
Aku mengatakan sesuatu pada Om Hans. Tapi saat ini, aku merasa, seperti aku mengatakannya pada Pak Nicko. Aku tak menyangka, jika Pak Nicko ternyata bertemu dengan mantan istrinya. Seketika pikiranku mengarah ke sana. Merasa bahwa mereka bisa saja kembali lagi, demi anak mereka. Jika sudah seperti ini, apa yang harus aku lakukan? Ucap Giara dalam hati.
"Dia adalah, mantan istriku ...."
Deg. Seperti disambar petir, mendengar jawaban Nicko barusan. Benarkah wanita tadi itu mantan istri Nicko? Jika itu mantan istri Nicko, mungkinkah mereka akan kembali bersama demi anak mereka?
Giara pura-pura terlihat biasa saja, walau sebenarnya hatinya kaget dan tak menyangka jika jawaban itu akan keluar dari mulut Nicko.
"Mantan istri Pak Nicko? Wah, senang sekali. Pak Nicko pasti merindukannya. Sudah lama sekali kalian tak bertemu. Selamat ya ..." terdengar rona cemburu saat Giara mengatakan hal tersebut.
"Apa? Apa maksudmu? Kenapa kamu mengatakan hal gila seperti itu?" Nicko sedikit kesal.
Giara terdiam. Ia teringat akan ucapannya pada Om Hans, yang menasehati Om Hans agar kembali pada istrinya dan menata kembali rumah tangga mereka. Apakah nasehat Giara itu seharusnya diberikan pada Nicko? Kenapa hati Giara sakit sekali, ketika mendengar Nicko mengatakan 'mantan istrinya'
"Bukankah bertemu dengan mantan istri Pak Nicko adalah hal yang Bapak inginkan sejak dulu? Bukankah dia adalah orang yang begitu membekas dalam hatimu, Pak" ucap Giara.
"Dia memang orang yang memberiku luka teramat besar. Orang yang menyakiti hatiku, sampai aku benar-benar sakit hati. Aku memang sudah lama tak bertemu dengannya, aku hanya penasaran, dia ada di mana, dan ke mana saja selama ini, hanya itu saja ..." jawab Nicko.
"Anak Pak Nicko pasti bahagia jika tahu ibunya telah kembali. Anda harus segera memberi tahu anak Anda, Pak. Ini merupakan sebuah kabar baik, dia paati sangat bahagia." ucap Giara.
__ADS_1
"Dia tak tahu siapa ibunya. Aku tak akan memberi tahu pada anakku perihal kembalinya Diana. Dia tak pantas menjadi Ibu Queen. Sudah kupastikan, aku akan menutup pintu hatiku untuk mantan istriku itu. Hanya saja, aku memang penasaran, apa yang terjadi padanya, sampai ia begitu tega meninggalkan buah hatinya." jelas Nicko.
Diana? Kenapa aku merasa tak asing dengan nama itu? Ucap Giara dalam hati.
Wakau sebenarnya Giara penasaran dengan nama itu, namun Giara tak berhak bertanya lebih lanjut dan terlalu ikut campur mengenai hal ini. Sepertinya, Giara teringat akan nama istri sugar daddy-nya.
Hans Wijaya pernah menyebut nama Diana, dan hal ini seakan menjadi sebuah kebetulan baginya. Mungkinkah Diana yang disebutkan Nicko, sama dengan Diana yang menjadi istri Om Hans?
Giara jadi penasaran sendiri. Namun ia bingung, bagaimana mencari tahu tentang hal ini? Toh, ini tak seharusnya menjadi urusan Giara. Kenapa juga Giara harus turut ikut campur?
Tapi, jika benar Diana itu adalah orang yang sama dengan dua pria ini, akan bagaimana kelanjutan kisah mereka? Membayangkannya saja, membuat Giara pusing sendiri. Ia pasti shock bukan main, jika tahu yang sebenarnya.
"Pak, Anda tak boleh seperti itu. Tahukah Anda, seburuk apapun sikap dan perlakuannya, dia tetaplah Ibu kandung dari anak Anda. Dan seharusnya Pak Nicko tak menyembunyikan identitasnya. Dia layak diakui sebagai seorang Ibu. Terlepas dari perlakuannya yang seperti itu, tapi dia tetaplah seorang Ibu bagi anaknya. Mungkin Pak Nicko lupa, jika dia pasti tengah berjuang antara hidup dan mati, untuk melahirkan buah hati kalian. Berdamailah dengan keadaan, Pak. Pak Nicko tak boleh egois." Giara seakan memberi peluang pada Diana agar bisa masuk kedalam ruang kehidupan Nicko lagi.
Sontak saja Giara kaget, Nicko begitu menyentaknya dengan nada tinggi. Mobil Nicko pun refleks berhenti. Nicko meminggirkan mobilnya. Entah apa yang akan Nicko lakukan, karena tiba-tiba saja ia menghentikan mobilnya setelah menyentak Giara dengan nada tinggi.
