
Diana dan Anita ....
Kepergian Nicko dan Giara membuat hati Diana sesak bukan main. Padahal tujuan Diana ke sini, adalah untuk memata-matai Giara, agar meyakinkan Nicko, jika Giara bukanlah wanita baik-baik.
Anita akhirnya menemukan Diana, setelah beberapa saat mencari. Anita terlihat heboh, dengan apa yang ia miliki saat ini. Tentu saja Diana tak bisa diajak berbincang. Lidahnya kelu, karena perlakuan Nicko padanya.
Anita merasa heran, apa yang terjadi pada Diana? Kenapa tiba-tiba wajahnya itu murung?
"Ke mana aja sih, lo? Padahal gue punya berita intens luar biasa buat lo! Harusnya lo lihat tadi, Na," ucap Anita dengan segala tingkah lebay-nya.
"Gue ketemu Nicko barusan," jawab Diana lemas.
"Apa? Nicko? Kok bisa? Dia ada di sini juga?" Anita heran bukan main.
"Ya, dia juga pergi sama ceweknya. Entahlah, kenapa kebetulan ini selalu aja terjadi! Mereka semakin dekat, hal itu semakin bikin gue iri dan sakit hati! Gue nyesel, kenapa gak dari dulu aja orang tua gue mati? Biar gue bisa lepas dari bandot tua Hans Wijaya itu. Sekarang, semuanya sudah terlambat. Dan gue, gak bisa nembus pertahanan Nicko begitu saja," terang Diana.
"Wait, Na, wait ... lo jangan lagi bahas penyesalan di depan gue, ya. Gue sendiri mumet dengarnya. Gini, Na, gini ... lo bilang, Nicko sama ceweknya? Apa iya? Gak salah lo? Si Giara kan? Jelas-Jelas gue punya informasi penting yang pastinya akan buat lo tercengang!" ucap Anita
"Ya lantas, ceweknya Nicko siapa? Memang cuma si Giara doang, kan? Kenapa sih lo lemot banget? Aarrgghhh, udah deh, jangan bikin gue kesel. Informasi apa coba? Udah gak akan penting lagi bagi gue!" Diana sudah terlanjur emosi.
"Iya, tapi lo harus denger dulu, dan lihat ini! Lo tahu enggak, siapa cewek yang ditemui suami lo? Dan dugaan gue bener, ternyata si Giara ini memang sugar baby senior! Dia itu ketemuan sama suami lo, dan mereka cipika-cipiki, saling rangkul, dan pegangan tangan! Gila gak tuh! Coba deh lo pikir pake logika, mana ada si Nicko gak tahu soal kelakuan ceweknya? Toh, barusan lo bilang kan kalau Nicko pergi sama ceweknya? Lantas, cewek di foto ini? Yang berdua-duaan sama pria tua itu? Kenapa bisa ada si timing yang tepat kayak gini? Mungkin gak sih si Nicko gak tahu? Kayaknya gak mungkin deh!" Anita berpikir keras.
Diana teramat penasaran dengan ucapan Anita. Secepat kilat, sontak saja Diana meraih ponsel milik Anita. Memastikan siapa sebenarnya wanita yang ditemui suaminya itu.
Melihat Giara-lah yang ditemui Hans Wijaya, membuat Diana berpikir, jelas-jelas jika tadi ia melihat Giara dengan Nicko. Apa sebenarnya Nicko tahu, jika Giara adalah seorang sugar baby?
__ADS_1
Dan Nicko sepertinya tak keberatan jika menemani Giara bertemu dengan pria-pria itu. Apa yang sebenarnya terjadi antara Nicko dan Giara? Keadaan ini jelas membuat Diana bingung.
Juga, kebetulan yang luar biasa ini, tentu saja membuatnya kaget. Kenapa bisa suaminya mengenal Giara? Yang notabene, Giara adalah kekasih mantan suaminya. Benar-Benar tak bisa Diana percaya. Keadaan ini sungguh membuat wanita 33 tahun itu tercengang.
Diana harus mengambil langkah cepat. Ia berpikir dalam diam, langkah apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Niat hati, jika Diana ingin memberi tahu status Giara pada Nicko, tentu saja gagal, karena sepertinya Nicko sudah mengetahuinya.
