Sugar Mommy

Sugar Mommy
10. Cemburu


__ADS_3

Baru tadi malam Nadira mengatakan bahwa dirinya tidak tertarik menjalin hubungan, tapi sekarang Juan melihat Nadira bersama pria.



Juan tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu karena tertutup topi. Tapi Juan bisa melihat pria itu membuat Nadira nyaman di dekatnya dan Juan tidak menyukai fakta itu.


Juan cemburu melihat interaksi mereka yang seperti sepasang kekasih, apalagi Nadira bisa mengobrol dengan santai bersama pria disana tanpa memperdulikan hati Juan yang terbakar.


Lagipula, bukankah seharusnya Nadira berada di cafenya? kenapa malah berada di cafe lain?


"Kenapa? lo iri ngeliat orang lain pacaran?"


Juan menoleh kearah sahabatnya. Mereka sedang berada disebuah cafe. Juan ditagih cerita oleh sahabatnya karena gosip yang beredar di kampus terdengar sahabatnya.


Juan dihujani banyak pertanyaan oleh Raka -sahabatnya. Tapi Juan hilang fokus melihat Nadira bersama pria lain di cafe yang sama.


"Loh? itu kan kak Nadira sama bang Jefri!"


"Lo kenal?" Raka menganggukkan kepalanya.


"Kak Dira punya saham di perusahaan bokap gue, kalau bang Jefri sepupu gue. Lo lupa?"


"Terus hubungan mereka berdua?" Oke, Juan sepenuhnya sadar saat menanyakan itu pada Raka. Juan ingin tahu hubungan Nadira dan Jefri meskipun bukan itu yang mereka bahas.


"Cuma temen, tapi bang Jefri suka sama kak Nadira." jawab Raka menyeruput jus mangga.


"Lo mending hati - hati deh sama cewek kayak kak Nadira. Atau nasib lo bakalan sama kayak bang Jef. Deketnya bertahun-tahun tapi cuma dianggep temen. Miris banget kan kayak gitu?"


"Cewek kayak gimana yang lo maksud, huh?"

__ADS_1


"Bikin susah move on, tapi susah juga dimiliki." Raka menyeruput jus strawberry pesanannya.


"Udah dapet restu dari orang tua bang Jef loh padahal, tapi hati kak Nadira belum kebuka."


"Menurut gue mereka serasi, sayangnya cuma kak Nadira belum buka hatinya buat bang Jef."


"Ck, kenapa jadi bahas mereka sih? gue kesini kan niatnya mau nagih cerita sama lo. Juan, lo serius punya sugar mommy heh?" tanya Raka.


"Kenapa lo gak cerita diusir sama bakap lo? kita cuma beda kampus bukan beda planet!"


"Lo butuh uang berapa hah? gue bisa ngasih lo berapapun asalkan lo jauhi tuh sugar mommy."


"Gue cuma butuh orangnya, bukan uangnya."


"Jangan bilang lo suka sama sugar mommy!?"


"Iya, tapi jangan nyebut dia sugar mommy. Dia cuma cewek yang gue suka yang kebetulan aja kaya." ucap Juan tanpa mengalihkan matanya dari kedua orang yang sedang asik mengobrol.


Raka menganga. "bentar, ini serius Juan suka sama cewek? suka sama sugar mommynya?!"


Saat Raka sibuk memikirkan itu, ternyata Juan menghampiri meja tempat Nadira berada saat ini. Juan bahkan langsung bergabung disana.


"Juan?" Nadira tersentak melihat Juan disana.


"Hehe. Gapapa kan kalau aku gabung disini?"


Nadira menatap Jefri. Bukan untuk meminta persetujuan, tapi karena Juan menatap sengit kearah Jefri yang dirasa sebagai saingannya.


"Kamu mau pesan sesuatu?" Nadira berusaha mengalihkan atensi Juan supaya pemuda itu berhenti menatap Jefri yang sekarang nampak bingung mengenai siapa bocah di depannya.

__ADS_1


Juan akhirnya mengalihkan atensi dari Jefri, dan menatap Nadira dengan tatapan hangat. "Aku udah makan kok tadi sama temen, kak."


Nadira mengangguk. "dimana temen kamu?"


Saat Juan akan mengatakan temannya sudah pulang, Raka datang menghampiri Juan dan memberi omelan pada Juan. "lo ngapain sih?!"


Juan memberi tatapan tidak enak pada Jefri dan juga Nadira. "maaf ya, temen aku emang suka gak jelas. Kita permisi ya bang, kak Dira."


Juan mencibir dalam hati. Dan hanya pasrah saat Raka menarik tangannya. Nadira yang melihat itu menahan mereka supaya tidak pergi. "Gapapa, kakak kenal sama Juan kok."


"Oh?" Raka menatap Juan dan Nadira secara bergantian. "serius kakak kenal sama Juan?"


Nadira mengangguk. "ayo, kalian duduk dulu."


Raka menurut untuk duduk. Meskipun Raka masih tidak memahami situasi yang terjadi.


"Jadi Juan temen kamu?" tanya Nadira pada Raka. Dan Raka hanya menganggukinya saja.


"Oh iya, ini anak yang aku ceritain ke kamu."


Juan dan Jefri kembali bertatapan. Tapi tidak lama karena Jefri kemudian menatap Nadira.


"Kamu tinggal bareng sama Juan?" tanya Jefri membuat Juan mendengus dan menjawabnya dalam hati. "iya. Kenapa? lo iri kan sama gue?"


"Iya. Kalian juga saling kenal?" Nadira terlihat lebih santai dibandingkan ketiga pria disana. Nadira bahkan bicara sambil memakan cake.


Jefri kembali menatap Juan. Sekarang pria itu melemparkan senyuman. "kenal, tapi mungkin Juan lupa sama aku. Udah lama gak ketemu."


"Lagian, kamu betah banget di Canada Jef."

__ADS_1


Setelahnya, obrolan mereka mengalir begitu saja. Nadira dan Jefri membicarakan banyak hal, sementara Juan dan Raka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.



__ADS_2