
"Pak Nicko, ngapain Bapak di rumah saya?"
Deg. Rupanya itu Giara.
Nicko berbalik saking kagetnya, "G-Giara? Kenapa kamu sudah pulang?"
"Dosennya gak ngajar. Saya tanya, Bapak ngapain di sini?"
Astaga, aku malu. Aku malu ketahuan. Harus bagaimana ini?
Nicko dan Fera pun jadi salah tingkah. Fera apalagi, ia kesal pada Nicko, kenapa pula harus membawa dirinya ke rumah ini? Tentu saja yang punya rumah akan datang dan menemukan mereka yang tengah mengintip.
Fera diam tanpa kata. Ia sendiri bingung harus berkata apa. Semua ini gara-gara Nicko, tentu saja Nicko yang harus bertanggung jawab atas semua ini.
"Ada sesuatu yang harus aku perlihatkan pada ibuku, karena itulah aku membawanya ke sini." Nicko pun akhirnya jujur.
Deg. Kejujuran Nicko ini membuat Giara tak mengerti sama sekali. Apa yang ingin Nicko perlihatkan pada ibunya? Kenapa Nicko terus saja membuat kehidupan Giara menjadi semakin rumit dan membingungkan?
"Apa? Kemiskinanku? Pak Nicko ingin memperlihatkan kekuranganku pada ibumu? Tak usah kalian sembunyi-sembunyi seperti ini, aku sendiri yang akan mengumbar kekurangan dan aibku. Tak perlu bermain dibelakangku, aku tak suka, Pak Nicko seperti ini." Rupanya Giara salah menanggapi maksud Nicko.
"Giara, kamu salah paham! Bukan seperti itu maksudku. Dengarkan aku, Giara, aku dan Mamaku ke sini karena aku ingin memperlihatkan keadaanmu yang sebenarnya. Mama sudah tahu tentang profesimu yang dulu, dan aku ingin menghilangkan stigma itu. Kamu jelas tak seperti yang mamaku bayangkan. Aku ingin meyakinkan Mama, jika kamu terpaksa melakukan semua ini, karena kondisi ibumu. Karena itulah, aku ingin Mama melihat, kondisi ibumu, dan kuharap Mama dapat memaklumi profesimu yang dulu. Sudah kujelaskan padanya, tapi Mama tak mau mendengarku. Karena itulah, aku tak ada jalan lain. Aku memaksa membawa Mama ke sini, agar dia melihat sendiri keadaan yang sebenarnya, dan tak memandangmu dengan sisi negatif saja." Ucap Nicko panjang lebar.
"Tak seperti ini harusnya. Pak Nicko bisa bilang padaku, tak harus sembunyi-sembunyi juga. Hal ini sangat menyakitkan untukku. Memang, aku wanita malam, dan aku juga orang miskin. Tapi, satu hal yang harus Pak Nicko ketahui, aku juga punya harga diri. Dengan Pak Nicko sembunyi-sembunyi seperti ini, tentu saja ini sangat menyakiti hati dan perasaanku. Sudahlah, aku bukan wanita yang layak untuk Anda. Aku wanita nakal yang kotor, pantas saja Ibunda Pak Nicko begitu menentang dan tak suka padaku. Tak perlu membuktikan apa-apa lagi, Pak. Kita sudahi saja semua ini. Toh, kedekatan kita hanya terjadi karena sebuah kebetulan, tak ada yang perlu dilanjutkan lagi!" Giara sangat emosi, ia tak suka cara Nicko yang sembunyi-sembunyi mendatangi dan mengintai rumahnya.
__ADS_1
"G-Giara, jangan salah paham! Bukan seperti itu maksudmu. Kamu harus tahu, aku begini karena aku serius padamu! Aku bersikeras pada ibuku, agar dia mau melihatmu dan percaya jika kamu wanita baik-baik! Kumohon, jangan marah, jangan ucapkan kata-kata yang membuatku terluka. Kumohon, Giara," Nicko terus merayu Giara.
Giara rasanya tak ingin lagi basa-basi dengan Nicko. Hal ini cukup mempermalukan harga dirinya. Bagi Giara, lebih baik tak berurusan lagi dengan Nicko, karena hidupnya akan terus saja rumit seperti ini.
Belum lagi, jika Diana tahu tentang Giara. Apakah Diana akan diam saja? Bersama Nicko, bak ancaman bagi Giara. Lebih baik berhenti sebelum semuanya benar-benar kacau.
"Pak Nicko, kumohon segera pergi, dan akhirilah semua ini. Aku lelah, Pak. Lihat, keadaanku, dan kondisi ibuku. Tak akan mudah bagi Anda, juga keluarga Bapak, menerima semua kekuranganku. Aku mau, Pak Nicko tak usah menggangguku lagi. Biarkan aku bahagia dengan caraku sendiri. Aku tak ingin ada keterpaksaan atas semua ini. Kumohon kalian segera pergi, karena aku tak ingin tetanggaku melihat kejadian ini."
Ibunda Nicko merasa tak nyaman. Ia seakan bersalah karena Giara begitu menyalahkan dirinya. Semua ini mungkin karena Ibunda Nicko tak setuju padanya, jadi Giara memutuskan lebih baik untuk menyudahi semuanya, daripada harus membebani dirinya.
“Nicko, dia menyuruh kita pulang! Ayo pulang saja, jangan buang-buang waktu untuk hal yang tak jelas ujungnya. Mama harus bertemu Queen, ayo, dia masih di tempat bermain!” tegas Fera.