Kini, jalannya harus beralih ke tempat lain. Jika Diana tak bisa meyakinkan Nicko, berarti Diana harus bisa mencari target baru, untuk ia jadikan sumber kekuatan, agar bisa kembali pada Nicko.
Siapa orangnya? Targetnya yang jelas bukan Nicko. Diana akan mulai mencoba mendekati Queen, dan ibunda Nicko. Sepertinya mereka belum tahu, perihal kekasih Nicko yang sifatnya ternyata seperti ini.
Langkah Diana kini semakin mudah, bukti dari Anita sudah ia kantongi. Tinggal satu tahap lagi agar Diana bisa terlepas dari pria tuanya. Diana akan membeberkan bukti perselingkuhan Hans Wijaya dengan Giara.
Kali ini, menggugat cerai pada Hans Wijaya akan terasa mudah, karena Diana telah mendapatkan bukti kuat tentang perselingkuhannya dengan Giara. Diana harus meminta saham perusahaan dan mendapatkan sebagian kekayaan milik suami tuanya itu.
"Gue tahu, gue juga gak akan diam aja. Gue akan deketin anak dan mertua gue, karena meyakinkan Nicko akan terasa sulit. Nicko udah tahu, jika ceweknya ini emang wanita malam. Percuma ngasih tahu Nicko, dia gak akan dengerin gue. Gue akan beralih ke plan B, yaitu ..., nemuin anak gue." ucap Diana memejamkan matanya berulang kali, sambil mengangguk-angguk pertanda yakin.
"Lo emang hebat, gak pernah menyerah demi mendapatkan apa yang lo inginkan. Gue pasti bakalan dukung lo, Diana ..."
"Thank's banget, Anit ..."
Mereka pun berpelukan, walau masih ada sesal mendalam di hati Diana. Namun Diana akan tetap semangat dan tak menyerah demi semua ini. Ia yakin, mampu dan bisa kembali pada Nicko walau dengan pengorbanan yang luar biasa.
...................
Nicko masih enggan melajukan mobilnya. Ia masih menunggu jawaban apa yang akan Giara katakan. Namun rupanya, Giara tak menjawab sedikitpun. Hingga membuat Nicko jadi tak fokus dan mungkin saja tak sanggup mengendarai mobilnya.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Memang, belum terlalu malam. Haruskah Nicko mengajak Giara ke rumahnya untuk membuat Giara yakin, bahwa Nicko tak main-main dan Nicko serius padanya.
Sekalipun Diana kembali, hal itu tak akan merubah hati Nicko untuk merajut asa dengan Diana lagi. Nicko sudah menutup semuanya untuk Diana. Tak semestinya Giara khawatir tentang hal ini.
"Katakan, katakan lagi tentang Diana agar kamu puas!" sentak Nicko.
Giara menggeleng.
"Kenapa diam? Bukankah kamu selalu berteori? Apa lagi, Giara? Katakan saja, apa yang ada dalam benakmu." Nicko menyindir Giara terus.
"Cukup, Pak! Antar saya pulang sekarang juga. Ini sudah malam, saya harus beristirahat." pinta Giara.
Nicko tersenyum kecut. Mukanya begitu masam, hal ini terjadi karena Giara terus saja mengungkit tentang Diana. Nicko jadi memiliki cara nekad agar Giara bisa menjadi milik Nicko seutuhnya.
Haruskah Nicko melakukan hal ini sekarang? Apakah jika Nicko nekad seperti ini Giara akan bungkam dan tak membahas Diana lagi?
"Giara ..." ucap Nicko lagi.
"I-iya, Pak?" jawab Giara.
"Apa kamu mau, malam ini datang ke rumahku, dan aku kenalkan pada kedua orang tuaku? Aku ingin segera membuktikan semua ini padamu. Agar kamu tak lagi berpikir yang tidak-tidak tentang aku, dan juga anakku. Agar kamu tak lagi menyinggung tentang Diana. Maukah kau datang dan kukenalkan pada kedua orang tuaku?" tanya Nicko begitu serius, dengan tatapan yang tajam luar biasa.
Deg. Giara kaget, jantungnya seperti akan melompat. Ia bingung, apa yang harus Giara lakukan jika hal ini benar terjadi?
*Bersambung*
__ADS_1