"Maaf, aku kelepasan," ucap Nicko lagi.
Giara mengangguk lesu. Ia enggan menjawab ucapan Nicko.
__ADS_1
"Tak usah mengajariku tentang teori pernikahan yang sama sekali belum kamu lewati. Kamu tak tahu apa-apa tentang pernikahan, Giara. Bahkan, melakukannya saja belum pernah. Jangan sok tahu, biarkan aku yang menyelesaikan urusanku. Dan perlu kamu tahu satu hal, ada alasanku, mengapa aku tak mau membuat Diana bertemu dengan anakku. Karena aku tak akan membiarkan Queen memanggil Diana Ibu. Ada wanita yang lebih layak dan pantas dipanggil Ibu oleh anakku!" tegas Nicko.
"Tapi, Pak, walau keputusan Anda telah bulat seperti itu, setidaknya tetap beritahu anak Anda perihal Ibu kandungnya yang asli. Anda tak boleh menutupi keadaan itu. Fitrah seorang anak, ia patut mengetahui Ayah dan Ibu kandungnya. Jangan biarkan dia terluka seumur hidupnya karena tak mengenal sosok ibunya." Giara juga tetap keras kepala.
Nicko terdiam. Giara memang selalu saja bisa membantah ucapan Nicko. Tapi, ucapan Giara sebenarnya memang ada benarnya juga. Hanya saja, Nicko berat melakukan hal tersebut, karena ada satu hal yang teramat ia takutkan, jika Nicko membawa Diana pada Queen.
Apalagi, jika Queen tahu, Nicko tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Ia benar-benar takut, jika Queen mengetahui bahwa Diana adalah ibunya. Nicko tentu saja tak ingin hal itu terjadi.
Tak mungkin, tak mungkin aku akan mengenalkan Diana pada Queen. Ada banyak hal yang aku takutkan. Bagaimana jika Queen semudah itu menerima dan memaafkan Diana? Bagaimana jika Queen meminta Diana kembali? Aku sangat tak ingin hal itu terjadi. Aku tak ingin, jika Diana kembali padaku. Aku ingin Giara, aku ingin dia yang jadi sosok Ibu untuk Queen. Karena inilah, aku marah pada Giara yang terus memojokkanku. Giara, harusnya kau tak berkata seperti ini. Aku sungguh bingung bagaimana menjawabnya. Aku bisa mengontrol perasaanku, tapi bagaimana dengan Queen? Aku tak yakin, jima Queen akan bersikeras menolak sepertiku. Ucap Nicko dalam hati.
"Jangan banyak bicara! Tujuanku kini, mengenalkanmu dan mendekatkanmu pada anakku. Aku sudah berjanji pada diriku, jika mulai saat ini, aku akan bertanggung jawab untukmu. Dan sebagai gantinya, kamu harus sanggup menjaga dan mengurus anakku. Hanya itu saja, Giara. Jangan sebut nama lain, bahkan mantan istriku sekalipun. Karena aku sudah melupakannya, dan aku telah membuka lembaran baru untuk kehidupanku yang lebih bahagia nantinya." jelas Nicko begitu jelas.
Giara terdiam. Ia sebenarnya tahu, apa yang Nicko takutkan saat ini. Namun Giara sadar, ia hanya diam saja dan memahami keraguan Nicko. Jika Queen tahu bahwa Diana kembali, tentu saja gadis kecil itu pasti akan senang dan bahagia.
Jika Queen tahu tentang Diana, mungkin saja Queen menginginkan Diana untuk berada disampingnya. Dan hal itu, tentu saja mengganggu Nicko yang sama sekali tak menginginkan Diana lagi.
Giara mencoba tegar, dan berkata sesuai fakta yang saat ini tengah mereka hadapi, "Bukankah tujuan Pak Nicko adalah membahagiakan anak semata wayang Pak Nicko? Jika dia akan bahagia bersama ibu kandungnya? Kenapa tidak? Bukankah Pak Nicko harusnya bahagia, dan berdamai dengan keadaan?"
Nicko kaget, lagi-lagi mulut Giara tak bisa dihentikan. Selalu saja Giara memancing kemarahan Nicko saat ini.
__ADS_1
"GIARA, CUKUP! Jika kamu terus bicara, maka kupastikan kamu akan menangis malam ini! Jika memang kamu ingin seperti itu, aku juga memiliki cara agar aku bisa memilikimu seutuhnya, tanpa harus memedulikan mantan istriku! Jika kamu terus berulah, maka kupastikan malam ini aku akan menaruh benhku, agar kamu tak bisa terlepas dariku!" Ancam Nicko karena Giara terus saja membahas Diana.
*Bersambung*