Sugar Mommy

Sugar Mommy
32. Bertemu calon mertua


__ADS_3

Awalnya Nadira berpikir Juan bercanda ingin mengajaknya bertemu keluarganya. Ternyata Nadira serius diundang ke rumah Adhiwijaya.


Sekarang Nadira berada di rumah Adhiwijaya, memenuhi undangan makan malam pemilik rumah. Kalau kata Juan sih, bertemu mertua.


Nadira biasa menuruti semua keinginan Juan, alasan wanita itu datang ke rumah Adhiwijaya karena Juan memohon padanya untuk datang.


Nadira tidak bisa menolak, apalagi Juan juga sudah mengeluarkan senjata andalan dengan memohon dan menunjukkan mata kucingnya.


Nadira selalu lemah setiap kali Juan meminta sesuatu. Bahkan Juan meminta untuk cuddle Nadira turuti, padahal Nadira itu anti skinship.



Nadira menatap salah satu anggota keluarga Adhiwijaya yang terlihat asik bermain ponsel. Kehadiran Nadira seperti tidak menarik untuk pemuda yang sedang memainkan ponsel itu.


Nadira datang hanya karena Juan memohon padanya. Nadira sama sekali tidak berharap diterima di rumah itu, tapi melihat pria yang duduk di depannya membuat Nadira jengkel.


Masih untung tidak ada Jericho disana, kalau ada mungkin Nadira akan pulang dari rumah yang membuatnya merasa tidak nyaman itu.


"Javier, simpan ponsel kamu. Kamu tidak lihat sedang ada tamu?" tegur Rosa pada anaknya. "lagian tidak baik main ponsel di meja makan."


Javier langsung menyimpan ponselnya diatas meja dan menatap dingin pada Nadira. Karena tidak menyukai kehadiran wanita di depannya.


"Dasar kekanak - kanakan!" cibir Nadira dalam hati. Javier benar-benar berbeda dengan Juan.


Ah, semua kakak Juan sama saja, hanya Juan yang berbeda dengan kakak-kakaknya. Nadira bahkan tidak menyangka mereka bersaudara.


"Kak Javier emang suka banget maen game."


Nadira menoleh pada Juan yang terlihat tidak enak karena sikap Javier. Melihat wajah Juan membuatnya merasa tenang dan tersenyum.


"Bukannya kamu juga suka maen game huh?"

__ADS_1


"Aku lebih suka cuddle sama kakak daripada maen game. Malahan aku udah males maen, enakan juga cuddle sama kakak." jawab Juan membuat Nadira menyesal sudah berbicara.


Tadinya Nadira mengatakan itu supaya Juan tidak memikirkan sikap Javier padanya, tapi tanggapan pemuda itu diluar ekspektasinya.


"Jangan terlalu jujur, Juan. Kalian tidak hanya berdua, ingatlah ada kami disini." tegur Adrian pada Juan. Yang ditegur malah cengengesan.


Bahkan Juan terkesan mengabaikan papahnya dan memfokuskan perhatiannya pada Nadira.


"Oh ya, masakan mamah aku enak loh. Kakak pasti bakal ketagihan sama masakan mamah."


Juan mengambilkan nasi serta lauknya untuk Nadira. Tidak ingin sikap kakaknya membuat wanita yang dicintainya merasa tidak nyaman.


Sebelum menjemput Nadira, Juan berdiskusi dengan keluarganya. Juan ingin memastikan Nadira merasa nyaman datang ke rumahnya.


Juan serius berniat melamar Nadira dan ingin menjadikan Nadira istrinya. Dan langkah awal yang bisa Juan ambil adalah membuat Nadira merasa nyaman berada diantara keluarganya.


Memang belum tentu Nadira menjadi bagian dari keluarganya, tapi setidaknya Juan sudah mengusahakan yang terbaik untuk wanitanya.


"Kak Dira baik, tapi kalau lagi marah nyeremin. Aku takut gak sanggup buat ngatasinya nanti."


"Kak Dira udah gak punya orang tua, jadi nanti mamah sama papah jangan ada yang nanyain orang tua kak Dira. Kak Dira bakal sedih nanti."


"Kak Dira gak bisa makan pedes, malem ini mamah masaknya jangan terlalu pedes ya."


"Kak Dira juga gak suka minum soda, jangan sampe ada minuman bersoda di meja makan."


"Pokoknya kita harus bikin kak Dira nyaman disini. Biar kak Dira ngerasa punya keluarga."


Kira - kira seperti itu instruksi Juan pada orang rumah, sebelum menjemput Nadira di cafenya.


Juan sudah mengatur semuanya dengan baik sebelum menjemput Nadira, tapi Javier tidak mengikuti instruksinya dan bersikap tak acuh.

__ADS_1


"Jangan ngeliatin aku kayak gitu, aku tahu kok aku ganteng." ucapan Juan membuat mamah dan papahnya menggelengkan kepala, mereka tidak menyangka Juan seperti itu pada wanita.


Sebelum diusir dari rumah, Juan masih belum dekat dengan perempuan manapun. Sekarang tiba-tiba Juan membawa wanita ke rumahnya. Dan menginginkan wanita itu menjadi istrinya.


Adrian dan Rosa mungkin akan menganggap keinginan Juan sebagai sebuah lelucon, tapi melihat Juan seperti ini membuat Adrian dan Rosa yakin Juan serius dengan keinginannya.


"Ganteng tapi gak punya pacar. Buat apa huh?"


"Yaudah, ayo pacaran. Kakak cantik gak punya pacar buat apa? mending pacaran sama aku."


"Kakak gak minat pacaran sama berondong."


"Yaudah gak pacaran, kita nikah aja gimana?"


"Nikah sama yang seumuran sama kamu aja. Kakak ini tante-tante, gak cocok sama kamu."


"Cocok kok. Aku ngerasa cocok sama kakak."


"Iya, tahu. Kamu cuma suka sama kakak kan?"


Juan tersenyum melihat Nadira tertawa lepas.


"Aku gak bakalan biarin siapapun bikin kakak sedih. Maaf ya, kak. Kak Javier emang kayak gitu sejak pacarnya meninggal." ucap Juan di dalam hati. "iya, aku cuma suka sama kakak."


Nadira selalu menganggap pernyataan Juan sebagai candaan. Tapi Juan akan berusaha membuat Nadira yakin terhadap perasaannya.


"Ayo, makan. Biar badan kakak gak kecil terus."


"Tapi gapapa kakak kecil, pas buat aku peluk."


Nadira mengaku Juan mampu mengendalikan susana hatinya. Juan membuatnya melupakan tentang Javier yang sepertinya tidak menyukai kehadirannya di rumah itu. Juan sudah seperti obat penenang, mampu menenangkan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2