“Mama saja pulang sendiri. Aku harus menyelesaikan masalahku dengan Giara. Aku sudah tak peduli jika Mama menentang aku dan Giara, aku akan tetap memerjuangkan dia, dan mendapatkan hatinya. Toh, Queen juga akan bahagia, jika Giara bisa mendampingi Nicko. Karena itulah, Nicko tak lagi butuh persetujuan dari Mama. Nicko tak peduli, apa keinginan Mama,”
Giara merasa tak enak dengan apa yang diucapkan oleh Ibunda Nicko. Kata-Katanya tentu saja membuat Giara sakit hati. Giara menarik napasnya dalam-dalam. Hubungannya dengan Nicko jelas tak bisa disatukan. Tanpa restu orang tua, tak akan pernah ada hubungan yang baik-baik saja. Dengan ini, Giara sudah berjanji, dan memantapkan hatinya, jika ia tak akan pernah lagi mau berurusan dengan Nicko.
“Maaf, Tante, wanita seperti itu maksudnya bagaimana? Jika Tante tak menyukaiku, itu tak masalah, itu hal yang wajar. Namun satu hal, Tante, Tante harus bisa mengajari dan menghentikan anak Tante agar tak mengejar dan memohon lagi padaku. Buatlah dia menemukan wanita yang pantas untuk mendampinginya. Buatlah dia mencintai wanita yang layak dan Tante sukai. Jangan biarkan dia terus mengejarku dan membuatku risih seperti ini. Wanita sepertiku jelas tak pantas untuknya. Sebelum Tante menolakku, aku sudah sadar diri lebih dulu, jika aku akan mundur dan menghindar. Namun rupanya, sulit bagiku untuk menghindar, karena aku dan dia selalu bertemu di kampus. Jadi, Tante urus saja putra Tante agar berhenti mengemis seperti ini pada wanita sepertiku!” Tegas Giara yang sudah tak bisa menahan emosinya.
“GIARA! Kurang ajar! Apa maksud dari ucapanmu? Hentikan omong kosong itu, karena aku sangat membencinya! Jangan buat aku marah dengan kata-kata itu!” Nicko tak terima dengan ucapan Giara barusan.
“Nicko, kamu ini!” Fera amat tak habis pikir dengan kelakuan anaknya ini.
“Mama, lebih baik Mama pergi dari sini! Aku akan menyelesaikan masalahku dengan Giara. Mama tak perlu ikut campur, karena semua ini, aku yang akan menjalaninya, bukan Mama!”
__ADS_1
“Tapi, Mama berhak menilai dengan siapa kamu akan menjalani kehidupanmu! Apalagi jika dengan wanita ini, tentu saja Mama tak bisa tinggal diam!” Fera tak mau kalah.
“HENTIKAN!” Giara berteriak sangat keras, “Hentikan omong kosong kalian berdua! Aku sudah benar-benar muak. Kalian begitu membuatku marah. Urus saja masalah keluarga kalian di rumah, jangan di rumahku. Selesaikan tanpa harus menggangguku lagi! Jika saja aku punya uang, secepat kilat aku akan menghilang dari hadapan kalian. Aku juga sadar diri, karena itu, Tante jangan terlalu mengkhawatirkan aku, karena aku tak akan menggangu anak Tante. Aku akan menjauhinya, camkan itu!”
Nicko kaget, rupanya hal ini begitu serius. Giara tak main-main dengan ucapannya. Memang sulit menyatukan dua kepala yang berbeda paham. Jika sudah seperti ini, Nicko harus bertindak agar mereka berdua tak bisa berkutik lagi.
“Kalian berdua memang sama-sama keras kepala. Padahal kalian adalah perempuan, sosok Ibu, dan calon seorang Ibu. Tapi aku tak habis pikir, dengan cara bicara kalian. Sungguh, aku tak sangka jika jadinya akan seperti ini. Baiklah, aku telah berpikir, aku telah mengambil keputusan dari pembicaraan ini. Aku yang akan menghilang dari hadapan kalian semua. Secepatnya, aku akan menghentikan jabatanku, dan tak mengganggumu lagi, Giara. Aku juga akan menitipkan Queen pada Mama, untuk selamanya. Jaga dia dan lindungi dia, karena aku akan menghilang dan mungkin tak akan bisa lagi menjaganya.” Ancam Nicko.
“NICKO! Omong kosong macam apa ini? Jangan macam-macam kamu, ya,”
“Anda jangan gila, Pak Nicko!”
Mulai terlihat rona kekhawatiran dari diri mereka berdua. Giara dan Fera terlihat khawatir dengan ancaman yang dilayangkan oleh Nicko. Padahal, dalam hatinya, Nicko merasa puas dan ingin tertawa. Ia sengaja mengancam dan membuat mereka ketakutan. Acting Nicko kali ini sungguh luar biasa, terkesan seperti nyata dan tak main-main.
“Kalian khawatir, kan? Kalian takut kan jika aku benar-benar menghilang? Ah, aku sungguh hebat. Actingku luar biasa. Semoga hal ini bisa mencairkan hati mereka yang sama-sama keras.” Batin Nicko dalam hati.
*Bersambung*
Halo, semuanya.
Maaf aku hiatus lama, kebetulan aku baru saja melahirkan, jadi aku bedrest dulu dan belum bisa nulis lagi.
Inipun nyolong-nyolong waktu nulis sambil momong bayi. Maaf karena terlalu lama hiatus ya. Semoga bab ini bisa mengobati kerinduan kalian pada Nicko dan Giara ....
__ADS_1
makasih udah setia dengan cerita ini 🥰