
"Kak, besok kakak ada acara gak?"
"Ada."
"Kalau lusa?"
"Ada juga."
"Minggu depan deh. Gimana?"
"Masih ada."
"Terus kapan kakak gak ada acaranya?"
"Gak ada."
"Iya, kapan kakak gak ada acaranya? aku mau ngajak kakak ngedate. Nonton atau apa gitu?"
"Maksud gue itu, gue gak ada waktu buat bikin acara sama lo. Lagian gue udah punya pacar."
"Aku gak masalah kok jadi selingkuhan kakak."
Juan menghela nafas jengkel. Juniornya tidak menyerah juga untuk mengajaknya jalan. Juan sudah berusaha supaya orang-orang tidak lagi mendekatinya, tapi tidak berhasil sama sekali.
Juan masih didekati oleh banyak wanita, dan juniornya ini salah satunya. Ayolah, Juan tidak suka didekati oleh para wanita kecuali Nadira.
"Emang lo dapet apa jadi selingkuhan gue?!"
"Ya ..."
"Gue cuma sayang sama pacar gue, gue juga cuma punya waktu buat dia. Terus lo dapet apa nanti? status sebagai cewek gue, gituh?"
__ADS_1
Junior itu terdiam. Nampak sedang berpikir.
"Lo gak masalah jadi selingkuhan tapi lo bisa bikin hubungan gue bermasalah. Lagian, gue juga gak tertarik buat selingkuh." tegas Juan.
Juan meninggalkan juniornya di koridor. Juan bersyukur koridor sedang sepi, dia tidak harus membuat juniornya malu dengan mengatakan hal itu pada juniornya di depan banyak orang.
Junior Juan cantik, modis dan juga seksi. Tapi percuma kalau juniornya bukan Nadira. Karena Juan hanya suka Nadira. Meskipun wanita itu tidak modis, dan sering asal memilih pakaian.
Tidak akan ada yang bisa menandingi pesona Nadira dimata Juan. Bahkan meskipun Nadira hanya memakai hoodie kebesaran dan celana pendek dengan rambutnya yang asal dikuncir.
"Hai, adik ipar." seru wanita cantik yang tidak sengaja berpapasan dengan Juan di koridor. "udah berani cium cewek ya kamu sekarang?"
Juan menepis tangan wanita yang membelai wajahnya. "maaf, aku harus pergi sekarang."
Saat Juan hendak pergi, tangannya lebih dulu ditarik oleh wanita itu dan membuat tubuh mereka saling bertabrakan. "ayo, ikut kakak. Kakak bisa ngasih yang lebih dari cewek itu."
Juan memejamkan mata merasakan sentuhan dibagian sensitif tubuhnya. "kak, kita masih di kampus!" si wanita mentertawakan Juan yang sepertinya mulai terangsang disentuh olehnya.
"Ayo ke apartemen kakak, nanti kakak puasin kamu lebih dari yang bisa dia kasih ke kamu."
"Kakak gak bakal bisa ngasih yang dia kasih, karena yang dia kasih bukan hal murah kayak yang kakak lakukan sekarang." sarkas Juan.
"Jadi kamu beneran suka sama cewek itu?!"
"Gak perlu aku jawab, kakak udah tahu kan?"
"Kamu cuma milik kakak, Juan. Seharusnya kamu suka sama kakak, bukan cewek itu!"
"Sadar, kak. Kakak udah punya kak Richo."
"Tapi kakak cuma cinta sama kamu, Juan."
__ADS_1
"Terus kenapa kakak pacaran sama kak Richo kalau kakak cinta sama aku?!" sekak Juan.
"Kakak terpaksa-"
"Kalau kakak terpaksa pacaran sama kakakku mending kalian putus sekarang. Tapi jangan pernah berharap kalau aku mau sama kakak."
Juan bergegas pergi dari sana, tidak ingin terlalu lama berada di dekat wanita gila itu.
Juan sudah berusaha membuat orang-orang berhenti mendekatinya, tapi gagal. Sekarang Juan malah harus berurusan dengan pacar kakaknya yang selama ini terobsesi padanya.
Juan meraih ponselnya, berniat menghubungi Nadira. Tapi Juan ingat tadi malam wanita itu mengatakan akan pergi ke perusahaan Raka.
Juan keluar dari gedung kampus, sepertinya hari ini Juan harus pulang dengan kendaraan umum. Karena Nadira mungkin sedang sibuk.
"Juan, kakak kira kamu udah pulang." suara itu membuat Juan dengan cepat menoleh. Nadira berdiri disana dengan penampilan yang sedikit berbeda, bahkan wajahnya memakai make-up.
"Tadi kakak mau nelpon kamu tapi handphone kakak mati, jadi langsung kesini jemput kamu."
Juan tidak salah, Nadira berbeda dari kekasih kakaknya. Sangat jauh berbeda. Kasih sayang dan perhatiannya tidak terucap, tapi bisa Juan rasakan setiap kali berada di dekat wanita itu.
"Ayo, pulang." Juan menurut saat tangannya ditarik menuju tempat Nadira memarkirkan mobilnya. "tadi dijalan kakak beli makanan, nanti kamu coba ya. Menurut kakak sih enak."
"Kak Dira." Juan menatap dalam mata Nadira saat wanita itu menatap padanya. "kakak gak kepikiran nyari pacar? pacaran sama aku aja gimana, kak? biar jumlah jomblo berkurang."
Plak
"Kak? ini namanya KDRT!" seru Juan. Barusan Nadira menampar Juan. Tidak keras, tapi tetap saja pipi Juan sakit. "gak boleh loh KDRT, kak."
"KDRT apaan?!" Nadira menatap Juan kesal.
__ADS_1
"Kekerasan dalam rumah tangga, masa kakak gak tahu?!" mereka akhirnya berdebat di dalam mobil. Tapi tenang saja, mereka tetap baikan.