Sugar Mommy

Sugar Mommy
26. Keluarga Adhiwijaya 2


__ADS_3

"Hanya karena Nadira sudah menyelamatkan mamah, bukan berarti dia baik kan?" Jericho berbicara seolah-olah mamahnya melakukan kesalahan karena sudah mempercayai Nadira.


Sekarang, Jericho sedang bersama Adrian di ruangan kerja sang papah. Dan Jericho bicara tepat setelah sang papah memukul wajahnya.


Adrian tidak main-main saat mengatakan akan menghajar Jericho, papah tiga anak itu serius menghajar anaknya setelah tiba di ruang kerja.


Jericho tidak melawan. Hanya pasrah dipukul papahnya. Lagipula, tidak akan ada yang bisa melawan papah mereka ketika sedang marah.


"Papah harus tahu, Nadira bukan wanita baik."


Adrian mengeraskan rahang mendengarnya. "kamu pikir kamu bisa membunuh seseorang hanya karena dia tidak baik menurut kamu?!"


"Aku gak niat bunuh siapapun!" serka Jericho.


Jericho juga ikutan emosi. Tapi Jericho tetap tidak akan bisa melawan papahnya. Sehingga Jericho hanya mampu melakukan pembelaan.


Javier yang jago bela diri saja bisa babak belur setelah melawan papah mereka, apalagi kalau Jericho yang melawan. Jericho sudah terbiasa memukul, tapi papahnya bukan tandingannya.


"Terus kenapa kamu mau nabrak Nadira hoh?"


"Aku cuma mau ngasih perhitungan sama dia. Papah juga belum tahu kan Nadira itu siapa?"


Adrian menghela nafasnya. Ia memang tidak tahu siapa Nadira, selain wanita yang sudah menyelamatkan istrinya. Tapi Adrian merasa siapa Nadira bukan hal penting untuk saat ini.


Adrian menyuruh Jericho pergi ke ruangannya bukan untuk membicarakan siapa Nadira, tapi Adrian ingin menasehati Jericho yang setelah bertambah dewasa selalu membuat masalah.

__ADS_1


"Mamah pasti belum cerita kalau Nadira sugar mommynya Juan ke papah." sambung Jericho.


"Sugar mommy Juan gimana maksud kamu?"


"Juan mau kesini kan? papah tanya sendiri aja sama anak kesayangan mamah siapa Nadira."


Adrian kembali menghela nafas. "papah rasa kamu masih belum tahu apa kesalahan kamu."


"Aku memang selalu salah kan dimata kalian?"


"Jangan bicara seolah-olah papah dan mamah selalu menyalahkan kamu. Kenyataanya kamu salah, bukan kami yang sengaja menyalahkan."


Jericho terdiam mendengar perkataan Adrian. Papahnya benar, kali ini memang Jericho yang salah. Karena Jericho ingin mencelakai orang.


"Kamu mungkin kecewa karena mamah tidak menyukai pacar kamu, tapi kamu juga harus memikirkan alasannya. Jangan terus-terusan menganggap mamah salah hanya karena itu."


"Seorang ibu tidak ingin anaknya dilukai oleh orang lain, begitu juga dengan mamah kamu."


"Tapi Kirana gak mungkin nyakitin aku, pah."


"Kamu bisa begitu mempercayai wanita yang belum lama hadir dalam kehidupan kamu, tapi kamu tidak bisa mempercayai mamah kamu?"


"Bukan gitu. Aku bukan gak percaya mamah."


"Terus bagaimana huh?" Adrian bicara santai, tapi sedikit menekan. "dewasa bukan berarti kamu bisa melakukan semua hal semaumu. Karena tetap saja orang tua yang nanti akan disalahkan kalau anaknya membuat masalah."

__ADS_1


"Apa kamu pikir mamah marah hanya karena orang yang sudah menyelamatkan nyawanya akan dibunuh oleh seseorang? tidak, Jericho. Mamah marah kamu yang menjadi pelakunya."


"Kamu mengatakan mamah menyayangi Juan, adikmu anak kesayangan mamah. Tapi kamu tidak pernah mengingat apa saja yang sudah mamah lakukan untuk kamu sampai detik ini."


"Kalau kamu memang tidak ingin mengingat sebesar apa pengorbanan dan kasih sayang mamah padamu, setidaknya jangan membuat mamah merasa buruk hanya karena pacarmu."


"Papah kenapa ngomong gituh sih? kapan aku membuat mamah merasa buruk huh?" Jericho protes karena merasa dirinya tidak seperti itu.


"Coba deh kamu pikirkan bagaimana perasaan mamah ketika kamu terus membela pacarmu."


"Papah tidak bermaksud membandingkan, tapi Javier dan Juan lebih tahu cara untuk menjaga perasaan mamah. Mereka selalu memilih diam ketika mamah bicara dan menasehati mereka."


Jericho menunduk. Memang benar selama ini kembaran dan adiknya selalu diam setiap kali mamahnya marah. Hanya Jericho yang selalu menjawab mamahnya saat mamahnya marah.


"Coba kamu ingat-ingat, selama ini apa kamu pernah membela mamah ketika mamah dan pacarmu bermasalah? kamu selalu membela Kirana dan selalu menyalahkan mamah kamu."


"Kamu bahkan tidak tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya, tapi kamu membela Kirana. Kamu tidak tahu letak kesalahannya dimana, tapi selalu saja mamah yang kamu salahkan."


"Mamah menjadi penjahat bagi kamu, Jericho. Kamu pikir mamah tidak akan merasa buruk?!"


Jericho menggelengkan kepalanya. Ia sama sekali tidak mengganggap mamahnya jahat. Mungkin iya Jericho sering membela Kirana, tapi Jericho tidak berpikir mamahnya jahat.


"Aku gak pernah nganggep mamah jahat, pah."


Jericho berbicara pelan, tapi masih terdengar oleh telinga Adrian. "baguslah kalau memang kamu tidak menganggap mamah kamu jahat."

__ADS_1


"Tapi akan lebih baik kalau kamu membuktikan ucapan kamu itu. Jangan terus-terusan berada dalam satu pihak dan menyalahkan pihak lain."


"Dan satu lagi, berhenti membuat masalah dan membuat mamah kamu pusing." tekan Adrian. "kalau kamu tidak melakukannya, papah akan mengambil semua fasilitas yang kamu miliki."


__ADS_2