sungguh Giara tak bisa menjawab ucapan Nicko saat ini. Nicko memahami keraguan Giara saat ini, mungkin karena ia heran, Nicko secepat kilat ingin memintanya menjadi sugar baby untuk Nicko saja. Sebenarnya, ada apa dengan Nicko?


“Apa kamu terbebani dengan ucapanku? Baiklah, pikirkan saja dulu, Giara. Namun, aku serius mengatakan hal ini padamu. Aku serius dengan semua ucapanku. Jadilah sugar baby-ku, dan hanya untukku, aku akan menjamin semua kebutuhan dan keperluanmu. Tak perlu bertanya apa alasanku, karena aku sendiri pun tak tahu, apa alasan memintamu untuk menjadi sugar baby-ku. Aku hanya mengkhawatirkan dirimu, aku peduli padamu, walau aku sendiri tak tahu, kenapa aku bisa bersifat begini ...,” Nicko menunduk, lalu ia membuka pintu mobilnya yang sengaja ia kunci.


Giara telah memutuskan sesuatu. Ia lebih baik turun dari mobil Nicko dan mencoba melupakan semuanya. Giara tak mungkin menerima tawaran Nicko. Giara tahu siapa Nicko, Nicko tak mungkin berbaik hati seperti itu pada dirinya. Giara tak boleh termakan ucapan manis Nicko, karena Giara yakin, hal itu hanya sesaat. Nicko tak mungkin serius dengan ucapannya saat ini.


“Maaf, Pak, saya pergi dulu.” Hanya itu yang Giara katakan, lalu ia turun dari mobil Nicko, dan tak melirik Nicko sedikitpun.


Nicko tak menjawab ucapan Giara, ia hanya menatap Giara dengan tatapan tajam penuh makna. Nicko seperti pria labil yang entah apa maunya. Tiba-Tiba saja meminta Giara menjadi sugar baby hanya untuknya saja, mungkinkah Giara mau? Nicko sepertinya bermimpi. Harusnya ia sadar, hubungannya dan Giara tak seperti apa yang ia bayangkan.

__ADS_1


Selepas kepergian Giara, Nicko masih terpaku di dalam mobilnya. Entah kenapa, ia enggan pulang ke rumahnya, walaupun Nicko telah meminta maaf pada Giara, dan Giara pun telah memaafkan Nicko.


Tanpa pikir panjang, Nicko keluar dari mobilnya, dan bergegas masuk kembali ke dalam bar mewah tersebut. Aneh, Nicko memang sudah aneh. Ia sendiri tak mengerti, kenapa ia harus seperti ini? Apa yang terjadi pada dirinya?


Nicko duduk di depan meja bartender bar tersebut. Ia memesan wine, kepala Nicko benar-benar berputar. Ia pusing memikirkan sesuatu yang tak semestinya ia pikirkan. Entahlah, Nicko tak mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini.


Saat Nicko tengah meneguk wine-nya, segerombolan orang berjalan dari ruang VIP menuju lantai dansa. Rupanya mereka akan melantai, dan berdansa bersama. Pandangannya tertuju pada gadis yang tadi baru saja berada di mobilnya, yaitu Giara.


Nicko tercengang, karena Giara kini memakai baju yang seksi dan begitu terbuka. Tadi saat ia bertemu Giara, Giara masih memakai pakaian yang terlihat sopan.


Nicko menelan ludahnya, ia benar-benar tak menyangka, saat Giara dengan lincahnya berdansa dengan pria tua dihadapannya. Entah kenapa, wajah Nicko tiba-tiba berubah melihat Giara menari dengan lincahnya.


Nicko meremas gelas wine dihadapannya. Hatinya panas, ia merasa tak rela melihat Giara bergelayut pada Om-Om tersebut. Pertanda apa ini? Kenapa hati Nicko tak rela melihat Giara melakukan pekerjaan itu? Padahal, Giara hanya menjalankan profesinya.


"Dia memang tak kapok! Dia memang wanita nakal. DASAR GENIT!" Nicko memaki-maki Giara, antara setengah sadar dan tidak, karena ia mulai terkena efek alkohol yang terus diteguknya sejak tadi.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2